
Bayangan hitam yang turun dari langit itu jelas merupakan master hebat. Tubuh mereka memancarkan aura yang sangat kuat, dan masing-masing dari mereka melepaskan aura pembunuh mereka. Aura itu berkumpul bersama dan membuat seluruh ruang yang besar itu penuh dengan rasa tekanan.
Saraf Zander Tang seketika menegang. Dia melihat dengan jelas sekelompok orang yang mengelilinginya dengan waspada, kemudian ekspresinya berubah lagi. Tatapannya tertuju pada dua pria tua yang berada di sekelompok orang itu, “Sesepuh ketiga, Sesepuh kelima…” gumamnya.
Nada bicara Zander Tang terdapat keterkejutan yang putus asa, dan hatinya telah jatuh ke dasar jurang. Sesepuh ketiga dan Sesepuh kelima secara pribadi membawa master dari keluarga Tang, dan datang untuk mengepung dan menekan mereka. Kali ini, mereka benar-benar tidak akan bisa lolos dari ancaman itu.
Di antara beberapa Sesepuh di keluarga Tang, Sesepuh ketiga, sesepuh kelima, dan Sesepuh keenam memiliki hubungan yang relatif dalam. Oleh karena itu, setelah Sesepuh keenam meninggalkan rumah besar Zander Tang, dia segera pergi mencari Sesepuh ketiga dan Sesepuh kelima, dan mengejar mereka secepat mungkin.
Ketika mendengar kata-kata Zander Tang, Dimas Wu dan Steve Wu juga sangat terkejut. Sesepuh keenam sendiri saja hampir memusnahkan mereka semua, dan sekarang bertambah lagi dua Sesepuh lainnya, bagaimana mereka bisa mengatasinya? Bahkan jika suami istri Zander Tang dan Joanna Song bersatu pun, mereka tidak akan bisa menyaingi tiga Sesepuh keluarga Tang!
Steve Wu sangat cemas dan tidak berdaya. Mereka awalnya masih memiliki secercah harapan dan bermaksud untuk mencari Jacob Yang untuk meminta bantuan terlebih dahulu, tetapi tidak disangka, mereka dicegat ketika akan berangkat. Secercah harapan terakhir itu pun padam, dan Steve Wu benar-benar frustasi karena hal itu.
Sesepuh ketiga yang agung dan tegas itu pun langsung melihat ke arah Zander Tang, dan berkata dengan nada kasar, “Zander Tang, berani sekali kamu! Kamu bahkan berani menyerang Sesepuh penegak hukum secara terang-terangan. Apa kamu tidak pernah memikirkan konsekuensinya?”
Sesepuh ketiga bertanya dengan tatapan yang penuh dengan niat membunuh. Di keluarga Tang, Sesepuh penegak hukum memiliki keberadaan yang mutlak. Perbuatan Zander Tang yang menghalangi Sesepuh penegak hukum, dan bahkan melukai Sesepuh penegak hukum merupakan ketidaktaatan secara terang-terang terhadap aturan keluarga Tang, dan kejahatannya itu tidak bisa dimaafkan.
Zander Tang memandang Sesepuh ketiga dengan wajah yang serius dan menjelaskan dengan tenang, “Sesepuh keenam yang mengganggu kami duluan, dan aku melakukan itu demi melindungi anak perempuan dan menantuku.”
Sampai saat ini, Zander Tang juga tidak dapat berlagak lagi. Dia tahu dengan jelas bahwa mereka berlima tidak akan pernah bisa bersaing dengan ketiga Sesepuh dan beberapa master hebat keluarga Tang itu. Begitu maju dan melawan, mereka berlima hanya akan mempercepat kehancuran mereka. Oleh karena itu, Zander Tang hanya bisa menjelaskan alasannya pada Sesepuh ketiga dengan baik-baik.
Setelah mendengar itu, Sesepuh kelima yang berdiri di samping Sesepuh ketiga mendengus dengan sinis, “Lucu sekali, bagaimana bisa Sesepuh penegak hukum yang menjalankan tugasnya berdasarkan aturan keluarga Tang dikatakan sebagai pengganggu? Selain itu, putrimu tidak taat dan menghalangi Sesepuh penegak hukum duluan, sebagai seorang ayah, kamu tidak mendisiplin putrimu, melainkan bekerja sama dengan istrimu dan melukai Sesepuh penegak hukum, apa kamu merasa kamu benar?” katanya dengan suara yang tegas.
