Menantu Bodoh

Menantu Bodoh
Bab 352 Menentang Kehendak Langit


__ADS_3

Genggaman sederhana Dimas Wu itu seolah-olah menangkap seluruh kehampaan sekaligus, dan kekuatan dari segala sesuatu di dunia pun berkumpul di tinjunya.


Seiring dengan pukulan yang dikeluarkannya, seluruh tubuh Dimas Wu mengeluarkan aura agung yang terhormat layaknya seorang raja yang datang. Di dalam tinjunya tampak ada dewa naga emas yang meraung, dan raungan kemarahan dewa naga itu mengguncang bumi dengan hebat.


Pada saat yang bersamaan, Soul Destroyer Palm Maverick Tang juga datang menyerang.


Boom!


Tinju dewa naga Dimas Wu menghantam Soul Destroyer Palm Maverick Tang. Dua kekuatan dahsyat yang saling menghantam itu masih menyisakan kekuatan dan menimbulkan ledakan yang hampir membelah langit dan bumi. Ledakan itu menyerbu dan menghempas seluruh awan, cahaya keemasan yang bersinar itu menyebar dan menerangi seluruh tempat yang besar itu.


Sisa kekuatan itu menyapu seluruh dunia, dan semua orang yang berada di tanah pun bisa merasakan sedikit angin panas yang menderu ke arah tanah dari atas langit.


Benar-benar kuat.


Setelah ledakan sisa kekuatan itu terhempas, Maverick Tang dan Dimas Wu berhenti sejenak di langit, dan kemudian terdengar suara raungan naga yang sangat ganas.


Itu adalah dewa naga emas yang ada di tinju Dimas Wu. Dewa naga itu menelan Soul Destroyer Palm Maverick Tang, kemudian meraung dengan mulut yang terbuka lebar, dan terus menyerang ke arah Maverick Tang.


“Bagaimana mungkin?” teriak Maverick Tang.


Dia berseru dengan mata yang membelalak.


Kenyataan itu telah melampaui ekspektasi Maverick Tang dan sangat mengejutkannya. Dia tercengang di tempat dan hanya menyaksikan dewa naga emas yang mengaum itu menyerang ke arahnya.


Hoek!


Dewa naga itu menghantam Maverick Tang, dan Maverick Tang pun langsung memuntahkan darah merah yang segar. Darah itu menyembur ke udara dan menjadi kabut darah di langit, tubuhnya terpental dengan kuat dan terbang terbalik membentuk garis lengkung yang panjang di langit.


Sementara Dimas Wu berdiri stabil di tempatnya dengan luar biasa perkasa.


Maverick Tang telah kalah di babak ini.


Semua orang yang ada di villa keluarga Wu pun tercengang.


Semua orang dapat melihat betapa kuatnya tubuh asli Maverick Tang. Soul Destroyer Palm yang baru saja dilancarkannya bahkan lebih mengerikan, tetapi tidak disangka Dimas Wu menangkisnya dengan satu gerakan, dan bahkan balik menyerang Maverick Tang. Adegan itu sungguh ajaib! Perlu diketahui bahwa meskipun Dimas Wu memiliki teknik pemulihan yang paling kuat sekalipun, tetapi dalam hal kekuatan, dia masih kalah jauh dari Maverick Tang, dan sejak tubuh asli Maverick Tang muncul, Dimas Wu selalu menjadi orang yang diserang. Tanpa diduga, kali ini setelah mati dan bangkit kembali, kekuatan Dimas Wu bahkan meningkat, dan semua orang benar-benar merasakan kejutan yang sangat besar.


Perasaan campur aduk Bella Tang juga kembali bergejolak, dan dia akhirnya melihat sebuah harapan, Dimas Wu memang masih memiliki kekuatan untuk melawan Maverick Tang. Ketika melihat Dimas Wu diserang berulang-kali sebelumnya, Bella Tang benar-benar mengkhawatirkannya. Meskipun Dimas Wu mampu menyusun kembali tubuhnya dengan menggunakan teknik pemulihan, tetapi pada saat terluka, dia pasti mengalami rasa sakit yang tak ada habisnya. Tidak peduli apakah tubuhnya terpotong ataupun dileburkan oleh jurus rahasia mayat, itu semua bukanlah rasa sakit yang bisa ditanggung oleh orang biasa. Ketika melihat itu, hati Bella Tang terasa sangat sakit seperti telah mengalami ledakan kuat beberapa kali. Sekarang Dimas Wu akhirnya memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan, dia tidak perlu menerima serangan dari Maverick Tang secara pasif lagi, dan Bella Tang merasa sedikit lebih baik karena itu.


Maverick Tang terbang terbalik untuk jarak yang jauh, kemudian tubuhnya berputar balik di langit, dan dia pun terbang kembali.


