
Raja Monster itu telah mati.
Hal yang menakjubkan terjadi lagi, setelah Raja Monster itu telah mati, kabut asap tebal yang menutupi tempat itu, pelan-pelan mengarah kembali ke arah Tanah Terlarang Keluarga Wu.
Langit-langit di seluruh mansion keluarga Wu, perlahan mendapatkan sinarnya kembali.
Pandangan semua orang sekarang kembali menjadi lebih jelas.
Orang-orang di dalam pentagram, hatinya menjadi lebih lega sedikit, dan di wajah setiap orang, terukir gambaran yang sangat bahagia dan cerah. Bahaya yang begitu besar, ternyata dapat diselesaikan oleh Dimas Wu. Bahkan Raja Monster yang begitu seram saja, bisa dibunuh oleh Dimas Wu. Hasil akhir seperti ini, membuat orang-orang menjadi sangat bahagia.
Bermacam teriakan terdengar jelas di sana: “Astaga, kita masih bisa hidup, sangatlah tak terduga.”
“Benar, tadi itu sungguh mengagetkan, monster buas itu sangatlah mengerikan!”
“Kalian lihat, di atas lantai terdapat banyak jenis mayat dari monster buas itu, Tuan muda ketiga benar-benar sangat kuat, dia sendirian bisa mengalahkan banyak monster buas.”
“Benar itu, untung ada Tuan muda ketiga, dia mengalahkan orang dari keluarga Tang, dan juga menghabisi monster buas yang menakutkan, dia memang penyelamat kita semua.”
Percakapan itu terus-terusan terdengar, semua orang tampak terlalu bahagia, dalam hatinya sangatlah terkagum-kagum, dan masih ada orang dalam kondisi kaget dan linglung, karena hal yang terjadi sebelumnya itu sangatlah mengerikan, apalagi sekarang kabut tebalnya itu sudah perlahan menghilang, gambaran kondisi di villa sudah terlihat lebih jelas, gambaran yang sangat sadis ini, memang membuat orang sedikit kaget, dan sangat membuat orang takut sekali, sampai-sampai sulit untuk melupakannya.
Dari seluruh villa itu, sudah dihancurkan setengahnya, atap-atap roboh, pohon-pohon juga runtuh, bunga-bunga semuanya rata dengan tanah, semua tempat yang terkena asap itu semuanya menjadi rongsokan, semua hancur berantakan.
Namun, orang-orang tidak ada yang meninggal, ini merupakan hal yang sangat baik. Jadi, terhadap kerusakan barang-barang itu, keluarga Wu tidak terlalu menghiraukannya. Kondisi seperti ini, asalkan bisa menyelamatkan diri adalah hal yang paling baik. Di hati semua orang, sangatlah senang dan bahagia. Dan juga, setiap orang sangatlah berterima kasih dan hormat terhadap Dimas Wu. Dia telah menjadi pahlawan yang tak tergantikan di hati orang-orang.
Angel Xia juga termasuk salah satunya, walaupun dia di sana, tapi dia merasa dia sekarang merupakan orang luar. Jarak dia dan Dimas Wu semakin lama semakin jauh. Nama baik dan hasil dari kerja keras Dimas Wu semuanya tidak ada hubungannya dengan dirinya. Tapi, menurutnya, selama Dimas Wu selamat dan terus sehat-sehat saja, merupakan hal yang paling ia harapkan, hal lainnya, dia tidak memikirkannya, dan tidak ingin mengganggunya, dia dan Dimas Wu akhirnya hanya akan menjadi orang yang tidak sejalan lagi.
Dan Bella Tang, sebagai istri dari Dimas Wu, di dalam hatinya merasa deg-degan juga, Dimas Wu bisa selamat dan terus hidup. Hal itu membuatnya merasa lega. Kekuatan Dimas Wu sangatlah luar biasa, sampai dapat menghabisi monster buas dari berbagai arah, dan menyelamatkan seluruh orang di sana. Hal ini sekali lagi membuatnya merasakan bangga dan penuh dengan rasa terima kasih. Dia sangat bersyukur memiliki suami seperti itu.
Steve Wu, Zander Tang dan Joanna Song juga mengeluarkan senyuman di wajahnya. Di mata mereka bagaikan ada sinar terang, dan merasakan kebanggaan terhadap Dimas Wu.
