
Pedang ganda Joanna Song dan Zander Tang digabungkan, kemampuan menyerang meraka sangat luar biasa dan tak terkalahkan. Sesepuh keenam yang tak terkalahkan, mereka bertarung seperti api yang mengamuk, sangat sengit.
Kemenangan dan kekalahan sangat sulit diprediksi saat ini.
Saat ini, Bella Tang tampak sangat gugup melihat pertarungan yang terjadi, saking gugupnya, bulu kuduknya merinding. Dia tahu arti dari kemenangan dan kekalahan dalam pertempuran ini. Bersatunya kedua orang tuanya merupakan kekuatan terkuat bagi mereka, jika bersatunya kedua orangtuanya masih belum dapat mengalahkan sesepuh keenam, maka, keluarga mereka akan dalam bahaya. Bella Tang tak berani membayangkan akhir dari pertempuran ini,
orang-orang yang dicintainya semuanya ada di sini, maka dari itu mereka harus menang. Bella Tang berharap orangtuanya dapat mengalahkan sesepuh keenam.
Dimas Wu juga dengan wajah yang serius memperhatikan mereka bertiga bertarung, Zander Tang selalu dalam keadaan yang stabil dalam mengeluarkan dan menarik serangan, aura yang dilepaskan tubuhnya sangat kuat dan kokoh, semangat juangnya semakin kuat dan ganas, dia seperti seekor harimau yang meraung dengan keras dan menyerang dengan liar tanpa takut.
Yang membuat Dimas Wu terkejut adalah Joanna Song, dia tidak menyangka sosok yang lemah lembut dan gadis bangsawan ini, memiliki kekuatan yang luar biasa, bahkan lebih kuat dari Zander Tang, yang selalu berkobar seperti api. Penampilannya membuat Dimas Wu kagum dan juga memberikan harapan kepada Dimas Wu. Sesepuh keenam memang kuat tak terkalahkan, namun Joanna Song dan Zander Tang juga tidak lemah, mereka snagat diharapkan untuk dapat mengalahkan sesepuh keenam.
Dimas Wu juga mengharapkan sebuah harapan dan keajaiban, diam-diam memperhatikan pertarungan, dia juga sangat mengharapkan Zander Tang dan Joanna Song dapat memenangkan pertarungan ini, hanya saja, sampai saat ini, setelah melihat tiga orang ini bertarung, dia baru menyadari kehebatan keluarga Tang, sungguh kekuatan yang tak dapat diraih olehnya, dan saat ini dia semakin mengkhawatirkan keberlangsungan keluarga Wu.
Pertarungan masih berlangsung sangat sengit, dalam sekejap, mereka telah bertarung hampir sepuluh ronde.
Pertempuran memang belum berakhir dan belum dapat dipastikan hasilnya, namun pertempuran semakin sengit, Zander Tang seperti berubah menjadi sosok iblis dengan sepasang matanya memerah, ketika mengetahui ada ancaman datang, dia dengan secepat kilat menghindar, aura yang dipancarkannya sangat kuat dan liar, aura tubuhnya meledak-ledak. Joanna Song selalu anggun dan tenang, langkah dan gerakannya memang seperti bukan sebagai ancaman, tetapi pada kenyataannya, setiap serangan yang dia lakukan sangat kuat dan menyakitkan.
Sesepuh keenam juga dalam keadaan yang tidak kalah buas, bahkan dia lebih kuat dari Zander Tang. Hanya saja tidak menghadapi Zander Tang sendiri, dia juga harus menghadapi persatuan yang sempurna dari Zander Tang dan Joanna Song. Sesepuh keenam sambil bertarung sambil mencari kelemahan dari mereka, namun seiring berjalannya waktu dan intensnya pertarungan, dia bukan hanya tak dapat menemukan kelemahan mereka, dia malah semakin kewalahan menghadapi serangan mereka, Dia mulai menunjukkan kelelahan, Menghadapi serangan gabungan yang kuat dari Zander Tang dan istrinya, dia berangsur-angsur melemah.
Apalagi tangannya yang terluka itu, semakin keras dia menggerakkan tangannya, maka semakin deras darah yang mengalir, dengan itu, gerakan tangannya pun terbatas dan dia tidak bisa memaksimalkan serangannya.
