
Walaupun Bella Tang baru saja kembali kepada keluarga Tang, namun dia sudah dapat mempelajari dan memahami segala aturan yang ada di keluarga Tang. Dia tahu betul kekejaman kompetisi pemuda. Saudara laki-laki yang tidak pernah dia temui meninggal dalam kompetisi yang kejam ini. Oleh karena itu, Bella Tang sekarang sangat marah. Dia mengira ayahnya mendorong Dimas Wu ke dalam lubang api.
Mengetahui kekhawatiran dan kemarahan Bella Tang, ekspresi Zander Tang berubah dan bertanya dengan serius: “Sebelum kompetisi dimulai, aku akan mengajari Dimas Wu jurus rahasia keluarga Tang, dia memiliki dasar yang baik dan dia pasti akan memenangkan kompetisi itu.”
Zander Tang tahu betul bahwa Dimas Wu adalah seorang jenius, Kekuatan fisiknya sangat luar biasa, dia memiliki tulang dan otot yang paling menakjubkan, memiliki kemampuan pemahaman yang luar biasa, dan merupakan seorang yang sangat ahli dalam seni bela diri, dia akan mengajarkan jurus rahasia keluarga Tang dan membiarkannya masuk ke dalam keluarga Tang. Dia percaya, selama dia bersungguh-sungguh membimbing dan mengajari Dimas Wu, maka Dimas Wu akan memiliki prestasi yang luar biasa. Dia ingin Dimas Wu memenangkan kompetisi pemuda ini dan memenangkan kembali kepercayaan keluarga Tang kepadanya.
Bella Tang mendengar itu, langsung mengerutkan keningnya dan berkata: “Tetapi, mau bagaimana pun tetap saja akan ada bahaya yang mengancam!”
Sehebat apapun Dimas Wu, tetap saja masih ada orang yang lebih hebat darinya, seperti pepatah mengatakan “Di atas langit, masih ada langit.” Saat ini yang paling diperlukan oleh keluarga Tang adalah sosok kuat, karena, begitu Dimas Wu berhadapan dengan seseorang yang lebih kuat darinya, kemungkinan besar dia akan mati di tempat. Bella Tang tahu bahwa masuknya Dimas Wu ke dalam keluarga Tang bukanlah yang diinginkannya. Sekarang Zander Tang ingin sepenuhnya mengendalikan takdir Dimas Wu. Dimas Wu pasti akan lebih tidak rela. Bella Tang tidak ingin Dimas Wu dianiaya. Dia tidak ingin Dimas Wu menghadapi bahaya besar.
Zander Tang mendengar kata-kata Bella Tang, matanya menyiratkan sebuah kemarahan, dia berkata dengan serius pada Bella Tang: "Sebagai anggota keluarga Tang, pasti ada resiko yang akan dihadapi? Apakah kamu ingin dia menjadi bunga di rumah kaca selama sisa hidupnya?"
Ketika Zander Tang marah, Bella Tang secara alami merasa takut, dia mengerucutkan bibirnya dan masih ingin berdebat dengan Zander Tang lagi, tetapi dia tidak tahu harus mulai berdebat dari mana.
Pada saat ini, Dimas Wu datang dan dia menepuk-nepuk pundak Bella Tang, dan berbicara dengan santai: “Tidak apa-apa, ini hanya sebuah kompetisi pemuda saja, aku juga bisa bergabung, kan?”
Dimas Wu bisa merasakan perhatian tulus dari Bella Tang, dia juga ingat semalam Bella Tang berjanji akan menemaninya di masa sulit dan senang. Akan tetapi, dia tidak mungkin hanya berlindung di bawah ketiak Bella Tang, dia juga akan melakukan beberapa hal yang harus dilakukannya. Selain itu, mengikuti kompetisi pemuda bukanlah hal yang sulit bagi Dimas Wu. Dia tidak hanya bisa meningkatkan kekuatannya, dia juga dapat melihat seberapa kuat anak muda dari keluarga Tang yang mengikuti kompetisi ini, dan juga mengukur seberapa kuat kekuatan keluarga Tang.
Bella Tang yang mendengar ucapan Dimas Wu, dia mulai merasa gelisah, dia tahu bahwa Dimas Wu saat ini sedang menghibur dirinya, dia sangat tersentuh dan juga semakin khawatir, dia menatap Dimas Wu dalam dan berkata: “Namun, aku mengkhawatirkanmu......”
Sebelum Bella Tang menyelesaikan ucapannya, Dimas Wu terlebih dahulu memotong ucapannya dan berkata: “Kamu jangan khawatir, aku tidak akan membuat diriku terluka.”
