Menantu Bodoh

Menantu Bodoh
Bab 240 Tuan Muda Ketiga


__ADS_3

Dimas Wu sudah berubah, berubah 180 derajat dibanding ia yang dulu.


Rambut hitamnya berubah menjadi putih seluruhnya yang mempesona. Wajahnya putih bersih. Ia mengenakan jas hitam di tubuhnya. Saat ia berjalan, jas panjang tersebut beterbangan tertiup angin, membuatnya terlihat tampan dan berwibawa, bersih dan juga rapi. Wibawanya juga berubah, aura kuat yang membuat dirinya tampak agung dan bermartabat menyelimuti dirinya. Ia bak seorang raja yang bersinar dan memiliki wibawa yang luar biasa.


Anggota keluarga Xia yang melihat Dimas Wu melangkah kemari, satu per satu dari mereka semua tercengang.


Bagi keluarga Xia, Dimas Wu yang ada di hadapan mereka seperti familiar, tetapi kelihatannya juga benar-benar asing. Tak ada seorang pun yang berani memastikan, apakah orang ini benar-benar adalah Dimas Wu yang mereka kenal?


Bahkan Angel Xia pun ikut terbengong. Ia menatap dalam-dalam Dimas Wu yang berjalan semakin dekat. Sorot matanya memperlihatkan emosi yang beraneka ragam, hatinya pun ikut bercampur aduk.


Di tengah tatapan semua orang yang terkejut, Dimas Wu berjalan sampai ke depan keluarga Xia, lalu menghentikan langkah kakinya.


Saat ini, Randy Xia yang pertama kali sadar. Ia menatap Dimas Wu dengan seksama, lalu bertanya: “Kamu Dimas Wu?”


Dengan wajahnya yang datar, Dimas Wu menatap Randy Xia, lalu berkata dingin: “Iya.”


Mendengar hal ini, Randy Xia pun benar-benar kehabisan kata-kata.


Anggota keluarga Xia yang lain semuanya juga membeku. Orang ini ternyata sungguh adalah Dimas Wu. Bagaimana bisa si bodoh ini berubah seutuhnya menjadi orang yang baru? Bukankah terakhir kali muncul di Villa Flower Garden ia masih seperti pengemis? Di samping itu, bukankah ia ditendang hingga melayang oleh Leo Zhu? Bagaimana ia masih bisa hidup?


Setelah keheningan yang cukup lama, Angel Xia pun membuka suara. Ia bertanya dalam-dalam pada Dimas Wu: “Kamu belum mati?”


Di alam bawah sadar Angel Xia, di hari pernikahannya dengan Golden Hand itu, Dimas Wu sudah mati. Lagipula, ia melihat dengan mata kepala sendiri Leo Zhu menendang Dimas Wu hingga terbang. Tendangan Leo Zhu yang berkekuatan begitu besar itu menghantam oleh Dimas Wu, mana mungkin masih ada kesempatan untuk bisa hidup. Angel Xia sama sekali tidak pernah memikirkan kemungkinan Dimas Wu masih hidup. Tetapi sekarang, Dimas Wu berdiri di hadapannya dalam keadaan hidup serta ia sudah berbeda sepenuhnya seolah telah berubah menjadi orang yang baru. Hal ini sungguh membuat Angel Xia sulit untuk mempercayainya.


Berhadapan dengan Angel Xia, wajah datar Dimas Wu itu terlihat ada sedikit pergerakan. Ia menatap Angel Xia, lalu menjawabnya perlahan: “Benar, aku belum mati.”


Mendengar ucapan ini, Randy Xia tiba-tiba tersadarkan. Ia segera berkata kepada Dimas Wu dengan suara keras: “Si bodoh, nasibmu ternyata benar-benar bagus, begini saja kamu masih belum mati.”


Dimas Wu masih hidup, bagi Randy Xia tentu saja ini bukan merupakan hal yang baik. Ia paling benci dengan Dimas Wu. Rasa kebencian ini dari awal tidak pernah berkurang. Jika saja nyawa Dimas Wu melayang dan mati, hatinya pun bisa sedikit tenang dan lega. Namun, sekarang Dimas Wu tidak hanya belum mati, bahkan masih bisa berdiri di depannya dengan lagak menghina, tentu saja membuat Randy Xia sangat tidak nyaman.


Dimas Wu langsung mengacuhkan Randy Xia. Ia terus melihat Angel Xia dan berkata serius: “Kalian sebaiknya tetap tinggal di rumah keluarga Wu saja, di luar sangat berbahaya.”

