Menantu Bodoh

Menantu Bodoh
Bab 239 Dia Adalah Dimas Wu


__ADS_3

Awan hitam itu menyelimuti keluarga Wu, dan itu bukanlah ilusi, itu adalah aura hitam yang dikeluarkan oleh pria sakit itu. Awan hitam itu, lebih besar dari naga raksasa, dan juga kebih kuat dari itu. Awan itu dapat menghancurkan segalanya.


Seluruh kediaman keluarga Wu diselimuti oleh awan hitam itu, awan hitam penuh aura jahat itu terlihat seakan jatuh dari langit dengan kecepatan yang tinggi, dan itu dapat disaksikan dengan mata telanjang.


Langit telah runtuh, ini memberikan sensasi seakan langit telah runtuh.


Dalam sekejap, orang-orang yang berada dalam kediaman keluarga Wu, semua orang dalam ketegangan dan ketakutan akan sesuatu hal terburuk yang akan terjadi, situasi menjadi sangat ricuh dan berantakan. Ada yang terkejut hingga pingsan, ada juga yang membeku ketakutan, kaki tangan tak dapat bergerak, bahkan wajah mereka semua pucat pasi. Ada yang ketakutan lari kocar kacir seperti tahanan yang kabur dari penjara. Ada yang menangis terisak-isak, sambil berteriak ketakutan. Kematian yang sudah di depan mata membuat mereka sangat ketakutan, karena ketakutan akan bencana kematian ini menciptakan sebuah keputusasaan yang memenuhi hati mereka, ini sama saja seperti kiamat bagi keluarga Wu.


Bahkan Kevin Wu sendiri juga sudah seperti kehilangan jiwanya, dia tidak bergidik, dia bahkan tidak melawan sama sekali, karena itu semua sudha terlambat. Awan hitam itu sangat besar dan kuat, dia sudah tidak dapat melakukan apa-apa lagi, karena ketika awan hitam itu menghantam kediaman keluarga Wu, maka semuanya akan hancur dan menjadi debu, begitu pula anggota keluarga Wu, mereka akan mati. Yang membuatnya tidak percaya adalah akhir dari keluarga Wu akan begitu cepat dan mengenaskan seperti ini, dia tahu betul, ketika Steve Wu gagal, maka saat itu pula kehancuran keluarga Wu terjadi.


Kediaman keluarga Wu diselimuti oleh aura dewa kematian, kekacauan dan ketakutan yang berlanjut.


“Arghhh!”


Ketika semua orang dalam keputusasaan, tiba-tiba terdengar raungan Steve Wu, suara raungan yang menggema di seluruh kediaman keluarga Wu.


Segera fokus seluruh orang tertuju pada arah raungan itu berasal, yang terlihat hanyalah sebuah cahaya merah dari gumpalan awan hitam, Steve Wu yang berdiri tegak di alun-alun air mancur, tubuhnya memancarkan cahaya merah yang menyilaukan, seperti sosok iblis yang baru keluar dari kegelapan, dengan Blood Dragon Knife di tangannya, yang diarahkannya ke langit.


Bilah Blood Dragon Knife bersinar terang dengan ujung pedang mengarah ke awan hitam yang sedari tadi menyelimuti kediaman keluarga Wu. dalam kegelapan dan kehampaan, pedang itu bersinar terang, kekuatannya meledak-ledak dengan aura tiada tara dan terdapat kilatan-kilatan liar di ujung pedang, diiringi suara guntur yang menggelegar.


Duarrr!!!,,,, kilat liar yang berada di ujung pedang, menyambar awan hitam itu, sambaran kilat itu menyerupai seekor naga raksasa.


Guntur gemuruh!


Kilat yang menyerupai naga raksasa itu menabrak awan hitam, seketika suara guruh gemuruh guntur terdengar, terlihat kilat dan petir yang tak terhitung jumlahnya meledak di atas awan hitam.


