
Kekuatan petir milik Dimas Wu tak terkalahkan dan tak terhentikan.
Pedang kematian yang selalu jadi andalan Maverick Tang telah patah, merupakan sesuatu yang sangat mengejutkan baginya. Melihat kekuatan petir milik Dimas Wu yang terus menerus menyerangnya, dia pun mau tak mau mengeluarkan jurus menghilang.
Dalam sekejap, Maverick Tang menghilang.
Sekali lagi, kekuatan petir Dimas Wu tidak mengenai Maverick Tang.
Maverick Tang berhasil menghindari serangan kali ini.
Melihat itu, Dimas Wu segera menghentikan serangannya, matanya menyipit menyapu sekitar mencari keberadaan Maverick Tang.
Dimas Wu saat ini bukan hanya memiliki kekuatan petir yang luar biasa, semua indra yang ada dalam tubuhnya menjadi sangat sensitif, sangat berbeda ketika dia belum menggunakan kekuatan petir, ketika Maverick Tang menggunakan jurus menghilang, maka Dimas Wu benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa untuk menemukan keberadaan Maverick Tang. Namun, saat ini dia memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, dia dapat merasakan apapun, bahkan pergerakkan sekecil apapun, jurus menghilang Maverick Tang saat ini bukanlah perkara yang sukar baginya.
Dimas Wu dengan seksama menyapu tempat itu untuk mencari keberadaan Maverick Tang, tiba-tiba, dengan secepat kilat dia menoleh ke arah kebun bunga keluarga Wu.
Tatapannya menjadi sangat tajam, memancarkan tatapan penuh kebengisan.
Dimas Wu berubah menjadi sekelebat bayangan yang bergerak cepat, dalam sekejap dia sudah berada di villa keluarga Wu.
Dimas Wu dalam kedipan mata sudah berada di villa keluarga Wu.
Sesampainya di villa, dia tidak langsung berhenti, dia melambai-lambaikan tangan kepada orang yang berada di villa.
Tiba-tiba, perisai belahan besar yang bersinar dengan cahaya petir dan kilat menyelimuti hampir seribu orang di villa.
Dimas Wu sendiri juga berada dalam perisai.
Boom!
Perisai petir terbentuk, sebuah bola api besar datang dalam serangan mendadak dan menabrak perisai petir dengan suara keras.
Sangat mengejutkan.
__ADS_1
Jika saja Dimas Wu terlambat satu detik saja, maka mereka yang berada di villa akan terbakar dan menjadi debu.
Setelah bola api besar menabrak perisai petir, bola api aura sejati pun meledak dan dalam waktu singkat, seluruh tempat dipenuhi api, rasa panas yang menyebar, semua tampak seperti lahar letusan gunung merapi.
Orang berada dalam perisai, semua terperangah, mata mereka terbelalak memperhatikan perisai petir yang terbakar, api yang sangat besar, bahkan hanya dengan api ini saja sudah cukup untuk menerangi seluruh kediaman keluarga Wu, rasa panas menyebar ke penjuru tempat, bahkan mereka yang berada dalam perisai petir juga merasakan rasa panas yang memanggang mereka, seakan tubuh mereka hangus oleh rasa panas yang sangat amat. Akan tetapi, mereka tidak terluka sama sekali, hanya saja rasa panas yang dirasakan oleh mereka. Mereka semua tahu bahwa persai petir Dimas Wu lah yang telah melindungi mereka, jika tidak ada perisai petir Dimas Wu, maka mereka akan hangus terbakar. Mereka semua merasa bersalah, menyesal dan berterima kasih dalam bersamaan.
Api masih tetap menyala, serangan bola api tetap berlanjut, akan tetapi, perisai petir Dimas Wu juga tidak bergeming, masih tetap utuh dan semakin kuat. Tidak peduli seberapa gencar serangan bola api Maverick Tang, itu pun tidak dapat meruntuhkan perisai petir Dimas Wu.
Kekuatan Dimas Wu benar-benar tak tertandingi.
Setelah beberapa waktu berlalu, bola api aura sejati perlahan menjadi lemah, luapan api meredup dan perlahan menghilang.
Namun, baru saja bola api menghilang, tiba-tiba muncul sebuah aura sejati yang sangat kuat dan menyerang dengan liar.
Aura sejati ini datang dari langit, terbang dan mengaung keras seperti naga yang membawa kekuatan yang begitu besar, melesat dan menyerang perisai petir.
Boom!
Naga aura sejati, dengan liarnya menghantam perisai petir, dan mengeluarkan suara gemuruh yang menggelegar.
Orang-orang yang berada dalam perisai petir itu semua terkejut, dan sudah tahu bahwa orang yang melakukan seerangan bertubi-tubi itu tidak lain dan tidak bukan adalah Maverick Tang yang sedari tadi menghilang. Bagi mereka, Maverick Tang merupakan sosok master setingkat dewa, dia hanya perlu melambaikan tangannya saja, maka mereka akan hancur berkeping-keping. Untungnya perisai petir Dimas Wu cukup kuat untuk melindungi mereka dari serangan Maverick Tang, sekaligus memberikan mereka rasa aman.