Terdapat sebuah keyakinan dalam nada bicara Dimas Wu, keyakinan ini membuat Bella Tang tidak begitu gelisah lagi, pada akhirnya dia tidak berbicara lagi, dia hanya mengangguk saja.
Zander Tang melihat keberanian dan kepercayaan diri Dimas Wu, dia pun memberi peringatan kepada Dimas Wu: “Walaupun hari ini kamu berhasil mengalahkan Sonny Tang, tetapi kamu juga jangan sombong, karena dia belum menggunakan seluruh kekuatannya.”
Tidak ada anggota keluarga Tang yang boleh diremehkan, Dimas Wu sendiri masih belum banyak tahu tentang keluarga Tang, maka dari itu Zander Tang harus mengingatkannya untuk tidak meremehkan keluarga Tang.
Dimas Wu dengan serius menjawab: “Aku tahu.”
Zander Tang kemudian berkata dengan serius: “Saat pertama kamu datang ke keluarga Tang, kamu masih belum memahami keluarga Tang, dan jangan meremehkan musuhmu di kompetisi pemuda, yang berpartisipasi dalam kompetisi ini hampir semua sudah berada dalam level menengah, nanti kamu akan berhadapan dengan petarung handal, dan lebih hebat lagi, beberapa hari ini aku akan mengejarimu beberapa jurus, kamu harus berlatih keras, aku berharap kamu bisa menang dalam kompetisi pemuda ini.”
Mengingat kemampuan dan bakat Dimas Wu, Zander Tang akan melatih Dimas Wu lebih keras, kekuatannya pasti akan meningkat pesat, Zander Tang menyimpan sebuah harapan, dia berharap Dimas Wu bisa menjadi seseorang yang cemerlang dan membuatnya bangga.
__ADS_1
Setelah mendengar ucapan Zander Tang, Dimas Wu terdiam sejenak berpikir, kemudian, dia dengan ekspresi serius menatap Zander Tang dan berkata: “Aku bisa ikut kompetisi pemuda, aku akan melakukan yang terbaik. Namun dulu kamu pernah berjanji akan melepaskan ayahku, dan bagaimana dengan orang-orang yang lain?”
Dimas Wu bersedia menjadi anggota keluarga Tang dengan beberapa syarat, yaitu ayahnya tetap sehat dan keluarga Wu dalam keadaan aman. Sekarang setelah pernikahannya selesai, Dimas Wu ingin Zander Tang memenuhi janjinya secepat mungkin, dia ingin melihat keadaan ayahnya.
Zander Tang mendengar itu, dia pun menatap Dimas Wu dalam dan berkata: “Jangan khawatir, aku sudah berjanji akan melepaskan ayahmu, aku tidak akan mengingkarinya, aku sudah mengutus dokter terbaik untuk mengobati ayahmu, kamu pasti akan bertemu dengannya ketika dia sehat nanti.”
Dimas Wu berkata tanpa keraguan: “Aku ingin bertemu dengannya sekarang.”
Dimas Wu tidak bisa mempercayai keluarga Tang 100%, bahkan jika dia dan Bella Tang sudah menikah, dan walaupun Zander Tang saat ini sudah menjadi bagian keluarganya, namun dia masih memiliki kewaspadaan, jika dia tidak melihat ayahnya dengan matanya sendiri, maka dia akan selalu khawatir.
Zander Tang saat ini membutuhkan Dimas Wu untuk bergabung dengan kompetisi pemuda dan memenangkannya, oleh karena itu, dia mengabulkan permintaan Dimas Wu untuk bertemu dengan ayahnya. Dia menatap dan berkata pada Bella Tang: “Bella, bawa Dimas Wu ke kamar barat.”
Bella Tang segera menjawab: “Baiklah.”
Selanjutnya, Bella Tang dan Dimas Wu pergi meninggalkan aula utama, menuju ke arah kamar barat.
Bagian luar aula utama adalah halaman besar, ada jalan setapak yang berkelok-kelok,, jika berjalan di sepanjang jalan setapak itu, maka akan terlihat bunga-bunga dan rumput liar yang tumbuh subur, bebatuan yang begitu terjal dan beberapa paviliun, paviliun berada tepat di tengah danau, sungguh pemandangan yang indah, cukup untuk memanjakan mata bagi yang memandangnya. Dimas Wu menyadari bahwa, kediaman keluarga Tang ini sangat besar, dan juga hampir seluruh tempat merupakan kediaman keluarga Tang. Bisa dibayangkan seberapa besar keluarga Tang yang memenuhi kota kuno ini.
Tidak tahu sudah berjalan berapa lama, Bella Tang menghentikan langkahnya, dan menunjuk sebuah kamar kayu di depan mereka, berkata pada Dimas Wu: “Kita sudah sampai, itu adalah kamar barat.”
