Memang Bukan Cinderella

Memang Bukan Cinderella
Bab 24 Bekerja


__ADS_3

Hari pertama bekerja, malam sebelumnya Aryo menanyakan pada Ditha apa ia akan melanjutkan rencananya untuk bekerja, Ditha pun mengatakan kalau ia tetap akan bekerja, selain menambah pengalaman, dia tak bisa berdiam saja tanpa melakukan sesuatu yang berguna.


Yani sudah siap pagi-pagi sekali karena di tugaskan mengantar jemput Ditha.


" Kita sarapan dulu Yan."


" Wah, kok malah kamu yang nyiapin sarapan, hahaha.."


"Apaan sih kamu, jangan anggap aku bos mu ya, udah ayo sarapan, kalau sarapan biar aku yang siapin nah kalau makan siang kamu yang urus gimana, kita sama kan...haha"


"Baiklah kalau begitu."


Merekapun sarapan bersama, setelah sarapan, Yani membersihkan bekas makan mereka, Ditha ia suruh siap-siap untuk berangkat bekerja.


Dengan pakaian sedikit formal dan berdandan seadanya saja Ditha sudah siap berangkat, Yani pun sudah siap mengantarkan Ditha bekerja.


Mereka keluar apartemen dan menaiki mobil, dengan melajukan mobil ke arah perusahaan tak sampai 5 menit mereka sampai di perusahaan, ketika hendak turun Ditha bertanya.


"Kamu ikut turun?"


"Enggak, orang-orang taunya aku sudah resign, jadi aku gak masuk, nanti kau aku jemput, aku pulang dulu, lihat-lihat keadaan di rumah, siapa tau Yono butuh aku."


"Ya iyalah suami butuh istrinya...yeee....!"


"Hahaha.....ya udah nanti kalau mau balik ke apartemen kabar-kabar ya."


"Oke, hati-hati nyetir nya."


Yani pun pergi meninggalkan Ditha, Ditha masuk ke gedung perusahaan milik Aryo, pagi tadi Aryo mengirim pesan agar ia langsung ke lantai 8 gedung itu.


Ditha pun masuk lift berbarengan dengan karyawan lain, mereka semua ramah-ramah, di dalam lift saling bertanya kabar dan bercanda, tak terasa lift sampai di lantai 8, dan pintu lift pun terbuka, ada dua karyawan yang keluar berbarengan dengan Ditha, kesempatan untuk Ditha bertanya di mana ruang kantor Aryo.


"Bu boleh saya bertanya? dimana ruangan pak Aryo?" katanya dengan panggilan pak pada Aryo, posisi Aryo yang bos perusahaan dia tidak enak kalau memanggil Aryo seperti biasa.


"Oh iya mba, mba lurus aja, nanti ada pintu besar dari kayu, bentuknya beda sendiri dari pintu yang lain, nah itu ruangan pak Aryo, maaf kalau boleh tau ada urusan apa ya? kebetulan saya sekretarisnya."


"Kenalkan Bu saya Ditha, ada janji dengan pak Aryo hari ini."


"Oh iya, pak Aryo sudah bilang, mari saya antarkan."


Ditha pun mengikuti langkah sekretaris Aryo sambil berjalan mereka sempat berbincang-bincang.


"Kalau boleh tau mba Ditha usianya berapa?"


"Saya 20 tahun bu."


"Wah masih muda sekali, andai anak saya masih hidup pasti seumuran kamu." kata sekretaris Aryo.


"Kita sampai, ayo masuk saya antarkan."sambung sekretaris itu


"Terimakasih bu."


Tok....tok...tok


"Masuk." sahut Aryo.


Sekretaris Aryo pun membuka pintu, berjalan masuk dan di ikuti oleh Ditha.


"Assalamualaikum pak, mba Ditha sudah datang, mari mba." ucap sekretaris Aryo sambil mempersilahkan Ditha masuk.


"Wa alaikumsalam bu Ina, terimakasih bu, masuklah Ditha..., oh ya bu saya minta laporan bulan lalu ya, sekalian siapin rekapan tambahan bahan-bahan yang mau di pesan pada ayah, ayah minta di kirim hari ini, bu Ina langsung kirim aja rekap nya ke ayah ya."

__ADS_1


"Baik pak saya permisi, mari mba Ditha saya kembali ke ruangan saya."


"Terimakasih bu Ina." sahut Ditha sambil tersenyum.


Aryo terdiam melihat Ditha dari atas ke bawah kakinya.


"Ada apa pak, saya terlalu kuno ya dandanannya"


"Pak?? hahaha...berasa tua aku...hei adik junioooor, mereka sudah pada tau kalau hari ini ada adik junior ku yang mau masuk kerja...jadi gak pake sungkan oke, kamu pintar pakai baju yang cocok untuk mu, percaya aku kalau kau pinter jahit seperti bunda."


"Oooo...pantes gimana bos begitu juga karyawannya." ucap Ditha manggut-manggut, teringat keramahan para karyawan di liff tadi.


"Kenapa memang? eh ayo duduk, kau lagi upacara berdiri terus?"


"Hehehe, maaf bos..!"


"What??"


Ditha pun duduk di depan Aryo.


"Eheemmm, jadi apa yang saya bisa kerjakan bos?"


"Ih geli telinga ku kamu panggil bos."


"Kak.!!"


"Oi."


"Aku serius"


"Aku dua rius."


"Kak!!"


