Menantu Bodoh

Menantu Bodoh
Bab 393 Dia Bernama Larvis Wu


__ADS_3

Dimas Wu benar-benar terkekang oleh teknik pengurungan Zaver Mu, dan tidak bisa bergerak sedikit pun. Tidak peduli seberapa kuat tenaga dan auranya, dia juga tidak bisa menyingkirkan belenggu itu. Dia juga tidak punya waktu untuk berontak lagi karena jari Zaver Mu telah menunjuk dahinya, dan sekarang, dia pasti akan mati.


Hati Dimas Wu langsung tenggelam dalam keputusasaan. Dia hanya memejamkan matanya, dan menunggu kematian datang menjemputnya.


Kerumunan penonton dari Sekte Tianshan juga sangat ketakutan saat ini, dan mereka tahu bahwa Dimas Wu pasti akan mati.


Namun, setelah Dimas Wu memejamkan matanya, serangan yang ditunggunya itu tidak kunjung datang, dan ternyata Zaver Mu tidak membunuhnya.


Kemudian, Dimas Wu pun membuka matanya dan menyadari bahwa Zaver Mu sedang menatapnya dengan tenang, sementara jarinya sedang menunjuk ke dahinya, tetapi dia tidak melancarkan serangannya.


Dimas Wu mengerutkan kening dan berkata dengan heran, “Kenapa kamu tidak membunuhku?”


Zaver Mu hanya menjawab, “Tiba-tiba saja aku tidak ingin membunuh.”


Dimas Wu benar-benar tidak bisa berkata apa-apa saat ini. Zaver Mu jelas datang untuk merenggut nyawanya, dan sekarang kesempatan sempurna itu telah datang, tetapi Zaver Mu tidak melakukan apa-apa, hanya karena dia tiba-tiba tidak ingin membunuh. Itu benar-benar aneh sekali. Dimas Wu benar-benar kebingungan dan tidak bisa memahami pikiran orang ini sama sekali.


Zaver Mu menurunkan tangannya dan menatap Dimas Wu dengan ekspresi yang tidak dapat diprediksi. Setelah beberapa saat, dia membuka mulutnya dan bertanya pada Dimas Wu, “Sebenarnya kamu dari sekte mana? Kamu belajar kungfu dari siapa?”


Zaver Mu memilih untuk tidak membunuh Dimas Wu secara langsung, karena Dimas Wu memiliki tingkat pertapaan seperti itu di usia mudanya. Bisa diketahui bahwa orang-orang di belakang Dimas Wu sangat luar biasa, dan Zaver Mu bermaksud untuk menangkap ikan besar melalui jalur Dimas Wu.


Setelah mendengar itu, Dimas Wu menjadi sedikit mengerti. Dia terdiam sejenak, lalu menjawab dengan sikap yang dingin, “Kamu juga tidak akan tahu jika aku mengatakannya.”


Setelah mendengar itu, mata Zaver Xu tiba-tiba terlihat tidak senang. Dia berwajah bengis dan berkata dengan tidak senang, “Itu hanya masalah sepele bagiku jika ingin membunuhmu sekarang, karena itu jangan menguji kesabaranku. Aku harap kamu bisa menjelaskan semuanya dengan jujur, jika tidak, jangan salahkan aku karena tidak berbelas kasihan.”


Setelah mengatakan itu, Zaver Mu kembali mengangkat tangannya dan menunjuk dahi Dimas Wu sekali lagi.


Dimas Wu merenung sejenak, lalu menjelaskan dengan perlahan, “Aku bukan orang Canglingzhou kalian, dan aku tidak termasuk dalam sekte manapun di sini, begitu pula dengan masterku. Karena itu, bahkan jika aku mengatakan siapa masterku, kamu juga tidak akan tahu.”


Zaver Mu menatap Dimas Wu untuk beberapa saat. Tatapannya sangat tajam dan penuh pengamatan, seolah-olah dia bisa melihat dan memahami Dimas Wu sepenuhnya.


Setelah beberapa saat, Zaver Mu membuka mulutnya dan bertanya dengan sinis, “Lalu dari mana asalmu?”

