
Dalam sekejap, hembusan udara yang sangat dingin menyapu ke seluruh tempat, dan menyebabkan suhu di tempat itu turun dengan drastis. Hawa dingin yang sedingin es itu menembus ke dalam tubuh manusia, menusuk tulang mereka, dan membuat semua orang menjadi kaku dan putus asa.
Semua orang tampak terbelenggu. Mereka semua terbelalak dengan ngeri dan menyaksikan energi sejati yang besar seperti gunung es itu tumbang ke arah Dimas Wu.
Dimas Wu langsung merasakan tekanan yang kuat, dan itu merupakan semacam tekanan yang bercampur dengan udara dingin dan kekuatan besar yang membuatnya merasa sangat tercekik dan sulit untuk bernapas.
Tanpa berpikir lebih lama, Dimas Wu segera menghimpun energi sejati terkuatnya, dan menebas energi sejati gunung es yang tumbang ke arahnya itu dengan sekuat tenaga.
Bum duar duar!
Tebasan itu mengandung kekuatan yang sangat kuat. Setelah pisau itu ditebaskan, ada suara dengungan pisau yang bergema di udara, dan bahkan terdengar suara seperti petir yang terus bergemuruh. Langit berubah warna, tanah bergetar dengan hebat, dan aura pisau itu melonjak naik ke langit.
Sesepuh utama yang berada di udara tiba-tiba tercengang, dan ada keterkejutan yang melintas di matanya. Dimas Wu sama sekali tidak terpengaruh dengan tekanan gunung es itu dan hanya menebaskan pisau yang mengerikan itu. Aura pisau itu seperti mampu membelah bumi, dan itu membuat Sesepuh utama mencium aura yang berbahaya.
Pada detik selanjutnya, aura melonjak dari Blood Dragon Knife Dimas Wu tiba-tiba menebas energi sejati gunung es yang tumbang ke arahnya itu. Gunung es yang kuat dan besar itu langsung dihancurkan oleh aura pisau itu.
Dengan satu tebasan itu, suara gemetar bergema di langit, aura sedingin es yang ada di udara terkibas dan perlahan menghilang, dan energi sejati gunung es besar itu pun mencair dan menghilang.
Aura pisau Dimas Wu yang terlalu ganas dan kuat itu langsung menerobos serangan tekanan gunung es dari Sesepuh utama, bahkan tangan Sesepuh utama yang memegang tongkat kepala naga pun menjadi mati rasa. Pada saat ini, Sesepuh utama benar-benar merasa sedikit melemah, dia segera menghimpun tenaganya dan mempercepat aliran darah di tubuhnya, dan pada saat yang bersamaan, dia berbalik dan melompat kembali ke tanah dari udara.
Begitu mendarat, darah di seluruh tubuhnya telah melonjak, dan auranya pun kembali meningkat. Tanpa berpikir lama, dia terus mengepalkan tongkat kepala naga dengan tangan kanannya, kemudian membuka telapak tangan kirinya, dan menyerang Dimas Wu dengan telapak tangannya itu.
Sebuah Energi sejati yang sangat kuat muncul di tangannya, dan setelah merambat ke udara, energi itu langsung menarik tenaga reiki dunia dan bergabung menjadi telapak tangan raksasa.
Telapak tangan raksasa energi sejati yang diselimuti dengan tenaga reiki dunia itu seolah-olah seperti gunung berat yang mendorong ke arah Dimas Wu, dan langsung menempatkan Dimas Wu ke dalam situasi yang berbahaya.
Udara di tempat itu tersapu oleh energi sejati telapak tangan raksasa yang besar itu dan kemudian meledak. Telapak tangan raksasa yang membesar secara bertahap di udara itu hampir bisa menahan langit, dan aura yang terkandung di dalamnya benar-benar bisa menguncang seluruh langit.
Dimas Wu diselimuti oleh aura yang sangat besar. Ketika energi sejati dari telapak tangan raksasa yang tak tertandingi itu datang menyerang, terlintas niat membunuh di mata Dimas Wu yang merah. Dia segera mengeluarkan energi sejati yang tak terkalahkan, dan dengan kekuatan transformasi iblis yang tak terbatas, dia melempar Blood Dragon Knife ke arah energi sejati telapak tangan raksasa.
__ADS_1
Dalam sekejap, Blood Dragon Knife terlepas dari tangan Dimas Wu. Dengan aura pembunuh yang haus darah dan terbungkus dalam kekuatan dan energi sejati yang tak berujung, pisau itu menerobos udara dengan ganas, dan menyerang ke arah energi sejati telapak tangan raksasa Sesepuh utama.
Duar!
Dengan kekuatan yang mengerikan itu, Blood Dragon Knife seperti kapak dahsyat yang langsung menyerang dan menghancurkan energi sejati telapak tangan raksasa Sesepuh utama. Kemudian, muncul lubang besar di telapak tangan raksasa itu, dan energi sejati telapak tangan raksasa itu langsung pecah dan menghilang.
Setelah itu, Blood Dragon Knife langsung berbalik arah dan terbang kembali ke tangan Dimas Wu.
Semuanya menjadi damai dan kembali ke keadaan semula.
Namun, yang berbeda adalah sebuah luka yang muncul di telapak tangan Sesepuh utama, dan darah segar mengalir keluar dari luka itu.
Darah di telapak tangannya yang berwarna merah cerah dan menyilaukan itu sangat merangsang sarafnya. Matanya menjadi semakin merah, dan amarahnya menjadi semakin besar.
