
Walau cuma makan siang biasa saja tapi karena di nikmati dengan kebersamaan mereka sudah sangat senang.
Yayan menghubungi Ditha untuk merencanakan sebuah kejutan kecil untuk orang tua mereka.
Keduanya ingin membuktikan bahwa support keluarga itu sangat penting dari apapun, dari semua yang telah mereka lalui.
Dengan tambahan ide dari Fitri dan Aryo, mereka rasa kejutan kecilnya jadi sempurna.
Satu persatu rencana itu mereka siapkan dari sekarang, karena khawatir kehamilan Ditha akan cepat terlihat, karena Ditha hamil kembar jadi jelas perutnya akan terlihat dua kali lebih besar dari normalnya wanita hamil cuma satu janin.
Bulan depan banyak hari bersejarah dalam hidup orang tua mereka, mulai dari tanggal lahir ibu mereka, tanggal pernikahan orang tua mereka pertama kali dulu, dan mereka ingin tanggal pernikahan orang tua mereka yang akan di jadikan tanggal pemberian surprise itu.
Yayan pulang ke rumah neneknya mencari semua benda-benda yang akan mereka jadikan alat bantuan.
Tak lupa Yayan memerintahkan anak buahnya di kapal untuk menyandarkan salah satu kapal mereka untuk di pakai menyelenggarakan acara tersebut.
Semua ia rencanakan dan di atur secara matang agar acara itu menjadi momen yang lebih bersejarah dan tak terlupakan oleh orang tua mereka.
Fitri agak kerepotan dengan kehamilannya, pagi hari masih mual dan muntah jadi Yayan hanya menyuruhnya untuk banyak istirahat, sedangkan Ditha hanya sesekali saja merasa pusing, keluhan Ditha hanya tak kuat kalau berdiri agak lama, tiba-tiba pusing dan apabila di tahan tetap berdiri dia akan pingsan.
Walaupun sibuk mengatur acara kejutan itu, Yayan dan Aryo tetap fokus pada pasangan mereka, untungnya semua anak buah mereka sangat kompak.
Sesekali orang tua mereka menghubungi menanyakan kabar mereka, sebaliknya mereka juga menanyakan kabar orang tua mereka namun sebisanya mereka tak memberitahu keadaan sebenarnya.
Untungnya mereka tinggal terpisah, orang tua Yayan dan Ditha memilih tinggal di rumah lama mereka yang sudah di rehab sebelumnya.
Orang tua Aryo tetap di rumah lama mereka.
Aryo dan Ditha tinggal di rumah sederhana milik Aryo, rumah yang pertama kali di injak oleh Ditha di kota.
Sedangkan Yayan dan Fitri membeli rumah tak jauh dengan perusahaan milik Yayan, rumah itu juga tak jauh dari pelabuhan jadi memudahkan Yayan untuk pulang pergi mengatur salah satu kapal miliknya untuk di jadikan seperti kapal pesiar.
Sambil menyiapkan itu, Yayan terfikir untuk menjadikan kapalnya itu sebagai kapal sewaan untuk para pasangan pengantin merayakan hari bahagia mereka.
Perayaan tanggal pernikahan orang tuanya nanti bisa ia abadikan menjadi video dan bisa ia pakai untuk promosi kapal tersebut.
***
Dua minggu berlalu, Yayan merasa rencananya sudah selesai 90% sangat cepat karena sesekali Aryo dan Hadi turun tangan untuk membantu.
Menyulap kapal barang menjadi kapal pesiar tidak lah mudah, kadang pak Rinto pun turut membantu untuk pengadaan bahan yang mereka butuhkan.
Sekarang tinggal menghiasnya saja, untuk hal itu mereka membutuhkan bantuan wedding organizer.
Bu Silma menghubungi Ditha untuk menanyakan kapan mereka akan berkunjung, karenahampir 3 bulan mereka tak bertemu.
[ Assalamualaikum ibu]
[ Wa alaikumsalam Tha.]
[ Ada apa ibu?]
[ Ya Allah naaak, ibu ini kangen, kalian sangat sibuk sekali sampai-sampai weekend pun tak bisa pulang?]
[ Iya ibu, maaf banyak pekerjaan kak Aryo yang ia tinggal kan sejak umroh, kemudian pernikahan kami, jadilah sekarang di kejar semua ibu.]
[ Oh...kalau begitu kami saja yang ke sana ya?]
