Menantu Bodoh

Menantu Bodoh
Bab 223 Hendrick Wei Mati


__ADS_3

Kevin Wu kalah, kalah dengan sangat menyedihkan.


Ia yang berada di atas langsung roboh. Ia tidak punya kekuatan dan kewibawaan lagi, tidak ada lagi kesombongan dan keangkuhan, yang tersisa hanyalah tubuh yang lemas dan napas yang sangat lemah.


Ia telah berada di ambang kehancuran antara hidup dan mati.


Harapan semua orang pun langsung hancur seiring dengan kekalahan Kevin Wu. Semua orang seakan telah jatuh ke dasar yang dalam. Seluruh badan mereka terpaku, hati mereka diselimuti keputusasaan, pandangan mata mereka menjadi gelap. Tak ada lagi hal yang patut diharapkan, bahkan Kevin Wu, kepala keluarga nomor 1 yang tidak terkalahkan, pun harus kalah di tangan Lewis Zhuge. Di dunia ini, masih ada siapa lagi yang bisa menandingi monster ini?


Tidak ada. Di hati orang-orang pun sudah tidak ada lagi harapan dan penantian, yang ada hanyalah keputusasaan yang tak terbatas.


Kevin Wu yang tersungkur di atas tanah, hatinya lebih gelap lagi. Berbagai macam perasaan merasuki hatinya, membuat Kevin Wu seakan hampir meledak. Hari ini ia menampakkan dirinya dengan gagah dan menghadapi Lewis Zhuge di hadapan semua orang, semua itu karena ia mempunyai kepercayaan diri yang tinggi bahwa ia bisa mengalahkan orang ini. Ia ingin membuktikan kepada semua orang yang ada di penjuru negeri. Ia ingin semua orang bisa melihat kehebatannya agar semuanya takluk padanya dan mengagumi dirinya. Ia, Kevin Wu, hidupnya penuh tekanan dan kegelapan selama bertahun-tahun. Saat ini, ia bisa mencapai posisi tertinggi di keluarga Wu dan berdiri di puncak. Ia hanya ingin bersinar hingga ke seluruh pelosok negeri.


Akan tetapi, hasil akhirnya malah sangat menyedihkan. Ia kalah telak dan kehilangan martabatnya. Ia juga melenyapkan keinginannya dan tidak bisa menjadi penyelamat dunia, sebaliknya malah menjadi pecundang di mata semua orang. Hatinya mau meledak.


Di sisi lain, setelah Lewis Zhuge mengalahkan Kevin Wu, ia malah tidak pergi melihat Kevin Wu, melainkan menatap tajam Blood Dragon Knife yang masih digenggamnya itu. Blood Dragon Knife berwarna merah darah. Warnanya memang seperti darah karena juga sudah ternodai dengan lumuran darah yang tak terhitung. Lewis Zhuge selama hidupnya sangat suka dengan darah segar. Ia seolah mendapat kekuatan membunuh yang mengalir terus-menerus dari Blood Dragon Knife ini. Ia sangat menyukai perasaan ini. Sorot matanya pun perlahan-lahan memancarkan sinar yang terlihat begitu antusias. Sinar ini juga berwarna merah.


Tiba-tiba, Lewis Zhuge memegang gagang Blood Dragon Knife. Kemudian, ia melambaikan pisau itu dan mulai mencabik-cabik sekitarnya tak karuan. Ia menebas dengan penuh tenaga dan kekerasan. Ia seolah sedang meluapkan sesuatu dengan cara ini, tetapi juga seperti sedang melakukan sesuatu yang sangat ia gemari.


Praannggg! Praangggg!


Tebasan demi tebasan yang dilayangkan dengan sangat kejam dan tidak memberikan ruang untuk berlindung. Seluruh benda yang ada di lapangan besar tersebut hancur berkeping-keping dan mengeluarkan bunyi gemuruh. Debu dan asap pun bertebaran, sekitar pun menjadi kacau balau, bahkan beberapa mayat yang ada di atas tanah semuanya dipenggal Lewis Zhuge menjadi 2. Lewis Zhuge benar-benar tidak berhenti, semakin menebas ia semakin bersemangat. Pandangan matanya terhadap Blood Dragon Knife juga semakin terlihat penuh obsesi. Ia seperti seorang anak kecil yang bermain tanpa henti setelah mendapatkan mainan barunya.


Setelah bermain beberapa saat, Lewis Zhuge seakan belum terpuaskan. Ia mendadak melihat ke arah Kevin Wu yang terbaring di atas tanah.


