Menantu Bodoh

Menantu Bodoh
Bab 249 Si Pria Sakit Dipukul Hingga Melayang


__ADS_3

Ucapan Dimas Wu ini kembali memberikan efek yang mencengangkan.


Semua orang yang hadir pun terkejut.


Meski semuanya menyaksikan dengan mata kepala sendiri kekuatan Dimas Wu yang ternyata bisa mengalahkan Hades dengan santai dan memang membuat orang takjub, tetapi ini tidak berarti ia bisa bersaing dengan si pria sakit begitu saja!


Bagaimana kekuatan si pria sakit itu? Tentu saja ia merupakan God Master yang luar biasa hebat. Ia dan Hades The Great Grandmaster ini bukanlah berada di satu level yang sama. Dimas Wu boleh tidak memedulikan Hades, tetapi dengan ia memandang rendah si pria sakit ini, tentu saja akan timbul masalah besar.


Semua orang pun merasa kepercayaan diri Dimas Wu terlalu berlebihan. Ia sungguh tidak takut mati dan hanya berbekal nekat.


Si pria sakit yang mendengar ucapan Dimas Wu pun tersenyum mengejek. Ia melihat Dimas Wu dan berkata datar: “Tidak bisa dipungkiri, kamu memang adalah seorang yang hebat dan jenius. Di usia yang masih sangat muda ini, kamu sudah memiliki keahlian seperti ini. Hal ini membuktikan kemampuanmu memang tidak sama dengan orang-orang biasa lainnya. Tetapi, apakah kamu merasa hanya dengan ini kamu bisa mengalahkanku?”


Dengan raut wajah yang masih tetap sama, Dimas Wu menjawab tanpa ragu: “Tentu saja bisa.”


3 kata yang menunjukkan kepercayaan diri Dimas Wu yang tinggi. Ia seolah tidak menganggap God Master yang hebat seperti pria sakit ini sebagai lawan yang berat.


Semua penonton pun terbengong menatap Dimas Wu. Tidak ada yang tahu dari mana datangnya kepercayaan dirinya itu. Apakah ia benar-benar tidak tahu betapa hebatnya God Master atau terlalu meninggikan kemampuan dirinya?


Yang pasti, tidak ada yang beranggapan Dimas Wu bisa mengalahkan pria sakit. Semuanya juga hanya bisa kehabisan kata-kata menghadapi kepercayaan diri Dimas Wu ini.


Ekspresi pria sakit malah berubah menjadi lebih serius. Ia menatap dalam-dalam Dimas Wu sejenak, lalu bertanya pelan: “Apakah kamu yang mengatur pentagram pertahanan villa keluarga Wu?”


Hal ini bagi si pria sakit sangatlah penting. Saat ini, hal yang paling ia pedulikan adalah memastikan master pentagram pertahanan yang bersembunyi di kediaman keluarga Wu ini. Awalnya, dari lubuk hatinya ia merasa Dimas Wu agak sedikit tidak mungkin mengatur pertahanan seperti ini. Namun sekarang, melihat kepercayaan diri Dimas Wu ini di mana ia bahkan menganggap enteng dirinya yang merupakan God Master, si pria sakit itu pun mau tidak mau harus kembali menelaah Dimas Wu lebih seksama lagi. Dimas Wu bukanlah orang bodoh, keberaniannya yang menyombongkan diri di depannya itu membuktikan bahwa Dimas Wu mempunyai kemampuan yang hebat. Seberapa hebat kemampuannya itu, si pria sakit untuk sementara ini masih belum bisa mengira-ngira.


Dimas Wu kembali mendengar pertanyaan ini lagi, tetapi ia tidak langsung menepis seperti sebelumnya. Ia memberi jawaban yang mengambang kepada pria sakit itu dan berkata: “Kalau iya kenapa, kalau tidak kenapa?”


Mendengar hal itu, raut wajah pria sakit itu pun sontak berubah. Di matanya tersembunyi niat untuk membunuh. Ia melihat Dimas Wu dalam-dalam, lalu berkata dengan suara berat: “Kalau begitu, hari ini kamu harus musnah bersama dengan keluarga Wu.”

__ADS_1


Pria sakit itu tahu, jika pentagram pertahanan itu benar-benar bukan Dimas Wu yang mengatur, maka Dimas Wu pasti akan kembali menepis ucapannya. Namun, Dimas Wu tidak lagi menepisnya. Hal ini membuat si pria sakit sedikit yakin bahwa Dimas Wu adalah orang yang mengatur pertahanan tersebut. Kalau benar demikian, maka keberadaan Dimas Wu merupakan sebuah ancaman bagi si pria sakit. Ia tidak mungkin memberikan toleransi bagi orang yang sudah menjadi ancaman baginya untuk bisa bertahan hidup di dunia. Steve Wu akan ia musnahkan, Dimas Wu juga harus dilenyapkan hari ini. Ayah dan anak ini tidak akan dilepas seorang pun oleh si pria sakit.


