Menantu Bodoh

Menantu Bodoh
Bab 390 Pesawat Luar Angkasa


__ADS_3

Elsa Su dan yang lainnya awalnya ingin menghabisi nyawa Dimas Wu selagi ia dalam kondisi yang lemah. Namun, pada akhirnya mereka malah terkena serangan balik Dimas Wu dan tersungkur ke tanah dengan luka yang parah.


Beberapa puluh orang ada yang mati, ada yang terluka. Semuanya tampak mengenaskan.


Mereka terbaring dengan lemas di atas tanah. Suasana pun menjadi kacau balau.


Semua orang dari Sekte Tianshan yang ada di kejauhan pun tercengang tak berkutik. Sorot mata mereka memancarkan suasana hati mereka yang bercampur aduk. Jantung mereka ikut berdegup kencang.


Dimas Wu bangkit berdiri secara perlahan. Dengan pandangan mata yang datar, ia melihat orang-orang Sekte Tianqi dengan serius, lalu berkata dengan dingin: “Apakah kalian benar-benar mengira kalian bisa membunuhku hanya dengan serangan diam-diam kalian yang tidak ada apa-apanya ini?”


Saat berbicara, tubuh Dimas Wu memancarkan aura mematikan yang dingin. Ia sekarang bagaikan hakim yang memutuskan hidup dan mati seseorang yang keji dan tak berperasaan.


Elsa Xu berbaring di atas tanah. Napasnya tersengal-sengal. Ia belum mati, tetapi ia terluka sangat parah. Ia melihat Dimas Wu dengan tatapan penuh kebencian, lalu berkata dengan napas terengah-engah: “Meski kami belum bisa membunuhmu, tetapi suatu saat pasti akan ada orang yang bisa membunuhmu. Orang yang berurusan dengan Sekte Tianqi tidak akan pernah bisa hidup dengan tenang. Kamu lihat saja nanti.”


Ucapan ini dilontarkan Elsa Xu dengan seluruh tenaganya yang tersisa. Walau sudah sampai pada tahap terakhir, ia tetap tidak puas. Ia sangat ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri Dimas Wu dihabisi oleh Sekte Tianqi untuk membalaskan dendamnya. Namun, ia sepertinya tidak memiliki kesempatan ini.


Dimas Wu langsung berkata kepadanya dengan nada dingin: “Apakah aku masih selamat atau tidak, aku tidak tahu. Tetapi, aku tahu bahwa kalian pasti tidak akan bisa selamat.”


Setelah berkata demikian, Dimas Wu mengangkat tangan kirinya. Di genggaman tangannya terlihat ada sinar petir yang bercahaya.


Elsa Xu tahu bahwa yang sudah ditakdirkan pasti akan terjadi. Dimas Wu tidak akan melepaskan mereka. Tetapi, ia tidak takut. Ia hanya tidak puas. Ia menatap tajam Dimas Wu, lalu berkata dengan benci: “Aku menunggumu di alam maut.”


Suara Elsa Xu terdengar berat. Setelah berkata demikian, ia bahkan tertawa dingin. Suara tawanya itu cukup menakutkan. Ucapannya juga seperti kutukan orang yang akan mati.


Tatapan mata Dimas Wu serius. Ia mengayunkan tangan kanannya ke arah Elsa Xu. Sontak, sebuah kekuatan petir yang bercahaya menyerang Elsa Xu.


Elsa Xu masih tertawa, tetapi seketika kemudian kilatan petir menyambarnya. Tawanya sekejap berhenti, tubuhnya bergetar sebentar seperti orang yang mengalami kram, lalu tak lama kemudian terbujur kaku dan tidak bergerak lagi.


Elsa Xu mati.


Dimas Wu tidak berhenti sampai situ. Ia kembali melihat orang-orang Sekte Tianqi yang belum mati, lalu melancarkan satu per satu serangan kekuatan petir.


Bbbsstt! Bbsssstt!


Di tengah-tengah suara serangan petir, anggota Sekte Tianqi yang tersisa satu per satu mati di tangan Dimas Wu.


Tak tersisa seorang pun.

__ADS_1


Termasuk Thomas Zhu di dalamnya. 50-an orang Sekte Tianqi yang datang ke Sekte Tianshan pun semuanya benar-benar dimusnahkan. Tak ada satu orang pun yang tersisa.


Sampai pada detik ini, barulah Dimas Wu menghentikan serangannya dan melihat mayat-mayat yang berserakkan itu dengan dingin.


Orang-orang Sekte Tianshan masih dalam kondisi tercengang. Mereka dari awal sampai akhir susah mempercayai apa yang mereka lihat. Dimas Wu, seorang pendekar kecil tingkat fondasi yang awalnya hampir dibunuh oleh mereka, ternyata bisa memorakporandakan Sekte Tianshan dengan begitu hebat. Ia lebih dulu melenyapkan ketua Sekte Xiaoyao, lalu mengalahkan Elsa Xu sebagai ketua Sekte Tianqi. Sekarang, ia memusnahkan 50-an anggota Sekte Tianqi, bahkan Thomas Zhu, si Pertapa Yuanying, juga mati. Semua ini benar-benar ajaib dan tidak nyata. Semua anggota perempuan Sekte Tianqi dalam sekejap tidak bisa mencerna kenyataan ini.


