Menantu Bodoh

Menantu Bodoh
Bab 257 Menghilangnya Steve Wu


__ADS_3

Seketika, mata orang-orang tertuju pada sosok yang melayang dan baru saja mendarat ke tanah itu.


Sosok wanita dengan rambut hitam panjang, mempunyai sepasang mata yang cantik, wajahnya tertutup oleh sehelai kain tipis, yang terlihat hanyalah sepasang mata yang cantik itu, Dia mengenakan gaun peri bordir renda yang unik, pada saat dia terbang turun, gaunnya melayang-layang, seakan memberi kesan seperti seorang peri.


Aura yang dikeluarkannya benar-benar seperti dewi putih tanpa noda, namun walaupun dia memberikan kesan dewi, dia tetap memiliki aura kuat, dengan hanya melayang turun dengan santai, dia sudah memberikan kesan kuat, dan membuat situasi menjadi mencekam, orang-orang merasakan berat di dada dan kesulitan bernapas.


Semua orang menyaksikan bahwa wanita itu turun tepat di samping si pria sakit dan berhadapan dengan Dimas Wu.


Dimas Wu menatap wanita itu, tatapannya sedikit berubah, dia seperti mengenali wanita itu, tetapi karena wajah wanita itu ditutupi oleh cadar tipis, oleh karena itu, Dimas Wu tetap tak dapat mengingat dimanakah dia mengenal atau bertemu dengan wanita itu, hatinya merasa dia mengenal wanita ini, namun otaknya tidak dapat mengingatnya.


Wanita berdacar itu menatap si pria sakit yang terbaring di tanah, lalu menatap Dimas Wu dan berkata: “Janganlah menjadi orang yang kejam, lepaskanlah dia.”


Suaranya sangat lembut, seperti suara gadis remaja, tetapi nada bicaranya dewasa dan tegas, seperti ibu suri.


Dimas Wu menatap wanita bercadar itu dengan dingin dan berkata: “Kalau aku mengampuninya, kalau begitu siapa yang mengampuni keluarga Wu. Jika dia yang menang, apakah dia bisa mengampuni keluarga Wu?”


Si pria sakit itu sudah bertekad untuk membunuh seluruh keluarga Wu, bagaimana mungkin Dimas Wu melepaskan orang seperti dia di dunia ini.


Mata wanita bercadar itu menelusuri kediaman keluarga Wu dan berkata: “Namun pada saat ini keluarga Wu masih belum ada yang mati di tangannya, bukan?”


Maksud dari perkataan wanita bercadar itu sangat jelas ialah karena si pria sakit itu tidak melukai satu pun anggota keluarga Wu, maka Dimas Wu tidak harus membunuhnya.


Dimas Wu mendengar itu, dengan tatapan dingin dia menatap wanita bercadar itu dan dengan tegas berkata: “Jikalau hari ini aku tidak berada di sini, menurutmu masih adakah keluarga Wu di dunia ini? Jika kedatanganmu di sini hanya untuk menyelamatkannya, maka katakan saja sejujurnya, jangan berbelit-belit mengatakan kata-kata omong kosong.”


Nada bicara Dimas Wu sangat tidak sungkan, walaupun dia tahu bahwa wanita bercadar ini memiliki kekuatan yang begitu besar.


Wanita bercadar itu mendengar kata-kata Dimas Wu, dia berkata dengan sedikit sinis: “Kedatanganku ke sini adalah untuk menyelamatkan dia, tetapi aku juga ingin memperingatkanmu, jika hari ini kamu benar-benar membunuhnya, maka riwayat keluarga Wu akan tamat.”


Dimas Wu memuram dan berkata: “Apa maksudmu?”

__ADS_1


Wanita bercadar itu pun menjawab: “Kamu adalah orang yang pintar, jadi kamu pasti tahu maksud dari kata-kataku.”