Kedua matanya memancarkan cahaya merah dan melihat Kevin Wu dalam-dalam. Kakinya dilangkahkan lebar menuju ke arah Kevin Wu. Langkah kakinya sangat pelan dan berat. Setapak demi setapak, langkah kakinya itu mengguncang bumi dan bergema di langit.


Itu adalah langkah kaki dewa kematian.


Orang-orang yang ada di depan layar pun kembali diselimuti perasaan mencekam. Meski Kevin Wu sudah kalah, tetapi mereka juga tidak ingin Kevin Wu mati mengenaskan di tangan Lewis Zhuge!


Di saat-saat ini, semua orang berubah menjadi tegang. Napas mereka membeku, hati mereka berdegup kencang.


Di bawah pandangan begitu banyak orang, Lewis Zhuge dengan wibawa dewa kematiannya pun datang ke hadapan Kevin Wu. Ia melihat Kevin Wu dengan tatapan mengerikan, lalu tanpa berkata apa-apa lagi, ia mengangkat Blood Dragon Knife dan menebaskan ke arah Kevin Wu.


Kekuatan Blood Dragon Knife awalnya sudah begitu besar, Lewis Zhuge juga sama sekali tidak punya sedikit rasa belas kasihan. Dengan sekali tebas ini, mana mungkin Kevin Wu masih punya kesempatan untuk hidup.


Seketika, ketegangan yang dirasakan semua orang pun sampai pada titik puncak.


Namun, peristiwa Kevin Wu yang dibayangkan akan terbelah menjadi dua tidak terjadi. Tepat di saat-saat yang terjadi dalam sekejap mata, tiba-tiba sebuah reiki datang menyerang dan langsung mengarah ke tangan Lewis Zhuge yang sedang menggenggam Blood Dragon Knife itu.


Booommm!


Reiki itu menghantam keras tangan Lewis Zhuge sehingga tangan Lewis Zhuge menyimpang sedikit saat mengayunkan pisau itu. Tebasan itu pun jatuh di atas tanah di sebelah Kevin Wu.


Tanah spontan terbelah hingga membuat sebuah celah yang besar. Suara menggelegar terdengar hingga ke seluruh tempat, debu-debu beterbangan di udara.


Kevin Wu terselamatkan.

__ADS_1


Kemudian, seorang tua dengan rambut putih beruban turun dari atas langit dan berdiri tegap di belakang Lewis Zhuge.


Ia adalah Hendrick Wei.


Hendrick Wei datang kemari dengan helikopter bersama Kevin Wu. Menurut rencana awal Kevin Wu, ia berencana menghadapi Lewis Zhuge sendirian. Ia ingin menggunakan kesempatan ini untuk menjadi terkenal dan menggegerkan seluruh negeri. Akan tetapi, harapannya pupus. Nyawanya pun hampir melayang. Karena itu, Hendrick Wei pun mau tak mau harus datang membantu.


Semua penonton yang tegang hingga kehabisan napas itu, begitu melihat ada seorang tua yang turun bagaikan malaikat, langsung menghela napas lega. Pada saat yang bersamaan, di hati mereka tumbuh kembali harapan yang baru. Hati semua orang berdebar sangat cepat. Kevin Wu belum mati dan sekarang muncul lagi satu orang hebat. Terlihat jelas bahwa yang menyelamatkan Kevin Wu ini adalah orang tua berambut putih. Apakah ini menandakan bahwa orang tua berambut putih ini lebih hebat daripada Kevin Wu?


Begitu terpikirkan sampai sini, orang-orang pun menjadi begitu bersemangat. Bagaimanapun juga, ini merupakan cahaya fajar yang muncul dalam kegelapan yang membuat semuanya kembali merangkul harapan yang baru.


Semua orang menitikberatkan perhatian mereka pada si orang tua berambut putih tersebut.


Hendrick Wei saat ini memang seperti superman. Ia berdiri tegap di sana, tubuhnya memancarkan wibawa yang luar biasa. Setiap hembusan napasnya ada di mana-mana. Ia bagaikan sebuah hamparan lautan yang tak terbatas dan tanpa dasar.


Lewis Zhuge yang awalnya berada dalam kondisi hendak membunuh secara keji dan dihentikan oleh seseorang pun seketika naik pitam. Dengan mata merahnya, ia berbalik badan dan menatap tajam Hendrick Wei. Setelah itu, ia mengangkat Blood Dragon Knife dan mengarahkan tebasannya ke Hendrick Wei.


Lewis Zhuge tidak mengerti jurus-jurus dalam ilmu bela diri, tetapi ia memiliki kekuatan yang sangat besar. Blood Dragon Knife yang ada di tangannya juga ikut mengeluarkan kekuatan yang bertambah ganas.