Suasana pun menjadi hening.


Beberapa saat kemudian, barulah Amelia Zhong melangkahkan kakinya dan berjalan perlahan menuju sisi Dimas Wu, lalu berkata dalam-dalam: “Sekte Tianqi seketika langsung kehilangan begitu banyak orang. Mereka tidak mungkin akan tinggal diam.”


Nada bicara Amelia Zhong berat. Raut wajahnya campur aduk. Sorot matanya menatap tajam ke kumpulan mayat yang sudah berubah menjadi debu tanpa berkedip.


Ekspresi Dimas Wu tidak berubah. Ia lalu berkata datar: “Aku tahu.”


Amelia Zhong melihat Dimas Wu, lalu berkata dengan serius: “Sekarang kamu ada rencana apa?”


Tanpa berpikir panjang, Dimas Wu langsung menjawab: “Aku akan mengambil tindakan sesuai dengan kondisi yang ada.”


Ia tidak akan berinisiatif menyerang Sekte Tianqi, tetapi jika Sekte Tianqi mengutus orang untuk balas dendam, ia juga tidak akan mundur. Ia akan tetap bertahan hingga akhir.


Amelia Zhong menghela napas pelan, lalu berkata: “Tidak. Kekuatan Sekte Tianqi jauh di atas ini. Orang-orang ini hanyalah sebagian kecil saja. Hanya dengan kekuatanmu ini, kamu bukanlah musuh Sekte Tianqi yang setara.”


Dimas Wu menatap Amelia Zhong, lalu bertanya: “Lalu, menurutmu rencana apa yang harus aku persiapkan?”


Amelia Zhong terdiam sejenak, lalu berkata dengan serius: “Satu-satunya jalan adalah hanya dengan meninggalkan tempat ini.”


Mendengar ucapan ini, Dimas Wu sedikit tercengang, lalu berkata: “Pergi? Bagaimana dengan kalian?”


Saat ini, Sekte Tianqi pasti menaruh kebencian yang amat sangat terhadap Dimas Wu. Jika ia pergi begitu saja, Sekte Tianshan pasti akan menerima akibat dari pembalasan dendam Sekte Tianqi.


Raut wajah Amelia Zhong menunjukkan rasa bersikeras, lalu berkata tegas: “Masalah sudah sampai pada tahap ini. Di sini juga sudah tidak ada lagi tempat perlindungan bagi Sekte Tianshan. Oleh karena itu, kami Sekte Tianshan akan pergi meninggalkan tempat ini bersamamu.”


Setelah berkata demikian, Amelia Zhong tiba-tiba melangkahkan kakinya dan berjalan beberapa langkah. Kemudian, ia mengeluarkan sebuah kantong kain dari dalam bajunya dan membukanya secara perlahan.


Begitu kantong tersebut dibuka, seketika sebuah benda yang mirip seperti kapal terbang mainan melompat keluar. Kapal tersebut dengan cepat berubah menjadi besar di udara. Dalam sekejap, kapal itu sudah berubah menjadi sebuah kapal besar bak kapal pesiar sungguhan. Kapal terbang tersebut sangat besar dan megah.


Ekspresi Dimas Wu pun berubah. Ia menatap kapal yang sangat besar itu, lalu bertanya dengan nada tidak percaya: “Apa ini?”

__ADS_1


Tanpa menutupi apa-apa, Amelia Zhong langsung menjawab: “Ini adalah kapal terbang luar angkasa Sekte Tianshan. Ia merupakan benda ajaib yang bisa terbang membawa kita pergi meninggalkan tempat ini.”


Setelah memberi penjelasan, Amelia Zhong juga tidak memberi Dimas Wu waktu untuk lanjut berbicara. Ia segera berkata dengan terburu-buru: “Waktu sudah sangat mendesak. Kita harus segera bergerak dan tidak menunda-nunda waktu lagi. Masalah yang lain akan aku jelaskan pelan-pelan kepadamu di dalam pesawat luar angkasa Sekte Tianshan.”


Dimas Wu tidak lagi banyak bertanya. Ia menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti Amelia Zhong masuk ke dalam pesawat luar angkasa Sekte Tianshan yang begitu besar itu.


Anggota Sekte Tianshan yang lain juga segera naik ke dalam kapal terbang.


Setelah yakin bahwa semua orang sudah naik, Amelia Zhong bergegas menyalakan mesin pesawat.


Nguuungggg!


Suara dengung yang keras terdengar. Pesawat luar angkasa Sekte Tianshan tiba-tiba terangkat dari tanah dan terbang dengan kecepatan kilat petir. Hanya dalam satu kedipan mata, seluruh badan pesawat sudah terbang meninggalkan Sekte Tianshan.