'Tadi nyuruh duduk sekarang ngajak berdiri, orang aneh!' bathin Ditha sambil mengikuti langkah Aryo, karena setengah ngelamun diapun tak sadar kalau Aryo menghentikan langkahnya, jadilah dia menabrak Aryo dari belakang.


Brukk.


"Aaww....!" teriaknya hampir mau jatuh, tapi spontan tangannya di tangkap Aryo.


"Kamu ngelamun Tha?"


Sontak Ditha membenarkan posisi berdirinya dan mundur selangkah.


"Hehehe." Ditha menertawakan dirinya yang melamun.


"Ini mejamu, sementara kamu masih se ruangan denganku, karena pekerjaanmu merekap rancangan desain motif dan bahan kain terbaru jadi untuk memudahkan ku memanggilmu, kamu di sini dulu ya, gunakan keahlianmu dalam memilih motif dan bahan seperti biasa kamu membeli kain dari bunda, bagaimana gak susahkan pekerjaannya, ya masih di sekitar dunia hobimu kan?"


"Ooooh, oke....mari bekerja, semangaaaat." kata Ditha sambil bertepuk tangan kecil.


Melihat itu Aryo hanya cekikikan, ada hiburan penyemangat kerja pikirnya.


"Oke itu ada kertas desain, kamu scan dulu simpan dulu di laptop nanti via email kamu kirim desainnya ke email yang tertulis di kertas hijau itu ya, itu email para pengrajin batik yang sudah kerjasama dengan kita, ada nama di setiap lembar desain, kamu sesuaikan saja dengan nama emailnya, hati-hati jangan tertukar, kalau tertukar nanti mereka bingung dengan bahan batiknya, karena tiap desain bahan dan warna sudah khusus ada pada mereka."


"Baik kak"


"Ada yang ingin kamu tanyakan? aku mau keluar dulu sebentar ada berkas yang ketinggalan di rumah, oh ya kamu sudah tau rumahku di sebelah gedung ini kan?"


"Sudah kak."


" Nanti jam makan siang kita makan di rumah saja."

__ADS_1


"Iya kak."


"Oke aku pulang dulu sebentar, kalau kamu bingung bagaimana cara mengerjakannya kamu bisa tanya bu Ina atau yang lain, ruang sekretaris ada di depan ruangan ini."


"Iya kak."


"Aku tinggal dulu." kata Aryo sambil melangkah keluar ruangannya.


Ditha pun duduk, dan mulai mengerjakan perintah Aryo, untungnya ia sempat melihat kakaknya mengerjakan hal serupa kalau Yayan membawa pekerjaannya kerumah jadi untuk mengerjakan hal yang berhubungan dengan perangkat komputer dia sudah tidak canggung.


Setelah selesai men-scan semua kertas desain, iapun mulai mengirimkannya satu persatu, sesuai nama yang tertulis di ujung kertas.


"Oke selesai, sekarang double cek, hhhmmmmm..... sudah benar, okeee.....selesai, sekarang ngapain yaaa....ah bagaimana kalau aku coba mendesain, tapi ribet kalau di kertas, pake di scan dulu, apa tidak ada aplikasinya di laptop? coba aku cari-cari."


"Nah pake ini kan bisa, oke langsung aja." Ditha terus menerus bergumam sendiri.


Ditha pun iseng mencoba-coba membuat desain, karena pekerjaannya sudah selesai, karena terlalu fokus membuat desain, ia tak sadar kalau Aryo sudah kembali, karena posisi meja dan kursi tak menempel di dinding, dari belakang Aryo mengintip apa yang Ditha kerjakan.


Aryo hanya manggut-manggut melihat Ditha memainkan mouse laptop.


'Ada bakat anak ini, biarlah tak usah aku ganggu.' bathinnya.


Aryo pun berjalan ke mejanya, karena merasa ada sekelebat bayangan lewat di depannya, Ditha pun menengok ke depan.


"Kakak sudah kembali, sejak kapan?"


"Ya sejak beberapa menit yang lalu, kamu fokus banget bikin desain, sampai tak menyadari aku datang."


"Hehe....habis kerjaan ku sudah selesai kak, tapi coba kakak cek sudah bener belum yang ku kerjakan."


"Desainnya bagus, kamu ada bakat."


"Bukan ituuu.... pengiriman emailnya, tugas dari kakak tadi." sahut Ditha sambil cemberut.


"Haha itu toh, aku percaya kamu, kamu itu orangnya super hati-hati, pasti kamu sudah double cek kerjaan kamu kan?"


"Kok kakak tau."


"Aku sudah tau kebiasaan mu sejak dulu Tha."


Merasakan hawa yang aneh, Ditha pun kembali fokus pada laptopnya.


"Apa lagi yang aku kerjakan kak?" tanya Ditha tanpa mengalihkan pandangannya pada laptop.


"Kamu lanjutkan aja belajar mendesainnya, nanti setelah makan siang ikut aku ketemu klien ya."


"Iya kak."


Ditha pun melanjutkan kerjaannya.


Jam 1 siang waktunya makan siang, Aryo mengajak Ditha kerumahnya, Ditha takjub melihat rumah Aryo yang lebih mewah dari rumah Aryo di desa, mereka langsung makan siang, selesai makan siang mereka lanjut keluar rumah dan menuju kantor klien dari Aryo.


Setibanya di kantor kliennya, mereka masuk di antarkan sekretaris dari kliennya.


Begitu sudah berada di dalam ruangan kliennya Ditha kaget melihat siapa klien Aryo tersebut....


Siapa kan gerangan???


Nb


mohon krisannya yaaaa....

__ADS_1


terimakasih...


__ADS_2