Menantu Bodoh

Menantu Bodoh
Bab 324 Sterling Tang Mati


__ADS_3

Setelah melukai Sterling Tang, Blood Dragon Knife segera melesat kembali ke genggaman Dimas Wu.


Red Flame Flash dari Blood Dragon Knife memiliki kekuatan yang begitu besar. Dengan satu tebasan, Sterling Tang langsung kehilangan separuh nyawanya. Bekas tusukan pisau di dadanya yang berlumuran darah itu panjang dan dalam, kemudian langsung menyayatnya dari dada kiri hingga ke pinggang kanannya. Kondisinya sangatlah mengenaskan dan membuat takjub.


Tak hanya sampai situ, kekuatan Blood Dragon Knife menembus hingga ke dalam daging, bahkan mengikis bagian dalam Sterling Tang yang membuat semua organ dalamnya merasakan serangan yang begitu besar. Luka dalamnya sangatlah parah.


Buuufff!


Sterling Tang memuntahkan darah segar, lalu terjatuh keras-keras ke tanah dan pingsan.


Sterling Tang telah dikalahkan, kalah begitu telak hingga sama sekali tidak ada kemungkinan untuk melakukan serangan balik.


Satu pertarungan hidup dan mati ini dimenangkan oleh Dimas Wu.


Hasil ini mencengangkan semua orang yang menyaksikan.


Suasana di tempat yang begitu besar itu pun dalam kesunyian.


Semua orang takjub.


Anggota keluarga Tang pun ikut ternganga tak percaya. Mereka tercengang, otak mereka seperti ditembak oleh orang dan terasa sakit hingga tak bisa memikirkan apa-apa. Siapa pun tidak bisa menerima kenyataan seperti ini. Kepala keluarga mereka telah mengeluarkan teknik Frost Sword yang tak terkalahkan, tetapi tetap saja tidak mampu melawan Dimas Wu, bahkan ia diserang balik oleh Dimas Wu hingga terluka parah, sampai-sampai kepala keluarga yang mempunyai fisik yang sangat kuat itu pingsan antara hidup dan mati. Ini merupakan berita menyedihkan dan menjadi pukulan yang sangat menyakitkan bagi anggota keluarga Tang. Semua anggota keluarga Tang yang hadir pun sangat sedih dan benar-benar tidak menyangka.


Anggota keluarga Wu pun juga terkejut hingga tak berani mempercayai apa yang mereka lihat. Dimas Wu ternyata bisa memenangkan pertarungan itu. Ia mengalahkan kepala keluarga Tang yang menakutkan itu. Ia menyelamatkan seluruh keluarga Wu. Orang-orang keluarga Wu hanya merasa seolah sedang bermimpi, hasil akhir pertarungan itu sangatlah indah hingga seperti khayalan semata. Karena kemampuan Sterling Tang yang begitu hebat dan kuat, ditambah dengan adanya berkat dari Seven Stars Sword, sehingga membuat semua orang dari awal hingga akhir mengkhawatirkan Dimas Wu. Mereka sangat takut Dimas Wu terkena serangan, takut Dimas Wu mati di tangan Sterling Tang. Namun tak disangka, begitu lama mereka mencemaskan Dimas Wu, pertarungan sengit yang mendebarkan itu ternyata malah dimenangkan oleh Dimas Wu dengan mutlak. Ini adalah kejutan yang sangat besar bagi keluarga Wu. Hati mereka meluapkan kebahagiaan, bak kembang api yang paling terang meledak di atas langit.


Zander Tang seolah terkena sihir mematung, seluruh tubuhnya benar-benar terpaku. Dari matanya terpancar sinar yang menyilaukan mata. Bibirnya sedikit bergetar. Ia tak menyangka, benar-benar tak menyangka. Tadinya ia masih mengira bahwa Dimas Wu tidak akan mungkin bisa mengalahkan teknik Frosh Sword Sterling Tang. Namun, dalam sekejap Dimas Wu menyerang Sterling Tang hingga tersungkur dengan satu jurus Red Flame Flash dan memperoleh kemenangan akhir. Hasil akhir ini membuat Zander Tang begitu gembira. Ia terkejut, tetapi lebih gembira. Rasa kegembiraannya sampai pada titik puncak.


Bella Tang yang telah menahan ketegangan begitu lama, pada akhirnya bisa bernapas lega. Ia juga seolah terbebas dari sesuatu yang mengurungnya, bahkan berdiri saja tidak seimbang. Setelah melewati berbagai mara bahaya dan serangan mematikan, Dimas Wu akhirnya memenangkan pertarungan. Semua mimpi buruk ini akhirnya akan segera berakhir.


Dimas Wu, penyelamat dunia, menjadi orang yang paling bersinar di antara para penonton yang ada di sana. Dengan Blood Dragon Knife yang ada di tangannya, ia berdiri tegak dan bersinar berkilauan.


Waktu seakan berhenti melaju.


Suasana pun sedikit membeku.


Entah sampai berapa lama, anggota keluarga Tang yang terpaku pun akhirnya tersadarkan. Mereka segera berlari menuju ke arah Sterling Tang.