__ADS_1


Dimas Wu mengatup mulutnya dan berkata dengan jujur, “Aku datang dari bumi.”


Setelah mendengar itu, ekspresi Zaver Mu tiba-tiba berubah. Dia bergumam pada dirinya sendiri dengan berkata, “Bumi, lagi-lagi bumi.”


Terdapat keterkejutan dan keheranan dalam nada bicaranya. Terlihat dengan jelas bahwa ini bukanlah pertama kalinya dia mendengar tentang bumi.


Begitu mendengar Zaver Mu berkata seperti itu, ekspresi Dimas Wu seketika menjadi cerah, dan dia pun segera bertanya pada Zaver Mu dengan penuh semangat, “Apakah kamu tahu bumi?”


Saat ini, Dimas Wu seperti telah melihat mercusuar yang menuntun arah di tengah lautan gelap yang tak berujung. Dia benar-benar tidak tahu kenapa dia bisa tiba-tiba datang ke Canglingzhou ini, dan dia bahkan tidak tahu bagaimana caranya agar dirinya bisa kembali ke bumi. Awalnya, dia mengira bahwa orang Canglingzhou tidak tahu tentang bumi, tetapi tanpa diduga, Zaver Mu ini sepertinya sudah pernah mendengar tentang bumi, dan itu membuat Dimas Wu sangat bersemangat saat ini. Dia sangat tidak sabar untuk menanyakan segalanya pada Zaver Mu.


Zaver Mu berkata dengan pelan, “Aku pernah mendengarnya.”


Dimas Wu dengan cepat bertanya, “Kalau begitu bisakah kamu memberitahuku…”


Sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, jari Zaver Mu yang menunjuk di dahinya tiba-tiba mengerahkan sedikit kekuatannya, dan Dimas Wu pun seketika pingsan.


Tidak tahu berapa lama setelah itu, Dimas Wu perlahan tersadar dan menyadari dirinya telah dikurung di dalam ruangan yang gelap dan kedap suara. Ruangan itu mirip dengan penjara bawah tanah, tetapi jauh lebih kuat dari penjara bawah tanah biasa. Ruangan itu tidak hanya berstruktur khusus dengan empat sisi dinding, tetapi juga tidak bisa dihancurkan, dan bahkan telah dipasang semacam penghalang seperti pentagram.


Dimas Wu dapat dengan jelas merasakan bahwa penghalang itu sangat kuat, seperti mempunyai fungsi yang khusus. Penghalang itu dapat membuat orang menjadi lemah dan kehilangan semua seni bela dirinya. Dimas Wu yang berada di dalam penghalang itu bahkan tidak bisa menggerakkan energi sejatinya, seluruh tubuhnya juga sama sekali tidak bertenaga, dan dia sama saja dengan orang yang tidak berguna.


Saat memikirkan hal ini, suara gerakan kecil tiba-tiba terdengar dari luar ruangan.


Kemudian, Zaver Mu masuk dengan berjubah merah.


Begitu melihat Zaver Mu, Dimas Wu langsung menjadi tegang dan bertanya, “Di mana ini?”


Zaver Mu berwajah serius dan berkata dengan tenang, “Penjara bawah tanah Sekte Tianqi.”


Dimas Wu memandang Zaver Mu dan berkata dengan hati-hati, “Untuk apa kamu membawaku ke sini?”


Zaver Mu menatap Dimas Wu dengan serius dan berkata, “Sangat sedikit orang bumi yang muncul di sini, tetapi seratus tahun yang lalu ada satu orang yang pernah datang ke sini. Dia juga mengatakan bahwa dirinya adalah orang bumi, dan namanya adalah Larvis Wu, apa kamu kenal?”

__ADS_1


Setelah mendengar nama Larvis Wu, Dimas Wu terkejut dan segera duduk dari tanah sambil berkata, “Larvis Wu? Dia adalah kakek moyangku.”