Sampai Kevin Wu juga sangat menghormati Dimas Wu sekarang, dia merasa dulunya pernah merasa iri terhadap Dimas Wu, sangatlah konyol. Dia dan Dimas Wu jaraknya terlalu jauh, benar-benar tidak bisa dibandingkan. Dia merasa dia tidak menjadi kepala keluarga yang cukup baik. Tapi sekarang dia merasa jabatan seperti itu tidaklah penting, yang terpenting sekarang adalah eksistensi dan hidup matinya keluarga Wu. Sekarang, keluarga Wu berhasil diselamatkan oleh Dimas Wu, mengenai hal ini, Kevin Wu sangatlah senang.
Tapi, dalam kesenangan itu, villa keluarga Wu bergetar kembali.
__ADS_1
Deng! Deng! Deng!
Getaran demi getaran terjadi, walaupun sedikit kuat, tapi tetap beraturan, seperti suara langkah kaki dari monster besar yang sangat hebat, setiap kali kakinya dihentakkan, akan bisa membuat seluruh villa bergetar hebat, kekuatannya sungguh luar biasa.
Orang-orang di dalam pentagram itu, mulai merasakan takut lagi, semua saraf-sarafnya serasa tertekan, wajah semua orang terlihat rasa panik yang mendalam, kondisi yang tadinya sudah mulai aman, malah menghilang begitu saja.
Setiap orang menjadi sangat tidak tenang.
Dimas Wu yang berada di luar pentagram, tatapannya sekejap menjadi sangat tajam. Dia menaikkan alisnya, dan melihat ke arah Tanah Terlarang Keluarga Wu.
Setelah itu, orang-orang juga mengikuti arah tatapan mata Dimas Wu, yaitu arah pintu barat villa itu.
Daerah pintu barat, semuanya hanyalah reruntuhan saja, karena getaran yang terjadi itu, batu-batu dan debu yang ada di sana semuanya ikut bergetar.
Tak berapa lama, dari reruntuhan itu, semuanya dapat melihat, bayangan seseorang yang perlahan-lahan keluar. Dia berjalan dengan langkah yang sangat gagah, dan pelan-pelan mengarah kemari.
Langkah kakinya sangatlah pelan, tapi sangatlah kuat. Setiap langkah kakinya dapat membuat seluruh villa bergetar satu kali, dia adalah penyebab getaran itu.
Dia adalah seorang kakek tua yang bungkuk, dan wajahnya terlihat sudah cukup berumur, tapi rambutnya malah berwarna hitam dan panjang. Bola mata dia juga sangatlah hitam, seperti lubang hitam yang tak ada dasarnya. Tatapan matanya, sangatlah mengerikan, seakan bisa menghisap jiwa dari orang-orang. Setelah orang-orang melihat tatapan matanya, seluruh badan mereka langsung bergetar, dan merasakan kedinginan.
Kakek tua ini tidaklah biasa.
Saat semua orang terkaget-kaget melihat kakek tua ini, Zander Tang embuka dengan keterkejutannya berkata: “Sesepuh, Sesepuh Utama!”
Setelah mendengar ini, hati orang-orang di sana lebih bergetar hebat lagi, mereka awalnya tahu dari Sterling Tang kalau keluarga Tang memiliki Sesepuh Utama, dan hanya dia satu-satunya yang dapat melawan Dimas Wu, atau dengan kata lain, orang itu adalah ancaman berbahaya untuk keluarga Wu.
Sekarang, orang itu telah datang.
Dia datang dengan cepat.
Steve Wu mengernyitkan alisnya dan dengan panik bertanya kepada Zander Tang: “Apakah dia Sesepuh Utama dari keluarga Tang?”
Zander Tang menjawab dengan yakin: “Betul.”
__ADS_1
Saat Sesepuh Utama menutup diri untuk berlatih, Zander Tang masih sangat kecil. Dia terhadap Sesepuh Utama memang tidak ada gambaran yang jelas, tapi dia pernah melihat patung dari Sesepuh Utama. Orang tua bungkuk yang di depannya sekarang ini, memang terlihat lebih tua daripada patung itu, tapi semuanya sama persis. Jadi, Zander Tang bisa yakin kalau itu adalah Sesepuh Utama.