[ Nanti Ditha bilang kak Aryo deh, biar ibu di jemput, kita kumpul-kumpul keluarga besar lagi, gimana bu? Sekalian kak Aryo juga mau jemput ayah bundanya.]
[ Ya udah biar sekalian aja.]
[ Nanti Ditha kabari lagi ya bu.]
[ Iya ibu tunggu, assalamu alaikum.]
__ADS_1
[ Wa alaikumsalam.]
Tut.... panggilan di akhiri.
' Untung ibu bisa di atur agar mau di jemput, oke sukses.' bathin Ditha.
Ditha menghubungi kakaknya kalau ia sudah beritahu ibu mereka kalau akan di jemput untuk acara keluarga, mungkin ibu mereka lupa tanggal pernikahan mereka dulu jadi tidak menyadari kalau ada rencana anak-anak nya di balik itu.
" Yes...ibu mau di jemput untuk acara di kapal nanti." kata Yayan.
" Jadi sudah selesai semua persiapan nya?"
" Iya tinggal hari pelaksanaan saja, semoga lancar."
"Besok lusa berarti?" tanya Fitri lagi.
" Iya sayang, kamu bagaimana, masih mual?"
" Sudah mulai jarang sayang, walau gak minum obat aku masih bisa tahan, tidak seperti kemarin."
" Baguslah, tapi nanti pada acaranya jangan ikut sibuk ya, takutnya ketika kapal agak goyang kamu malah mual lagi."
" Iyaaa...eh sayang, kamu merasa gak kalau kamu banyak berubah, dulu Yayan yang aku kenal gak cerewet lho..." kata Fitri sambil tersenyum.
" Ah....masa!!"
" Ih gak sadar dengan sifat sendiri."
" Dah ah, malah bahas itu kita makan malam yuk laper aku."
Pasangan itu memang berjodoh, bahkan kadang rasa ngidam pun mereka rasakan bergiliran, hari ini Fitri besok bisa jadi Yayan yang mengalaminya.
Berbeda dengan Ditha, kehamilannya membuat dia sering mengantuk, Aryo sangat posesif hampir semua kebutuhan Ditha harus dia yang melayani, kehamilan Ditha yang mulai masuk bulan ketiga karena kembar jadi sudah mulai terlihat, ia sudah tak sabar ingin memberitahukan kabar baik itu pada orang tuanya.
Aryo anak tunggal jadi orang tuanya ingin sekali agar Aryo segera memberi mereka cucu, hampir setiap weekend, ayah bundanya menanyakan kabar Ditha yang membuat Aryo cemburu, kenapa Ditha terus yang di tanya kabarnya, sedang kan dia tidak pernah di tanya.
***
Semua kerabat sudah berkumpul tinggal menunggu kedatangan pemeran utama acara tersebut.
Jam 10 mereka tiba dan langsung masuk ke dalam kapal.
" Kok naik kapal Yo?" tanya pak Yandi.
" Iya ayah, acaranya di kapal, sekalian promosi kapal pesiar milik kak Yayan."
" Oooh, makin maju bisnis Yayan." ucap bu Silma.
" Alhamdulillah ibu, berkat do'a kalian."
Mereka di antarkan ke ruang utama kapal tempat yang sangat luas untuk mengadakan acara, Aryo mempersilahkan orang tuanya dan mertuanya untuk duduk di kursi yang disediakan.
Acara di mulai dengan sambutan-sambutan yang atur seolah-olah seperti acara peresmian kapal pesiar baru milik perusahaan Yayan
Tibalah acara pokok, MC mengatakan akan menayangkan video yang berisi proses pembuatan dan apa saja keistimewaan dari kapal pesiar itu.
Video pun akhirnya di putar, di iringi raut terkejut pak Yandi dan bu Silma
Muncul lah slide-slide foto Yayan dan Ditha..
Di mulai dari foto pernikahan Ditha dan Aryo....slide mundur ke acara pernikahan ulang orang tua mereka...mundur lagi pertemuan kedua orang tua mereka setelah terpisah lama...mundur lagi ke acara pernikahan Yayan dan Fitri... mundur lagi ke foto masa kecil Yayan dan Ditha....mundur lagi ke pernikahan pertama kedua oran tua Yayan dan Ditha yang tepat pada tanggal itu, video berhenti pada foto pernikahan itu.
Kemudian Yayan dan Ditha muncul dari sisi panggung, berjalan dan berdiri di tengah-tengah panggung.
Yayan mengambil microphon, lalu berkata.
__ADS_1
" Assalamualaikum."