__ADS_1


Melihat Dimas Wu yang menganggap dirinya seperti angin lalu, Randy Xia sontak naik darah. Ia lalu berteriak kepada Dimas Wu dengan suara serak: “Orang bodoh seperti kamu tidak mengerti apa-apa. Apakah kamu tahu kondisi keluarga Wu sekarang? Apakah kamu juga tahu kondisi kami sekarang? Apakah dengan kamu menyuruh kami tinggal di rumah keluarga Wu, kami bisa tetap tinggal?”


Randy Xia mau tidak mau harus mengakui, awalnya ia memang dibuat takjub oleh Dimas Wu. Penampilan dan wibawa Dimas Wu berubah banyak, nasib Dimas Wu yang beruntung, semuanya ini adalah hal yang membuat Randy Xia terperanjat. Namun, saat ini ia kembali sadar dari kekagetannya. Akal sehatnya telah kembali. Ia pun yakin, tak peduli Dimas Wu berubah menjadi seperti apa, tidak akan mengubah kenyataan bahwa ia adalah orang dungu. Di mata Randy Xia, Dimas Wu selamanya merupakan sampah yang bodoh.


Mendengar ucapan Randy Xia, anggota keluarga Xia yang lain pun juga ikut bersuara: “Benar, kamu kira kamu siapa, masih saja di sini mengkritik kami.”


“Apakah kamu masih mengira kamu mengganti baju dan mengecat rambut bisa membuang kenyataan bahwa kamu adalah orang bodoh?”


“Lihatlah kamu ini apa, bicara saja seperti buang angin.”


“Memang sangat konyol, apakah dia kira rumah keluarga Wu adalah rumahnya? Apakah dengan dia menyuruh kita tinggal di rumah keluarga Wu, kita bisa tetap tinggal?”


Keluarga Xia saling berbicara satu sama lain, mereka meluapkan kemarahannya tanpa henti. Mereka memang dari awal sudah gelisah, ragu dan kehilangan arah karena tidak punya tempat tinggal, takut akan rintangan yang terbentang di depan. Saat ini, perkataan Dimas Wu yang sederhana, yaitu menyuruh mereka untuk tetap tinggal di kediaman keluarga Wu, itu hanya membuat mereka semakin geram. Mereka menumpahkan suasana hati mereka yang penuh tekanan semuanya kepada Dimas Wu.


Dimas Wu tidak memedulikan orang-orang ini. Ia tetap menatap Angel Xia, lalu berkata dengan mimik serius: “Perguruan Youming telah memperhatikanmu, ke mana pun kamu pergi akan sangat berbahaya. Karena itu, sebaiknya kamu tetap tinggal di rumah keluarga Wu. Hanya di sini tempat yang paling aman untukmu.”


Yang dipedulikan Dimas Wu hanyalah keamanan dan keselamatan Angel Xia. Karena keluarga Xia tidak mendengarkan nasihatnya, Dimas Wu juga malas berdebat dengan mereka. Ia hanya perlu menasihati Angel Xia saja.


Angel Xia melihat Dimas Wu dengan raut wajah yang sangat rumit. Ia sedikit membuka mulut, lalu berkata dengan suara berat: “Tetapi, kepala keluarga Wu sendiri yang menyuruh kami pergi. Meski aku ingin tinggal di kediaman keluarga Wu, tetapi kepala keluarga Wu juga belum tentu setuju.”


Ucapan Dimas Wu dilontarkan dengan sangat serius, tetapi Randy Xia yang mendengarnya malah tak bisa menahan gelak tawa. Ia seperti telah mendengar lelucon yang mengagetkan dunia sehingga tertawa tak berhenti. Sembari tertawa, ia menunjuk Dimas Wu dan berkata dengan suara keras: “Orang bodoh ternyata masih saja bodoh. Kamu kira margamu Wu, lalu kamu bisa menjadi anggota keluarga Wu? Apakah kamu tahu keluarga Wu itu keluarga seperti apa?”


Di hadapan anggota keluarga Wu, keluarga Xia hanyalah semut kecil. Dimas Wu ternyata berani bilang kalau ia adalah anggota keluarga Wu. Si hebat ini benar-benar sombong hingga terbang ke langit, membuat keluarga Xia semuanya tak bisa berkata apa-apa lagi.


Bahkan Felicia Huang yang dari tadi diam tanpa kata pun mengerutkan alisnya dan berkata: “Dasar bodoh, omong kosong apa lagi yang kamu bicarakan di sini? Apakah terakhir kali ditendang Leo Zhu masih kurang mengenaskan? Kamu yang seperti ini, buka mulut sedikit langsung membual, lambat laun kamu pasti akan dihajar orang sampai mati.”


Pada waktu lalu, Dimas Wu berkata bahwa dirinya merupakan Golden Hand. Namun, kenyataan membuktikan bahwa ia adalah orang bodoh yang tingkat kebodohannya sudah maksimal hingga mendapat pukulan dari Leo Zhu yang tak beralasan. Pukulan itu tidak membuat nyawanya melayang. Si bodoh ini memiliki bernasib mujur. Sekarang, si bodoh ini lebih berlebihan lagi. Ia bahkan bilang kalau dirinya merupakan anggota keluarga Wu. Hal ini membuat Felicia Huang benar-benar kehabisan kata-kata.


