
Kali ini, Steve Wu dan Dimas Wu benar-benar kalah dan mereka sudah tidak memiliki jalan untuk kembali lagi.
Steve Wu sudah mengerahkan semua tenaganya, tubuhnya juga terluka parah, dia berbaring di tanah dengan wajah pucat dan lemah, tatapannya abu-abu, tubuhnya tidak memiliki sisa energi lagi, Dia sudah kehilangan kekuatan untuk bertarung dan keinginan untuk bertarung lagi. Pada akhirnya dia tidak dapat mengalahan sesepuh keluarga Tang ini.
Dimas Wu juga tidak lebih baik dari Steve Wu, dia terluka dalam sangat parah, kekuatan dalam tubuhnya seakan lenyap, dia bahkan tidak dapat berdiri tegak, semua berubah menjadi sebuah ketidakmungkinan baginya, tetapi dia juga tidak mau mengakui kekalahan, namun dia pun tak memiliki kekuatan untuk melawan.
Sesepuh keenam berdiri di bawah atap koridor, menatap dengan sungguh-sungguh ke Dimas Wu dan Steve Wu yang jatuh ke tanah, dan berkata dengan dingin: "Apakah kalian semua belum mati?"
Ketika sesepuh keenam mengeluarkan jurus tebasan maut, dia yakin sudah dapat menghabisi Steve Wu dan Dimas Wu, tetapi tak terduga, mereka masih dapat selamat, kemampuan bertarung mereka sangat hebat, dan itu sudah melebihi kemampuan batas manusia biasa.
Steve Wu dan Dimas Wu sudah tidak memiliki tenaga untuk menjawab pertanyaan sesepuh keenam, Mereka tergeletak terpuruk di tanah, hampir hanya tersisa satu nafas, mereka hanya bisa diam dan mengatur napas mereka yang terengah-engah.
Suasana seketika hening sejenak.
Halaman kediaman keluarga Tang menjadi sangat sunyi.
Setelah sesepuh keenam terkejut sesaat, ekspresinya pun kembali menjadi beringas, dia menatap Dimas Wu dan Steve Wu, dia mengertakkan giginya dan berkata: “Begini juga bagus, jadi kalian bisa merasakan kekuatan api dari energi sejati.
Karena Steve Wu dan Dimas Wu tidak ingin mati dengan cepat, maka sesepuh keenam tidak akan sungkan membunuh mereka secara perlahan. Dia sudah banyak membuang waktu di sini, maka dia tidak akan keberatan untuk berlama-lama lagi di sini.
Setelah berkata, sesepuh keenam langsung mengulurkan tangan kanannya, mengarahkan tangannya ke atas, segera setelah itu, keluar energi sejati di tangannya, energi ini sangat liar namun dengan cepat sesepuh keenam dapat mengontrolnya, dan membuat energi sejati ini berputar cepat dan semakin ganas.
wussssh!
Dengan kecepatan dan meningkat tajam, tiba-tiba, energi sejati yang berputar berkecepatan tinggi di telapak tangannya berubah menjadi sebuah bola api.
Ini adalah api energi sejati.
Api energi sejati merupakan sebuah api yang berkekuatan luar biasa, ia dapat memusnahkan segalanya.
Steve Wu dan Dimas Wu yang sekarat, melihat bola api pada tangan sesepuh keenam, menjadi sangat panik, tubuh mereka seakan merasakan rasa panas yang amat sangat.
__ADS_1
Sebelumnya, Steve Wu dan Dimas Wu belum pernah melihat bola api energi sejati seumur hidup mereka, tetapi mereka semua tahu. Api energi sejati setara dengan senjata yang tak terkalahkan, dan kekuatannya tidak terbatas.Tidak peduli siapa itu, sekali dibakar oleh api energi sejati, bahkan jika kamu memiliki pelindung dinding tembaga dan dinding besi, itu akan langsung berubah menjadi abu. Baik Steve Wu maupun Dimas Wu tidak takut mati, tetapi jika mereka dibakar menjadi abu oleh api energi sejati, mereka tidak akan kuat dan itu yang membuat mereka benar-benar tidak tahan.
Pada saat ini, ekspresi Steve Wu dan Dimas Wu berubah menjadi sangat ketakutan dan itu terlihat jelas dari tatapan mata mereka.
Saat itu Bella Tang dari kamar barat keluar dan berdiri tepat di hadapan sesepuh keenam dan melindungi Dimas Wu dengan tubuhnya, dia dengan serius berkata: “Sesepuh keenam, aku mohon kepadamu, tolong pandang dia sebagai suami dan dari menantu keluarga Tang, lepaskanlah dia, aku mohon kepadamu.”
