
Semangat tarung pria sakit itu sangat besar, seluruh tubuhnya mengeluarkan aura pembunuh yang tak terbatas, seluruh auranya menyembur keluar. Setelah berkata, dia pun langsung mengulurkan tangan kanan dan menggenggamkan kepalan tangannya kuat-kuat.
Genggaman kepalan tangan itu seakan tempat perkumpulan seluruh auranya, auranya meledak-ledak seakan terlihat bahwa tangan kanannya seperti air mancur.
“Serang”!
Ketika aura itu sudah mencapai level tertentu, si pria sakit itu berteriak dan pada saat yang bersamaan, tangan kanannya meninju.
Dalam sekejap, tangan kanannya menembakkan energi sejati yang begitu kuat ke arah Dimas Wu
Energi sejati ini sangat kuat dan ganas, aura yang ditembakkan si pria sakit itu seperti pusaran angin topan yang siap menggulung dan menyapu apa yang ada di dekatnya. Orang-orang beserta Felicia huang dan Angel Xia yang berdiri di sekitar itu juga dengan cepat mundur atau menjauhi tempat pertempuran, hanya saja, tidak peduli seberapa jauh mereka menghindar, mereka tetap dapat merasakan sesak yang membuat mereka kesulitan bernapas.
Tetapi Dimas Wu yang berada di tengah-tengah pusaran angin topan itu malah sangat tenang, wajahnya masih tanpa ekspresi, hanya saja, aura yang terpancar di tubuhnya semakin besar, tangan kanannya terkepal kuat.
Segera dalam waktu yang sangat singkat, kepalan tangan Dimas Wu mengenai aura sejati yang dikeluarkan oleh si pria sakit, dan memukulnya.
Pukulan ini masih sama, pukulan biasa yang tidak menggunakan energi sejati, hanya saja pukulan ini mengumpulkan energi terkuat tubuh Dimas Wu.
Sangat biasa, namun sangat kuat.
Dimas Wu mengeluarkan pukulan biasa, namun pukulan ini disertai dengan energi terkuatnya. Dalam seketika, bumi dan langit seakan mengalami perubahan warna yang sangat luar biasa, terdapat aura luar biasa di antara langit dan bumi
Duaarrr!!!
Kepalan tinju Dimas Wu dan energi sejati si pria sakit saling bertabrakan.
Energi sejati si pria sakit memang kuat, akan tetapi kekuatan tinju Dimas Wu juga tidak kalah kuat, tidak peduli seberapa kuat kamu, aku akan tetap menghancurkanmu, itu merupakan arti dan juga nama dari tinjuan yang digunakan oleh Dimas Wu.
Berikutnya, dalam sekejap hanya terlihat energi sejati si pria sakit telah dihancurkan oleh tinjuan Dimas Wu dan lenyap.
Musnah sudah, Kepalan tinju Dimas Wu yang biasa itu benar-benar menghancurkan energi sejati si pria sakit itu.
Ini membuat semua orang yang melihat itu terperangah. Sekali lagi Dimas Wu membuktikan ketangguhan dan kekuatan tubuhnya mereka tidak mengerti bagaimana mungkin kepalan tinju biasa yang tidak menggunakan aura sejati ataupun energi sejati seperti itu bisa menghancurkan energi sejati pembunuh milik si pria sakit itu? Namun setelah menyaksikan itu, mereka mau tidak mau harus mengakui kehebatan Dimas Wu.
Orang-orang mulai berkumpul.
Kediaman keluarga Wu yang besar dan dan pada awalnya ricuh itu mulai sunyi.
Semua orang tenggelam dalam ketidakpercayaan mereka. Semua orang menatap Dimas Wu dengan tatapan penuh dengan keingintahuan, dia sekarang menjadi sosok yang sangat menakjubkan.
Bahkan si pria sakit itu juga terkejut, dia masih berdiri pada tempatnya semua, pandangannya tertuju pada Dimas Wu dalam waktu yang cukup lama.
Setelah menatap Dimas Wu cukup lama, si pria sakit itu dengan suara serak berkata: “Bagaimana kamu bisa melakukan ini?”
Menghancurkan energi sejati hanya dengan kepalan tinju biasa, ini benar-benar suatu yang tidak dapat dipercaya. Hal semacam ini, jika diceritakan, maka sosok ahli bela diri juga akan terperangah. Si pria sakit merupakan sosok ahli bela diri tingkat tinggi, bahkan dia sendiri tidak dapat mengerti dengan situasi yang sedang terjadi ini.
__ADS_1
Dimas Wu menatap dingin pria sakit itu dan berkata: “Sudah kukatakan,kekuatan fisik juga bisa menjadi kekuatan sejati.”