Tentu saja tidak ada orang yang mempercayai Dimas Wu. Keluarga Xia hanya merasa ia lebih bodoh dari sebelumnya.


Nyonya besar adalah orang pertama yang kehabisan kesabaran. Ia melihat ke seluruh anggota keluarga Xia, lalu berkata: “Sudah, sudah. Daripada membuang waktu dengan si bodoh ini, lebih baik kita mencari tempat persinggahan.”

__ADS_1


Setelah berkata demikian, nyonya besar pun melangkahkan kakinya dan langsung pergi.


Anggota keluarga Xia yang lain tentu saja tidak ada alasan untuk tetap tinggal. Mereka pada akhirnya melirik Dimas Wu, lalu berjalan mengikuti nyonya besar dan meninggalkan tempat tersebut.


Melihat semuanya pergi, Felicia Huang segera menarik-narik Angel Xia yang membeku terdiam di tempat, lalu berkata dengan suara pelan: “Ayo kita pergi, Angel. Tidak usah berurusan dengan si bodoh ini, menambah sial.”


Felicia Huang tidak tahu bagaimana ke depan selanjutnya, tetapi entah bagaimanapun juga ia hanya ingin menjauh dari si dungu Dimas Wu ini, semakin jauh semakin baik.


Suasana hati Angel Xia saat ini tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sebelumnya, baru saja mengedipkan mata sekilas dan melihat penampilan baru Dimas Wu membuat Angel Xia tercengang. Ucapan Dimas Wu selanjutnya juga membuat hatinya tergerak. Ia pun mencoba berkomunikasi dengan Dimas Wu, tetapi Dimas Wu berkata bahwa ia merupakan anggota keluarga Wu. Hal ini kembali membuat Angel Xia melenyapkan semua khayalannya. Ia pun tahu kalau ia tidak seharusnya menaruh harapan terhadap Dimas Wu. Ucapan Dimas Wu ini benar-benar sangat tidak masuk akal, bagaimana bisa membuat Angel Xia mempercayainya.


Setelah ragu beberapa detik, Angel Xia akhirnya melangkahkan kakinya dan mengikuti Felicia Huang pergi.


“Tunggu.” Kata Dimas Wu yang segera menghentikan Angel Xia begitu melihat Angel Xia yang hendak meninggalkan tempat itu.


Angel Xia menghentikan langkah kakinya, lalu menatap Dimas Wu.


Namun, Felicia Huang malah bergumam kesal kepada Dimas Wu: “Kamu sebenarnya masih mau apa?”


Dimas Wu menatap Angel Xia dalam-dalam, lalu berkata dengan begitu serius: “Aku bisa membawa kalian masuk.”


Setelah berkata demikian, Dimas Wu melangkah ke depan dan berjalan ke pintu gerbang vila keluarga Wu. Kemudian, ia mempercepat langkah kakinya dan berteriak ke arah pintu gerbang yang tertutup: “Buka pintu.”


Suara Dimas Wu begitu keras hingga menggema ke seluruh villa.


Anggota keluarga Xia yang sedang berjalan pergi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba mendengar teriakan Dimas Wu. Mereka pun berhenti dan menoleh melihat Dimas Wu.


“Si bodoh ini sepertinya akan mendapat masalah.” Melihat Dimas Wu yang ternyata berani menyuruh keluarga Wu untuk membuka pintu, Felicia Huang sontak memiliki insting kalau Dimas Wu akan tamat riwayatnya. Si bodoh ini tidak mengerti apa-apa, dulu ia menyinggung Golden Hand, kali ini ia menyinggung perasaan keluarga Wu. Keluarga Wu memiliki posisi yang begitu tinggi, mana mungkin bisa memaafkan orang yang menyinggung mereka seperti ini.


Anggota keluarga Xia yang lainnya juga bisa menebak nasib Dimas Wu. Mereka sengaja menghentikan langkah untuk menyaksikan hasil dari Dimas Wu yang menyinggung keluarga Wu.


Di tengah tatapan semua orang, pintu gerbang villa keluarga Wu perlahan-lahan terbuka.

__ADS_1


Kemudian, sekelompok penjaga keluarga Wu muncul dari dalam villa. Di antaranya ada pimpinan yang merupakan wakil komandan penjaga keluarga Wu, yaitu Adi Wu.


Adi Wu berjalan keluar. Begitu melihat Dimas Wu, raut wajahnya seketika berubah, lalu berteriak: “Tuan muda ketiga!”


__ADS_2