Menantu Bodoh

Menantu Bodoh
Bab 280 Bertarung Sampai Mati


__ADS_3

Dimas Wu lagi-lagi terkena serangan dan terjatuh ke tanah, dan itu adalah jurus pembunuh mematikan dari Sesepuh ke-enam.


Hanya saja, kerugian Dimas Wu kali ini terlalu besar. Dia bahkan tidak bisa menggunakan Quick shifting, dan hanya bisa melihat energi sejati di telapak tangan Sesepuh ke-enam menyerang ke arahnya.


Aura dewa kematian seketika menyelimuti Dimas Wu, dan hatinya benar-benar telah putus asa.


Duarrr!


Energi sejati yang dikeluarkan Sesepuh ke-enam menghantam tempat Dimas Wu terbaring, dan mengeluarkan suara ledakan yang keras.


Bagian tanah di koridor itu langsung retak dan pecah, debu dan kerikil pun beterbangan di langit.


Sementara itu, Dimas Wu menghilang sekali lagi, dan berhasil menghindari serangan fatal dari Sesepuh ke-enam.


Detik berikutnya, di halaman luar kamar barat, Steve Wu berdiri di tengah halaman dengan menopang Dimas Wu.


Benar sekali, kali ini bukan Dimas Wu yang menggunakan jurus Quick shifting, melainkan Steve Wu yang menggunakan Quick shifting untuk menyelamatkan Dimas Wu.


Setelah Steve Wu terluka oleh serangan Sesepuh ke-enam sebelumnya, dia terus berbaring di tanah kamar barat untuk menyesuaikan kondisinya. Dia memulihkan beberapa kekuatan fisik dan tenaganya secara bertahap, kemudian melihat Dimas Wu yang tidak lagi memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya sendiri. Melihat hidup Dimas Wu yang terancam serius, tanpa memedulikan apapun, Steve Wu membangkitkan kekuatan tersembunyinya dalam keadaan darurat, dan menggunakan Quick shifting untuk menyelamatkan Dimas Wu dari serangan Sesepuh ke-enam.


Steve Wu memapah Dimas Wu yang lemah, dan bertanya dengan prihatin, “Apa kamu tidak apa-apa?”


Dimas Wu lolos dari kematian dan diselamatkan oleh ayahnya sendiri. Hatinya yang putus asa kembali melahirkan kehangatan. Dia menatap Steve Wu dan menjawab dengan ringan, “Tidak apa-apa.”


Sesepuh ke-enam berdiri di koridor di depan pintu kamar. Dia memandang Steve Wu dan Dimas Wu dengan ekspresi yang dingin, dan berteriak, “Kebetulan sekali, kalau begitu aku akan menghabiskan kalian berdua sekaligus.”


Begitu selesai mengatakan itu, tubuh Sesepuh ke-enam seketika meledak mengeluarkan aura kuat yang sangat dahsyat sekali lagi, dan aura itu mengandung niat membunuh yang mengerikan. Jelas sekali, kesabarannya telah habis, dan dia ingin mengambil kesempatan itu untuk membunuh Steve Wu dan Dimas Wu secara bersamaan agar terhindar dari kecelakaan yang tidak perlu.


Steve Wu yang melihat itu segera melepaskan Dimas Wu dengan perlahan. Kemudian, dia melangkah maju sendirian dan menghadap Sesepuh ke-enam. Matanya memancarkan cahaya dingin yang tajam, dan tubuhnya mengeluarkan aura kuat yang menakjubkan. Dia telah menunjukkan pose siap bertarung, dan membuat persiapan tidak takut mati.


Pada saat ini, Dimas Wu juga kemudian melangkah maju dan berdiri bahu-membahu dengan Steve Wu.


Steve Wu segera menoleh dan menatap Dimas Wu, “Apa kamu bisa?” tanyanya dengan sungguh-sungguh.


Dengan wajah yang penuh dengan keyakinan, Dimas Wu menjawabnya dengan suara yang nyaring dan tegas, “Ya.”