Satu tebasan ini dilayangkan dengan mengerahkan semua tenaga. Tebasan ini menembus udara dan menggetarkan langit.


Melihat situasi ini, sorot mata Hendrick Wei pun berubah. Mata tuanya yang awalnya sedikit kabur langsung bersinar. Gestur tubuhnya juga ikut berubah. Reikinya dikeluarkan bak pedang keramat yang baru saja dibuka dan muncul dengan luar biasa hebat. Kekuatan yang tiada tandingannya itu cukup membuat seluruh tubuh orang bergetar.


“Yin Yang Punch!”


Hendrick Wei berteriak, lalu tubuhnya segera bergerak secepat kilat. Di saat Blood Dragon Knife mengarah kepadanya, ia terus melangkah maju. Ia terlihat seperti pedang tajam yang mengarahkan tusukan ke Lewis Zhuge.


Ini merupakan tinju keras dari tenaga bulan yang berubah menjadi tenaga matahari. Pemilik tenaga bulan sangat lembut dan memiliki aura yang gelap. Ia introvert dan rendah hati. Pemilik tenaga matahari sangat keras dan bersinar. Ia ekstrovert dan terbuka.


Sedangkan Hendrick Wei termasuk yang ketiga, yaitu pemilik tenaga bulan dan matahari. Sesaat setelah ia melayangkan pukulannya, seluruh kekuatannya lemah seolah tidak mengandung sedikit pun tenaga, sama seperti tinju manja seorang anak perempuan. Namun, beberapa saat kemudian, tinjunya pun berubah menjadi sangat keras. Sebuah tenaga yang begitu kuat keluar dari pukulan tersebut seperti matahari terik yang terbit yang mengandung reiki mematikan yang bisa menghancurkan semua benda. Tinju tersebut langsung menghantam Lewis Zhuge.


Tentu saja, seperti yang sudah bisa dibayangkan, tebasan Lewis Zhuge meleset dan badannya terkena pukulan keras dari Yin Yang punch Hendrick Wei.


Bruuukkk!


Tinju tenaga bulan yang berubah menjadi tenaga matahari itu langsung mengenai tubuh Lewis Zhuge dan menimbulkan suara gemuruh. Tubuh Lewis Zhuge yang kekar itu pun bergetar hingga mundur beberapa langkah karena tidak kuat menahan serangan tersebut.


Lewis Zhuge yang kuat itu ternyata dipukul mundur oleh Hendrick Wei dengan satu pukulan!


Ini merupakan adegan yang belum pernah disaksikan oleh para penonton. Harus diketahui bahwa Lewis Zhuge merupakan orang yang tidak mempan oleh senjata, tetapi sekarang Hendrick Wei hanya menggunakan satu tinju dan bisa membuat Lewis Zhuge mundur. Bisa dibayangkan seberapa besar kekuatan ini.


Sesaat, semua orang pun menjadi riuh. Mata mereka memancarkan sinar yang terang. Hendrick Wei membawa harapan yang lebih besar bagi mereka dan membuat mereka tidak bisa menutupi kegirangan dan antusias mereka.


Setelah Lewis Zhuge mundur beberapa langkah, barulah ia bisa menstabilkan tubuhnya. Sorot matanya memancarkan sinar api yang kuat. Pandangannya tajam dan mengerikan seolah hendak merobek-robek Hendrick Wei.


“Haaaaa!”


Lewis Zhuge mengaum. Napas yang begitu kuat pun dikeluarkan dari tubuhnya dengan ganas seolah gunung berapi yang meledak. Kekuatan yang menakutkan dan menyeramkan pun seketika naik ke atas. Dengan membawa kekuatan yang ganas ini, Lewis Zhuge tidak memedulikan apa pun dan langsung mengarah kepada Hendrick Wei serta mulai menebaskan pisaunya tak karuan.

__ADS_1


Kali ini, Lewis Zhuge benar-benar menunjukkan kekuatannya. Tebasan pisaunya sangat cepat dan kuat. Tebasannya itu juga penuh dengan aura yang mencekam dan mengandung kekuatan yang begitu besar. Selain itu, ia juga terus-menerus menebaskan pisaunya dan tidak berhenti sedetik pun.


Satu demi satu tebasan, setiap tebasan bisa menghancurkan bumi.


Boommm! Booommm!


Benda yang tersentuh oleh pisau tersebut semuanya hancur. Di People’s Square yang sangat besar itu pun terdengar suara gemuruh yang tidak terputus. Di permukaan tanah yang sangat keras terdapat satu demi satu celah dan retakan yang mencengangkan.


