
Nada bicara Dimas Wu suram dan menakutkan. Ketika dia berbicara, aura yang merajarela meledak keluar dari tubuhnya. Darah di tubuhnya bergejolak dengan brutal, tenaga dalamnya melonjak dengan liar, dan seluruh tubuhnya membesar dengan tajam setiap inci. Dia seperti telah bermutasi menjadi dewa iblis tak tertandingi dengan kekuatan besar dalam sekejap.
Penonton dari Sekte Tianshan tanpa sadar menjadi tegang. Kekuatan yang dikeluarkan Dimas Wu terlalu mengerikan hingga membuat semua orang tanpa sadar merasakan sesak napas, merinding, dan detak jantung tidak teratur.
Ekspresi Elsa Xu juga sedikit berubah, dan emosi yang tidak bisa dijelaskan muncul di dasar matanya. Dia menatap Dimas Wu dengan tatapan yang dalam dan berkata dengan muram, “Hebat sekali kamu bisa menyembunyikannya!”
Saat pertama kali melihat Dimas Wu, Elsa Xu yakin bahwa Dimas Wu hanyalah praktisi kecil dengan tingkat kelima dalam tingkat Fondasi. Oleh karena itu, dia tidak mengindahkannya sama sekali. Namun, setelah bertarung, Elsa Xu menyadari bahwa Dimas Wu memiliki terlalu banyak hal yang tidak diketahuinya. Dia dapat mengeluarkan kekuatan petir yang kuat, menguasai jurus pemulihan, dan aura merajarela yang dikeluarkannya saat ini juga telah membuat Elsa Xu terkejut sekaligus membuatnya merasa tertekan. Perubahan sekuat itu tidak akan mungkin terjadi tanpa dukungan energi yang besar. Terlihat dengan jelas bahwa Dimas Wu selalu menyimpan sesuatu dan sama sekali tidak menggunakan seluruh kekuatannya.
Tatapan Dimas Wu menjadi sangat dingin, dan dia pun berkata dengan sinis, “Awalnya aku tidak ingin meladenimu, tapi kamu sendiri yang keras kepala dan ingin mencari mati, kalau begitu jangan salahkan aku karena tidak bersikap sungkan.”
Tatapan Elsa Xu menjadi dingin, dan dia berkata dengan kasar, “Benarkah? Aku ingin lihat seberapa tidak tahu dirinya dirimu itu.”
Begitu selesai berbicara, Elsa Xu langsung mengangkat pedangnya dan menyerang ke arah Dimas Wu.
Kecepatannya secepat angin dan auranya tidak tertandingi.
Dimas Wu juga tidak ragu-ragu. Dengan diselimuti kekuatan iblis yang dahsyat, dia langsung berlari ke arah Elsa Xu.
Semua orang di kejauhan hanya melihat dua sisa bayangan yang melintas. Kemudian, kedua bayangan itu terjalin dan bertarung dengan brutal.
Elsa Xu memegang pedang di satu tangannya, sedangkan Dimas Wu hanya bertangan kosong. Aura pedang yang dikeluarkan Elsa Xu diselimuti dengan energi sejati inti emas dan mengandung kekuatan yang luar biasa. Sementara kekuatan petir yang dikeluarkan Dimas Wu menjadi semakin dahsyat setelah diselimuti dengan aura terkuatnya sendiri. Keduanya tampak menunjukkan kekuatan mereka dengan mengeluarkan aura yang mengguncang dunia. Aura mereka membuat langit terus-menerus bergetar, angin di sekitar mereka menderu, gelombang aura bergejolak, dan tempat yang besar itu seolah-olah akan runtuh.
Semua orang yang menyaksikan adegan itu menjadi ketakutan dan gemetar. Elsa Xu dan Dimas Wu benar-benar telah berubah menjadi dua raja iblis. Aura dari kedua orang yang bertempur dengan sengit itu hampir bisa menyebabkan seluruh dunia runtuh, dan semua orang yang ada di dalamnya merasakan kengerian yang tidak kalah dari tsunami level empat.
Pertarungan itu benar-benar mendebarkan.
Niat membunuh Dimas Wu telah bangkit, dan setiap jurus yang dia keluarkan adalah jurus mematikan. Meskipun dia masih menggunakan kekuatan petir, tetapi kekuatan petirnya kali ini jelas terlalu kuat, dan semua bangunan di sekitarnya yang terserang seketika roboh dan hancur, dan berubah menjadi puing-puing.