Sesampainya di samping Sterling Tang, semuanya mengelilinginya. Satu per satu saling mengucapkan kata-kata dan memanggil dengan gelisah: “Kepala keluarga.”


“Kepala keluarga, bagaimana keadaanmu?”


“Kepala keluarga, sadarlah!”

__ADS_1


“Kepala keluarga masih hidup. Cepat, berikan kepala keluarga satu butir obat Golden Sore.”


Sterling Tang yang pingsan seperti orang mati itu memang membuat anggota keluarga Tang ketakutan. Mereka takut kepala keluarga mereka mati begini saja di tangan keluarga Wu. Mereka takut keluarga Tang mereka akan menemui bencana yang menghancurkan ini. Untungnya, Sterling Tang masih bernapas. Ia masih bisa diselamatkan.


Pengawal kanan pun tanpa ragu-ragu langsung jongkok dan memapah pelan Sterling Tang, lalu mengeluarkan obat Golden Sore dan memberikannya pada Sterling Tang.


Setelah menelan obat tersebut, pengawal kanan juga mengetuk titik akupuntur di tubuh Sterling Tang dengan cepat untuk menghentikan darah yang mengalir keluar dari dada Sterling Tang.


Sterling Tang menelan obat Golden Sore. Tak berapa lama kemudian, aliran darah kembali mengalir ke wajahnya. Napasnya yang sedikit lemah itu juga berangsur-angsur pulih. Kulit matanya bergerak sedikit. Kemudian, di bawah tatapan anggota keluarga Tang yang cemas, ia membuka kedua matanya perlahan-lahan.


Melihat Sterling Tang yang tersadarkan, semua anggota keluarga Tang pun menghela napas lega. Hati mereka yang gelisah dan ketakutan itu pun perlahan-lahan menjadi tenang.


Dimas Wu yang ada di samping menatap dengan dingin. Ia menggenggam Blood Dragon Knife kuat-kuat, melangkahkan kakinya, lalu berjalan mendekati Sterling Tang.


Melihat Dimas Wu dengan auranya yang kejam dan dingin itu berjalan mendekat, semua anggota keluarga Wu segera berdiri di depan Sterling Tang dan menghadap Dimas Wu.


Sesepuh besar yang kekuatannya sudah sedikit pulih pun berdiri di barisan paling depan. Ia menatap Dimas Wu yang terus berjalan mendekat dan berkata dengan suara berat: “Dimas Wu, apa yang masih ingin kamu lakukan?”


Sterling Tang telah gagal dan tidak ada seorang pun yang bisa menghadang Dimas Wu, tetapi seluruh anggota keluarga Tang juga tidak mungkin bisa melihat dengan mata telanjang Dimas Wu membunuh Sterling Tang. Tugas mereka adalah untuk melindungi kepala keluarga.


Dengan wajahnya yang dingin, Dimas Wu membuka suara dan berkata dengan tegas: “Jika tidak ingin nyawa melayang, pergi dari hadapanku dan jangan halangi jalanku.”


Sesepuh besar selama hidupnya bersikap angkuh. Kekalahan hari ini telah menjadi cambuk yang paling memalukan dalam hidupnya. Dimas Wu sudah mengalahkan dirinya, bahkan juga mengalahkan Sterling Tang, adiknya. Semua ini membuat sesepuh besar tak kuasa menahan lagi. Saat ini, Dimas Wu dengan sombongnya mengancam dirinya. Hal ini membuatnya lebih berapi-api. Ia menggertakkan giginya dan melihat Dimas Wu dengan tatapan melotot, lalu berkata gusar: “Kamu…”


“Kakak, minggirlah.” Belum selesai berkata, Sterling Tang membuka suara dan memotong pembicaraan mereka dengan nada bicara yang lemah.


Sterling Tang telah memakan obat yang membuat pendarahan pada dadanya berhenti, tetapi ia masih berada pada kondisi yang sangat lemah. Suaranya saja masih sangat serak.


Mendengar ucapan Sterling Tang, sesepuh besar pun mengerutkan alis. Setelah bimbang beberapa detik, ia pun akhirnya minggir.


Anggota keluarga Tang yang lain juga satu per satu mundur dan memberi jalan bagi Dimas Wu.


Dimas Wu berjalan mendekat, lalu menghentikan langkahnya. Ia mengangkat Blood Dragon Knife dan mengarahkan lurus ke Sterling Tang, lalu berkata dingin: “Aku akan mengampunimu, asal dengan satu syarat, kamu harus berjanji padaku mulai detik ini jangan pernah lagi mencari masalah dengan keluarga Wu.”


Suara Dimas Wu sangat dingin. Darah Sterling Tang masih menetes dari ujung pisau Blood Dragon Knife.


Darah merah segar yang menetes itu menusuk masuk ke mata Sterling Tang, tetapi lebih menusuk lagi ke dalam hatinya. Ia menatap Dimas Wu dalam-dalam, lalu berkata kata demi kata dengan jeda: “Dimas Wu, kamu jangan bermimpi. Keluarga Tang-ku tidak akan pernah mungkin melepaskan keluarga Wu.”