Sebelumnya Bella Tang terluka parah oleh sesepuh keenam, hingga membuatnya terbaring lemah dan tak sanggup bangun, setelah melalui penyembuhan beberapa waktu, dia baru dapat pulih kembali, namun ketika mendengar sesepuh keenam akan menggunakan api energi sejati untuk menyerang Dimas Wu, dia yang masih belum pulih sepenuhnya segera berlari keluar, dan memohon pengampunan untuk Dimas Wu. Bella Tang sangat tahu kekuatan api energi sejati, bahkan jika kamu adalah seorang God Master, kamu akan hangus menjadi debu. Bella Tang tidak bisa melihat Dimas Wu dibakar menjadi debu, dia hanya bisa menggunakan status anggota keluarga Tang agar Dimas Wu dapat dilepaskan, dan berharap sesepuh keenam dapat menerima Dimas Wu.
Melihat Bella Tang yang mengabaikan hidupnya demi melindungi Dimas Wu, sesepuh keenam pun mengerutkan keningnya, dia menatap Bella Tang tatapan penuh amarah, dengan nada dingin berkata: “Minggir kamu!”
Dua kata yang sama terucap, namun kali ini kata-kata sesepuh keenam sangat jelas dan dengan amarah yang besar, juga memiliki sedikit niat membunuh dalam nada bicaranya.
Bella Tang sedikit takut dengan sesepuh keenam yang saat ini sedang marah, tetapi dia juga tidak akan mundur, dia rela mati demi Dimas Wu dengan berhadapan langsung dengan sesepuh keenam, dan dia pun masih terus memohon: “Sesepuh keenam, Newt Tang telah mati, walaupun kamu bersikukuh mau membunuh Dimas Wu, dia juga tidak akan pernah hidup lagi, aku mohon kepadamu, tolong lepaskan Dimas Wu.”
Bella Tang sudah tak tahu harus berbuat apa lagi, dia hanya bisa menurunkan derajatnya dan berlutut memohon, dia tahu bahwa sesepuh keenam bukan orang yang egois dan kejam, dia juga tahu betul bahwa Dimas Wu membunuh anggota keluarga Tang adalah sebuah perbuatan yang tak terampuni. Namun, dia masih mengharapkan secercah harapan agar sesepuh keenam dapat memaafkan dan mengampuni Dimas Wu.
Sesepuh keenam dengan tatapan amarah dan kejamnya berkata dengan nada yang sedikit berat: “Sekali lagi aku perintahkan kamu untuk minggir, kalau tidak kamu juga akan mati.”
Dimas Wu yang sekarat terbaring di tanah, mendengar ucapan sesepuh keenam, dia dalam seketika langsung panik, dan dengan sekuat tenaga berkata kepada Bella Tang: “Bella Tang, aku mohon kepadamu untuk minggir, jangan khawatirkan aku.”
Mendengar kalimat lemah tak berdaya dari Dimas Wu, Bella Tang menoleh ke belakang, menatap Dimas Wu dengan dalam dan berkata: “Jika aku tidak dapat menolongmu, maka aku bersedia mati bersamamu.”
Setiap kata-kata yang diucapkan oleh Bella Tang sangat tegas, Tekadnya untuk melindungi Dimas Wu sangat kuat, Dimas Wu adalah suaminya, seseorang yang selaras dengan bibir, gigi dan jiwanya, ia harus berbagi penderitaan bahkan kematian dengan Dimas Wu.
Mendengar kata-kata Bella Tang, hati Dimas Wu yang putus asa tersentuh, hatinya seakan menangis dan meraung, dia ingin membujuk Bella Tang sekali lagi, dia ingin sekali membuka mulutnya, tetapi dada dan tenggorokannya seakan tersumbat sesuatu yang membuatnya sulit berbicara.
Di sisi lain, sesepuh keenam benar-benar tidak sabar. Dia menatap Bella Tang dan berkata dengan tajam: "Aku telah memberi kamu kesempatan. Karena kamu tidak tahu bagaimana menghargainya, jangan salahkan aku karena bersikap kasar."
Setelah berkata, sesepuh keenam pun mengulurkan tangan kanannya, dan seketika api energi sejati terbentuk, dia ingin menggunakan api energi sejati membakar mereka bertiga.
Tetapi, sebelum dia melepaskan api energi sejati itu, tiba-tiba suara keras datang dari pintu masuk halaman: “Sesepuh keenam, kamu menggunakan senjata mematikan di dalam rumah ku, apakah itu tidak keterlaluan?”
__ADS_1
Suara ini terdengar penuh dengan energi dan keagungan yang luar biasa, bercampur dengan sedikit amarah, yang langsung menghentikan gerakan di tangan Sesepuh Keenam.
Bersamaan dengan terdengarnya suara itu, muncul juga sosok orang, dia sedang melangkah memasuki halaman kediaman keluarga Tang.