Elsa Xu sama sekali tidak lengah. Aura pedangnya juga menjadi lebih kuat dan agung, dan cukup untuk menghancurkan gunung dan batu. Setiap gerakannya juga penuh dengan aura membunuh yang kuat. Dimas Wu memahami jurus pemulihan, Elsa Xu juga tahu bahwa untuk mematahkan jurus pemulihan, jiwa paling dasarnya harus dimusnahkan, dan jiwa paling dasar Dimas Wu tersembunyi di area di antara dua alis matanya. Serangan utama Elsa Xu adalah area di antara dua alis Dimas Wu. Selama dia menangkap peluang yang tepat, maka dia akan menusuk area alis Dimas Wu dengan pedangnya dengan harapan bisa membunuhnya.
Aura pembunuh keduanya memang sangat kuat, tetapi setelah beberapa saat bertarung, keduanya masih tetap baik-baik saja, dan tidak ada salah satu pun dari mereka yang terbunuh.
“Immortal Slash!” teriak Elsa Xu.
Tepat ketika keduanya tidak saling mengalah, tiba-tiba Elsa Xu berteriak. Suaranya yang sangat tiba-tiba dan bahkan sangat keras itu seperti suara surgawi yang mengguncang langit.
Begitu selesai berteriak, Elsa Xu tiba-tiba melepaskan aura yang dahsyat. Dia menyalurkan semua energi sejati terkuat dari tingkat akhir inti emasnya ke dalam pedang panjangnya. Cahaya pedang seketika bersinar dan kekuatan pedang pun menjadi tak tertandingi.
__ADS_1
Dengan aura dahsyat itu, Elsa Xu mengangkat pedangnya, dan dengan ganas menebaskan pedangnya ke Dimas Wu.
Immortal Slash adalah jurus terkuat Elsa Xu, dan hanya dengan satu tebasan, iblis abadi pun akan hancur berkeping-keping.
Aura pedang yang agung itu seperti jatuh dari langit yang tinggi, dan memberikan tekanan dengan kekuatan mistik tertinggi. Langit seperti terbelah oleh pedang itu, karena auranya yang sangat ganas dan tidak tertandingi.
Orang-orang dari Sekte Tianshan sekali lagi terkejut dan menegang. Pada saat ini, mereka hanya merasa bahwa semuanya telah berhenti dan membeku kecuali aura pedang yang menyeramkan itu. Aura itu seperti meteor yang menembus langit dan menebas ke arah Dimas Wu.
Semua orang mulai mengkhawatirkan Dimas Wu. Dia memang sangat kuat, tetapi apakah dia bisa menahan Immortal slash Elsa Xu?
Reaksi Dimas Wu sangat lincah dan cepat. Tebasan Elsa Xu datang dengan sangat tiba-tiba, tetapi Dimas Wu langsung merespon dan menghadapinya. Dia mengepalkan tangan kanannya, mengangkatnya tinggi-tinggi di atas kepalanya, dan menghadapkannya ke langit.
Tiba-tiba, awan-awan bergejolak dan diikuti dengan suara gemuruh yang keras.
Gelegar, gelegar!
Suara gemuruh itu sangat keras seperti bom yang meledak di udara. Suara itu seperti datang dari langit yang tinggi, menyebar ke ribuan mil dan mengguncang seluruh tempat itu. Semua orang dari Sekte Tianshan gemetar dan ekspresi mereka pun berubah karena suara ledakan gemuruh itu. Setelah itu, mereka semua serempak melihat ke arah langit yang luas.
Terlihat petir setebal pergelangan tangan yang dengan cepat turun dari ketinggian, kemudian menembus udara, dan menghantam ke arah tinju kanan Dimas Wu.
Dalam sekejap, terjadi ledakan yang membuat udara pecah, petir menerobos segalanya, dan meledak di atas tangan kanan Dimas Wu. Setelah itu, cahaya kilat dari tinju itu tiba-tiba memancar ke segala arah dan membesar, seolah-olah berubah menjadi tinju raksasa.
Tanpa memikirkannya, Dimas Wu segera mengayunkan tinju petir raksasa yang bersinar itu, dan memukul ke arah aura pedang yang agung itu.
Begitu tinju itu menyerang keluar, petir pun tiba-tiba menyambar. Seluruh kekuatan petir yang bersinar dengan cahaya putih itu langsung mengerumuni dan menghantam cahaya pedang yang turun dengan cepat itu tanpa dapat dihentikan.