Kilat, suara gemuruh Guntur, awan hitam saling bersatu menciptakan getaran sangat besar.


Orang-orang yang berada di sana terperangah, karena mereka terlalu terkejut, mereka tidak lagi menangis, meraung, berlari bahkan tidak lagi membatu, mereka semua menengadahkan kepala dan menyaksikan awan hitam terbelah oleh kilat naga.


Semakin banyaknya kilatan yang menyambar, awan hitam pun secara bertahap terbagi dan hancur. Pada akhirnya, awan hitam itu menghilang.


Kediaman keluarga Wu kembali terang lagi.


Anggota keluarga Wu terselamatkan.


Awan hitam lenyap, matahari seakan kembali bersinar, udara yang tadinya sesak sekarang menjadi sangat segar, ini seperti mereka mendapatkan kehidupan baru, pemandangan yang cerah, mereka dapat bernapas dengan lega, suasana hati yang santai dan mereka juga dapat bergerak dengan leluasa lagi.


Mereka seperti baru saja melarikan diri dari kematian.


Setiap orang menatap Steve Wu yang baru saja menyelamatkan nyawa mereka.

__ADS_1


Steve Wu yang sedari tadi masih mengangkat Blood Dragon Knife dengan tegak seketika terjatuh lemah ke tanah, seperti orang yang sudah kehabisan energi, tatapan matanya meredup, wajahnya memucat. Serangan tadi sudah menguras seluruh energinya. Sekarang dia seperti orang sekarat yang tidak memiliki sedikit energi pun.


Begitu juga pria sakit itu, kondisinya sama seperti Steve Wu, tubuhnya pada awalnya memang sudah terluka parah, dia juga telah menggunakan seluruh energinya untuk mengeluarkan awan hitam, begitu pula kondisi tubuhnya, sudah mencapai batasnya. Ketika awan hitam lenyap, diapun segera turun ke tanah dengan keadaan lemah, walaupun dia belum tumbang, tapi dia juga dengan sekuat tenaganya menopang tubuhnya yang berdiri oleng.


Steve Wu dan pria sakit, mereka sudah kehabisan energi.


Mereka berdua bertempur begitu lama, akhir dari pertempuran keduanya menderita luka yang parah.


Semua terdiam.


Tatapan setiap orang mengartikan sebuah tatapan yang rumit.


Keadaan menjadi sunyi sepi.


Pria sakit yang sedari tadi sekuat tenaga menopang tubuhnya akhirnya terjatuh berlutut, wajahnya pucat pasi dengan lemas berkata kepada Steve Wu: “Sungguh tak ku duga, kamu bisa menghadang jurus ini.”


Pria sakit itu tahu betul bahwa jurus tadi sudah menyedot seluruh energi intinya, dan menyebabkan dirinya menjadi lemah dan tak berdaya, tetapi dia masih saja mengeluarkan jurus itu, ini karena niatnya untuk menghancurkan keluarga Wu yang begitu besar, tetapi yang membuatnya terkejut adalah jurus andalannya ini dapat dihadang oleh Steve Wu.


Steve Wu setelah beristirahat sejenak, lambat laun energinya kembali pulih, dia masih terengah-engah menjawab pria sakit itu: “Memangnya hanya kamu yang bisa melakukan itu?”


Energi inti merupakan sebuah energi penopang kehidupan seorang seniman bela diri. Menggunakan energi inti pada saat pertempuran sama dengan mempertaruhkan nyawa si penggunanya, jika belum sampai ke tahap terpaksa menggunakannya, maka tidak akan ada yang bersedia menggunakannya untuk bertarung. Steve Wu menggunakan energi inti untuk menghadang serangan pria sakit itu, semua itu dilakukannya demi menyelamatkan keluarga Wu, dia rela mengorbankan nyawanya, karena tidak rela melihat kehancuran keluarga Wu dengan mata kepalanya sendiri.


Pria sakit itu tertawa dingin dan berkata: “Sepertinya keluarga Wu lebih penting daripada nyawamu sendiri!”