Satu kata yang penuh dengan kekuatan. Dimas Wu telah menderita luka yang parah, tetapi keyakinannya yang kuat itu membuatnya untuk memiliki kekuatan untuk bertarung lagi. Kekuatan tersembunyinya telah bangkit sepenuhnya. Dia ingin bertarung berdampingan dengan ayahnya, dan menciptakan garis kehidupan terakhir.


Steve Wu juga terluka parah, tetapi pada saat ini, keyakinannya juga sangat kuat. Dia mengangguk pada Dimas Wu, dan kembali menatap Sesepuh ke-enam lagi.


Sesepuh ke-enam menatap Steve Wu dan Dimas Wu dengan tatapan meremehkan, kemudian berkata dengan sinis, “Benar-benar tidak sadar dengan kemampuan kalian sendiri.”


Begitu Sesepuh ke-enam selesai berbicara, tiba-tiba ada dua bayangan hitam melintas di halaman, dan langsung menyerbu ke Sesepuh ke-enam di koridor itu.

__ADS_1


Shiuu shiuuu!


Kedua bayangan hitam itu adalah Dimas Wu dan Steve Wu. Mereka bergerak hampir pada waktu yang bersamaan, kekompakan diam-diam antara ayah dan anak terlihat jelas pada saat ini. Mereka tidak memiliki komunikasi apa pun, dan langsung mengeluarkan kekuatan mereka untuk mengepung Sesepuh ke-enam dari kiri dan kanan. Kecepatan mereka sangat ekstrem, dan aura mereka juga telah mencapai puncak tertinggi. Begitu mendekati Sesepuh ke-enam, keduanya serempak mengeluarkan jurus terkuat dan bekerja sama menyerang Sesepuh ke-enam.


Steve Wu menggunakan jurus sapuan kakinya. Kaki kanannya seperti cambuk panjang yang tidak dapat dihancurkan, dan menyerang ke arah pinggang Sesepuh ke-enam. Kekuatan energi sejati meledak keluar dari kakinya, dan dengan kekuatan yang dahsyat dan mengerikan itu, kakinya menyerang dengan ganas ke arah Sesepuh ke-enam.


Sementara itu, Dimas Wu menggunakan jurus pukulan tangannya. Pukulan itu adalah pukulan yang paling sederhana dan kasar, tetapi mengandung kekuatan serangan yang setajam panah es yang ditembakkan, dan bahkan mengandung wild power yang bisa menghancurkan segalanya. Kekuatan itu menyelimuti aura pembunuh yang tak terbatas, seakan-akan berubah menjadi cahaya dingin yang seperti pedang tajam, dan langsung menusuk ke arah Sesepuh ke-enam.


Dalam menghadapi serangan dari kiri dan kanan, Sesepuh ke-enam sama sekali tidak peduli. Dia tetap kalem dan tenang, dan matanya masih penuh dengan penghinaan dan keremehan yang jelas.


“Tidak ada apa-apanya!” teriak Sesepuh ke-enam dengan sinis.


Setelah Sesepuh ke-enam berteriak dengan sinis, dia mendorong dan mengeluarkan energi sejatinya, mengumpulkan energi itu di telapak tangan kanannya, dan kemudian langsung menyerang Dimas Wu dengan telapak tangannya.


Jurus telapak tangannya itu juga sederhana dan lincah, tetapi energi sejati yang terkandung di telapak tangannya itu sangat ganas dan menakjubkan. Telapak tangan itu membawa kekuatan agung dan menyerang Dimas Wu dengan kecepatan kilat.


Pada saat yang bersamaan, kaki kiri Sesepuh ke-enam juga menyerang keluar. Tidak ada yang tahu kapan dia menggerakkan kakinya, tetapi serangan kakinya itu seperti bola meriam yang meledak keluar, dan menyerang dengan mematikan ke arah Steve Wu.


Duar duar!


