
Begitu bayangan merah itu keluar, samar-samar seperti terdengar suara nyanyian naga di udara. Kemudian, terlihat bayangan merah pekat yang seketika berubah menjadi seekor dewa naga ganas yang menelan dengan brutal ke arah Dimas Wu.
Orang-orang di sekitar yang menyaksikan adegan menahan napas, dan tidak ada yang mampu untuk menyelamatkan Dimas Wu. Jika Dimas Wu tidak menyelamatkan dirinya sendiri, maka dia pasti akan mati kali ini.
Suasana di tempat itu seketika menjadi sangat menegangkan.
Boom!
Dewa naga merah yang ganas itu seketika menghantam ke bawah dan mengeluarkan suara ledakan yang sangat keras.
Tempat di mana Dimas Wu terbaring seketika menjadi lubang yang besar, tetapi Dimas Wu yang terluka parah dan lemah itu telah menghilang, dan serangan itu tidak mengenainya.
Dimas Wu berhasil menghindari serangan mematikan dari Sesepuh utama.
Setelah melihat itu, semua orang seketika menghela napas lega, dan hati mereka yang tegang pun seketika menjadi lega. Tidak peduli bagaimanapun, Dimas Wu masih memiliki kemampuan untuk melarikan diri, dan mereka semua masih memiliki harapan.
Pada saat hidupnya terancam, Dimas Wu berhasil lolos dari malapetaka itu dengan menggunakan Quick shifting.
Semua orang melihat Dimas Wu berdiri sekitar sepuluh meter jauh dari Sesepuh utama. Tidak hanya tidak mati, tetapi dia juga kembali berdiri lagi.
Cahaya harapan di hati semua orang pun kembali cerah.
Begitu serangan Sesepuh utama gagal, kulit wajahnya yang tua itu bergetar beberapa kali. Dia berbalik menatap Dimas Wu dengan tatapan yang memancarkan kedinginan, dan ekspresi terkejut melintas di dasar matanya. Dia sedikit membuka mulutnya dan berkata dengan suram, “Kamu bahkan masih bisa berdiri?”
Blood God Slash Sesepuh utama merupakan seni bela diri dewa yang sangat kuat, dan kepala naga merah yang terakhir itu bahkan lebih kuat lagi. Meskipun Dimas Wu tidak mati setelah diserang oleh kepala naga merah, tetapi dia seharusnya juga sudah kehilangan setengah hidupnya. Namun, Sesepuh utama tidak menyangka bahwa Dimas Wu bahkan masih bisa menggunakan Quick shifting dalam situasi seperti itu dan kembali berdiri. Betapa mengerikannya tubuh orang itu!
Dimas Wu memandang Sesepuh utama dengan wajah tanpa ekspresi, dan berkata dengan serius, “Tidak mudah untukmu membunuhku.”
Dimas Wu yang tadinya terbaring di tanah jelas telah terluka dan setengah mati, tetapi pada saat ini, keadaannya benar-benar berbeda. Tubuhnya berdiri dengan tegap, dan seluruh tubuhnya mengeluarkan aura pembunuh yang mengerikan. Tatapan matanya penuh dengan kedingingan yang tak ada habisnya, dan auranya pun seketika meningkat dengan tajam.
Hatinya penuh dengan niat bertarung yang melonjak. Dia sudah terlalu lama bertarung dengan Sesepuh utama dan itu menyebabkannya menghabiskan terlalu banyak waktu untuk transformasi iblisnya. Energi inti dari tubuhnya telah terkuras terlalu banyak, dan jika dia menundanya lagi, tanpa perlu serangan dari Sesepuh utama pun, dia sendiri akan mati tanpa bertarung karena menghabiskan terlalu banyak energi intinya itu.
Oleh karena itu, dia harus cepat dan melakukan serangan terakhirnya.
Ketika aura seluruh tubuhnya meningkat hingga puncaknya, dia lalu mengambil langkah besar ke depan, menginjak tanah, dan bumi pun seketika bergetar. Udara di sekitarnya meledak karena auranya yang terlalu kuat. Otot tubuhnya membengkak, pakaiannya semua sobek, dan menjadi potongan-potongan kain yang terbang jatuh ke tanah.
Semua orang melihat dengan jelas bahwa kulit Dimas Wu merah seperti api, matanya yang semerah darah itu menunjuk kebrutalannya, dan itu membuatnya terlihat seperti dewa iblis kuno yang mendaki keluar dari neraka. Sosoknya sekarang benar-benar sangat menakutkan.
Dimas Wu telah memasuki kondisi puncak transformasi iblisnya.
Kondisi puncak transformasi iblis merupakan kondisi tertinggi yang dapat ditahan oleh tubuh manusia. Pada saat ini, tubuh dan kekuatan manusia itu telah mencapai puncak kekuatan tertingginya, dan bahkan telah memasuki kondisi yang tidak sadarkan diri. Dia tidak akan bisa merasakan sakit, kegembiraan, amarah, dan kesedihan, dan hanya bertarung untuk bertarung.