Dia adalah Zander Tang.
Bella Tang melihat Zander Tang datang, dadanya seperti melepaskan sebongkah batu yang sedari tadi menindihnya, akhirnya dia memiliki seseorang yang dapat diandalkannya, dan ada secercah harapan untuk menyelamatkan Dimas Wu.
Sesepuh keenam segera mencari keberadaan suara itu, dan dia menatap Zander Tang yang melangkah maju ke dalam halaman, dan dengan wajah yang sangat serius berkata: “Dimas Wu telah membunuh Newt Tang, dia telah melanggar peraturan keluarga Tang, maka dari itu, hari ini dia harus mati.”
Tidak peduli siapa yang datang, itu tidak akan dapat membuat sesepuh keenam mengurungkan niatnya untuk membunuh Dimas Wu, dia sebagai sesepuh penegak hukum harus tegas menghadapi seseorang yang telah melanggar peraturan keluarga Tang, dan memberikan hukuman terberat dan tanpa belas kasihan.
Zander Tang berhenti, menghadap sesepuh keenam, dan berkata dengan suara yang dalam: "Aku ingin tahu apakah sesepuh keenam bisa tidak untuk jangan membuat aku malu? Bagaimanapun, Dimas Wu sekarang sudah menjadi menantuku. aku tidak bisa membiarkan putriku menjadi janda begitu dia menikah, kan?"
Zander Tang saat ini memang sedang marah besar, namun dia tidak meluapkannya sekarang, dia tetap menahannya, karena dia tahu bahwa sesepuh keenam memiliki status yang luar biasa di keluarga Tang, dia juga harus berhati-hati dalam bertindak, oleh karena itu, bahkan jika sesepuh keenam bertindak semaunya di kediaman keluarga Tang saat ini, dia juga tidak akan peduli dengan keberadaan Zander Tang, maka dari itu Zander Tang dengan sekuat tenaga menahan amarahnya, dan berbicara dengan baik dan bersahabat dengan sesepuh keenam, dan dia berharap bahwa sesepuh keenam dapat menghargainya.
Namun sebaliknya, sesepuh keenam malah tidak menunjukkan ekspresi bersahabatnya, dia dengan sinis menatap Zander Tang, dan dengan sadis berkata: “Zander Tang, anakmu masih muda dan tak tahu apa-apa, dia dengan lancang menghalangi penegak hukum seperti aku. Jangan bilang kamu juga akan melanggar peraturan keluarga Tang? Dan lagi, apakah kamu berpikir bahwa dengan kompetisi pemuda dua tahun lalu, apakah kamu ada muka untuk berbicara di sini?”
Terlihat jelas, maksud dari sesepuh keenam adalah gugurnya anak Zander Tang di medan kompetisi pemuda.
Hal ini merupakan sebuah penyesalan terbesar Zander Tang, dua tahun yang lalu pada kompetisi pemuda, bukannya hanya membuatnya kehilangan putra semata wayangnya, juga menyebabkan statusnya dalam keluarga Tang anjlok. Dari saat itu, siapapun anggota keluarga Tang bisa dengan seenaknya menghina dan menginjak harga dirinya, statusnya dalam keluarga Tang sudah seperti sosok yang tidak dianggap.
Pada saat itu juga, sesepuh keenam tidak menghormati Zander Tang, dia bagaikan menampar Zander Tang dengan lantang membeberkan aib dan luka lama Zander Tang.
Zander Tang masih menahan emosinya yang meledak-ledak ketika mendengar ucapan sesepuh keenam.
Sesepuh keenam tampak tak peduli akan membuat Zander Tang marah, dia tidak memperhatikan raut wajah Zander Tang dan lanjut berkata: “Jika kamu benar-benar mempertimbangkan putrimu, maka aku sarankan kamu untuk menariknya pergi, kalau tidak, jangan salahkan aku yang tidak memberinya belas kasihan.”
Ini merupakan peringatan sesepuh keenam kepada Zander Tang, dan juga kesempatan hidup yang diberikannya kepada Bella Tang.
Zander Tang menggertakkan giginya lagi, menatap sesepuh keenam dengan tatapan penuh arti, dan dengan segera melangkah ke arah Bella Tang.
__ADS_1
Bella Tang yang melihat ayahnya melangkah medekatinya, hatinya menjadi semakin berat, secercah harapan yang diharapkannya seakan seketika sirna.
Namun, setelah Zander Tang datang ke Bella Tang, dia tidak menarik Bella Tang, dia malah berdiri di samping Bella Tang, menghadap sesepuh keenam dan berkata dengan dingin: “Hari ini aku ingin melihat seperti apa tanpa belas kasihanmu itu.”