Telapak tangan Sesepuh ke-enam saling berhantaman dengan tinjuan Dimas Wu, dan pada saat yang bersamaan, serangan kakinya juga bertabrakan dengan serangan kaki Steve Wu. Sesepuh ke-enam telah berhasil menghadang jurus mematikan kerjasama antara Dimas Wu dan Steve seorang diri.


Dimas Wu dan Steve Wu terpental mundur pada saat yang bersamaan.


Setelah mundur beberapa langkah dan berdiri dengan stabil, Steve Wu dan Dimas Wu berteriak marah dengan serempak lagi.


Serangan mereka barusan tidak berhasil mengenai Sesepuh ke-enam, dan mereka hanya bisa mencobanya lagi. Oleh karena itu, mereka tidak lagi bertele-tele dan langsung menggunakan serangan pembunuh terkuat mereka.


“Emperor Punch!” teriak Steve Wu.


Steve Wu berteriak dengan keras, kemudian tatapannya berubah, dan seluruh tubuhnya memancarkan lapisan aura yang kuat. Itu adalah aura besar yang menakjubkan dan tak terkalahkan. Begitu auranya meledak keluar, tinjuan Steve Wu juga menyerang keluar. Ketika dia mengeluarkan tinjunya, energi sejati yang dahsyat seketika keluar dari tinjunya, dan berubah menjadi tinjuan raksasa di udara.


Tinjuan raksasa energi sejati itu menyerbu dengan kecepatan kilat, dan setiap maju satu inci, tinjuan raksasa energi sejati itu membesar satu lingkaran. Tinjuan itu menjadi semakin besar secara bertahap, dan menyerbu Sesepuh ke-enam dengan kekuatan yang tak terhentikan.


“Death Punch!” teriak Dimas Wu.


Pada saat yang bersamaan, Dimas Wu juga berteriak dengan keras. Begitu selesai berteriak, kekuatan seluruh tubuhnya juga meledak dengan dahsyat. Tinjuannya diselimuti dengan wild power yang menakjubkan dan tak terkalahkan, dan seketika menyerang keluar.


Death Punch Dimas Wu seperti matahari terik yang merajarela yang dapat melelehkan segala sesuatu di dunia serta mengubahnya menjadi ketiadaan. Tanpa ragu, dia mengeluarkan jurus Death Punch dan menyerang ke arah Sesepuh ke-enam.


“Apa hanya segini saja?” kata Sesepuh ke-enam dengan remeh.


Dalam menghadapi serangan serentak Emperor Punch Steve Wu dan Death Punch Dimas Wu, Sesepuh ke-enam masih tetap mencibir dan menyindir dengan remeh. Kemudian, dia tiba-tiba mengeluarkan aura meledak yang sangat kuat, dan pada saat yang bersamaan, semangat bertarungnya juga meningkat dengan drastis. Aura pembunuh haus darah yang seperti telah melangkahi lautan darah di atas gunung mayat itu juga memancar keluar dan menyelimuti seluruh tempat.

__ADS_1


Sesepuh ke-enam telah menunjukkan kekuatannya.


Dengan aura jahat yang dahsyat itu, dia mengeluarkan raungan yang merajarela, “One Punch Breaking Hundred Soldiers!”


One Punch Breaking Hundred Soldiers adalah jurus rahasia khusus Sesepuh ke-enam. Jurus itu dapat menjatuhkan sepuluh ribu pasukan musuh dengan mudah hanya dengan satu serangan. Jurus itu kuat dan merajarela, dan merupakan jurus mematikan yang paling kuat dan tak terkalahkan.


Begitu suara raungan itu keluar, Sesepuh ke-enam menyerang dengan kedua tangannya. Dengan aura menghancurkan yang mematikan di tangan kirinya, dia menyerang jurus Emperor Punch Steve Wu, sementara tangan kanannya diselimuti dengan kekuatan tak terkalahkan yang bisa membunuh ribuan pasukan berkuda, dan menyerang jurus Death Punch Dimas Wu.


Duar! Duar!