" Wa alaikumsalam." sahut hadirin serempak.
" Mungkin semua yang hadir bingung ,tadi mc mengatakan akan menayangkan video seputar kapal ini, kami mohon maaf, tujuan utama acara ini bukan untuk itu, tapi acara hari ini dan tepat di tanggal ini pula, adalah acara untuk memperingati tanggal pernikahan orang tua kami yaitu pak Yandi dan ibu Silma tepat 30 tahun yang lalu..."
Hadirin bertepuk tangan dan kedua orang tua Yayan dan Ditha menangis terharu, mereka sendiri lupa kalau hari itu adalah hari bersejarah mereka.
" Kami tidak bisa memberikan hadiah yang terbaik pada orang tua kami selain bakti kami pada mereka, dan tak pula kami ucapkan terimakasih telah menjadi orang tua kami, kami bangga menjadi anak-anak ayah dan ibu, dan izinkan lah kami mempersembahkan kado istimewa pada ayah dan ibu."
Yayan berjalan ke sisi kiri dan Ditha berjalan ke sisi kanan, Aryo dan Fitri naik ke panggung dan berdiri di samping pasangan mereka.
Slide video di putar lagi, muncul lah video yang menayangkan Yayan dan Fitri serta Aryo dan Ditha yang sedang mengucapkan selamat HUT pernikahan orang tua mereka dan muncullah slide foto hasil USG Ditha dan Fitri, kemudian video di akhiri dengan ucapan selamat pada orang tua mereka bahwa akan segera menjadi kakek dan nenek.
Semua hadirin berdiri dan bertepuk tangan, kedua pasangan menuruni panggung berjalan ke arah orang tuanya.
Bu Silma tak sabar lagi sambil menangis ia berlari memeluk anak-anak nya, di iringi oleh pak Yandi kemudian bu Laila dan pak Sudarmono.
" Terimakasih ya Allaaah....terimakasih ya Allaaah..." ucap bu Silma dan bu Laila.
" Kembar? cucuku kembar? " kata bu Laila di iringi anggukan oleh Ditha.
Lama mereka semua berpelukan, hadirin melihatnya sambil menangis terharu.
Puas berpelukan mereka duduk kembali dan acara di lanjutkan dengan memotong pita peresmian kapal pesiar, lalu mereka menikmati hidangan yang telah du suguhkan.
Keluarga yang sedang berbahagia itu makan siang sambil bercengkrama, masih tak percaya akan apa yang terjadi hari itu.
" Terimakasih nak, hari ini tak akan ibu lupakan, ibu sangat bahagia, maaf ibu sempat meninggalkan dan melupakan kalian, seharusnya ibu merawat kalian." ucap bu Silma sesegukkan.
" Yang berlalu biar berlalu ibu, semua bukan kesalahan ibu, kita ikhlaskan semua yang terjadi, lebih baik ibu bersiap untuk menjadi nenek dari banyak cucu nanti, biarlah cucu ibu yang merepotkan ibu nanti." kata Yayan semua yang mendengar tertawa terbahak, bu Silma mendengar itu langsung cemberut.
" Aduh salah ngomong ibu tadi ya??"
" Hahaha..." Semuanya pun tertawa.
Semua berbahagia, memang sudah di rencanakan mereka akan berlayar menuju sebuah pulau yang baru di buka untuk para wisatawan, dan akan berwisata di sana.
Kapal berlayar tak terlalu laju jadi mereka menikmati malam bersama di kapal itu.
2 hari 1 malam , tepat pada sore harinya kapal sandar di pelabuhan, sebuah pulau yang sangat indah.
Mereka di sambut oleh pemandu turis di sana, mereka langsung di ajak ke villa di sana, villa yang indah, semua sudah mendapatkan kamar masing-masing.
Malam hari tiba dan para pelayan di villa sibuk menyiapkan makan malam.
Setelah makan malam, mereka berkumpul menikmati indahnya tempat wisata itu pada malam hari, tak lama pemilik dari villa itu datang menyambut mereka.
Dengan menggunakan kursi roda ia mendekati para tamunya.
" Selamat malam bapak ibu.., terimakasih sudah datang ke villa kami, dan selamat......" kata-katanya tiba-tiba terputus.
" Ar....Aryo!!??"
" Rini???" seru Aryo.
Waaaaah bertemu lagiii
apa yang akan terjadii???
bersambung yaaa....
Nb
mohon krisannya yaaaa.
__ADS_1
boleh di jempolin dooong
terimakasiiih...