Kata-kata Sesepuh kelima seperti jarum tajam yang sangat menusuk. Terlihat dengan jelas bahwa tidak peduli apa pun alasan Zander Tang, dia tetap telah melakukan kejahatan yang tidak bisa dimaafkan.
__ADS_1
Zander Tang masih mampu menentang Sesepuh keenam dengan berani ketika berada di rumah besarnya pagi hari tadi, tetapi sekarang, dia tidak memiliki kepercayaan diri itu lagi. Jika dia masih menyangkal para sesepuh itu dengan keras, pada akhirnya nasib keluarga mereka hanya akan semakin buruk.
Zander Tang tidak bisa berkata apa-apa untuk sementara waktu.
Tepat pada saat ini, Kevin Wu datang bersama dengan ribuan murid keluarga Wu. Kejadian helikopter yang baru saja mendarat dan master hebat keluarga Tang turun dari langit telah menimbulkan suara yang besar. Kevin Wu menyadari bahwa bahaya telah datang, karena itu, dia segera mengumpulkan master keluarga Wu dan bergegas datang ke tempat.
Setelah melihat itu, Steve Wu segera berteriak pada Kevin Wu, “Kevin, jangan datang, bubarkan semua orang.”
Yang paling dipedulikan Steve Wu adalah keselamatan keluarga Wu, tetapi pada saat krisis seperti ini, Kevin Wu malah membawa anggota keluarga Wu dan mengantarkan mereka pada kematian. Steve Wu benar-benar sangat frustasi setelah melihat itu.
Setelah mendengar teriakan Steve Wu, Kevin Wu segera menghentikan langkahnya. Dia tidak tahu situasi spesifik saat ini, tetapi saat melihat Steve Wu dikelilingi oleh beberapa orang, dan melihat ekspresi Steve Wu dan Dimas Wu yang tegang, Kevin Wu akhirnya mengerti bahwa orang berpakaian hitam yang muncul di langit itu adalah master hebat yang menakutkan. Tidak peduli seberapa banyak orang yang dia bawa, dia juga tidak mungkin bisa melawan master tingkat itu. Pada saat ini, Kevin Wu tiba-tiba mendapat firasat yang sangat buruk bahwa keluarga Wu mereka mungkin akan berakhir.
Semua anggota keluarga Wu yang mengikuti Kevin Wu juga tiba-tiba membatu, dan wajah mereka seketika menjadi pucat. Semua orang menyadari bahwa keluarga Wu akan mengalami perubahan.
Dimas Wu mengerutkan kening dan melirik Steve Wu dan yang lainnya. Kemudian, dia melihat ke arah Sesepuh keenam yang berada di atas tubuh helikopter, dan berkata dengan serius, “Bukankah kamu hanya menginginkan nyawaku? Datanglah menangkapku, mereka semua tidak bersalah.”
Dimas Wu sangat ingin menanggung itu semua dengan seluruh kekuatannya. Pada awalnya, Sesepuh keenam hanya ingin membunuhnya, karena dialah yang menyebabkan kematian pria sakit itu. Dia tidak bisa lepas dari hukuman Sesepuh penegak hukum keluarga Tang, dan dia rela mati untuk itu. Namun, dia tidak ingin melihat begitu banyak orang mati karena dia. Dia hanya berharap Sesepuh keenam hanya mengejar dirinya sendiri untuk melakukan pertanggungjawaban itu.
Namun, kenyataannya tidak sesuai dengan keinginan Dimas Wu.
Setelah mendengar kata-kata Dimas Wu, Sesepuh keenam langsung menyipitkan matanya dan berkata dengan sinis, “Semua itu sudah terlambat. Kuberitahu padamu, hari ini, tidak ada satu pun dari kalian yang bisa melarikan diri!”
Jika dari awal Dimas Wu sedikit pintar, dapat bekerja sama dengannya dalam penegakan hukum, dan bersedia mati, Sesepuh keenam juga tidak akan melibatkan orang yang tidak bersalah. Namun, Dimas Wu sama sekali tidak pintar, dan keluarga Zander Tang bahkan melukai diri mereka sendiri dengan serius. Sesepuh keenam tentu saja ingin mengeluarkan kekesalan itu, dan dia ingin Dimas Wu dan Zander Tang mendapatkan balasan sepenuhnya.
