Memang Bukan Cinderella

Memang Bukan Cinderella
Bab 23 Kejadian yang Aneh


__ADS_3

Karena jarak yang tak terlalu jauh antara apartemen dengan rumah Yani, Yani pun sudah kembali lagi ke apartemen, ketika hendak memasuki lift ia berpapasan dengan sepasang kekasih yang sedang berangkulan keluar lift, sambil menaik turunkan bahunya iya pun masuk ke dalam lift dan memencet tombol lift untuk naik.


Setibanya di apartemen Ditha dia memencet bel.


Ting nong....ting nong.


Ditha segera membukakan pintu untuk Yani.


"Assalamualaikum..."


" Wa alaikumsalam.." sahut Ditha sambil tersenyum dan menarik tangan Yani.


"Kau terlambat sedikit, tadi Lando datang, dia hanya mengambil beberapa pakaiannya, lalu bilang mau pergi kurang lebih dua minggu, mungkin ingin berlibur dengan Afi."


"Ah telat ya...ck...berarti belum bisa menyelidiki mereka, ya sudah lah, eh kalau baru saja dia datang apa sepasang kekasih yang baru berpapasan dengan aku di depan lift tadi ya..?"


"Bisa jadi tapi tadi Lando sendirian, mungkin Afi menunggu di luar, aku gak tau, aku gak cek soalnya."


'Ini menarik...hmmm...eh tunggu Afi?? itu tadi bukan Afi, kalau dia Afi pasti dia tau aku, dan pasti nyinyirin aku, itu tadi dia seperti tak kenal aku, jangan-jangan kembaran Afi....berarti Afi itu yang punya hubungan dengan Lando, ooh jadi yang tadi itu Lando....aduh mamak pusiiing pala barbie....waaaah benar-benar info bagus ini....ckck...si ulat bulu ada di mana-mana, nanti aku lapor bos Aryo.'


"Hei..hei..haloooo...."kata Ditha sambil melambaikan tangannya ke wajah Yani yang asyik melamun.


"Hah...apa? kamu katakan sesuatu?"


"Hahaha...kebiasaanmu masih sama, asyik-asyik ngobrol bisa-bisanya ngelamun."


"Ya walau umur bertambah, aku tetep Yani laaaah."


"Hahaha, eh hayo kita pergi jalan-jalan sebelum aku masuk kerja besok lusa, kayaknya aku butuh baju untuk kerja, sekalian makan di luar yuk."


"Oke deeeh, mari kita pergi.."


Mereka berdua pun pergi, Yani sengaja mengambil jalan ke arah perusahaan milik Aryo, ketika di depan perusahaan, mobil berjalan lambat, Yani pun memberitahu Ditha kalau itu perusahaan Aryo, nanti dia akan bekerja di sana.


Ditha pun paham karena sekalian menghapal jalan-jalan di kota. Tak lupa Yani memberitahu rumah yang disebelah kiri perusahaan itu milik Aryo, di sanalah Aryo beristirahat kalau sedang berada di kota.


Yani menawarkan pada Ditha apa dia mau mampir ke rumah Aryo, tapi Ditha menolak, ia ingin berjalan-jalan saja dulu.


Mobil pun melaju ke arah pusat perbelanjaan, Ditha tak mau lagi ke mall di mana ia di jemput paksa kemarin, masih sedikit trauma, dan takut ketemu lagi dengan anak buah pak Salman.


Sampai di pusat perbelanjaan, mobil di parkirkan oleh Yani, mereka turun dan masuk ke dalam.


"Kita cari makan dulu aja Yan, dah telat makan siang ini."


"Oke..."


Mereka masuk di salah satu Food court yang menyajikan masakan serba sup dan daging panggang.


"Kita makan yang berkuah aja." kata Ditha di iringi anggukkan oleh Yani.


"Seleramu gak berubah Tha, suka kuah-kuah, hihi."


"Hehehe.., aslinya aku mual kalau naik mobil Yan, jadi selalu cari makanan yang berkuah seperti sup."


"Alamaaaak, tapi sama kayak aku dulu, lama-lama ilang karena sering naik mobil."


"Owh semoga aku juga gtu."


Makanan datang merekapun segera memakannya.


Selesai makan mereka lanjut berbelanja, di salah satu toko, Yani melihat ada pasangan yang lagi memilih-milih baju, dia kenal dengan wanita yang memilih baju tersebut.


'Nah itu Afi, hhhmmmm.....lagi shopping....tapi siapa yang bersamanya? kok bapak-bapak? bukan yang tadi berpapasan dengan aku di lift...hmmmm siapa ya...bentar aku harus berpisah dulu dengan Ditha untuk memastikannya.'