Terlihat dengan jelas bahwa kondisi puncak itu bisa membuat seseorang menjadi yang terkuat. Tetapi pada saat yang bersamaan, kondisi itu juga akan mendorongmu ke jurang kematian. Jika kamu sedikit saja tidak bisa mengendalikannya dengan benar, tubuhmu akan meledak dan kamu akan mati.
Dimas Wu telah menggunakan nyawanya untuk bertarung.
Suasana hati orang yang menyaksikan pertarungan itu menjadi sangat rumit dalam sekejap. Mereka semua merasa Dimas Wu telah menjadi lebih kuat dan super kuat, dan itu merupakan hal yang baik. Tetapi, kondisi Dimas Wu itu membuat mereka khawatir. Dia benar-benar menguji kesabaran dewa kematian, dan hidupnya dapat diambil oleh dewa kematian kapan saja.
__ADS_1
Steve Wu dan Bella Tang sangat gugup hingga tidak berani bernapas, keduanya sangat tegang dan terus menatap Dimas Wu. Mereka hanya berharap kondisi Dimas Wu yang seperti itu bisa segera berakhir, dan mereka juga berharap agar Dimas Wu bisa mengalahkan Sesepuh utama dalam waktu yang singkat, dan kemudian kembali ke keadaan semula.
Dalam menghadapi Dimas Wu yang gila, Sesepuh utama menyipitkan matanya dan berkata dengan sinis, “Kamu benar-benar cari mati.”
Sesepuh utama sama sekali tidak takut dengan kondisi puncak transformasi iblis Dimas Wu, dan nada bicaranya pun masih penuh dengan penghinaan. Jalan pintas Dimas Wu menuju kematian hanya akan membuatnya lebih cepat mati, dan Sesepuh utama sepertinya telah memprediksi bahwa akhir dari pertarungan ini akan diakhiri dengan Dimas Wu yang meledak dan mati.
Mata Dimas Wu memerah, dan dia berkata dengan sinis, “Sudah waktunya untuk mengakhiri ini, sekarang aku akan mengantarmu ke jalan kematian!”
Setelah mengatakan itu, Dimas Wu mengambil satu langkah lagi ke depan.
Boom!
Seluruh villa seperti terguncang hebat karena injakan kaki Dimas Wu, dan ledakan bergejolak di udara itu menyebabkan tanah dan debu beterbangan penuh di langit.
Sesepuh utama sedikit tercengang, kemudian dia mendengus dengan sinis dan berkata dengan murka, “Cih, bocah sombong, yang harus pergi ke jalan kematian adalah kamu.”
Begitu Sesepuh utama selesai mengatakan itu, Dimas Wu berubah menjadi kilatan petir yang berlari ke arah Sesepuh utama. Kecepatannya hampir mencapai puncaknya, seolah-olah dia telah melebur dalam udara yang tak berujung dalam sekejap. Sosoknya yang kadang terlihat dan menghilang itu sangat sulit dibedakan dengan mata telanjang. Dia juga seperti telah berubah menjadi ribuan bayangan yang melintas dari segala arah, dan membuat orang yang melihatnya menjadi bingung dan tidak bisa memprediksinya.
Setelah melihat itu, ekspresi Sesepuh utama tiba-tiba berubah. Tanpa ragu-ragu, dia segera bergerak dengan cepat untuk bertarung melawan Dimas Wu.
Sesepuh utama tentu saja juga menyadari bahwa Dimas Wu yang sekarang menjadi jauh lebih kuat, tetapi dia masih penuh dengan kepercayaan diri. Sosok Dimas Wu memang cepat dan aneh, tetapi dia juga tidak bisa lolos dari mata jeli Sesepuh utama. Dalam beberapa saat, dia telah menangkap sosok Dimas Wu dan berinisiatif untuk membunuhnya.
Dimas Wu memegang Blood Dragon Knife dan juga berada dalam kondisi puncak transformasi iblis. Kekuatannya telah mencapai level tertinggi, dia dengan mudah menghindari serangan dari Sesepuh utama, dan pada saat yang sama juga melancarkan serangan mematikan bertubi-tubi terhadap Sesepuh utama.
Sesepuh utama memiliki tongkat kepala naga di tangannya, dan kekuatannya juga tak tertandingi. Dia dengan cepat menahan serangan mematikan bertubi-tubi dari Dimas Wu, dan mengeluarkan aura dahsyat yang bisa membunuh ratusan orang.
Pertarungan sengit antara keduanya baru saja dimulai dan langsung mencapai *******.
Semua orang yang menyaksikan pertarungan itu mundur dengan cepat dan mencoba menghindari aura yang merajarela itu, tetapi tidak peduli seberapa jauh mereka berdiri, mereka masih merasa sesak, karena akibat dari pertarungan antara keduanya yang terlalu hebat dan memberikan rasa tekanan yang dalam.
Setiap orang mengatupkan bibir mereka dengan erat, menahan napas, dan menyaksikan pertarungan terakhir yang menegangkan itu dengan gugup.
Kali ini pasti akan menjadi pertarungan terakhir.
Pemenang dari pertarungan ini akan segera diketahui.