Monster ini sudah kehilangan akal sehat.


Hendrick Wei tidak menunda waktu, ia melompat ke atas bagaikan roket yang terbang ke langit. Begitu ia berada di atas dan menghindari serangan menyeramkan Lewis Zhuge, Hendrick Wei berhenti di udara dan mengumpulkan seluruh reiki yang ada di tubuhnya ke dua genggamannya, lalu melayangkan satu demi satu pukulannya tanpa henti ke Lewis Zhuge di bawah yang sedang menebas-nebas tak karuan.


Tinju Hendrick Wei sangat kuat dan tak terkalahkan. Reiki yang ada di genggamannya itu bagaikan hujan es yang sangat lebat yang mengarah terus-menerus ke Lewis Zhuge.


Sesaat, semuanya menjadi semakin kacau. Suara gemuruh yang sangat besar tak henti-hentinya terdengar. Suara itu berbunyi kencang bagaikan petir yang sedang menyambar. Hendrick Wei yang ada di udara, Lewis Zhuge yang ada di atas tanah, keduanya sedang mengeluarkan amarah yang menggelegar. Mereka saling memberikan penyerangan dan tidak memberi ruang sedikit pun untuk menghindar.


People’s Square pun berubah 180 derajat karena pertarungan mereka berdua. Debu dan asap pun beterbangan, suara hantaman keras terdengar bagaikan meriam yang tak henti-hentinya diledakkan sehingga membuat udara menjadi keruh.


Para penonton yang ada di depan layar pun sudah tidak bisa lagi melihat pemandangan yang ada di dalamnya. Mereka hanya bisa melihat pemandangan yang kabur.


Bahkan, pandangan Hendrick Wei yang ada di udara pun juga ikut kabur. Kedua tangannya tidak berhenti mengeluarkan reiki, tetapi yang ada di hadapannya hanyalah sebuah pemandangan yang kabur. Ia bahkan tidak bisa lagi melihat Lewis Zhuge. Di saat yang bersamaan, ia juga tidak bisa merasakan pergerakan Lewis Zhuge. Tentu saja, Lewis Zhuge telah menghentikan penyerangannya.


Hendrick Wei tidak yakin apakah Lewis Zhuge terkena reikinya atau tidak, tetapi untuk berjaga-jaga, ia lanjut mengeluarkan serangan yang paling kuat berturut-turut ke tempat awal Lewis Zhuge berdiri. Setelah memastikan Lewis Zhuge benar-benar sudah tidak ada pergerakan sedikit pun, Hendrick Wei akhirnya berhenti.


Di udara yang penuh dengan debu, ia mencari bayangan Lewis Zhuge.


Debu-debu perlahan-lahan pudar, pandangan Hendrick Wei juga berangsur jelas.


Namun demikian, ketika ia akhirnya bisa melihat dengan jelas kondisi yang ada di bawah, ia baru menyadari bahwa Lewis Zhuge berdiri tepat di bawahnya tanpa luka sedikit pun. Lewis Zhuge sedang memancarkan sinar menyeramkan dari kedua matanya dan menatap tajam dirinya. Hendrick Wei merasa dewa kematian sedang menatap dirinya.


Seketika, raut wajah Hendrick Wei pun berubah.


Booomm!


Di saat Hendrick Wei sedang tercengang, Lewis Zhuge langsung menjejalkan kakinya dan melompat. Tangan besarnya sekejap langsung mencengkeram kaki Hendrick Wei, lalu ia menarik Hendrick Wei ke bawah.


Bruukkk!


Hendrick Wei sama sekali belum sempat merespon, ia langsung terjatuh ke atas tanah dan mengeluarkan bunyi yang sangat keras.


Debu dan tanah pun beterbangan, darah segar mengalir dari mulut Hendrick Wei. Wajahnya berubah, kedua matanya penuh dengan kesakitan, ia hanya merasa organ-organ dalamnya sudah dihancurkan oleh kekuatan Lewis Zhuge yang begitu kuat ini.


Lewis Zhuge sontak kembali mendarat ke tanah. Ia sama sekali tidak berhenti, selagi Hendrick Wei sedang terluka parah di atas tanah, ia mengangkat Blood Dragon Knife miliknya, lalu memenggal Hendrick Wei.


Sriiinggg!


Blood Dragon Knife, tidak miring dan lurus mengarah ke leher Hendrick Wei. Seketika, kepala Hendrick Wei seperti bola sepak yang lepas dari tendangan menggelinding ke samping.

__ADS_1


__ADS_2