Duar!
Petir dan aura pedang itu saling menghantam dengan keras, dan kemudian mengeluarkan suara guntur yang menggelegar. Suara menggelegar itu seolah-olah dapat merusak gunung dan sungai, dan meruntuhkan bumi.
Boom boom boom!
Sisa gelombang aura yang tak berujung itu menggetarkan semua tempat. Sebagian tempat telah hancur, dan serangkaian retakan mengelilingi mereka berdua. Seluruh dunia seakan runtuh, angin kencang terus menderu, semuanya bergetar, dan debu-debu pun beterbangan memenuhi langit.
Dimas Wu dan Elsa Xu benar-benar telah ditelan oleh debu dan pasir yang beterbangan itu, dan semuanya menjadi tidak terlihat.
Kerumunan orang yang menonton pun tidak bisa melihat dengan jelas. Seluruh dunia seolah-olah telah memasuki hari kiamat. Hati setiap orang terombang-ambing karena ketakutan, dan tubuh semua orang pun membeku.
__ADS_1
Saat ini, dunia telah dikejutkan.
Praaakk!
Setelah beberapa saat, pedang panjang Elsa Xu benar-benar hancur dan mengeluarkan suara pecahan yang keras.
Ekspresi Elsa Xu berubah drastis, detak jantungnya tiba-tiba bertambah cepat, dan matanya penuh dengan ketakutan.
Kekuatan petir Dimas Wu yang sangat besar itu telah menghancurkan aura pedang Elsa Xu yang agung beserta pedang panjangnya, dan kemudian langsung mengenai tubuh Elsa Xu.
Elsa Xu tidak sempat untuk menghindar. Pada saat dia tercengang, kekuatan petir itu sudah menghantam tubuhnya.
Dalam sekejap, sesosok tubuh melintas di udara dan terlempar keluar dengan cepat. Selama terlempar, darah segar menyembur ke udara seperti kembang api cantik di langit.
Sosok itu tidak lain dan tidak bukan adalah Elsa Xu. Tubuhnya yang terlempar membentuk busur panjang di udara, dan akhirnya terhempas ke tanah dengan keras hingga tanah itu retak.
Elsa Xu yang berani dan gagah dengan pakaian merahnya telah babak belur dan terbaring di tanah saat ini. Wajahnya pucat, sudut mulutnya berlumuran darah, dan pakaian merah cerahnya telah terkoyak dan menghitam karena serangan dari kekuatan petir Dimas Wu. Tubuhnya terluka parah, dan dia tidak bisa bangkit lagi.
Elsa Xu telah kalah telak dalam pertempuran ini.
Semuanya telah berakhir.
Debu dan pasir yang beterbangan di langit juga sudah jatuh ke tanah.
Penonton dari Sekte Tianshan terbengong ketika melihat Elsa Xu yang terbaring dengan muram. Semua orang seperti terkena sihir membeku dan tidak bergerak sama sekali.
Tempat yang besar itu seperti telah membeku.
Semua kecuali Dimas Wu yang bergerak perlahan. Dia berjalan dengan pelan mendekati Elsa Xu.
Setelah tiba di depan Elsa Xu, dia berbicara dengan acuh tak acuh, “Apakah kamu masih ingin bertarung?” katanya dengan pelan.
Nada bicara Dimas Wu sangat ringan dan tidak terdengar emosi apapun, tetapi dia saat ini sangat menakutkan seperti hantu pengunci jiwa.
Elsa Xu membuka matanya dengan susah payah, kemudian menatap Dimas Wu dengan tatapan kosong, dan dengan lemah berkata, “Aku telah kalah.”
Suara Elsa Xu sangat ringan, tetapi nada bicaranya sangat berat, dan ribuan emosi melonjak di dalam hatinya. Dia adalah utusan dari Sekte Tianqi yang dihormati oleh semua orang, dan sekarang, dia telah dikalahkan oleh orang yang tidak terpandang. Dia sangat tidak rela dengan situasi dan kekalahan seperti ini, tetapi dia tidak dapat bertarung lagi, dan hanya bisa menghadapi kenyataan yang suram ini.
__ADS_1
Ekspresi Dimas Wu tampak sangat serius, dan dia pun berkata dengan galak, “Kalau begitu mati saja kamu!”