Menantu Bodoh

Menantu Bodoh
Bab 344 Kalah Telak


__ADS_3

Shiuuuu!


Dalam sekejap, Dimas Wu mengelak dengan kecepatan yang tidak terlihat oleh mata telanjang, dan mampu menghindar dari energi sejati telapak tangan raksasa Maverick Tang yang tak terhentikan.


Namun, saat Dimas Wu berhasil menghindar dari serangan itu, tangan Maverick Tang yang satunya menyerang Dimas Wu sekali lagi dengan kekuatan telapak tangan yang dahsyat.


Telapak tangan itu sangatlah kuat dan cepat, dan sama sekali tidak memberi Dimas Wu kesempatan untuk bernapas.


Energi sejati menakutkan dengan aura yang suram pun keluar dari telapak tangannya.


Dimas Wu seketika merasakan aura kematian yang kuat datang menyelimutinya. Selain itu, aura telapak tangan Maverick Tang menyerang Dimas Wu hampir dari segala arah, dan itu membuat Dimas Wu tidak bisa mengelak ke manapun.


Dimas Wu tidak punya waktu untuk ragu-ragu. Dia berusaha keras untuk menyambut serangan itu dengan telapak tangannya tanpa memedulikan apapun, dan telapak tangannya pun diselimuti dengan wild power serta kekuatan energi sejati keras miliknya. Saat ini, dia benar-benar telah mengeluarkan seluruh kekuatannya.


Boom!


Telapak tangan kedua orang itu sekali lagi saling menghantam satu sama lain dan menimbulkan suara yang sangat keras.


Dalam kekuatan telapak tangan Maverick Tang terdapat kekuatan pengikis yang dapat menelan vitalitas tubuh manusia. Selain itu, kekuatan itu bersifat korosif dan dapat merusak tanpa batas.


Kekuatan energi sejati Dimas Wu saling bertabrakan dengan kekuatannya. Tetapi kekuatan Dimas Wu sama sekali tidak memiliki keunggulan apapun, dan malah ditelan sedikit demi sedikit.


Namun, Dimas Wu tidak menunjukkan kelemahannya. Dia terus mengerahkan kekuatannya, dan mati-matian menahan serangan kekuatan penghancur Maverick Tang.


Kekuatan kedua orang itu seperti dua orang yang adu panco dan terus-menerus bersaing tanpa saling tidak mengalah.


Namun, seiring dengan berlalunya waktu, kekuatan telapak tangan Maverick Tang yang besar itu memancarkan aura yang tak tertandingi, dan perlahan maju ke arah Dimas Wu. Kekuatan itu terus-menerus memberikan tekanan, dan membuat Dimas Wu berangsur-angsur merasa kesulitan hingga mengeluarkan keringat di dahinya.


Terlihat dengan jelas bahwa kekuatan Maverick lebih kuat daripada Dimas Wu.


Jika terus berlanjut seperti itu, Dimas Wu pasti akan dikalahkan oleh Maverick Tang.


Karena debu dan pasir yang beterbangan di langit telah jatuh, orang-orang yang ada di dalam pentagram penenang akhirnya dapat melihat dengan jelas dua orang yang saling bertarung itu. Penglihatan mereka menjadi sangat jelas hingga dapat melihat keringat Dimas Wu yang mengucur deras. Pada saat ini, mereka semua spontan menjadi cemas dan sangat khawatir Dimas Wu tidak bisa bertahan, karena begitu Dimas Wu kalah, maka mereka semua juga akan berakhir. Oleh karena itu, semua orang diam-diam bersorak untuk menyemangati Dimas Wu.


Namun, ekspresi kesulitan Dimas Wu semakin lama menjadi semakin hebat. Keningnya berkerut dengan dalam, dan matanya tertuju ke arah Blood Dragon Knife yang membeku di udara.


Dalam sekejap, pupil Dimas Wu mengecil.


Krak!