Dimas Wu dan Sesepuh utama berada dalam pertarungan sengit. Keduanya memiliki kekuatan yang dahsyat, dan mereka seperti dua binatang purba yang sangat ganas.
Boom boom boom!
Terdengar suara ledakan yang tak henti sepanjang pertarungan itu, dan energi sejati yang menderu itu hampir meledakkan langit.
Kondisi puncak transformasi iblis Dimas Wu benar-benar telah menggila sampai ke tahap yang mengerikan. Serangannya sangat sengit dan kejam, dan dalam kebrutalannya itu terasa bahwa tubuh merahnya akan meledak kapan saja.
Meskipun Sesepuh utama tidak terkalahkan, tetapi dia berada dalam kondisi normal. Dalam menghadapi serangan gila Dimas Wu, dia pun menjadi kacau-balau. Dia sama sekali tidak bisa menemukan kesempatan untuk menyerang balik, dan hanya terus menahan serangan Dimas Wu secara membabi buta.
Pada awalnya, dia bisa melawan serangannya dengan lancar dan tidak membiarkan dirinya jatuh ke posisi yang tidak menguntungkan, tetapi ritme Sesepuh utama menjadi semakin kacau secara perlahan, dan dia bahkan seperti melawan dengan sembarangan.
__ADS_1
Sesepuh utama yang selalu percaya diri seketika merasakan kepanikan dan kengerian di hatinya.
“Arrgghhh!” teriak Dimas Wu.
Tepat saat ritme Sesepuh utama menjadi kacau, Dimas Wu tiba-tiba mengeluarkan suara raungan seperti auman harimau, dan dengan aura yang sangat ganas dan kejam, dia tiba-tiba terbang ke atas langit.
Ketika terbang ke atas langit, auranya juga berangsur-angsur meningkat, dan bahkan tubuhnya seperti menjadi semakin besar secara bertahap. Ketika sampai di atas, dia seperti telah menjadi raksasa.
Sesepuh utama hanya merasa ditutupi oleh bayangan yang sangat besar, hatinya tiba-tiba bergetar, dan dia pun merasakan aura yang sangat berbahaya. Sebelum Dimas Wu melancarkan serangannya, dia segera memegang erat kepala naga dengan tangan kirinya yang terluka, kemudian dia menggunakan tenaganya untuk membuat darah dari lukanya menyembur keluar dan memasukkannya ke dalam kepala naga.
Kemudian, dia mengacungkan seluruh tongkat kepala naga ke atas.
Dalam sekejap, tongkat kepala naga yang diselimuti dengan energi sejati dan kekuatan penghancur dari Sesepuh utama melambung ke langit, dan langsung mengenai Dimas Wu yang ada di atas udara.
Kepala naga dari tongkat itu tiba-tiba memerah, dan itu adalah kepala naga darah asli dengan kekuatan Blood God Slash yang menyerang ke arah Dimas Wu.
Dimas Wu yang berada dalam kondisi transformasi iblis seakan-akan tidak menyadari tongkat kepala naga itu, dan tidak ada kecenderungan untuk melawannya sama sekali.
Dia tidak melakukan apapun sampai tongkat kepala naga itu mengenai dadanya. Lima jari tangan kirinya menjadi cakar dan meraih kepala naga dari tongkat kepala naga itu.
Groaarrr!
Raungan naga yang menyakitkan bergema di langit, dan getaran raungan itu menguncang seluruh dunia.
Cakaran itu adalah serangan terkuat dari transformasi iblis Dimas Wu, dan dengan satu cakaran itu, semuanya akan rusak.
Pada detik berikutnya, tongkat kepala naga yang sangat ajaib itu meledak dan berubah menjadi bubuk.
Setelah melihat itu, Sesepuh utama seketika terbelalak, dan matanya penuh dengan ketakutan.
“Kamulah yang cari mati!” teriak Dimas Wu.
Setelah menghancurkan tongkat kepala naga, Dimas Wu berteriak dengan ganas lagi. Kemudian, dia mengangkat Blood Dragon Knife dan menebas ke arah Sesepuh utama.
Tebasan gila itu tidak pernah terjadi sebelumnya!
Sesepuh utama sangat ketakutan. Tanpa mempunyai waktu untuk berpikir, dia segera mendesak keluar energi sejatinya untuk membentuk sebuah perisai energi sejati yang besar, dan membungkus seluruh tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kakinya dengan perisai itu. Namun, dalam menghadapi kekuatan brutal yang ada di depannya, pertahanan Sesepuh Utama terlihat sangat lemah.
Boom!
Terdengar getaran suara yang keras, dan kekuatan mengerikan dari Blood Dragon Knife Dimas Wu membelah perisai energi sejati Sesepuh utama, dan langsung mengenai tubuh Sesepuh utama.
Brukkkk,,,,!!!
Sesepuh utama terjatuh ke belakang dan terbanting ke tanah dengan keras.
Seluruh tubuh Sesepuh utama yang berlumuran darah seperti genangan lumpur yang tertanam di tanah.
__ADS_1
Matanya masih tetap terbelalak, tetapi napasnya sudah hilang.
Sesepuh utama telah mati.