
" Sayang ayo sarapan aku sudah buat nasi goreng permintaan mu."kata Yayan sambil melongokkan kepala ke kamar tidurnya.
Istrinya masih meringkuk dengan selimut hampir menutupi kepala.
" Sayaaang." kata Yayan lembut sambil mendekati istrinya dan membuka selimutnya.
" Nanti dulu sayang, kepala ku pusiiing." kata Fitri sambil menarik lagi selimutnya.
" Ayo sarapan dulu biar hilang pusingnya."
" Iya sebentar." Fitri terpaksa bangun, namun karena pusing dia jadi mual dan berlari ke kamar mandi.
"Hueeeeggg......hueeeeg."
" Sayang kamu kenapa?" kata Yayan sambil ikut berlari menyusul Fitri.
" Aku...akku....hueeeeeg...."
Yayan memijit tengkuk istrinya dan mengolesinya minyak kayu putih.
" Udah...udah...." kata Fitri kemudian di bopong Yayan ke atas ranjang.
" Aku buatkan bubur saja kalau begitu, sebentar ya."
Yayan menyuruh art untuk membuatkan bubur, dia juga menghubungi dokter keluarga mereka untuk memeriksa istrinya.
Tak lama bubur sudah matang dan di bawa ke kamar mereka.
Dokter pun telah tiba dan langsung di ajak Yayan menemui istrinya.
" Bagaimana dok?" tanya Yayan setelah dokter selesai memeriksa Fitri.
" Siklus haidnya bagaimana bu?" tanya dokter Mila.
" Astaghfirullah, lupa saya dok."
" Coba di ingat-ingat kapan terakhir kalinya?"
" Hheemmmm.....oh iya pas kami liburan bersama sekalian bulan madu Ditha dan Aryo, kami kan gak sholat dan gak bisa ikut berenang saat itu." kata Fitri,
" Itu berarti satu setengah bulan yang lalu sayang, tiga minggu setelah resepsi pernikahan Ditha." kata Yayan.
" Baik untuk lebih jelas kalian periksakan ke rumah sakit atau ke klinik dokter spesialis saja ya, lebih baik segera di ketahui agar bersiap-siap untuk segala sesuatunya, saya tidak berikan resep obat, karena kalau benar hamil tak boleh minum obat sembarangan."
" Iya dok... terimakasih."
" Baik saya permisi."
" Iya dok, mari saya antar." kata Yayan.
Sepeninggal dokter, Yayan menyuruh Fitri untuk sarapan dulu supaya kuat, karena setelah ini mereka harus memeriksakan diri ke dokter spesialis.
Yayan pun akhirnya sarapan nasi goreng buatannya tadi di kamar tidur mereka.
Selesai sarapan Yayan dan Fitri bersiap-siap untuk pergi.
" Bagaimana badan mu kuat?"
" Iya sayang, harus kuat." jawab Fitri sambil tersenyum, namun masih terlihat pucat.
" Oke kalau gak kuat bilang ya?"
" Iya sayang."
Mereka pergi di klinik dokter spesialis kandungan yang terdekat saja.
Di klinik ada antrian tapi tak banyak. Tiba waktunya giliran mereka, dan merekapun masuk ruang periksa.
" Assalamualaikum dokter."
" Wa alaikumsalam, silahkan duduk, ada yang bisa saya bantu?"
" Begini dok istri saya tadi pagi mual dan muntah, tadi sudah saya periksakan ke dokter keluarga namun di sarankan ke dokter spesialis, karena istri saya telat haid mungkin lebih dari 2 mingguan dok."
" Baiik, ingat haid terakhirnya kapan?"
" Kira-kira satu setengah bulan yang lalu dok." jawab Fitri.
" Kita langsung USG saja ya, mari berbaring di sana." tunjuk dokter sambil meminta bidan untuk membantunya.
Fitri di periksa.
" Nah itu sudah ada kantung janinnya, sudah berumur hampir 7 minggu, itu pak jelas yaaaa.... alhamdulilah sehat sekali, baagus..., iya sudah selesai." kata dokter dan kembali berjalan duduk ke kursinya lagi.
" Alhamdulillaaaah." kata Yayan dan Fitri setelah melihat layar monitor, dengan di bantu bidan Fitri bangun dan ikut duduk di depan dokter bersama suaminya.
" Baik saya resep kan obat pengurang mual dan vitamin, di minum ya, hati-hati trimester pertama masih rentan jadi di jaga dengan baik ya."