__ADS_1
Kata-kata Sesepuh keenam seperti pengumuman hukuman mati dari dewa kematian. Ketika semua orang mendengar itu, hati mereka bergetar seolah-olah telah dicengkeram oleh dewa kematian. Wajah mereka puncat dan ekspresi mereka sangat ketakutan.
Pada saat ini, Zander Tang berdiri menghadap Sesepuh ketiga, dan berkata dengan sangat tulus, “Sesepuh ketiga, aku memang salah telah melukai Sesepuh keenam, tetapi semua itu aku lakukan demi melindungi keluargaku, karena itu aku terpaksa melukainya. Aku harap Sesepuh ketiga bisa melihatku sebagai seorang ayah yang ingin menyelamatkan putrinya, membebaskanku dari hukuman itu dan melepaskan kami kali ini.”
Zander Tang menurunkan harga dirinya sepenuhnya, dan memohon dengan suara yang rendah kepada Sesepuh ketiga.
Setelah mendengar itu, hati Bella Tang menjadi sangat sedih dalam sekejap. Dia tahu ayahnya adalah orang yang sangat sombong. Hari ini, dia bertarung melawan Sesepuh keenam, dan sebagian besar alasan ayanya adalah untuk melepaskan rasa frustasi dan depresi selama dua tahun terakhir ini. Dia tidak ingin diinjak-injak, dan tidak ingin hidup dengan sia-sia. Dia tidak segan-segan untuk mendapatkan kembali martabatnya. Namun, demi menyelamatkan nyawa semua orang saat ini, ayahnya benar-benar membuang martabatnya, dia menurunkan harga dirinya, dan memohon belas kasihan. Itu semua membuat Bella Tang merasa sedih dan tidak nyaman, dan matanya pun menjadi basah karena air mata.
Zander Tang memang terpaksa bertindak seperti itu karena tidak berdaya. Dia tahu betul bahwa di antara tiga Sesepuh itu, Sesepuh ketiga memiliki status tertinggi, dan dia lebih jujur dan adil. Jika dirinya bisa membujuk Sesepuh ketiga untuk berbelas kasihan, Sesepuh kelima dan Sesepuh keenam juga pasti akan mematuhi Sesepuh ketiga.
Wajah Sesepuh ketiga selalu serius dan bermatabat. Ketika melihat Zander Tang berinisiatif menundukkan kepalanya, ekspresi Sesepuh ketiga juga tidak berubah. Dia menatap Zander Tang dengan galak, dan berkata dengan sinis, “Sepertinya kamu masih tahu kesalahanmu sendiri.”
Satu kalimat itu seperti seberkas cahaya di kegelapan, dan memberi Zander Tang secercah harapan dalam sekejap. Seketika ada cahaya terang yang bersinar di matanya yang redup. Dia memandang Sesepuh ketiga dengan mata yang cerah, dan berkata dengan sedikit gembira, “Apa maksud Sesepuh ketiga adalah bersedia mengampuni kami?”
Sesepuh ketiga merenung sejenak, kemudian dia perlahan membuka mulutnya dan berkata dengan sikap yang dingin, “Karena kamu berinisiatif mengakui kesalahanmu, aku bisa memberikan keluarga kalian kesempatan untuk bertahan hidup.”
Setelah mendengar itu, sorot mata Zander Tang menjadi semakin cerah. Dia buru-buru berkata pada Sesepuh ketiga dengan gembira, “Terima kasih atas kebaikan Sesepuh ketiga.”
Sesepuh ketiga menganggukkan kepalanya, kemudian dia melanjutkan kata-katanya dan berkata dengan penuh arti, “Tetapi kamu harus menunjukkan ketulusanmu dalam mengakui kesalahanmu itu padaku.”
Setelah mendengar itu, senyum kecil yang baru saja muncul di sudut bibir Zander Tang seketika mengeras. Dia tercengang sejenak, dan kemudian bertanya dengan kaku, “Apa maksudmu?”
Mata Sesepuh ketiga menjadi dingin, dan dia berkata dengan muram, “Selama kamu bisa membunuh Dimas Wu dan Steve Wu, dan memusnahkan seluruh keluarga Wu, maka akan melepaskan keluarga kalian.
__ADS_1