Setelah pesawat luar angkasa Sekte Tianshan terbang dengan stabil di udara, barulah Dimas Wu memperhatikan pesawat ini dengan seksama. Ia menyadari bahwa di dalam pesawat luar angkasa ini semuanya lengkap. Berbagai jenis fasilitas untuk menopang kehidupan tidaklah berkekurangan. Selain itu, ruang di dalam pesawat ini sangat luas, mampu menampung 200-300 orang dan sama sekali tidak terlihat berdesakan. Dimas Wu juga bisa merasakan bahwa kecepatan terbang pesawat ini begitu cepat hingga tak tertandingi, jauh lebih cepat dibanding pesawat terbang biasa.


Melihat pesawat ini sudah stabil, Amelia Zhong juga akhirnya menjelaskan semuanya secara detail kepada Dimas Wu dengan berkata: “Tempat kita hidup ini bernama Canglingzhou. Ini adalah benua yang sangat besar yang berisi banyak sekali sekte-sekte besar maupun kecil. Sekte Tianqi merupakan sekte yang paling kuat dan menjadi penguasa di Canglingzhou. Semua sekte yang ada di sini dikendalikan oleh Sekte Tianqi. Barang siapa yang berani melawan Sekte Tianqi, ia harus mati. Selama ini, Sekte Tianqi menguasai Canglingzhou. Kedudukannya tidak pernah diganggu. Sekte yang lain juga perlahan-lahan tidak berani berpikir yang aneh-aneh dan menuruti perintah dari Sekte Tianqi. Tetapi, aku dengar kekuatan Sekte Tianqi hanya sebatas di dalam Canglingzhou. Begitu mereka meninggalkan Canglingzhou, maka itu berarti kita lepas dari pengendalian dan kekuasaan Sekte Tianqi. Sampai pada saatnya, jika Sekte Tianqi ingin menyusahkan kita, sepertinya tidak akan semudah itu lagi.”


Selesai mendengar ucapan Amelia Zhong, Dimas Wu terdiam sejenak, lalu bertanya dengan wajah serius: “Lalu, kita butuh waktu berapa lama untuk bisa meninggalkan Canglingzhou?”


Dengan raut wajah serius, Amelia Zhong menjawab dengan nada berat: “Aku juga tidak tahu. Canglingzhou sangat besar, jika mau benar-benar meninggalkan tempat ini, sepertinya paling lama butuh waktu satu minggu.”


Mendengar hal ini, Dimas Wu pun tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Dimas Wu sendiri bisa merasakan kecepatan pesawat luar angkasa Sekte Tianshan ini. Kecepatannya lebih tinggi berkali-kali lipat dibanding dengan pesawat normal. Berdasarkan kecepatan ini, anggap saja untuk mengitari bumi satu putaran pun tidak memerlukan waktu satu hari. Tetapi, Amelia Zhong ternyata berkata bahwa untuk terbang meninggalkan Canglingzhou, waktu yang dibutuhkan adalah satu minggu. Bisa dilihat, seberapa besarkah Canglingzhou ini?


Hati Dimas Wu dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang tiada habisnya. Ia pun bertanya dan mencari tahu secara rinci mengenai Canglingzhou ini.


Melalui perbincangan itu, Dimas Wu pun tahu bahwa tempat ini sama sekali tidak termasuk di bumi, melainkan termasuk dalam sebuah dunia meditator. Bagi Dimas Wu, satu daratan ini benar-benar asing. Ia juga tidak tahu seberapa jauh sebenarnya jarak antara tempat ini dengan bumi.


Amelia Zhong juga tidak tahu-menahu mengenai hal ini karena ia sama sekali tidak tahu jelas bagaimana dunia di luar Canglingzhou. Atau bisa dibilang, tidak ada satu pun orang Sekte Tianshan yang tahu, hanya karena semua orang Sekte Tianshan tidak ada yang pernah meninggalkan Canglingzhou. Bagi mereka, Canglingzhou merupakan dunia mereka. Mengenai bagaimana bentuk dunia di luar Canglingzhou, mereka sama sekali tidak mengerti.


Dimas Wu dan Amelia Zhong berbincang-bincang cukup lama. Melalui penjelasan Amelia Zhong, Dimas Wu pun mulai mengenal dan memahami sedikit tentang Canglingzhou dan Sekte Tianqi.


Waktu pun bergulir perlahan, sedangkan pesawat luar angkasa Sekte Tianshan melesat dengan cepat.


Beberapa jam kemudian, tiba-tiba muncul sebuah cahaya di angkasa. Cahaya itu bagaikan rudal pelacak. Dengan kekuatan yang begitu besar, cahaya itu seketika membentur pesawat Sekte Tianshan yang sedang terbang.


Booommmm!

__ADS_1


Sebuah suara dentuman yang sangat kencang terdengar. Pesawat luar angkasa Sekte Tianshan yang sangat besar pun tiba-tiba meledak dan hancur bertaburan…


__ADS_2