
Luna Leng telah mati.
Namun, pada saat Luna Leng terbunuh, tubuhnya langsung berubah menjadi kehampaan dan benar-benar menghilang di depan mata Dimas Wu.
Sama seperti monster bertanduk empat yang muncul sebelumnya, Luna Leng menghilang tanpa menyisakan apapun.
Ekspresi Dimas Wu tiba-tiba berubah. Dia baru menyadari bahwa Luna Leng itu bukanlah Luna Leng sendiri, melainkan tokoh dalam ilusi saja. Semua itu hanyalah ilusi belaka, seperti halnya dunia es dan salju yang dia tinggali saat ini, serta monster bertanduk empat itu.
Dia masih belum bisa keluar dari dunia ilusi ini, dan Luna Leng juga belum mati. Akhir ini merupakan pukulan besar bagi Dimas Wu, dan ekspresinya pun menjadi sangat serius.
Boom, boom!
Tepat pada saat Dimas Wu termenung, gua es itu tiba-tiba bergetar dengan hebat.
Semua untaian es yang menggantung terbalik itu seperti pedang tajam yang jatuh dengan brutal.
Dimas Wu tiba-tiba tersadar, dan tanpa menunda waktu, dia pun langsung berlari ke luar dari gua es itu.
Tidak berapa lama, Dimas Wu pun keluar dari gua es, tetapi begitu dia keluar dari gua es, kakinya tiba-tiba tidak menginjak apa pun, tubuhnya seketika kehilangan keseimbangan, dan dunia di depannya menjadi gelap gulita.
Selama terjatuh, Dimas Wu telah lepas dari dunia es dan salju, dan rasa dingin di tubuhnya juga menghilang. Namun, dia seperti jatuh ke tungku api dari gua es, dan gelombang panas pun tiba-tiba melonjak di sekitarnya. Hawa panas itu seperti bisa melelehkan orang, temperaturnya sangat tinggi, bahkan jauh melebihi temperatur di tungku api.
Tubuh Dimas Wu menjadi sangat panas hingga tak tertahankan. Dalam sekejap mata, dia pun menetap di dunia merah yang menyilaukan. Setelah melihat sekeliling, seluruh tanah datar berwarna merah darah, bahkan langit dan udara juga berwarna merah, dan mata Dimas Wu pun terlihat menjadi merah.
Mata Dimas Wu sakit karena sengatan merah yang menyilaukan itu. Setelah beberapa saat, dia akhirnya terbiasa dengan warna merah yang menyilaukan itu. Kemudian, dia melihat ada sungai di depannya, tetapi bukan air yang mengalir di dalamnya, melainkan magma yang menyala dengan temperatur yang super tinggi seperti baja cair yang baru dipanggang, warnanya merah menyilaukan dan terus menggelembung. Seluruh sungai lava itu seperti mendidih sepanjang waktu dengan mengeluarkan uap yang sangat panas hingga membuat kelompok-kelompok api samar-samar muncul di udara di dalamnya, dan membakar dengan sangat panas dan merajalela.
Tempat itu benar-benar seperti neraka tingkat delapan belas.
Dimas Wu tahu bahwa ini adalah dunia lain yang diciptakan oleh Luna Leng.
Dunia es dan salju sebelumnya telah membuat Dimas Wu menderita banyak kesulitan, dan sekarang dunia panas ini membuat Dimas Wu sangat tidak nyaman. Seluruh tubuhnya seperti terbakar dan juga seperti akan meleleh, dan suhu panasnya tidak dapat dijelaskan.
Dimas Wu berusaha sekuat tenaga untuk bertahan agar tidak pingsan karena panas. Dia berusaha sebisa mungkin untuk tidak memikirkan sensasi sakit dan terbakar itu, dan berkonsentrasi mengamati sekelilingnya.
Setelah mengamati sejenak, dia berusaha untuk melangkah maju dan berjalan dengan hati-hati.
Namun, begitu kakinya melangkah, sebuah bayangan merah tiba-tiba loncat dari sungai lava dan menerkam ke arah Dimas Wu.
Dimas Wu terkejut, dan begitu dia melihat lebih dekat, dia menyadari bahwa bayangan itu sebenarnya adalah monster buas yang terbuat dari magma. Ukurannya sangat besar, dan magma di tubuhnya masih menggelembung, dan monster itu terlihat sangat menakutkan.
Dimas Wu yakin jika dirinya disentuh oleh monster magma itu, maka tubuhnya pasti akan langsung terbakar.
Dia tidak berani ceroboh. Karena itu, dia segera menghimpun tenaganya, mengepalkan tinjunya dan melancarkan serangan.