Blood Dragon Knife yang ada di udara seperti menerima instruksi dan langsung menghantam es yang menyegelnya.


Begitu terlepas dari kurungan, Blood Dragon Knife langsung menembus udara dengan kecepatan kilat dan meluncur ke bawah.


Bilah berwarna merah darah yang bersinar dengan cahaya merah menyilaukan itu membelah udara, dan dengan aura penghancur yang kuat, pisau itu seolah-olah memberikan bantuan pada Dimas Wu dengan menebas ke arah telapak tangan Maverick Tang dengan ganas.

__ADS_1


Setelah melihat itu, Dimas Wu segera mengeluarkan energi terakhirnya, meningkatkan kekuatannya dengan cepat, dan melancarkan serangan tambahan pada Maverick Tang.


Pada saat yang bersamaan, aura pisau dari Blood Dragon Knife juga menyerbu dengan cepat, dan bersama dengan kekuatan Dimas Wu menyerang energi sejati telapak tangan Maverick Tang.


Energi sejati telapak tangan Maverick Tang bergetar dengan hebat dan kemudian roboh.


Dimas Wu akhirnya berhasil bertahan dari serangan berat Maverick Tang.


Setelah menyelesaikan tugasnya, Blood Dragon Knife pun dengan cepat terbang kembali ke tangan Dimas Wu.


Begitu serangannya gagal, ekspresi Maverick Tang langsung berubah menjadi murka. Dia menatap Dimas Wu dengan tatapan yang dingin, dan berkata dengan sinis, “Cih, perlawanan tanpa rasa takut, aku ingin melihat berapa lama kamu bisa bertahan.”


Setelah mengatakan itu, sosok Maverick Tang langsung berubah menjadi kilatan petir dan menyerang ke arah Dimas Wu.


Aura kehancuran memancar keluar dari tubuh Maverick Tang. Aura itu mengandung kekuatan magis yang menakutkan, dan bahkan niat membunuh yang tak terbatas. Aura pembunuh itu memenuhi langit dan menyelimuti Dimas Wu dari segala arah.


Dimas Wu sama sekali tidak berani lengah. Dia memegang Blood Dragon Knife dengan erat dan menyambut serangannya dengan cepat.


Keduanya langsung bertarung lagi.


Meskipun Maverick Tang hanya menggunakan tangan kosong, tetapi kekuatannya tidak terbatas, sementara Dimas Wu memiliki Blood Dragon Knife di tangannya, dan kekuatannya juga tidak dapat diremehkan. Begitu bertarung, mereka berdua langsung mengeluarkan aura yang menakjubkan.


Sisa gelombang energi sejati itu terus melonjak dan menyapu ke segala arah, dan tempat yang besar itu seolah-olah terjadi badai yang menderu dengan ganas.


Dimas Wu dan Maverick Tang seperti mata badai yang ada dalam pertarungan itu. Semakin ganas pertarungan mereka, semakin kuat aura yang mereka keluarkan, dan semakin kuat juga angin yang bertiup di sekitar mereka. Seluruh tempat yang besar itu tersapu oleh gelombang aura mereka, bahkan orang-orang yang bersembunyi di pentagram penenang pun terguncang karena pertarungan mereka.


Setelah menyelesaikan meditasi hari ini, Dimas Wu dapat dianggap benar-benar telah menyerap seni bela diri yang diajarkan oleh Jacob Yang, tetapi ini adalah pertama kalinya dia menggunakan energi tersembunyi dalam pertarungan yang sebenarnya, dan Dimas Wu masih belum dapat menggunakannya dengan terampil. Tapi karena itu juga, Dimas Wu memiliki banyak kemungkinan untuk menunjukkan kemampuannya.