Mendengar si pria sakit berkata seperti ini, Dimas Wu tetap tenang dan tidak panik. Ia membuka mulut perlahan, lalu berkata dengan dingin: “Aku tidak akan mati, keluarga Wu lebih tidak mungkin lagi musnah.”


Nada bicara Dimas Wu ini dari awal hingga akhir sangatlah menyeramkan. Ia seolah menganggap keberadaan dirinya ini seperti penyelamat dunia.


Pria sakit itu pun menganggukkan kepala, lalu berkata dingin: “Baik, tidak salah kamu memang anak Steve Wu. Sifatmu sungguh mirip dengan Steve Wu. Ayahmu rela mengorbankan nyawanya demi keluarga Wu, kamu ini juga berencana merelakan hidupmu demi keluarga Wu. Kalau begitu, hari ini kita berdua harus bertarung. Karena usiamu masih belia dan kualifikasi yang masih kurang, aku akan membiarkanmu menyerangku dengan satu jurus!”


Pria sakit merupakan God Master generasi pertama. Ia adalah penguasa dunia yang sangat kuat. Dengan status dan posisinya itu, tidak pantas didengar bahwa ia beradu dengan seorang junior. Ia juga mengacuhkan hal ini dan menyuruh Dimas Wu menyerangnya sekali dengan satu jurus lebih dulu.


Mendengar ucapan ini, Dimas Wu malah berkata dengan tegas: “Tidak perlu kamu mengalah.”


Pria sakit itu pun membuang napas pelan, lalu badannya ditegakkan sedikit dan berkata keras: “Tidak usah banyak omong kosong, keluarkan jurusmu!”


Tentu saja, pria sakit itu sudah bersiap-siap menerima pukulan Dimas Wu. Ia tidak akan membalas dan menghadangnya. Ia malah ingin melihat sampai tingkat mana kemampuan Dimas Wu.


Begitu selesai bicara, Dimas Wu pun bergerak. Ia seakan berubah seketika menjadi angin topan dan langsung bertiup menuju si pria sakit yang berdiri tak jauh dari tempatnya.


Semua orang pun hatinya berdegup kencang. Pupil mata mereka membesar, kedua mata mereka memancarkan sinar. Hampir semuanya memberikan respon yang sama, seketika berubah menjadi tegang. Meski tidak ada orang yang beranggapan bahwa Dimas Wu bisa mengalahkan si pria sakit ini, tetapi mereka juga ingin menyaksikan seberapa besar perbedaan pertarungan Dimas Wu dan God Master dengan kepercayaan diri Dimas Wu yang sangat tinggi itu.


Dalam sekejap mata, Dimas Wu telah sampai di hadapan pria sakit. Kemudian, di tengah tatapan semua orang, ia melayangkan satu pukulannya ke arah si pria sakit.


Tinju ini memiliki kekuatan bagaikan bisa merobohkan gunung dan menghancurkan batu, tetapi di kekuatan tinju ini tidak tampak ada energi sejati, bahkan reikinya saja bisa terbilang lemah.


Mata pria sakit itu di saat ini menampakkan ekspresi terkejut. Ia sengaja membiarkan Dimas Wu memberi penyerangan, salah satu maksudnya tentu saja untuk memeriksa kemampuan Dimas Wu. Ia menebak jika pentagram pertahanan keluarga Wu sungguh diatur oleh Dimas Wu, maka kemampuan Dimas Wu seharusnya sudah sampai pada tingkat God Master. Namun, si pria sakit benar-benar sama sekali tidak menyangka, menghadapi sebuah kesempatan emas dan langka ini, Dimas Wu ternyata hanya melayangkan sebuah pukulan yang begitu datar dan biasa saja.


Di saat pria sakit sedang keheranan dan terperangah, tinju Dimas Wu langsung menghantam bagian dada si pria sakit tanpa halangan.

__ADS_1


Bruukkk!


Sebuah suara yang keras berbunyi. Raut wajah pria sakit seketika berubah. Tubuhnya yang diam tak bergerak, hanya dalam sekejap terpental ke belakang.


Pria sakit yang merupakan God Master yang begitu kuat itu ditinju hingga melayang oleh Dimas Wu!


Sontak, semua orang tercengang. Otak mereka seketika terguncang. Semuanya bisa merasakan keterkejutan yang amat dalam. Adegan ini benar-benar terlalu sulit untuk dipercaya. Satu tinju Dimas Wu yang tidak ada energi sejati dan reiki ternyata bisa membuat God Master melayang. Bagaimana hal ini bisa membuat orang-orang percaya?


Tidak bisa dipercaya, benar-benar sulit dipercaya. Anggota keluarga Xia tercengang, anggota keluarga Wu tercengang, Four Heavenly King bersama dengan ribuan pasukan semuanya terperangah.