Tanpa ragu lagi, dia pun bergegas menuju kamar barat, dengan cepat mendorong pintu dan masuk ke kamar.
Setelah masuk ke dalam kamar barat, Dimas Wu langsung mengenali sosok kakek tua berjanggut putih yang dahulu pernah mengobatinya.
Pada saat ini, kakek tua berjanggut putih itu sedang duduk di sebelah ranjang, dan dia sedang sibuk mencabut jarum yang ada pada pasiennya.
Melihat itu, Dimas Wu segera melangkah menuju samping ranjang, dia melihat, sosok yang terbaring di ranjang itu merupakan ayahnya sendiri, Steve Wu.
Wajah Dimas Wu masih pucat pasi, namun jika dilihat dengan teliti maka wajah Dimas Wu lebih baik jika dibandingkan dengan sebelumnya.
Sekarang Dimas Wu dapat bernapas lega, karena Zander Tang benar-benar berkata jujur kepadanya, dia tidak membunuh Steve Wu, dia malah menyuruh dokter untuk mengobati Steve Wu.
Kakek tua berjanggut putih itu sedang fokus mencabut jarum yang berada pada tubuh Steve Wu, dan tidak memperhatikan kedatangan Dimas Wu.
__ADS_1
Dimas Wu juga tidak berkata apa-apa, dia hanya menatap Steve Wu, menunggu kakek tua berjanggut putih selesai mencabut jarum.
Segera, kaket tua berjanggut putih itu selesai mencabut jarum, pada saat itu juga, dia baru menyadari kehadiran Dimas Wu yang berada di samping ranjang, selanjutnya, sambil mengemasi alat medisnya dia pun berkata pada Dimas Wu: “Lukanya perlahan sudah membaik, dia dapat pulih setelah beberapa hari penyembuhan.”
Setelah mendengar itu, Dimas Wu benar-benar sudah dapat bernapas lega sekarang, dia menatap Steve Wu dalam dan berkata pada kakek tua berjanggut putih itu: “Terima kasih banyak.”
Kakek tua berjanggut putih itu pernah mengobati luka Dimas Wu dahulu, dan dia juga telah menyelamatkan Steve Wu dari kematian, dia benar-benar layak menerima ucapan terima kasih dari Dimas Wu.
Terhadap ucapan dari Dimas Wu ini, kakek tua berjanggut putih ini hanya tersenyum dan mengangguk-angguk saja, dia tidak berkata apa-apa, setelah mengemasi peralatan medisnya, dia pun pergi meninggalkan kamar barat.
Tetapi Dimas Wu masih berdiri di sana menatap Steve Wu.
Bella Tang melihat kakek tua berjanggut putih sudah pergi, dia pun mendekati Dimas Wu dan berada di sampingnya untuk menemaninya.
Waktu berjalan begitu tenang.
Setelah berlalu beberapa lama, Steve Wu yang terbaring di atas ranjang, matanya terlihat bergerak.
Melihat itu, Dimas Wu sedikit panik dan berkata: “Ayah! Apakah ayah bisa mendengarku?”
Pada saat ini, Dimas Wu sangat panik, Steve Wu benar-benar dapat hidup, dia sangat gembira bisa melihat Steve Wu siuman dari komanya. Setelah beberapa tahun lamanya mereka tidak dapat bertemu, dan akhirnya dapat bertemu pada saat ini, Dimas Wu sangat senang.
Setelah Dimas Wu memanggil Steve Wu berkali-kali, akhirnya Steve Wu pun membuka matanya.
Baru sja membuka matanya, matanya masih sayup, tetapi dengan cepat dapat segera melihat dan mengenali wajah Dimas Wu.
Tiba-tiba melihat Dimas Wu, Steve Wu sedikit terkejut, dia membuka mulut dan berkata dengan sedikit terbata-bata: “Dimas?”
Dimas Wu begitu gembira dan menjawab: “Iya ayah, ini aku.”
Steve Wu selalu menyayangi Dimas Wu dari dulu hingga sekarang, Dimas Wu dari kecil hingga besar tidak pernah kekurangan kasih sayang dari ibu dan ayahnya, dia merupakan putra kesayangan Steve Wu, dia menerima seluruh cinta dan ilmu bela diri dari Steve Wu. maka dari itu, Dimas Wu juga sangat menyayangi ayahnya, bahkan mereka bertemu saat ini, Hati Dimas Wu masih berdebar kencang.
Steve Wu menatap Dimas Wu dengan tatapan yang dalam, Kemudian, dia mengalihkan pandangannya, melihat ke ruangan aneh ini, dan berkata dengan lemah kepada Dimas Wu: "Di mana aku?"
__ADS_1
Dimas Wu tanpa berpikir berkata: “Kelaurga Tang.”