“Serang sekarang!”
Zander Tang mengambil waktu sejenak, tiba-tiba dia berteriak keras, seluruh kekuaatannya meledak-ledak, dengan membawa energi yang sangat buas dan kejam, dia dengan cepat menggertakkan tubuhnya, kaki kanannya menendang seakan menyapu dengan kekuatan penuh, sapuan ini seperti menyapu gunung dan lautan, dengan aura dahsyatnya, kakinya sekeras baja, dengan serangan mematikan dia menyerang sesepuh keenam.
Joanna Song mendengar teriakan dari Zander Tang, dia segera mengambil kesempatan itu, membalikkan badan dan menyerang, menghantam tangan sesepuh keenam yang terluka. Menyerang dengan serangan tak terduga dan fatal, ini adalah serangan mematikan dari Joanna Song.
__ADS_1
Sesepuh keenam dalam posisi yang tersudut, kemenangan dan kekalahan sepertinya akan terjadi dengan serangan ini.
Bella Tang, Dimas Wu dan Steve Wu pada saat ini, seperti sudah dapat mengetahui akhir dari pertarungan ini, semua orang tahu bahwa pertarungan sudah memasuki puncaknya.
Sesepuh keenam tahu betul mereka berdua sedang memanfaatkan kelemahannya untuk menyerangnya. Pada saat waktu kritis seperti ini, dia tidak bisa membiarkan dirinya lengah, dia dengan segera mendorong semua energi sejatinya dan melompat ke udara, dia seakan menyerupai tornado yang terbang ke langit dan tubuhnya berputar dengan cepat.
Dia memusatkan semua energinya pada dirinya saat ini, berputar dengan cepat, Kecepatannya begitu cepat sehingga orang tidak bisa melihat sosoknya sama sekali. Mereka hanya merasa ada angin puyuh hitam yang berputar dengan kencang.
Saat kecepatan sesepuh keenam meningkat, udara di sekitarnya langsung berubah secara drastis, karena hembusan udara yang begitu kencang menyebabkan badai yang luar biasa dan sangat berbahaya. Dan dari pusaran angin itu menembakan bilah tajam yang tak terhitung jumlahnya itu ke sekilingnya.
Melihat itu, ekspresi Bella Tang langsung berubah, tanpa keraguan, dia segera mengeluarkan energi sejatinya menjadikannya sebuah perisai untuk melindungi dirinya, Dimas Wu, Steve Wu,
Perisai Bella Tang dibentuk tepat waktu, memungkinkan mereka bertiga dapat selamat dari serangan mematikan tadi, tetapi mereka bertiga masih sangat gugup, mata mereka masih belum berpaling dari pertempuran yang sengit itu.
Jurus sesepuh keenam ini hampir mengunakan tubuhnya sendiri sebagai senjata untuk melindungi diri dan menyerang musuh. Seakan tidak peduli apapun, apa yang ada di sana akan hancur berkeping-keping.
Crooottt,,,!!!
Dua suara tumpul bergema, dan tubuh sesepuh keenam berputar berkecepatan tinggi, meskipun memiliki kemampuan pertahanan super, masih dia masih terkena serangan gabungan kuat Zander Tang dan Joanna Song.
Setelah terkena pukulan, tubuh sesepuh keenam langsung berhenti berputar. Dia tiba-tiba memuntahkan seteguk darah di udara, dan darah muncrat ke langit. Kemudian, dia terjatuh ke tanah dengan keras.
Sesepuh keenam yang tak terkalahkan pada akhirnya terjatuh.
Dia kalah di tangan Zander Tang dan istrinya.
Dia terkapar di tanah, wajahnya pucat pasi, tubuhnya terkulai lemah, sudut bbirnya masih mengalir darah segar, mengisyarakan kekalahannya.
__ADS_1
Sungguh pemandangan yang membuat Bella Tang terkejut, dia selalu berharap jika kedua orang tuanya dapat memenangkan pertarungan ini, dan saat kedua orang tuanya benar-benar menang, ini seakan sebuah mimpi atau hayalan tak nyata baginya. Sesepuh keenam yang tak terkalahkan, yang selalu bertindak sesuka hati dan membunuh orang begitu bengis dapat dikalahkan. Bella Tang sangat terkejut dan bahagia pada saat bersamaan.