" Baik terimakasih dok, kami permisi, assalamu alaikum."
" Iya sama-sama, wa alaikumsalam."
Keduanya sangat bahagia dan kembali pulang ke rumah.
Fitri kembali ke kamar karena kepalanya masih agak pusing.
__ADS_1
Saking senangnya Yayan dia hendak memberitahu adiknya tentang kabar bahagia mereka.
Tuuuut....tuuuuuut...
[ Assalamualaikum kak]
[ Wa alaikumsalam, Tha, kami punya kabar berita.]
[ Apa itu kak? bukan berita duka kan?] tanya Ditha khawatir.
[ Tidak...itu....Fitri hamil....]
[ Alham......] bruuukkk.
[ Tha...Tha....halo....Dithaa.!!"]
" Lho!! Apa itu tadi??"
[ Halo kak...Ditha pingsan!!"]
[ Ya sudah kamu bawa ke rumah sakit dulu Yo, kabari aku ke rumah sakit mana, aku susul.] kata Yayan segera menutup panggilan telponnya.
" Sayang aku mau kerumah sakit, Ditha pingsan!" kata Yayan pamit pada istrinya.
" Astagfirullaaaaah, aku ikut."
" Jangan ingat kondisimu, biar aku saja, nanti aku akan kabari kamu."
" Iya sayang, ya Allah semoga tidak terjadi apa-apa."
" Aamiiin aku pergi, assalamu alaikum."
" Wa alaikumsalam."
Walau belum tau akan di bawa ke rumah sakit mana , namun Yayan punya perasaan kalau adiknya akan di bawa ke rumah sakit yang terdekat dengan rumah adiknya.
Dia segera melajukan mobilnya ke rumah sakit.
***
Di rumah sakit Ditha langsung di bawa ke IGD, dan segera di tangani oleh dokter.
Tak berselang lama dokter menyuruh untuk di bawa ke ruang spesialis dokter kandungan.
Ditha di bawa dengan menggunakan brankar ke ruang dokter kandungan, dia sudah sadarkan diri.
" Bagaimana bu, apa yang di rasakan?"
" Cuma pusing dokter."
" Ingat kapan haid terakhir?"
" Baik langsung saya USG ya.."
Dengan di bantu bidan, Ditha pun di USG.
" Baik....kita lihat....nah itu ibu dan bapak...bisa di lihat yaaa...itu kantung janinnya....wah...sebentar..sebentaaaar..."
Aryo dan Ditha senang melihat monitor sambil terharu namun kembali kaget dengan kata-kata dokter.
" Ada apa dok?" tanya Aryo khawatir.
" Di keluarga nya ada yang kembar ya?" tanya dokter.
" Oh iya dok, ayah saya punya kembaran."
" Kok aku gak tau?" tanya Ditha
" Om Sudarmaji sudah meninggal pada usianya 20 tahun."
" Oooh.."
" Nah ini yang jelas kelihatan, itu ada dua kantung yaa...bisa di lihat? jelas banget yaaa....oke sehat keduanya...rahim juga sehat, baik sudah selesai, tutup lagi Ning." kata dokter sambil menyuruh bidan asistennya untuk menutup baju Ditha.
Aryo kembali duduk ke depan dokter, sedang Ditha masih berbaring di brankar.
Belum sempat dokter berbicara pintu di ketuk oleh seseorang.
" Ya masuuuk."
" Permisi....adik saya...." kata Yayan terputus karena melihat adiknya sudah sadar dan tersenyum.
"Duduk kak." kata Aryo sambil menarik kursi yang di sebelahnya.
" Iya bu Ditha baik-baik saja, kehamilannya berusia 6 minggu lebih, tadi pak Aryo sudah lihat USG nya, ini saya resep kan obat untuk pusing, juga vitamin, ada obat mual hanya untuk jaga-jaga ya kalau gak mual gapapa gak usah di minum, hati-hati trimester pertama sangat rentan apalagi kembar...baik ada yang ingin di tanyakan?"
"Ditha juga hamil? Kembar?? Alhamdulillah." kata Yayan sambil mengusapkan telapak tangan ke wajahnya.
" Ada apa pak?" tanya dokter.
" Enggak dok, saya juga baru saja memeriksakan istri saya, kabarnya sama, dan usia kehamilan nya sama..hehe."
"Ooooh." dokter dan Aryo ber oh ria.
" Jadi kami boleh pulang apa harus opname dok?" tanya Aryo.