Kekuasaan pria sakit itu sangat tinggi, dia tidak dapat mentolerir orang-orang yang melanggar perintahnya. Steve Wu melanggar perintahnya, melawan dan tidak mengakui kekuasaannya, oleh sebab itu dia tidak akan membiarkan Steve Wu merajalela, pria sakit itu bahkan hampir menganggap dirinya sebagai dewa.


Pria sakit itu bernapas perlahan, dan mulai bangkit berdiri dari tanah, ekspresinya berat, menatap Steve Wu dengan tatapan penuh arti dan berkata dengan garang: “Apakah kamu pikir kamu bisa menlindungi keluarga Wu?”


Steve wu mendengar itu segera menggenggam Blood Dragon Knife, dia bertopang dangan pedangnya dan berdiri, dia berhadapan dengan Pria sakit itu dengan suara berat berkata: “Aku akan memegang janjiku sampai mati.”


Dalam sekejap suasana menjadi panas mencekam lagi, mereka berdua kembali bangkit berdiri, seakan mereka bersiap untuk bertempur lagi.


Pria sakit itu tentu saja ingin segera membunuh Steve Wu, namun, tekat yang kuat tidak akan ada artinya jika dia sendiri tidak memiliki kekuatan lagi, karena tubuhnya sekarang benar-benar rentan, ditambah lagi dia terluka parah, yang lebih penting lagi adalah energinya sudah habis terpakai, dan dia tidak memiliki energi untuk bertempur lagi. Maka dari itu, dia dengan begitu kasarnya berkata kepada Steve Wu: “Aku akan kembali lagi, tunggu aku, aku akan menghancurkan keluarga Wu.”


Setelah berkata pria sakit itu berbalik badan dan langsung menghilang dari kediaman keluarga Wu.


Setelah pria sakit itu menghilang, Steve Wu yang sedari tadi berdiri tegak terjatuh ke tanah lagi.


Kali ini, Steve Wu terjatuh dan pingsan.


Setelah beberapa hari berlalu di kediaman keluarga Wu.

__ADS_1


Karena terlalu banyak menggunakan energi dan tubuhnya terluka parah, sampai saat ini Steve Wu masih pingsan dan belum ada tanda-tanda siuman.


Seluruh anggota keluarga Wu sangat khawatir dan panik, karena Steve Wu masih belum siuman. Pertempuran antara Steve Wu dan pria sakit itu sudah cukup membuat mereka ketakutan dan trauma, pria sakit itu adalah ancaman terbesar bagi keluarga Wu, lagipula dia dapat kapan saja kembali dan menghancurkan keluarga Wu, sosok yang sebanding dengan kekuatannya hanya Steve Wu seorang, namun Steve Wu sampai saat ini masih belum siuman, hal ini yang menyebabkan mereka khawatir dan depresi, jikalau pria sakit itu dan four heavenly king datang untuk membalas dendam, maka kehancuran keluarga Wu sudah benar-benar di depan mata.


Kevin Wu yang merupakan pemimpin keluarg Wu juga merasakan tekanan yang begitu besar, semenjak Steve Wu pingsan hingga saat ini, Kevin Wu sudah seperti pengawal yang tidak dapat tidur karena harus selalu siap siaga melindungi keluarga Wu, demi melindungi keluarga Wu, dia mengetatkan penjagaan, bahkan pergerakan sekecil apapun harus dilaporkan kepadanya.


Walaupun Kevin Wu telah memberikan penjagaan ketat dan kuat kepada keluarga Wu, namun, dia tahu betul, bangunnya Steve Wu dari komalah yang dapat membuat anggota keluarga Wu merasa lega dan terlindungi. Namun, sampai saat ini Steve Wu masih belum menunjukan tanda-tanda membaik, walaupun dia telah memanggil dokter paling handal. Bangunnya Steve Wu dari koma semua tergantung takdirnya sendiri, dan tiada yang tahu kapan Steve Wu bangun dari komanya.