Dimas Wu akhirnya dapat bernapas lega dan tidak takut lagi, Zander Tang dan Joanna Song menang. Dia dan ayahnya akhirnya dapat terhindar dari ancaman kematian, Bella Tang juga bisa bebas dari ancaman sesepuh keenam, pada saat ini, tatapan Dimas Wu pada Zander Tang benar-benar telah berbeda.
Setelah Zander Tang dan Joanna Song mengalahkan sesepuh keenam, mereka segera melangkah menuju tempat di mana sesepuh keenam tergeletak, sesampainya di samping sesepuh keenam, mereka sebagai pemenang seakan seperti raja yang turun tangga untuk menemui rakyat tak berdayanya.
Tidak ada seorangpun yang berbicara, tetapi pada saat itu juga, seakan sebuah hinaan untuk sesepuh keenam.
Emosi bercampur-aduk yang terjadi dalam hati sesepuh keenam, wajahnya memerah, dia perlahan bangkit dari tanah dan berhadapan dengan Zander Tang dan Joanna Song berkata dengan bengis: “Kalian harus tahu seberapa besar kesalahan yang kalian lakukan, jika hari ini kalian tidak membunuhku, maka aku akan menghancurkan keluargamu.”
Sesepuh keenam telah mengakui kekalahannya dan dirinya memang tidak bisa mengalahkan Zander Tang dan istrinya, tetapi dia tidak rela jika keluarga Zander Tang hidup dengan damai, selama dia hidup, maka dia akan kembali lagi dan menghancurkan keluarga Zander Tang. Kata-katanya sudah sangat jelas, dia terlihat hanya memberi pilihan kepada Zander Tang, namun pilihan itu merupakan ancaman paling mengerikan.
Dia sangat tahu, Zander dan Joanna Song memiliki keberanian untuk menentang penegak hukum, tetapi mereka tidak memiliki keberanian untuk membunuhnya, karena mereka harus tahu bahwa, daam keluarga Tang sesepuh penegak hukum adalah perwakilan aturan, siapapun yang berhadapan atau berani membunuh sesepuh penegak hukum, maka dia telah melakukan pelanggaran hukum yang tak terampuni.
Keluarga Tang memiliki aturan yang sangat ketat, walaupun Zander Tang dan Joanna Song memiliki keberanian, tetapi mereka juga tidak akan berani melakukan kejahatan yang begitu besar.
Mendengar kata-kata sesepuh keenam, wajah Zander Tang dan Joanna Song langsung menunjukan ekspresi yang rumit, mereka terdiam sesaat, setelah itu, Zander Tang berkata: “Pergilah!”
Zander Tang tahu, melepaskan sesepuh keenam sama saja dia melepaskan harimau ke hutan, dan sama saja seperti dia cari mati, seperti makan buah simalakama, kedua pilihan itu sama saja membahayakan dia dan keluarganya, namun pada akhirnya dia tetap memilih untuk melepaskan sesepuh keenam.
Sesepuh keenam mendengar itu langsung tertawa, dia menatap mereka berdua dengan wajah muramnya, setelah itu dia pun menatap Bella Tang yang berdiri di samping sedari tadi, terakhir dia menatap Dimas Wu tajam dengan kedua bola matanya. Dia ingin mengingat kelima orang ini dalam ingatannya, tatapannya penuh dengan tatapan membunuh, sangat mengerikan.
Setelah beberapa saat, sesepuh keenam menggertakkan giginya dan berkata: “Tunggu pembalasan dariku.”
Setelah berkata, sesepuh keenam pergi meninggalkan kediaman keluarga Tang dengan luka yang parah.
Walaupun dia sudah pergi meninggalkan kediaman keluarga Tang, akan tetapi, dia telah meninggalkan sebuah ancaman. Ancaman yang selalu terngiang-ngiang di telinga dan masuk ke dalam hati.
__ADS_1
Baru setelah sesepuh keenam benar-benar keluar dari halaman, Bella Tang mengambil langkah lambat. Dia datang ke Zander Tang dan berkata dengan ekspresi khawatir: "Ayah, apa yang harus kita lakukan sekarang?"