Namun, Maverick Tang tidak memberi Dimas Wu kesempatan berpikir untuk menunjukkan kekuatannya. Dia melancarkan serangan yang sangat intensif dengan mengeluarkan bayang-bayang yang tak terhitung jumlahnya dari kedua tinjunya. Dalam tinjunya yang brutal itu, terpancar niat membunuh yang sangat kuat, dan bayangan tinju yang tak terhitung itu menyebar dan menyerang semua titik vital tubuh Dimas Wu.


Dimas Wu tidak boleh mengalihkan perhatiannya dan harus tetap berkonsentrasi untuk menghadapinya dengan hati-hati. Dia memasukkan semua wild power dan energi sejati yang sangat besar ke dalam Blood Dragon Knife, dan melawan dengan terus mengayunkannya. Tinju bayangan kuat Maverick Tang yang datang menyerang dari segala arah pun dihancurkan oleh Dimas Wu.


Semua orang yang berada di dalam pentagram penenang pun menahan napas mereka, dan menyaksikan pertarungan itu dengan tegang dan gugup. Tidak peduli apakah mereka dapat melihat dengan jelas ataupun dapat mengerti pertarungan itu atau tidak, mereka semua tidak berani mengedipkan mata dan terus-menerus menyaksikannya. Mereka sangat khawatir Dimas Wu akan dikalahkan. Meskipun saat ini tidak ada tanda-tanda Dimas Wu akan kalah, tetapi mereka semua tahu seberapa kuat Maverick Tang, karena dia adalah orang yang bahkan tidak bisa dikalahkan oleh Master Dimas Wu, dan Dimas Wu sendiri juga pernah mengatakan bahwa dia tidak percaya diri untuk bisa mengalahkan. Karena itu, semua orang juga menjadi sangat khawatir pada Dimas Wu.


Tinjuan Maverick Tang masih terus berlanjut, dan serangannya yang padat itu seperti badai hujan yang ganas. Dimas Wu terus berusaha sekuat tenaga untuk menghadapi serangannya. Dia sekarang berada dalam kondisi yang baik dan mentalitasnya juga sangat stabil. Dalam situasi yang berbahaya itu, dia dapat terus mengubah situasi menjadi baik dan memposisikan dirinya agar tidak dikalahkan.


Namun, tepat pada saat mereka berdua bertarung dengan hebatnya, tinjuan Maverick Tang berubah. Dia mengikuti arah pedang yang dihadang Dimas Wu, mengerahkan tinjuan yang penuh dengan niat membunuh, dan menyerang Dimas Wu dari sudut yang sangat rumit dan aneh.


Tinjuan itu datang dengan tanpa dapat diperkirakan dan mengandung aura membunuh yang sangat penuh.


Ekspresi Dimas Wu berubah dalam sekejap. Tanpa memikirkannya, dia segera menarik kembali Blood Dragon Knife dan menghadangnya di depan dadanya, dan pada saat yang sama, dia menjulurkan kaki kanannya dan menyerang ke arah pinggang Maverick Tang dengan kuat.


Duak! Duak!


Dua suara getaran terdengar pada saat yang sama, dan tinju Maverick Tang telah menghantam Blood Dragon Knife yang ada di depan Dimas Wu.

__ADS_1


Sementara serangan kaki Dimas Wu telah mengenai pinggang Maverick Tang.


Tinjuan Maverick Tang sangat ganas dan penuh dengan niat membunuh. Bahkan jika Dimas Wu menggunakan Blood Dragon Knife untuk mengimbangi sebagian besar kekuatan di tinjunya, dia masih tetap terluka oleh energi sejati yang menyelimuti tinjuan Maverick Tang itu. Energi sejati itu bergejolak dengan brutal dan membuat Dimas Wu mundur berulang-kali.


Kekuatan serangan kaki Dimas Wu juga tak tertandingi. Maverick Tang yang terserang pun mengerutkan keningnya karena kesakitan.


“Menarik, ayo teruskan”, teriak Maverick Tang.


Ketika berteriak, sosoknya tampak berlari, dan dengan aura liar yang tak ada habisnya, dia menyerang Dimas Wu dengan cepat dan ganas.