Pagi hari ini, Kevin Wu setelah berpikir panjang, pada akhirnya Kevin Wu memanggil anggota keluarga Wu untuk berkumpul di aula utama.


Kevin Wu duduk tegap di kursi utama, anggota keluarga Xia dan yang lainnya berdiri.


Kevin Wu menatap Angel Xia dengan dalam dan berkata kepada keluarga Xia: “Aku tahu kalian datang ke sini karena untuk melindungi diri dari bahaya, namun saat ini keluarga Wu sendiri dalam bahaya, dan sulit untuk melindungi diri sendiri, terlebih lagi Kevin Wu masih terbaring koma, jadi aku sarankan kalian untuk meninggalkan tempat ini saja.”


Mendengar kata Kevin Wu, anggota keluarga Xia diam, tidak ada yang berani membantah kata-kata Kevin Wu, kediaman keluarga Wu sudah tidak aman lagi, namun ini merupakan kediaman keluarga nomor satu di dunia, tinggal di sini membuat mereka merasa sedikit lebih aman, akan tetapi Kevin Wu sudah memberikan perintah, mereka tidak berani membantah.


Setelah terdiam sebentar, Angel Xia maju ke depan dan berkata kepada Kevin Wu: “Terima kasih kepada ayahmu yang telah mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan kami, aku berharap dia lekas sembuh.”


Angel Xia bersungguh-sungguh berterima kasih kepada Steve Wu, walaupun dia masih belum tahu mengapa Steve Wu rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya, tetapi kebaikan Steve Wu ini benar-benar melekat di hatinya.


Setelah berterima kasih, Angel Xia dan seluruh anggota keluarga Xia meninggalkan kediaman keluarga Wu.


Berjalan keluar dari kediaman keluarga Wu membuat mereka merasa ragu, jalan di hadapan mereka masih panjang, hati mereka merasa sengsara. Jika tidak dapat tinggal di kediaman keluarga Wu, maka di luar mereka juga tidak tahu di mana pijakan keluarga Xia yang dapat membuat mereka merasa aman.


Xiyuan merupakan kampung halaman mereka, tetapi mereka tidak dapat kembali ke sana, karena di sana merupakan markas perguruan Youming, jika mereka kembali ke sana, maka sudah dapat dipastikan perguruan Youming akan menargetkan mereka.


Selain Xiyuan mereka bisa pergi kemana lagi? Atau dimana kah mereka bisa bersembunyi?


Anggota keluarga Xia semua khawatir dan bingung.


Terlihat jelas ekspresi rumit di wajah Angel Xia, hatinya tidak tenang, dia benar-benar sebuah malapetaka dan pembawa bencana bagi keluarga Xia, tidak peduli dia bersembunyi atau lari dari pria sakit itu dan Hades, selalu menyebabkan keluarga Xia terombang-ambing. Walaupun Angel Xia tidak ingin melibatkan keluarga Xia dalam masalahnya, tetapi hubungan darah di antara mereka tidak bisa diputuskan, bukan dengan dia meninggalkan keluarga Xia dapat menyelamatkan keluarga Xia dari ancaman bahaya. Tidak ada yang tahu penjahat-penjahat itu dapat melakukan apa terhadap keluarga Xia.


Angel Xia menghadapi kebuntuan dalam masalah ini.


Pada saat ini, Rachel Xia terhadap Nyonya Besar bertanya: “Nenek, kita sekarang bisa pergi kemana?”


Nyonya Besar menarik napas dalam dan menghela dengan gelisah: “Aku juga tidak tahu.”


Setelah Nyonya Bebar berkata, tiba-tiba terdengar suara yang begitu dingin: “Kalian tetap saja tinggal di sini saja, di sini aman.”


Suara itu berasal dari seorang pria yang sedang berjalan menuju ke arah mereka.

__ADS_1


Dia adalah Dimas Wu.


__ADS_2