Begitu pukulan itu keluar, kekuatan petir yang menakjubkan seketika menyambar keluar dan langsung mengenai monster magma itu.
Monster magma itu terlihat ganas dan juga menakutkan, tetapi ketika terkena kekuatan petir Dimas Wu, dia tetap tidak tahan, dan langsung kembali ke sungai lava bersatu dengan lava lainnya. Dengan kata lain, monster itu kembali ke tempat aslinya.
__ADS_1
Dimas Wu menghela napas lega setelah dia menjatuhkannya kembali ke bentuk aslinya dengan satu pukulannya.
Namun, sebelum napasnya selesai dihela, sungai lava tiba-tiba mendidih lagi, dan empat bayangan merah menyala keluar dari sungai dan naik ke langit.
Empat bayangan itu lagi-lagi adalah monster magma yang menakutkan. Mereka melompat ke udara dan menyerang Dimas Wu secara bersamaan.
Dimas Wu sekali lagi terkejut. Tanpa pikir panjang, dia pun mengepalkan kedua tangannya secara bersamaan dan melancarkan serangannya.
Dia melancarkan empat gelombang kekuatan petir dengan tergesa-gesa dan menyerang masing-masing dari empat monster magma itu.
Duar duar duar duar!
Empat gelombang kekuatan petir itu langsung menghantam keempat monster magma itu. Kemudian, keempat monster magma itu terserang dan jatuh kembali ke sungai lava itu.
Namun, tidak berapa lama setelah mereka kembali ke sungai lava, lava di sungai itu mendidih dengan hebat sekali lagi, dan kemudian banyak bayangan merah yang naik ke langit.
Kali ini, belasan monster magma keluar dari sungai itu. Magma di tubuh mereka masih menggelembung dengan temperatur yang luar biasa tinggi, dan kekuatan mereka pun sangat besar.
Tidak peduli seberapa kuat dan istimewanya tubuh Dimas Wu, tubuhnya juga hanyalah tubuh fana. Begitu dia dikepung oleh monster magma itu, dia harus berketerampilan tinggi, dan juga berkemungkinan besar tersentuh oleh magma itu. Begitu dia tertelan oleh magma itu, dia benar-benar akan dalam berbahaya. Bahkan mungkin sebelum dia menggunakan teknik pemulihan untuk menyembuhkan tubuhnya, jiwa paling dasarnya akan musnah, dan dia akan mati sepenuhnya di dunia magma ilusi itu.
Oleh karena itu, ketika melihat begitu banyak monster buas yang datang menyerangnya secara berasamaan, Dimas Wu langsung melancarkan kekuatan petir dengan kecepatan tertinggi dan terus-menerus mengebom mereka. Pada saat yang bersamaan, dia juga tidak lupa untuk menjaga jarak dengan mereka agar tidak mendekatinya.
Semua monster yang terkena serangan Dimas Wu langsung jatuh kembali ke sungai lava. Dimas Wu seperti hero yang meningkatkan levelnya dan mengalahkan monster itu satu per satu dengan kecepatan yang tinggi. Awalnya, Dimas Wu masih bisa menghadapi mereka, tetapi seiring berjalannya waktu, Dimas Wu semakin kewalahan, dan situasi pun menjadi semakin berbahaya, karena monster buas dari sungai lava itu tidak ada habisnya.
Setelah Dimas Wu menjatuhkan sekelompok mosnter, semakin banyak monster magma lainnya yang muncul, dan Dimas Wu hanya bisa bertarung tanpa henti. Kekuatan fisiknya terkuras dengan cepat, dan dia sudah sangat kelelahan. Dia tahu jika kekuatannya terus-menerus terkuras seperti itu, cepat atau lambat dia tidak akan bisa bertahan, dan dia akan ditelan dan dimusnahkan oleh magma itu.
Dimas Wu berteriak dengan keras. Dia tidak lagi mengeluarkan serangan berturut-turut dengan kewalahan, melainkan langsung menggunakan kekuatan petirnya untuk membersihkan seluruh monster magma yang tak ada habisnya itu.
Gelegar!
Begitu pukulannya keluar, suara petir pun meledak dengan keras, dan kilat yang menyilaukan itu bersinar di langit. Kekuatan petir yang tak terhitung jumlahnya itu muncul di dunia yang merah dalam sekejap, dan langsung menyambar monster magma yang ganas itu.
Bzztt bzztt bzztt!
Satu demi satu dari monster magma itu terkena serangan Dimas Wu dan jatuh kembali ke sungai lava itu.
Dalam sekejap, semua monster magma itu kembali ke sungai lava.