Suara Sterling Tang masih sangat lemah dan serak, tetapi nada bicaranya sangat tegas. Keluarga Tang telah menguasai dunia selama beberapa tahun, ini adalah pertama kalinya keluarga Tang kalah dengan begitu telak. Dendam yang besar seperti ini mana mungkin tidak dibalaskan oleh Sterling Tang. Keluarga Tang dan keluarga Wu tidak akan bisa berdamai selamanya.


Sorot mata Dimas Wu sedikit berubah. Ia pun berkata dengan nada dingin: “Apakah kamu tahu apa akibatnya jika kamu menolak permintaanku?”

__ADS_1


Tentu saja, jika Sterling Tang tidak menyetujuinya, Dimas Wu akan langsung menghabisi nyawanya saat itu juga.


Sterling Tang bisa merasakan keinginan Dimas Wu untuk membunuhnya, tetapi ia tidak ada niat untuk mundur sedikit pun. Ia lalu lanjut berkata teguh: “Apakah kamu mengira latar belakang keluarga Tang benar-benar hanya segini saja? Aku katakan padamu, kalau kamu berani membunuhku, maka kamu dan keluarga Wu akan hancur selamanya.”


Selesai berkata demikian, sesepuh besar juga ikut berlari mendekat, lalu berkata dengan tegas: “Benar. Dimas Wu, sesepuh utama keluarga Tang lah orang hebat yang sesungguhnya. Jika kamu benar-benar berani membunuh anggota keluarga Tang kami, maka…”


Namun demikian, belum selesai sesepuh besar berbicara, satu sinar berwarna merah darah melesat secepat kilat menggorok lehernya dan memercikkan darah merah segar.


“Kamu, kamu…”


Sesepuh besar bergegas menutup lehernya dan menatap Dimas Wu dengan penuh ketakutan. Matanya melotot sebesar lonceng tembaga, hanya ada rasa tidak percaya yang terpancar dari sorot matanya. Bagaimanapun juga ia tidak menyangka bahwa Dimas Wu ternyata benar-benar begitu angkuh hingga berani membunuh dirinya di hadapan banyak orang.


Bruukk!


Sesepuh besar baru saja mengatakan satu kata ‘kamu’, lalu ia tak lagi membuka suara. Tubuhnya langsung jatuh terkapar di atas tanah.


Sesepuh besar pun meninggal.


Sampai ia menghembuskan napas terakhir, ia tidak menutup kedua matanya yang penuh dengan keterkejutan dan ketidakpuasan itu.


Melihat kondisi tersebut, orang-orang dalam keluarga Tang yang ada di sekeliling pun spontan menjerit: “Sesepuh besar!”


Akan tetapi, sesepuh besar tidak lagi memberikan respon apa-apa.


Tatapan mata Dimas Wu dingin, lalu ia kembali mengarahkan Blood Dragon Knife kepada Sterling Tang dan berkata tegas: “Untuk terakhir kalinya aku bertanya padamu, apakah kamu setuju bahwa mulai saat ini keluarga Wu dan keluarga Tang tidak akan saling melukai dan mencari masalah?”


Pada saat mengucapkan hal ini, aura keji yang ada di tubuh Dimas Wu sudah begitu kuat. Blood Dragon Knife yang ada di tangannya itu juga penuh dengan aura pembunuh yang haus akan darah.


Anggota keluarga Tang begitu kaget hingga separuh jiwa mereka melayang. Seluruh tubuh mereka dipenuhi dengan rasa dingin yang menusuk tulang. Rasa terkejut yang ada di hati mereka sulit untuk diungkapkan. Di momen ini, merekalah yang paling menyadari betapa menyeramkan Dimas Wu itu.


Sterling Tang yang tersungkur di tanah juga tercengang hingga membelalakkan mata. Ia terpaku melihat mayat sesepuh besar yang mengenaskan. Kemudian, ia memalingkan pandangannya dan menatap Dimas Wu sambil berkata dengan amarah yang meledak-ledak: “Terakhir kalinya juga aku katakan padamu, ingin menyuruhku melepaskan keluarga Wu, itu tidak akan mungkin terjadi!”


Sterling Tang dari awal memang sudah sangat membenci Dimas Wu dan keluarga Wu. Sekarang, Dimas Wu malah berani membunuh kakak kandungnya sendiri di hadapannya. Hal ini membuat Sterling Tang benar-benar membenci Dimas Wu hingga kebencian itu merasuk ke daging dan kulitnya. Ia tidak mungkin akan berkompromi dengan Dimas Wu.


Baru selesai ia berbicara, Dimas Wu mengangkat pisaunya, lalu melayangkan satu tebasan ke Sterling Tang.


Puuufff!


Bersamaan dengan pisau di tangan Dimas Wu yang turun ke bawah, dari leher Sterling Tang juga seketika mengalir darah segar keluar. Darah tersebut muncrat dari luka itu dan membasahi udara.


Sterling Tang pun mati.

__ADS_1


__ADS_2