"Tha kita masuk ke dalam toko yang itu, di sana khusus pakaian untuk kerja." kata Yani mengarahkan Ditha agar masuk ke toko yang berbeda dengan Afi.


"Oke, ayo.."


Masuklah mereka ke toko itu dan di layani oleh pelayan toko. Tak lama Yani pamit ke toilet.

__ADS_1


"Tha aku ke toilet sebentar, dah kebelet nih, kamu jangan kemana-mana, di sini aja, jangan jauh-jauh dari mba pelayan ini ya."


"Iya, emang aku anak kecil pake acara di titipin..huh.."


"Hahaha takut ilang lagi kamu nya."


"Sudah sana cepat, aku masih lama, banyak yang mau aku beli bajunya."


"Oke, aku cepat kembali kok."


Yani pun pergi, ia pura-pura ke arah toilet dulu tapi begitu di ujung ia memutari mengikuti putaran toko, dan kembali ke arah toko di mana Afi sedang berbelanja, Yanu sengaja berjalan sambil memilih baju, semakin mendekati Afi, pura-pura tak melihat Afi dengan posisi setengah membelakangi.


"Afi mau yang ini dan ini, juga ini ya om."


"Hhmmmm ya kau ambil aja."


"Asyiiik om baik deh."


"Enak mana ikut om apa ikut Lando?"


"Enak ikut om lah, kalau minta gak pake mikir-mikir secara uangnya om sendiri, kalau Lando uang dari papihnya....huh.!!"


"Hahaha ya jelas diakan tidak mau kerja, maunya nadah orang tua saja."


"Tapi om, apa aku akan seperti ini terus? aku juga butuh status om."


"Sayangnya om tak bisa menikahi kamu, kecuali om berpisah dengan tante."


"Memangnya om ada rencana berpisah dengan tante?"


"Ya kalau kau mau jadi istri om, bisa-bisa saja, hahaha"


"Afi fikir-fikir dulu deh om, ntar gak bisa bebas kalau Afi jadi seorang istri, hehe.."


"Bebas gimana?"


"Yang jelas bakal di rumah terus apalagi yang aku lakukan selain di ranjang saja."


Tanpa sadar Afi sudah dekat hanya satu langkah saja dengan Yani.


"Heh sopir angkutan disini kamu? sanggup kamu beli barang di sini." kata Afi begitu melihat Yani.


"Ya suka-suka aku lah, ini kan bukan toko pribadi, semua orang boleh belanja, lagian aku ada uang hasil keringat sendiri walau cuman sopir, uang ku H..A..L..A..L." sahut Yani sambil mengeja kata terakhirnya.


"Awas kamu ya, miss quen belagu."


"Ih takuuuut." kata Yani sambil melirik ke pak Salman.


"Wah om, pegangin yang kuat dompetnya ya om, sugar baby om ini juga sugar babynya orang lhoooo.... berjamaah atau gotong royong....ckckck...mbok ya cari yang bisa di kuasai sendiri gitu om, hati-hati tertular penyakit lho om." kata Yani pada pak Salman.


"Jaga omongan mu ya!!" bentak Afi. "Ayo om kita pergi, aku sudah selesai memilih bajunya." lanjut Afi sambil menarik pak Salman ke kasir.


Pak Salman ikut saja seperti sapi di tusuk di hidung.


"Hahaha...dasar pere'."


Puas meledek Afi, Yani pun kembali ke toko seberang di mana Ditha lagi asyik memilih-milih.


"Lama sekali kamu setoran di toilet, buang berapa karung?" kata Ditha.


"Hahaha...sehabis-habisnya laaah, ketemu baju yang kamu inginkan? coba lihat? ayo kita coba di kamar ganti."


Merekapun masuk ke kamar ganti, maksud Yani supaya Ditha tak sempat melihat Afi keluar toko, takut mereka bertemu dan terjadi hal yang tidak dia inginkan lagi.


Dan benar saja, ketika mereka akan masuk ke kamar ganti, Yani sempat melihat Afi dan lelaki tua bersamanya keluar dari toko dan melewati toko dimana mereka berada, tampak nya mereka berjalan terburu-buru.


Selesai berbelanja baju kerja, Ditha mengajak Yani berbelanja bahan-bahan makanan, karena di apartemen tak ada sama sekali bahan makanan, daripada selalu makan di luar setidaknya ada bahan makan apabila lapar sewaktu-waktu.


Tak terasa berjam-jam mereka habiskan untuk berbelanja keperluan mereka, merekapun kembali ke parkiran mobil, Yani pun melajukan mobilnya, saat mobil berhenti di lampu merah, secara tiba-tiba Ditha menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ada apa Tha?" tanya Yani kaget dengan apa yang Ditha lakukan.