Setelah Steve Wu mendengarnya, raut wajah dirinya perlahan menjadi lebih berat. Dia tahu, orang tua itu bukan orang biasa, dia tidak tahu apakah Dimas Wu bisa melawan orang itu. Nasib dari Keluarga Wu, masih harus melihat pertarungan kali ini.
Dengan cepat Sesepuh Utama sampai ke tempat itu, jarak dia dengan Dimas Wu kira-kira hanya sejauh 5 meter saja. Setelah itu dia menghentikan langkah kakinya, dan melihat ke arah sekitar, di mana mayat para monster buas bertebaran. Setelah itu dia melihat ke arah Dimas Wu, dan berkata dengan suara berat: “Monster Buas dari kabut itu saja bisa kamu kalahkan, sepertinya kamu memang memiliki kemampuan itu.”
Walaupun usia Sesepuh Utama sudah cukup tua, tapi dari suara dia, terdengar energi yang sangat kuat, dan sangat bertenaga. Wajahnya terlihat keganasan, dan aura yang terpancar dari tubuhnya dapat memancarkan getaran yang sangat kuat.
Tatapan mata Dimas Wu juga bagaikan obor, melihat Sesepuh Utama dengan dingin dan berkata: “Tentu saja.”
Dalam menghadapi Sesepuh Utama, Dimas Wu tidak takut sedikit pun, dan tidak ada kekagetan nampak di wajahnya. Dia sedari awal sudah tahu kalau para monster buas yang tiba-tiba menggila itu, dan menyerang kediaman keluarga Wu, pasti ada hubungannya dengan Sesepuh Utama itu. Jadi, saat Sesepuh Utama muncul di hadapannya, dia sama sekali tidak kaget.
Sesepuh Utama dengan pelan menggigit bibirnya, dan berkata dengan berat: “Kamu memang adalah orang berbakat yang luar biasa, tapi sayangnya, kamu telah mengganggu kedamaianku, kamu tidak seharusnya mengganggu pelatihan menutup diriku.”
Suara Sesepuh Utama seperti tidak ada emosinya, sangatlah dingin, di badannya mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat.
Dimas Wu dengan tenang berkata: “Aku tidak pernah mengganggumu.”
Sesepuh Utama berkata dengan dingin lagi: “Kamu telah membunuh kedua anakku, menurutmu, apakah aku bisa diam saja?”
Saat Sesepuh Utama sedang melakukan pelatihan menutup diri, dia sudah memutuskan untuk tidak berhubungan dengan hal keduniawian, dan fokus berlatih saja. Tapi hari ini, Keluarga Tang menghadapi rintangan besar, kedua anaknya telah meninggal di tangan Dimas Wu. Bagaimana mungkin dia akan diam saja? Jadi, sekarang dia memutuskan untuk keluar sendiri dan membalaskan dendam anaknya. Dia mau membuat orang yang menghancurkan keluarga Tang membayar harganya.
Dimas Wu dengan santai berkata: “Orang tidak menyerangku, aku juga tidak akan menyerangnya, kedua anakmu yang sembarangan menyerang masuk ke keluarga Wu kami, dan bahkan ingin menghabisi kita semua. Aku membunuhnya, memang sudah sepantasnya kan? Apalagi, aku sudah memberikan mereka kesempatan untuk hidup, tapi mereka tidak menginginkannya dan malah mencari mati sendiri.”
Perkataan dari Dimas Wu sangatlah lugas, dan sangat bertenaga.
Setelah Sesepuh Utama mendengarkannya, dia menjadi sangat marah, wajahnya juga menjadi ganas, dan menatap Dimas Wu sambil berkata: “Yang aku lihat, kamu yang mencari mati!”
Setelah itu, aura dari Sesepuh Utama meledak-ledak keluar, aura membunuhnya meluap-luap keluar, dia tidak ragu-ragu sama sekali, tangan kanannya dikepalkan dan langsung menyerang ke arah Dimas Wu.
Booom!
Energi sejati yang sangat luar biasa keluar dari telapak tangan Sesepuh Utama, menghancurkan kehampaan, menembus berbagai macam benda, dan dengan ganas menyerang ke arah Dimas Wu.
__ADS_1