Tempat itu pun kembali menjadi tenang.
Dimas Wu akhirnya mendapatkan kesempatan untuk bernapas.
Boom!
Namun, ketika Dimas Wu baru saja menarik napas, tiba-tiba seluruh dunia bergetar. Sungai lava itu terus mendidih dan seperti akan meletus, seakan-akan sebuah tornado yang muncul di lautan yang luas. Gelombang lava yang menderu itu mengangkat gelombang puluhan meter dan menghantam ke arah Dimas Wu.
Dimas Wu merasa ngeri dan langsung mengerahkan kekuatannya untuk melesat ke atas langit.
__ADS_1
Graaoooorrr!
Tiba-tiba, terdengar suara raungan monster yang mengguncang langit, dan monster yang lebih dari sepuluh meter seketika keluar dari gelombang lava yang sangat besar itu. Monster itu berbentuk seperti ular, berkepala seperti manusia dan memiliki sayap, tetapi mulutnya sangat runcing dan panjang, dan monster itu terlihat sangat menakutkan.
Setelah melihat itu, perasaan putus asa tiba-tiba muncul di dalam hati Dimas Wu. Monster besar itu seperti magma pterosaurus (kadal bersayap)!
Groaarr!
Pada saat Dimas Wu terkejut, magma pterosaurus itu meraung. Dengan diselimuti gelombang magma yang tak berujung, monster itu pun melahap ke arah Dimas Wu.
Dimas Wu sedang berada di udara, tetapi magma pterosaurus itu juga sama tinggi dengan dirinya. Karena itu, Dimas Wu yang sedang berada di udara segera mundur dan melarikan diri.
Pterosaurus itu mengejarnya, dan bahkan selama proses pengejaran, monster itu membuka mulutnya, menyemburkan kolom gas magma merah yang membawa aura penghancur, dan menyerang Dimas Wu dengan kecepatan yang lebih cepat.
Dimas Wu merasakan krisis dan segera mengelak untuk menghindari kolom gas magma yang kuat itu, lalu dia terus terbang kabur dengan cepat.
Pterosaurus mengepakkan sayapnya untuk menambah kecepatannya dan menyerang Dimas Wu dengan ganas.
Kecepatan Dimas Wu tidak secepat Pterosaurus yang besar itu, dan dia tahu dirinya akan segera terkejar. Karena itu, dia tidak kabur lagi dan berbalik menghadapi magma pterosaurus yang terbang datang menyerang itu.
“Jurus ketiga Thunder Punch yang tak tertandingi di dunia!” teriak Dimas Wu.
Dimas Wu berteriak dan langsung meninju ke arah magma Pterosaurus yang mendatanginya itu tanpa ragu-ragu.
Gelegar!
Begitu tinjunya keluar, kekuatan petir yang ganas pun juga keluar, dan kilatan petir yang tak terhitung jumlahnya bersinar di tempat yang merah itu. Kekuatan petir yang tak terhitung jumlahnya itu bersatu menjadi kekuatan petir yang besar dan kuat dalam sekejap. Itu adalah kekuatan tak tertandingi di dunia dengan mengandung aura paling menakutkan yang menyerupai gunung raksasa petir dan menyerang ke arah magma Pterosaurus itu.
Groaarrrr!
Magma Pterosaurus itu membuka mulutnya dan meraung dengan keras. Sayapnya mengepakkan gelombang yang kuat. Kekuatannya tak terhentikan dan langsung menghantam gunung raksasa petir Dimas Wu.
Boom!
Magma Pterosaurus saling menghantam dengan kekuatan petir Dimas Wu, dan mengeluarkan suara yang bergema di langit. Tempat yang besar itu langsung berguncang dengan hebat, dan warna merah tak terbatas itu mulai bergoyang. Sungai lava di bawah pun melonjak dengan liar, seakan-akan seluruh langit akan runtuh.
Groaaarrrr!
Pada detik berikutnya, magma Pterosaurus yang besar itu tiba-tiba mundur, menerobos udara, dan akhirnya jatuh ke sungai lava yang mendidih.
Gunung raksasa petir Dimas Wu terkena dampak Pterosaurus dan runtuh. Sisa kekuatan itu menghantam Dimas Wu, membuatnya langsung muntah darah, dan tubuhnya pun seketika jatuh dari udara.
Dia juga terjatuh ke dalam sungai lava itu.
Rasa sakit seperti terbakar api yang berkobar seketika menyerang Dimas Wu.
Gelombang demi gelombang yang besar dari magma itu menelan Dimas Wu sepenuhnya.
__ADS_1