Tinjuan tangan kiri Sesepuh ke-enam menghantam Emperor Punch Steve Wu, sedangkan tinjuan tangan kanannya saling bertumbrukan dengan Death Punch Dimas Wu. Dalam sekejap, kekuatan energi sejati Sesepuh ke-enam yang dahsyat dan mengerikan itu meledak keluar, dan menyerang Steve Wu dan Dimas Wu dengan ganas.


Steve Wu hanya bertahan selama beberapa detik, dan kemudian termundur ke belakang.


Dimas Wu juga terguncang oleh serangan itu dan terus-menerus termundur ke belakang.


Jurus gabungan terkuat keduanya tetap berhasil dihadang oleh Sesepuh ke-enam.


Ekspresi Steve Wu sedikit kewalahan, dan juga terdapat kekecewaan dan ketekejutan. Mereka telah berkerja sama dengan mulus, dan bahkan telah mengeluarkan kekuatan mereka secara ekstrem, tetapi dibandingkan dengan kekuatan Sesepuh ke-enam, kekuatan mereka sama sekali tidak ada artinya, dan itu membuat Steve Wu merasa sangat gagal dan frustasi.


“Matilah kalian!” teriak Sesepuh ke-enam.


Di saat Steve Wu dan Dimas Wu termundur, Sesepuh ke-enam sama sekali tidak berhenti. Dia langsung mengeluarkan kekuatan energi sejatinya yang dahsyat, dan mengumpulkan energi sejati tak terbatas itu di kedua telapak tangannya. Ketika kekuatan energi sejatinya menjadi semakin melebar, menebal, dan kuat, kedua telapak tangan Sesepuh ke-enam secara bersamaan mengarah keluar dan menyerang ke arah Steve Wu dan Dimas Wu yang ada di kiri dan kanannya.


Energi sejati di telapak tangannya tiba-tiba berubah menjadi badai yang hebat dan menyapu ke arah Steve Wu dan Dimas Wu. Kali ini, Sesepuh ke-enam tidak menunjukkan belas kasihan sama sekali, kekuatan dan aura telapak tangannya telah mencapai tingkat dahsyat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan dia ingin menghabiskan ayah dan anak itu sekaligus.


Ketika melihat adegan itu, ekspresi Steve Wu dan Dimas Wu pun berubah. Mereka segera menstabilkan tubuh mereka, dan mengeluarkan jurus mereka dengan kecepatan yang paling cepat untuk menghadang energi sejati yang sangat kuat itu.


Pada saat kritis ini, Steve Wu mendesak semua energi sejatinya dan membentuknya menjadi perisai energi sejati yang tidak bisa dihancurkan.


Sementara itu, Dimas Wu mengeluarkan kedua telapak tangannya, dan pada saat yang bersamaan melepaskan wild power terkuat untuk menghadang energi sejati menakutkan dari Sesepuh ke-enam.


Duar duar!


Energi sejati melonjak tajam dan tidak dapat dihentikan yang dikeluarkan telapak tangan kiri Sesepuh ke-enam itu seketika menghancurkan perisai energi sejati Steve Wu, dan langsung menghantam tubuh Steve Wu.


Sementara energi sejati di tangan kanannya langsung menghantam wild power Dimas Wu dan mengeluarkan suara ledakan yang keras.


Wild power yang dikeluarkan kedua telapak tangan Dimas Wu itu sangat dahsyat dan merajarela, tetapi pada akhirnya tidak bisa menandingi energi sejati dari Sesepuh ke-enam. Dalam sekejap, wild power Dimas Wu pecah, dan dia yang tidak memiliki pertahanan langsung terserang oleh energi sejati Sesepuh ke-enam.


Steve Wu dan Dimas Wu terlempar ke udara. Mereka seperti bola tembakan yang terlempar di udara, dan akhirnya jatuh menghantam tanah dengan keras, dan seketika menerbangkan debu yang tak terhitung jumlahnya.


Pertarungan sampai mati ayah dan anak itu berakhir dengan kekalahan.

__ADS_1


__ADS_2