Dalam hati Dimas Wu, Larvis Wu adalah mitos legendaris. Dia selalu terpesona dan bahkan mengagumi Larvis Wu, tetapi dia selalu mengira bahwa Larvis Wu telah lama meninggal. Dia tidak menyangka bahwa Larvis Wu juga pernah datang ke Canglingzhou, dan itu membuatnya sangat bersemangat. Hatinya yang kesepian akhirnya mendapatkan ketenangan. Dia menemukan harapan yang jelas dalam kebingungan yang tak berujung, dan akhirnya memiliki sesuatu untuk dipercaya.


Setelah mendengar jawaban Dimas Wu, ekspresi Zaver Mu tiba-tiba berubah. Dia menatap Dimas Wu dalam-dalam, dan berkata dengan tidak percaya, “Larvis Wu benar-benar kakek moyangmu?”


Zaver Mu jelas sangat memperhatikan Larvis Wu, karena ekspresinya saat ini telah menjelaskan semuanya.


Dimas Wu menjadi semakin bersemangat, dan berkata tanpa ragu-ragu, “Iya, namaku Dimas Wu, aku lahir di keluarga Wu, dan Larvis Wu adalah kakek moyangku.”


Setelah mendengar itu, ekspresi Zaver Wu menjadi sangat rumit, dan hiruk-pikuk berbagai emosi telah membanjiri hatinya.


Dia merenung sejenak, dan kemudian berkata pada Dimas Wu dengan serius, “Meskipun seni bela dirimu kalah jauh dari Larvis Wu, tetapi itu juga karena kamu belum berkembang. Begitu kamu berkembang, kekuatanmu juga pasti tidak dapat diperkirakan.”


Zaver Mu tidak hanya mengenal Larvis Wu, tetapi juga seperti lebih memahami Larvis Wu. Hal itu memberi Dimas Wu lebih banyak harapan, dan dia pun segera berkata pada Zaver Mu dengan wajah yang serius, “Karena kamu mengenal kakek moyangku, maka lepaskanlah aku.”


Setelah mendengar itu, Zaver Mu tiba-tiba mendengus dan berkata, “Melepaskanmu? Apakah menurutmu itu mungkin?”


Setelah mengatakan itu, ekspresi Zaver Mu menjadi sangat bengis. Dia menatap Dimas Wu dan berkata dengan tidak senang, “Kamu benar, aku memang mengenal Larvis Wu, tetapi aku tidak berteman dengannya.”


Setelah mendengar itu, hati Dimas Wu jatuh ke dasar jurang dalam sekejap. Bahkan jika dia tidak memiliki penglihatan yang tajam pun, dia juga bisa melihat bahwa Zaver Mu hanya memiliki kebencian pada Larvis Wu, dan mereka tidak berteman, melainkan bermusuhan. Kenyataan itu seketika membuat Dimas Wu sulit untuk menerimanya.


Setelah beberapa saat, Dimas Wu akhirnya membuka mulutnya dan berkata pada Zaver Mu dengan waspada, “Lalu apa tujuanmu mengurungku di sini?”


Zaver Mu menatap Dimas Wu dengan tatapan yang dingin, dan berkata dengan licik, “Latihanku akhir-akhir ini menemui hambatan, aku pikir kekuatan petirmu cukup bagus, dan mungkin saja bisa membantuku.”


Ekspresi Dimas Wu tiba-tiba berubah. Hatinya menjadi tegang, dan dia berkata dengan gugup, “Apa maksudmu?”


Zaver Mu tampak serakah dan berkata dengan bengis, “Kamu akan segera tahu apa yang kumaksud.”


Setelah mengatakan itu, Zaver Mu langsung mengulurkan tangannya dan menutupi ubun-ubun Dimas Wu, kemudian dia langsung mengeluarkan kekuatannya.

__ADS_1


Tiba-tiba, seluruh tubuh Dimas Wu seperti terkena sengatan listrik, otot-ototnya bergetar, bibirnya menjadi pucat, bola matanya berputar ke atas, dan tubuhnya tidak berhenti gemetar.


Telapak tangan Zaver Mu seperti memiliki kekuatan pengisap yang kuat, kekuatan energi sejati, wild power serta kekuatan petir Dimas Wu, semua mengalir ke Zaver Mu dengan cepat.


__ADS_2