__ADS_1
" Boleh pulang kalau sudah tidak pusing lagi, nanti di antarkan ke kamar observasi ya."kata dokter sambil memberi kode pada bidan asistennya.
" Baik dok, kami permisi."
Ditha di antar kan ke ruang rawat sementara.
" Hahaha....kok bisa bareng hamilnya." kata Yayan setelah tiba di ruangan.
" Hehe iya juga ya.... alhamdulillah."
" Siklus haidku memang selalu bareng sama kak Fitri." kata Ditha,
" Kak Fitri bagaimana sekarang, takutnya ada apa-apa kak, jangan di tinggal lama-lama." kata Aryo.
" Oh iya juga ya, ya udah aku balik pulang ya, kamu jaga Ditha."
"Iya kak tenang aja."
" Oke, assalamu alaikum."
" Wa alaikumsalam."
Yayan pergi meninggalkan pasangan berbahagia itu. Namun balik lagi membuka pintu.
"Kalian jangan beritahu ayah ibu dulu kita kasih surprise pada mereka bareng-bareng oke!"
" Oke kak.' kata Aryo dan Ditha serempak.
Lalu Yayan pulang ke rumahnya.
Sampai di rumah, Yayan langsung ke kamar tidur, di lihatnya Fitri tertidur, tak tega membangunkan nya, dia keluar dan masuk ke ruang kerja, hari ini dia tak masuk kerja, dia pantau pekerjaan nya dari rumah saja.
Selang beberapa menit Fitri terbangun, tak ada siapa-siapa di kamarnya, mungkin Yayan belum kembali fikirnya, ia cek gawainya tak ada satupun pesan dari suaminya.
Karena khawatir ia pun menghubungi suaminya.
[ Assalamualaikum sayang, sebentar] kata Yayan sambil keluar dari ruang kerja nya.
[ Wa alaikumsalam kamu dimana, kenapa tak kabari aku?]
Yayan membuka pintu kamar sambil tersenyum.
" Sudah pulang? Sejak kapan?"
" Hehe... sudah 20 menitan lebih kayaknya, kamu tidur pulas jadi aku gak mau ganggu." kata Yayan sambil mengelus perut Fitri yang masih rata.
" Terus Ditha bagaimana?"
" Hhhmmm.....dia hamil juga ternyata, pingsan tadi karena berdiri mendadak ketika menerima sambungan telpon dariku, ia menaruh gawai agak jauh dari jangkauannya jad mungkin agak pusing gitu."
"Haaaah Ditha hamil juga, hhhhhmmm...bareng dong, siklus haid ku sama dia kan bareng."
" Iya kalian kalau gak puasa juga bareng, bikin laper aku aja..huh!!"
" Hahaha...jangan iri sama wanita hai calon ayaaaah!!"
" Hehehe....asyik ya nanti jadi ayah sekalian jadi om!"
"Hihihi, aduuuuh....."
"Apa... kenapa..??" tanya Yayan kebingungan.
" Lapeeeeer." sahut Fitri manja.
"Eeaaaaa..." ucap Yayan sambil menepuk dahinya.
" Ayo makan, tadi aku mampir di resto Obonk.."
" Ada ayam bakar?"
" Iya ada, semua lauk aku beli."
" Iiiiish boros!!"
" Ya gapapa sayang, kita memang berdua, tapi yang kerja di rumah ini kan banyak, biar mereka ikut makanlaaaah."
" Kalau gitu kita makan di gazebo belakang rumah, ajak mereka makan bareng, hitung-hitung merayakan kebahagiaan kita."
" Ayo, sudah gak pusing?"
" Iya udah enggak.
Mereka berdua pergi ke belakang, Yayan menyuruh art nya menyiapkan makanan, dan semua yang kerja di rumah mereka di panggil untuk makan bersama.
Mereka menikmati makan siang bersama sambil bercanda.
Indah nya kebersamaan.....
Serupa dengan keluarga kecil Yayan, Aryo dan Ditha juga sudah kembali ke rumah mereka, art sudah menyiapkan berbagai macam masakan, Aryo menyuruh art untuk menyiapkannya di ruang keluarga agar lebih leluasa, semua yang kerja di rumah di ajak makan bareng.
Mereka pun makan bersama setelah membaca do'a untuk keselamatan kehamilan Ditha.
Nb
Mohon krisannya yaaaa.
__ADS_1
Boleh dooong di jempolin
Terimakasiiih..