Hati semua orang diselimuti ombak ketakjuban.


Kevin Wu lebih kaget lagi hingga mati kutu. Ia tidak pernah mengerti kenapa Dimas Wu bisa mempunyai kepercayaan diri seperti itu. Ia dari awal hingga akhir juga tidak percaya bahwa Dimas Wu bisa beradu dengan si pria sakit. Di mata Kevin Wu, seberapa hebat Dimas Wu, ia juga tidak akan bisa mengalahkan si pria sakit. Jika bukan karena pria sakit mengalah, Dimas Wu pasti tidak akan memiliki kesempatan untuk menyerang. Namun siapa yang mengira Dimas Wu yang mendapatkan dan menggunakan kesempatan untuk melancarkan serangan ini bisa membuat pria sakit terbang dengan satu pukulan. Kenyataan ini benar-benar membuat Kevin Wu takjub. Ia sama sekali tidak tahu bagaimana sebenarnya Dimas Wu melakukannya. Bagaimana satu tinju yang hanya memiliki kekuatan biasa saja itu bisa memukul seorang God Master hingga terpental?


Four Heavenly King memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas, tetapi mereka juga benar-benar tidak sampai membayangkan adegan ini. Mereka tahu betul seberapa kuat pria sakit itu. Jika dipikir secara logika, meski menggunakan reiki yang begitu besar bagai raksasa, itu juga tidak akan bisa menggoyahkan si pria sakit sedikit saja. Namun, satu pukulan Dimas Wu yang paling sederhana itu malah bisa membuat si pria sakit melayang. Hal ini sama sekali tidak bisa dijelaskan dengan logika biasa, membuat Four Heavenly King semuanya kebingungan.


Wajah pria sakit itu sendiri juga menampakkan ekspresi keheranan yang sebelumnya tidak ada. Setelah ia dipukul hingga melayang, ia tidak jatuh tersungkur ke tanah, melainkan ia melompat di udara dan berdiri tegap di atas tanah.


Hanya saja, meski ia tidak terjatuh, tetapi dari tulang dadanya muncul sedikit rasa sakit. Ia dipukul hingga terluka. Luka ini baginya bukanlah apa-apa, tetapi keterkejutan yang diberikan Dimas Wu padanyalah yang lebih ia pedulikan. Sorot matanya menatap dalam-dalam Dimas Wu, lalu berkata dengan tidak percaya: “Bagaimana mungkin ini terjadi? Kekuatan fisikmu yang biasa saja itu bagaimana bisa melawan energi sejatiku?”


Tadi, saat Dimas Wu melancarkan tinjunya, pria sakit itu dengan kemampuannya mengeluarkan energi sejati untuk melindungi dirinya. Tentu saja, ia tidak mengeluarkan semua tenaganya. Namun, bagaimanapun juga, perisai energi sejati God Master seharusnya cukup untuk menahan semua kekuatan yang ganas. Kekuatan reiki sekalipun jika bertemu dengan energi sejati juga akan seperti telur yang bertumbur dengan batu, seketika langsung hancur berkeping-keping. Tetapi, Dimas Wu malah membuat suatu keajaiban. Ia hanya menggunakan tenaga biasa dan bisa menghancurkan perisai energi sejatinya. Hal ini benar-benar di luar nalar, membuat si pria sakit tidak bisa memahaminya. Semua ilmu yang dipelajarinya dan pengalaman yang didapatkannya tidak bisa membuatnya menemukan alasan dan penjelasan yang masuk akal.


Di saat ini, wibawa yang ada di tubuh Dimas Wu semakin pekat. Ia sangat percaya diri, seolah ia memiliki strategi dan keyakinan bisa mengalahkan pertarungan yang sengit ini. Ia membalas tatapan pria sakit yang tercengang, lalu menjelaskan dengan suara dingin: “Sampai pada saat kamu akan mati, kamu akan tahu bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Memangnya kenapa dengan kekuatan fisikku? Kekuatan biasa saja ini tidak lebih lemah dibanding kekuatan mana pun, bahkan jika mau membahas tentang potensi, kekuatan fisik inilah yang merupakan kekuatan yang benar-benar hebat.”


Pada saat mengucapkan kata-kata ini, Dimas Wu sangat tenang dan tidak gelisah. Ia tidak seperti pemuda yang memiliki kualifikasi rendah, malah sebaliknya ia seperti orang hebat yang sudah melewati banyak asam garam.


Setelah mendengarnya, aura mencekam dari pria sakit itu pun keluar. Wajahnya sangat dingin, ia menatap Dimas Wu dengan penuh amarah, lalu berkata dengan keras: “Anak kecil yang tak tahu apa-apa masih saja berani omong besar di hadapanku. Aku sudah membiarkanmu memukulku dengan satu jurus, sekarang aku akan membuatmu dan seluruh keluarga Wu musnah dari muka bumi ini!”

__ADS_1


__ADS_2