Orang-orang yang menonton pun menjadi tegang. Seharusnya, Dimas Wu yang telah menghadang serangan gunung esnya, menghancurkan serangan telapak tangan raksasa, dan melukai balik Sesepuh Utama merupakan pertanda yang baik, dan semua orang seharusnya merasa senang dan beruntung karena itu. Namun, setelah melihat sosok Sesepuh Utama yang berubah menjadi seperti iblis itu, mereka semua tidak bisa senang, melainkan hanya merasa ngeri. Saat ini, Sesepuh Utama benar-benar menakutkan, dan tampaknya dia akan menunjukkan kekuatannya.
Tentu saja Dimas Wu juga telah melihat perubahan pada Sesepuh utama. Dia tahu bahwa Sesepuh utama akan menjadi sangat berbahaya setelah ini, dan dia tidak boleh lengah sedikit pun. Karena itu, sebelum Sesepuh utama melancarkan serangan, Dimas Wu langsung menggerakkan Blood Dragon Knife yang ada di tangannya, dan melancarkan serangan terus-menerus ke arah Sesepuh utama.
Tebasan demi tebasan yang dia lancarkan sangatlah cepat, dan dalam sekejap, suara tebasan pisau yang tidak ada habisnya terdengar di tempat yang besar itu. Aura pedang itu seperti laser yang tak terhitung jumlahnya yang dengan sangat merajarela menyerang ke arah Sesepuh utama.
Tatapan Sesepuh utama tiba-tiba menjadi dingin, auranya meledak keluar dalam sekejap, amarahnya juga melonjak dengan hebat, dan terlihat urat biru yang muncul dengan jelas di punggung tangan kanannya. Dia memegang dengan erat dan memasukkan energi sejati tak terbatasnya ke tongkat kepala naga itu.
Kemudian, Sesepuh utama mengangkat tongkat kepala naga dengan cepat, dan menyerang aura pedang yang tak terhitung jumlahnya yang menyerangnya dengan ganas itu.
Tongkat kepala naga sedikit demi sedikit memancarkan energi sejati kepala naga. Energi sejati kepala naga itu lebih padat dan lebih kuat dari sebelumnya, dan di dalamnya diselimuti dengan aura dan kekuatan penghancur terkuat serta tenaga reiki inti dunia.
Sesepuh utama telah marah.
Duar duar duar!
__ADS_1
Energi sejati kepala naga dan aura pedang yang tajam saling menghantam tanpa henti. Hantaman itu mengeluarkan suara ledakan dan terus-menerus menimbulkan gelombang aura energi sejati. Sisa gelombang yang kuat itu menyapu ke segala arah, mengguncang udara dan semua makhluk, dan menimbulkan badai yang kuat.
Perlawanan dari Sesepuh utama sudah sangat kuat, tetapi dia tetap tidak bisa menahan serangan aura pedang Dimas Wu yang semakin lama semakin intensif. Meskipun energi sejati kepala naga Sesepuh Utama telah menghancurkan sebagian besar aura pedang, tetapi selalu ada beberapa yang lolos, menyerang tubuhnya dan menyebabkan beberapa luka muncul pada tubuh Sesepuh utama. Meskipun luka itu tidak serius, tetapi lama-kelamaan tubuhnya akan mendapatkan sayatan yang sangat banyak, dan kemungkinan dirinya yang sudah tua itu akan terpotong-potong karena itu.
Itu sama sekali bukanlah solusi jangka panjang.
Orang-orang yang menyaksikan pertarungan itu merasa sangat tegang. Ketika melihat Sesepuh utama terluka dan perlahan menunjukkan kekalahan, cahaya harapan di hati mereka bersinar lagi, dan mereka semakin bersemangat mengharapkan Dimas Wu untuk menang dengan cepat.
Namun, ketika semua orang dalam suasana hati yang intens, Sesepuh utama berteriak dengan sinis, “Sepertinya aku tidak bisa membunuhmu jika tidak menggunakan jurus pamungkasku.”
Begitu selesai berbicara, Sesepuh utama menginjak tanah dengan kuat dan langsung melompat ke udara.
Setelah itu, dia menekan erat tangan kirinya yang terluka ke bagian kepala naga dari tongkat kepala naga, kemudian menggertakkan giginya dan menekan kekuatannya secara tiba-tiba.
Darah di tangan Sesepuh utama mengalir dengan cepat ke dalam kepala naga dari tongkat itu, kemudian tongkat kepala naga itu mengeluarkan sinar perak, dan berubah menjadi warna merah yang menyilaukan. Tongkat itu seperti berubah menjadi tongkat iblis pembunuh dewa.
Sesepuh utama menggunakan darahnya sendiri untuk membangkitkan kekuatan yang lebih dalam pada tongkat kepala naga.
Setelah tongkat kepala naga memerah, mata Sesepuh utama juga menjadi sangat merah, dan tatapannya menjadi sangat menyeramkan. Dia menatap Dimas Wu dengan ganas dan tiba-tiba berteriak, “Blood God Slash!”
Setelah mengatakan itu, tongkat kepala naga berwarna merah darah yang ada di tangan Sesepuh utama itu diacungkan ke Dimas Wu dengan tenaga yang kuat.
Dalam sekejap, sebuah bayangan tampak keluar dari tongkat kepala naga, dan bayangan itu adalah energi sejati yang meledak keluar dari jurus Blood God Slash. Energi itu berbentuk sama seperti tongkat kepala naga, dan begitu melebur ke udara, energi itu kini menjadi lebih besar, dan menjadi sebuah tongkat kepala naga yang sangat besar.
Duar!
Dalam sekejap, tenaga reiki dunia yang tak terbatas itu bergabung menjadi satu, berubah menjadi refleksi berwarna merah yang mengejutkan, lalu memadat dan menyatu dengan energi sejati tongkat kepala naga itu.
Energi sejati tongkat kepala naga itu seperti pilar raksasa merah yang menyerang Dimas Wu dengan kekuatan yang dahsyat.
__ADS_1