Semua orang yang di sana dibuat bingung oleh wanita bercadar itu, tetapi ancaman yang dibuatnya membuat semua orang sadar, jika Dimas Wu membunuh pria sakit itu, maka keluarga Wu akan musnah. Tidak ada satu pun yang tahu mengapa wanita bercadar itu begitu lancang. Akan tetapi masih ada adakah orang yang tidak peduli dengan ancamannya?


Dimas Wu mendengar kata-kata wanita bercadar itu, dia berpikir keras, wajahnya menjadi lebih serius, tatapannya dalam, dia dengan serius berpikir sesaat, barulah dia berkata pada wanita bercadar itu: “Jika aku melepaskan dia, maka apakah kalian akan melepaskan keluarga Wu?”


Dimas Wu baru selesai mengakatakan kalimatnya, wanita bercadar itu belum menjawab, tiba-tiba pria sakit itu menjawab: “Tidak mungkin.”


Sebelumnya, pria sakit itu terluka parah dan hampir sekarat. Tetapi saat ini, dia malah seperti terlahir kembali, seluruh badannya memiliki energi kembali dan bahkan dendamnya terhadap keluarga Wu juga sudah kembali, dan tidak akan memlepaskan keluarga Wu.


Mendengar jawaban dari pria sakit itu, Dimas Wu dengan wajah dingin berkata kepada wanita bercadar itu: “Kamu lihat sendiri, walaupun aku melepaskan dia, keluarga Wu akan tetap hidup dalam ketidaktenangan, kalau sudah begitu, haruskah aku melepaskannya?”


Wanita bercadar itu menatap pria sakit itu dengan tatapan penuh kekecewaan. Dia sekali lagi menatap Dimas Wu dan berkata: “LIhatlah, dia sudah terluka begitu parah, menurutmu apakah dia bisa membantai keluarga Wu dengan keadaan sekarat ini? Jika kamu melepaskannya, maka kamu tidak perlu khawatir apapun, karena aku akan mengatasinya.”


Nada bicara wanita bercadar ini tak dapat diragukan dan sangat dapat dipercaya.


Dimas Wu mendengar itu, tatapannya menjadi sangat serius, dia menatap wanita bercadar itu terdiam membisu.


Pada akhirnya Dimas Wu memilih untuk mengalah. Hanya karena dia tahu bahwa pria sakit itu memiliki latar belakang yang kuat dan hebat.


Mendengar kata-kata Dimas Wu, wanita bercadar itu tidak begitu terkejut dan berkata: “Baiklah.”


Pertarungan sengit ini pada akhirnya berakhir dengan damai.


Wanita bercadar membopong pria sakit itu pergi meninggalkan kediaman keluarga Wu, mayat Hades juga dibawa pergi, three heanvenly king beserta ribuan pasukan berjubah juga mundur dan pergi dari kediaman keluarga Wu.


Segala yang membuat ancaman besar yang berada dalam kediaman keluarga Wu telah pergi, suasana kediaman keluarga Wu menjadi tenang kembali, keluarga Wu dan keluarga Xia benar-benar lega dan bahagia.


Setelah begitu banyak kekacauan yang terjadi, semuanya kembali tenang.

__ADS_1


Pada saat ini, Kevin Wu bergerak menuju Dimas Wu, dia berkata kepada Dimas Wu: “Mengapa kamu melepaskan dia, ini sama saja seperti melepaskan harimau ke hutan liar, dan pada saatnya akan menerkam kembali.”


Kevin Wu pada dasarnya adalah sosok yang beringas dan kasar, jika dia adalah Dimas Wu, maka dia akan menghabisi pria sakit itu. Namun Dimas Wu malah terbujuk oleh ancaman dan syarat yang wanita bercadar itu ajukan, dan dengan mudahnya melepaskan pria sakit itu, ini benar-benar membuat hati Kevin Wu sangat gelisah dan tak dapat percaya dengan keputusan Dimas Wu.