Hanya saja, ketika orang-orang baru dapat bernapas lega sejenak, serangan selanjutnya kembali datang, serangan tersebut berasal dari seluruh penjuru, dengan begitu ganasnya menyerang secara bertubi-tubi, serangan itu seperti air hujan yang jatuh menghujami tiada henti.
Sangat jelas bahwa Maverick Tang sedang marah. Serangannya penuh dengan aura kematian dan aura sejati yang begitu besar panas membara yang siap untuk memusnahkan segalanya.
Boom! Boom! Boom!
Aura sejati besar dan bertubi-tubi tanpa henti, semuanya berpusat untuk menyerang perisai petir bagian atas, suara ledakan tiada henti menggema, seperti suara ledakan bom yang tiada hentinya meledak.
Setiap ledakan hantaman aura sejati dan perisai petir menggelegar, seakan bumi akan runtuh oleh ledakan itu, ledakan yang dapat membuat siapa saja yang mendengarnya merinding dan ketakutan, bahkan orang-orang yang sedari tadi berada di dalam perisai petir itu semuanya gemetaran, walaupun mereka tahu bahwa perisai petir milik Dimas Wu sangat kuat, namun jika diserang secara bertubi-tubi seperti ini maka perisai itu akan runtuh juga, dan kenyataan ini membuat mereka semua sangat gugup dan ketakutan.
Terlihat hanya Dimas Wu sendiri yang masih tenang bahkan tatapannya sangat kosong dan tenang, tubuhnya memancarkan aura yang begitu kuat dan penuh percaya diri.
__ADS_1
Pung! Pung! Pung!
Serangan Maverick Tang yang bertubi-tubi, maka semakin keras pula serangannya, bagian atas perisai petir seperti akan runtuh akibat hantaman aura sejatinya.
Suasana hati orang-orang semakin khawatir, ketakutan mereka akan runtuhnya pertahanan Dimas Wu, dan runtuhnya perisai petir.
Namun, yang membuat mereka lebih terkejut lagi adalah kekuatan dan pertahanan perisai petir milik Dimas Wu yang begitu kokoh, walaupun pada bagian luarnya perisai petir seakan runtuh oleh hantaman aura sejati Maverick Tang, namun perisai petir masih tetap berdiri kokoh seperti gunung himalaya yang gagah dan tinggi, tidak peduli seberapa keras dan beringasnya serangan Maverick Tang, tetap saja tidak dapat meruntuhkan perisai petir Dimas Wu.
Perisai petir sama sekali tidak tergoyahkan, masih begitu kokoh.
Pada akhirnya, serangan bertubi-tubi Maverick Tang melemah, suara hantaman aura senjati pada perisai petir tidak menggelegar seperti awalnya, suara gemuruh itu semakin redup, tampaknya setelah menyerang dengan brutal, Maverick Tang menyadari bahwa serangannya itu sia-sia, dia pun menyerah untuk menyerang.
Orang-orang yang berada di dalam perisai petir itu, merasa aman dan tenang seketika, serangan mengerikan itu merupakan sebuah siksaan tiada akhir bagi mereka, kekokohan perisai petirlah yang telah memberikan mereka harapan dan membuat mereka merasa aman kembali, tidak tahu sekuat apa Dimas Wu sekarang, sehingga dia dapat membentuk perisai petir sekokoh itu!
Fokus semua orang teralihkan pada Dimas Wu.
Pada saat ini, Dimas Wu masih tetap terlihat sangat tenang, tetapi tatapannya masih tetap terkunci pada satu arah, sepertinya dia menemukan sesuatu.
Orang-orang yang menatap Dimas Wu pun menoleh ke arah tatapan Dimas Wu, akan tetapi mereka tidak dapat menemukan apa-apa.
Pada saat orang-orang semua kebingungan, tatapan Dimas Wu tiba-tiba berubah menjadi sangat tajam dan dengan keras berteriak: “Mau kabur ke mana kamu?”
Setelah mengatakan itu, dengan secepat kilat Dmas Wu melesat menuju ke depan.
Orang yang berada dalam perisai petir hanya melihat sekelebat bayangan Dimas Wu yang seperti petir yang melesat ke depan.
Dalam sekedip saja, Dimas Wu sudah berpindah tempat ratusan meter, seanjutnya dia mengayunkan tangannya dengan keras.
Syat! Syat! Syat!
Seketika keluar sebuah cahaya petir dari tangannya, tempat kosong tepat di hadapannya, seketika mengeluarkan api membara yang begitu besar.
Pung!
__ADS_1
Hanya terdengar suara raungan, tubuh Maverick Tang pada akhirnya terlihat juga ke permukaan dan tubuhnya mengeluarkan cahaya petir yang begitu ganas dan mengehempaskan tubuh Maverick Tang ke tanah dengan keras.