Saat berlari, Maverick Tang mengeluarkan tinjunya, dan energi sejati di tinjunya yang sangat kokoh dan tebal itu seperti senjata dewa mitos raksasa yang diselimuti dengan aura penghancur, dan menyerang dengan cepat ke arah Dimas Wu.


Dimas Wu terus termundur berulang-kali. Begitu menstabilkan tubuhnya, dia langsung melihat Maverick datang menyerangnya dengan sangat brutal. Dimas Wu sama sekali tidak berani lengah, dia langsung mengayunkan Blood Dragon Knife dan menebas dengan kuat ke arah energi sejati tinjuan Maverick Tang yang tebal dan tak tertandingi itu.


Begitu tebasan itu dilancarkan, terlihat bayangan pisau yang membesar di udara yang kemudian menebas ke bawah dengan kuat.


Duar!


Pisau yang kuat itu menghantam energi sejati Maverick Tang yang kokoh dan menyebabkan suara ledakan yang keras serta menimbulkan sisa gelombang aura yang dahsyat.


Pada saat ini, mata Dimas Wu memancarkan niat membunuh, dan dia memutuskan untuk mengambil kesempatan ini untuk mendorong keluar energi tersembunyinya. Tidak peduli apakah kali ini dia bisa menggunakannya dengan terampil atau tidak, dia tetap harus berusaha dengan keras.


Dalam sekejap, aura Dimas Wu meningkat drastis, darah ditubuhnya bergejolak dengan hebat, dan berbagai macam kekuatan saling beradu untuk mengalir keluar. Energi tersembunyi yang ada di dalamnya bahkan lebih menonjol dari yang lain dan keluar dengan ganas.


Pada saat ini, Dimas Wu seperti telah berubah menjadi Raja Iblis di neraka yang menjalankan hukuman mati di api penyucian berdarah. Tubuhnya dipenuhi dengan aura darah yang samar, dan Blood Dragon Knife yang berwarna merah darah juga memancarkan aura berdarah yang tajam.


“Kamu terlalu memandang tinggi dirimu”, kata Maverick Tang.


Maverick Tang telah menyadari perubahan pada Dimas Wu. Dia berteriak, mengubah jurusnya terlebih dahulu, dan menyerang dengan cepat menggunakan kedua tinjunya. Dalam sekejap, dia melancarkan beberapa pukulan berturut-turut, dan setiap pukulannya semakin lebih cepat dan lebih kuat dari sebelumnya. Pada akhirnya, semua pukulannya bergabung menjadi satu, kemudian berubah menjadi kepalan tangan raksasa yang mengguncang langit, dan menindas ke arah Dimas Wu.


Mata Dimas Wu seketika bersinar. Dalam sekejap, semua kekuatan termasuk kekuatan tersembunyi yang dia keluarkan terkumpul pada Blood Dragon Knife, dan kemudian dia pun menebas dengan menggunakan Blood Dragon Knife.


Dalam sekejap, aura pisau yang diselimuti dengan berbagai jenis kekuatan dahsyat itu menghantam tinju raksasa Maverick Tang dengan ganas.


Boom!


Dua kekuatan yang sangat dahsyat itu saling menghantam satu sama lain, dan memicu gelombang aura raksasa yang menyapu ke seluruh vila itu.


Pada detik berikutnya, wajah Dimas Wu menjadi pucat seperti mayat.


Kekuatannya menghilang sepenuhnya karena hantaman itu


Sementara itu, tinju raksasa Maverick Tang memenangkan serangan itu dan menghantam tubuh Dimas Wu


“Hoeekk!”

__ADS_1


Darah segar muncrat dari mulut Dimas Wu dan mengotori seluruh langit. Tubuhnya seperti peluru yang ditembakkan ke udara, dan akhirnya menghantam tanah dengan keras.


__ADS_2