Dimas Wu menatap Kevin Wu dengan nada biacara yang santai berkata: “Kenapa tidak kamu kejar dan bunuh saja mereka semua?”


Mendengar itu, wajah Kevin Wu seketika berubah dan berkata: “Kamu...”


Kevin Wu sangat marah, karena dia tahu bahwa kata-kata yang diucapkan Dimas Wu merupakan sebuah sindiran kepadanya, sindiran akan ketidakmampuannya dan kekuatan yang tidak cukup kuat. Pada dasarnya Kevin Wu sudah menerima begitu banyak tekanan, itu karena kekuatannya yang masih kurang, dia bahkan tidak berkata apa-apa ketika Dimas Wu melepaskan pria sakit itu, statusnya sebagai pemimpin keluarga Wu benar-benar tidak berguna, di saat terjadi masalah besar, dia tidak dapat berbuat apa-apa, karena pada hari ini Dimas Wu adalah pahlawan yang sesungguhnya, dia yang memiliki jurus wild power telah menyelamatkan keluarga Wu, jadi dia ada wenwenang untuk mengucapkan ucapan sindirannya kepada Kevin Wu.


Kevin Wu sangat tidak terima, dia ingin sekali marah kepada Dimas Wu, tetapi ketika dia ingin mengucapkannya, dia tetap menahan emosinya. Karena Kevin Wu untuk saat ini sudah kehilangan harga dirinya di mata Dimas Wu, jadi dia mau tidak mau harus menahan diri. Dia menahan emosi dan berkata pada Dimas Wu: “Bagaimana bisa kamu menguasai jurus wild power? Apakah ini ada hubungannya dengan kamu dibuang ke tanah larangan keluarga Wu?”


Kevin Wu tahu betul bahwa pada saat Dimas Wu dibuang ke tanah larangan keluarga Wu, dia tidak memiliki jurus wild power, jika dia memiliki jurus wild power, dia tidak mungkin kalah melawan Kevin Wu, bahkan ketika beberapa kali Kevin Wu akan membunuhnya, dia tak berdaya dan tak melakukan perlawanan. Lagipula, ketika Dimas Wu keluar dari tanah larangan, dia kehilangan ingatan dan kehilangan seni bela dirinya. Namun sekarang, seni bela dirinya dan ingatannya telah kembali, dia menguasai jurus wild power, setelah kembalinya kekuatan dan ingatannya, dia berubah menjadi sosok yang sangat hebat dan luar biasa, maka dari itu Kevin Wu berani memastikan bahwa Dimas Wu yang menjadi sangat hebat ini ada hubungannya dengan Dimas Wu yang dibuang ke tanah larangan.


Menanggapi pertanyaan dari Kevin Wu, dia hanya berkata: “Ini tidak dapat aku beritahu.”


Setelah selesai mengatakannya, Dimas Wu berjalan menuju kamar di mana tempat Steve Wu terbaring.


Pertempuran hari ini, membuat Dimas Wu menjadi sosok yang paling bersinar, merupakan penyelamat bagi orang banyak, tetapi wajahnya dari awal hingga saat ini masih tetap tak berekspresi, bahkan pujaan-pujaan yang didapatnya tidak begitu berarti baginya.


Pada saat ini yang paling dikhawatirkannya adalah sakit yang diderita Steve Wu, dan dia ingin menyembuhkan Steve Wu.


Saat dia memasuki kamar istirahat Steve Wu, tiba-tiba Dimas Wu menemukan bahwa Steve Wu tidak berada di atas ranjangnya.


Steve Wu telah menghilang.


Ranjang lebarnya terdapat sebuah surat kecil.


Dimas Wu mengambil surat kecil itu dan membacanya, dan tubuhnya menyemburkan aura yang meledak-ledak.

__ADS_1


“Kalian yang memaksaku!”


Dimas Wu menggenggam kertas itu, dan berteriak dengan keras.


__ADS_2