"Sssst lihat ke kiri, mobil di sebelah kiri kita, itu om Salman suami ibu ku, dia yang menyuruh anak buahnya menculik ku kemarin, coba kau lihat itu dia sama perempuan tapi bukan ibu ku, siapa ya?"


"Yang mana? oh mobil yang di kiri kita ini, lhoh itu kan....?" kata Yani terputus sambil menutup mulutnya.


"Kau kenal? dia dengan siapa?"


' Astaghfirullah, tadi di hindari malah Ditha lihat, semoga Afi tidak melihat Ditha, eh tunggu om Salman? suami ibunya Ditha? Hahh!! aduh mamak pusiiiing' bathin Yani gak mau lagi menoleh ke kiri.


"Hei kamu melamun lagi??" Ish lampunya kok gak hijau-hijau lagi." kata Ditha sambil merunduk.


"Eng....enggak....kamu merunduk ada jangan sampai terlihat, nanti di culik lagi."


" Tapi dia sama siapa?"


" Nah itu dia yang aku aneh, nanti di apartemen aku ceritain."


Lampu sudah hijau mobil pun dilajukan Yani menuju apartemen.


Setibanya di apartemen, keduanya langsung naik dan masuk ke apartemen, menaruh belanjaan di atas meja dan duduk di sofa, Ditha lelah dan lemas, ia bersandar pada sandaran sofa, begitu pula Yani, di ambilnya air mineral yang ada di dalam kantong belanjaan dan di berikan nya satu pada Ditha.


"Terimakasih, duh hampir apes hari ini.." kata Ditha sambil meminum air hampir setengah botol.


"Maaf aku sebenarnya di larang bos Aryo untuk ikut campur, tapi sebagai temanmu aku gak bisa hanya berdiam saja, menurutmu apa mungkin bila ketahuan kamu di bebaskan oleh Lando, maka kamu akan di tangkap lagi?"


"Entah tapi kata tante Resti, nanti akan di urus oleh om Rinto soal om Salman."


"Oh berarti mertuamu juga membebaskan kamu?"


"Iya mereka juga sebenarnya tak suka adanya perjodohan ini, mereka sendiri menjalani pernikahan pura-pura, entah sejak kapan."


"Oh jadi anaknya ngikut orang tuanya? pantas Lando menggandeng perempuan lain di depanmu."


"Maaf Tha tadi pas aku pamit ke toilet, sebenarnya aku gak ke toilet, tapi menguping dan memergoki Afi....." Yani pun menceritakan apa yang dia temukan di salah satu toko pakaian di pusat perbelanjaan tadi.


"Hah?? jadi om Salman?


"Iya, aku baru tau kalau lelaki itu om Salman suami ibumu pas kamu merunduk di mobil tadi, tapi kalau dengan Afi aku sudah kenal lama."


"Kasihan ibu, bagaimana ini, ah pusing aku."


"Sudahlah Tha, saranku kau tata hidupmu saja dulu, jangan fikirkan yang lain, oke, biar mengalir apa adanya saja dulu."


"Oke baiklah, kamu benar...ya sudah aku mau mandi kamu pakailah salah satu kamar, disini ada tiga kamar, dua yang besar satu yang agak kecil kamu pakai saja yang mana kamu mau, aku pakai yang tengah itu."


"Aku pakai yang kecil aja, takut Lando tiba-tiba datang." ucap Yani sambil berjalan ke kamar yang dekat dapur.


"Ih dia gak datang selama dua minggu jadi aman, oh iya aku baru sadar kalau yang bersama om Salman tadi Afi terus yang bersama Lando siapa?"


" Nah itu dia yang mau aku selidiki, soalnya kalau itu Afi pasti dia kenal aku saat berpapasan di depan lift, tapi tadi dia cuek aja berarti dia bukan Afi."


"Jelas sudah mereka kembar dan kemungkinan saling bertukar, kok ngeri-ngeri sedap gitu?? ckckck!!"


"Sudah ah sebentar lagi magrib, kita belum beresin belanjaan, sekarang mandi dulu, gerah amat."


"Hayuk lah."


Mereka pun segera mandi, selesai mandi membereskan belanjaan mereka ke dalam dapur,


Sambil menunggu kantuk mereka bercanda di balkon sebentar, lalu berpisah masuk ke kamar masing-masing.


Tak lupa sebelum tidur Ditha mengirim pesan pada kakaknya tentang kejadian aneh hari ini.. tanpa menunggu balasan dari kakaknya dia pun tertidur.


Hal serupa di lakukan oleh Yani, dia melaporkan semua kejadian hari ini pada Aryo, kemudian mengirim pesan pula pada suaminya, berbalas pesan sebentar dengan suaminya lalu ia pun tertidur.


Nb


mohon krisannya yaaaaa...

__ADS_1


terimakasih....


__ADS_2