Saat mengatakan ini, Dimas Wu membusungkan dadanya dan menunjukkan postur tubuhnya yang hebat, dia seperti sedang berdiri di puncak gunung yang tinggi, memandang rendah sosok yang berada di hadapannya, seolah si pria sakit itu adalah salah satu dari anak buahnya.
Si pria sakit itu sangat membenci sikap sombong Dimas Wu, pria sakit itu selalu memandang remeh semua orang, selama ini tidak ada orang yang berani mengganggu atau berdiri di atasnya, Dimas Wu kembali membuatnya marah. Niat membunuhnya meningkat lagi, keengganannya untuk mengakui kehebatan orang lain membuatnya marah kembali, dia tidak mau mengakui pernyataan Dimas Wu, bagaimana mungkin kekuatan tak terkalahkan merupakan kekuatan fisik? Dia dengan amarahnya yang meledak-ledak berkata: “Tidak mungkin, aku tidak percaya kalau kekuatan fisikmu tak terkalahkan.”
Setelah selesai berkata, pria sakit itu melesat dan menyerang Dimas Wu.
Kecepatannya secepat kilat, auranya meledak-ledak, walaupun pria sakit itu belum menyentuh Dimas Wu, namun auranya langsung menyapu Dimas Wu.
Kali ini si pria sakit itu tidak lagi hanya menggunakan energi sejatinya untuk menyerang Dimas Wu seperti sebelumnya, dia ingin membuat dirinya dan energi sejati bersatu, dia ingin mematahkan kata-kata Dimas Wu, dan membuktikan bahwa kata-kata Dimas Wu salah besar.
Orang-orang yang berkumpul di tempat kejadian dapat melihat si pria sakit itu mengamuk, energi yang dikeluarkannya bukan seperti energi sebelumnya, membuat orang-orang yang melihatnya merinding ketakutan. Dia mengeluarkan energi yang sangat luar biasa, bahkan pada saat dia bergerak, terdapat bekas gesekan di atas tanah yang telah dilintasinya, benar-benar energi yang menakutkan. Si pria sakit yang sebenarnya sakit parah dan terluka, saat ini berubah menjadi sosok monster yang sangat besar dan buas yang tubuhnya diselimuti oleh energi sejati yang menakutkan.
Dalam sekejap mata, energi sejati si pria sakit itu langsung menyerang Dimas Wu, selanjutnya dengan kepalan tangan kanannya menyerang dada Dimas Wu.
Pria sakit itu mengumpulkan seluruh kekuatan tubuhnya pada kepalan tangan kanannya dan dengan tinjunya menyemburkan energi sejatinya. Dua kekuatan bersatu, seperti badai dan hujan yang saling bersahutan, bergemuruh begitu keras menuju ke arah Dimas Wu.
Dimas Wu tidak sempat berkedip, dia segera mengepalkan tangannya menyambut serangan dari si pria sakit itu dan bergerak maju.
Duarrr!
Dimas Wu menghantamkan tinjunya, sekali lagi langit pun berubah warna, di udara terdengar suara guruh gemuruh, tak terlihat di antara langit dan bumi, dalam sekejap melebur menjadi sebuah pukulan. Dengan pukulan tangan kanan dengan kekuatan penuh dari tubuhnya, Dia menghantam serangan dari pria sakit itu.
Boom!
Dalam sekejap, di sekitar mereka berdua, tercipta angin kencang, debu memenuhi langit, udara meledak, dan bumi seakan bergetar.
Semua orang yang berdiri mneyaksikan dari kejauhan nampak menahan nafas dalam ketegangan. Semua orang ingin tahu apakah Dimas Wu dapat menangani pukulan dari pria sakit itu.
Beberapa detik kemudian, semua orang melihat bahwa pria sakit yang menyerang tadi termundur ke belakang.
Akan tetapi, Dimas Wu yang diserang masih berdiri tegak pada tempatnya.
Nampak mata mereka terbelalak, keterkejutan, dan emosi dalam waktu yang bersamaan. Dimas Wu sekali lagi menciptakan keajaiban yang luar biasa.
Keluarga Wu dan keluarga Xia merasakan kejutan dan kegembiraan dalam waktu yang bersamaan. Siapa sangka bahwa Dimas Wu tidak hanya bisa melawan pria sakit itu. Bahkan pada saat pria sakit itu mengeluarkan kekuatan andalannya, Dimas Wu juga bisa melawannya, dan membuat pria sakit itu mundur beberapa langkah, dan tubuhnya oleng. Ini menunjukkan bahwa Dimas Wu lebih kuat dari pria sakit itu. Dia memang bukan salah satu God Master, akan tetapi dapat membuat seorang God Master kewalahan. Bagi keluarga Wu dan keluarga Xia, dia adalah penyelamat dunia.
Keluarga Wu sepertinya sudah terselamatkan.
Hati mereka penuh dengan sebuah harapan kemenangan.
Mata mereka dipenuhi sinar kebahagiaan.
Di sisi lain, Four heavenly king beserta pasukan jubah hitam terlihat muram dan tercengang.
__ADS_1
Si pria sakit itu sendiri tidak dapat percaya dengan apa yang telah terjadi, pukulan Dimas Wu tadi benar-benar mengenai pergelangan tangannya dan kekuatan dari pukulannya itu menembus tubuhnya, bahkan pergelangan tangannya saat ini mati rasa akibat serangan darinya, terasa seperti tulang pergelangan tangannya telah patah.
Untungnya energi sejati yang berada dalam tubuhnya dapat melindunginya, jika tidak, mungkin saat ini dia akan terluka parah. Hatinya benar-benar mendapat pukulan yang sangat keras.
Setelah termundur beberapa langkah ke belakang, dia dapat berdiri lagi, namun tubuhnya masih terlihat oleng, Si pria sakit itu tidak mau menerima kenyataan itu.Namun kenyataannya adalah kekuatan tubuh Dimas Wu sangat kuat, bahkan sosok God Master seperti dia bisa kewalahan menghadapinya.
Setelah berlalu beberapa waktu, pria sakit itu perlahan kembali pulih, dia dengan tatapan maut menatap Dimas Wu dan berkata: “Ayo bertarung sekali lagi!”
Pada saat ini, si pria sakit itu benar-benar menakutkan, dia sudah seperti iblis kegelapan.
Dimas Wu masih tetap tenang, masih dengan tatapan dinginnya dan berkata: “Kamu harus mempersiapkan diri terlebih dahulu.”
Setelah mengatakan itu, aura Dimas Wu berubah dan semangat bertarungnya meningkat.
Selanjutnya, dia bergerak secepat kilat, tubuhnya seperti sebuah anak panah yang melesat cepat dan dalam sekejap menghantam tubuh pria sakit itu.
“Death Punch!”
Dimas Wu berteriak saat mendekati pria sakit itu, dan dalam waktu bersamaan, pukulannya menyerang pria sakit itu dengan ganas seperti seekor harimau yang menerkam mangsanya.
Pukulan ini membuat suara angin yang berhembus kencang yang menyapu kehampaan, menghancurkan segalanya. Pukulan ini seperti sebuah kapak besar yang dapat membelah langit.
Menghancurkan dan membelah tanah.
Ini merupakan keunggulan dari jurus Death punch, jurus yang ganas seperti binatang buas yang siap menerkam mangsa, jurus yang sekeras baja, sepanas matahari, pukulan yang dapat memusnahkan segalanya.
Si pria sakit itu melihat ini, dia memicingkan mata dan dengan segera menyelimuti tubuhnya dengan energi sejatinya yang ganas menyerupai sebuah perisai.
Dalam waktu yang bersamaan, dia menyambut serangan Dimas Wu dengan kedua kepalan tangannya.
Kali ini, pria sakit itu mengalirkan energi sejatinya pada kedua tangannya.
Boom!
Pukulan Dimas Wu dan tinjuan pria tua itu saling bertabrakan sekali lagi, Dua kekuatan yang sama sekali berbeda menghantam dan meledak sepenuhnya, mengguncang gelombang energi.
Di bawah gelombang aura yang sangat kuat itu, terlihat Dimas Wu dan pria sakit itu saling berhadapan.
“Hancurlah!”
Setelah kebuntuan beberapa saat, Dimas Wu mengeluarkan suara dingin, dan segera setelah itu, pukulan tinjunya meningkat.
Seketika pria sakit itu mengerutkan keningnya, dia jelas dapat merasakan kekuatan yang sangat besar dan kuat datang dari kepalan pukulan Dimas Wu. Pukulan itu seperti bola api yang terus menerus membakarnya. Bahkan perisai dari aura sejaitnya dapat ditembus oleh jurus Death Punch milik Dimas Wu.
Segera, pukulan Dimas Wu itu menembus perisai aura sejati dan langsung mengenai tubuh pria sakit itu.
__ADS_1
Bakk Bukk Bokk!
Wajah pria sakit itu berubah, mulutnya memuntahkan darah segar, dalam sesaat tubuhnya terpental dan terbang keluar, dan pada akhirnya terhempas ke tanah.