Dalam pertarungan kali ini, dia memang kalah dari Dimas Wu, tapi pukulan Dimas Wu masih belum cukup untuk membuatnya mati.


Dia terbang kembali dan berdiri di depan Dimas Wu lagi. Dia perlahan menyeka noda darah dari sudut bibirnya, lalu menatap Dimas Wu dan berkata dengan bengis, “Tidak disangka ternyata kamu begitu hebat, sepertinya aku telah meremehkanmu. Kalau memang begitu, aku semakin tidak boleh membiarkanmu hidup.”


Maverick Tang hidup dengan sangat sombong, dan tidak ada seorang pun yang dianggap olehnya. Pemuda seperti Dimas Wu telah membunuh tiruan bayangannya dan membuatnya memiliki hasrat untuk bertarung secara langsung, tetapi dia awalnya mengira bahwa dengan tubuh aslinya bertindak, maka Dimas Wu pasti akan mati, dan dia sama sekali tidak menganggap Dimas Wu dengan serius. Namun, hingga saat ini, dia baru menyadari bahwa dia salah karena telah meremehkan kekuatan tersembunyi Dimas Wu. Dimas Wu memang muda, tetapi kekuatan tersembunyinya sangat besar, dan dia memang bisa menciptakan keajaiban yang tak terbatas. Kali ini, Maverick Tang benar-benar akan memperhatikan Dimas Wu.

__ADS_1


Tatapan Dimas Wu sangat dingin, dan dia samar-samar berkata, “Belum bisa dipastikan siapa yang akan hidup dan mati.”


Dimas Wu yang sekarang memiliki aura yang tidak dapat diprediksi, dan kata-katanya penuh dengan kepercayaan diri yang tak terlihat.


Setelah mendengar itu, ekspresi Maverick Tang tiba-tiba berubah. Tatapan matanya menjadi tajam, dan dia pun berteriak, “Sirius Claw!”


Begitu selesai mengatakan itu, Maverick Tang pun langsung melangkah.


Langkahnya tidak cepat, tetapi sangat kuat. Kakinya yang menginjak udara membuat seluruh langit bergetar. Selain itu, seiring dengan langkahnya, auranya juga meningkat dengan stabil. Aura itu mengacau situasi dan mengguncang langit dengan sangat merajarela.


Setelah mengambil delapan langkah, aura Maverick Tang meningkat hingga puncaknya, dan seluruh tubuhnya pun menjadi sangat kuat. Dia seperti serigala purba ganas dengan mata yang memancarkan cahaya mengerikan dan keserakahan haus darah yang kuat. Dia seperti telah kelaparan untuk waktu yang lama, dan sangat ingin menghisap darah untuk memperkuat dirinya.


Dengan aura yang menakjubkan itu, lima jari Maverick Tang tiba-tiba menjadi cakar, dan dia menyerang Dimas Wu dengan satu cakaran yang brutal.


Energi sejati yang dahsyat seketika keluar dari cakarnya, dan berubah menjadi cakar serigala ganas raksasa di langit yang tak terbatas. Cakar raksasa itu mengoyak udara, menerobos langit, menghancurkan awan, dan menyakar ke arah Dimas Wu.


Setelah melihat itu, pupil mata Dimas Wu tiba-tiba menyusut. Dia dengan cepat mengulurkan kedua tangannya dengan jari telunjuk dan jari tengah yang terjulur keluar, lalu kedua jari dari dua tangannya terangkat ke langit.


Tiba-tiba, sinar matahari dan aura tak berujung dari tempat yang luas itu menyerbu ujung jari Dimas Wu dengan brutal. Dalam sekejap, ujung jari Dimas Wu terkumpul ribuan cahaya kecemerlangan yang memancarkan cahaya warna-warni yang menyilaukan.


“Pergilah!” teriak Dimas Wu.


Dimas Wu berteriak dengan keras, dan kedua jari dari kedua tangannya menebas pada saat bersamaan.


Kemudian, dua laser warna-warni menembak keluar dan menyerang ke arah cakar raksasa Maverick Tang dengan cepat dan ganas.


Shiuu shiuu!


Dengan kekuatan yang tak terkalahkan, dua pedang surgawi itu menghadang Sirius Claw Maverick Tang di tengah jalan, dan mulai bertarung sengit dengannya.


Boom boom boom!


Serangan Sirius Claw Maverick Tang sangat ganas dan kuat. Namun, dua laser warna-warni Dimas Wu bahkan lebih kuat. Laser itu seperti dua pedang surgawi yang menebas Sirius Claw raksasa tanpa henti.


Setelah melihat itu, mata Maverick Tang sedikit berubah. Tanpa memikirkannya, dia segera mengeluarkan tangan satunya yang juga berbentuk cakar, dan mencakar keluar dengan kuat.


Duar!


Begitu cakarnya menyerang keluar, energi sejati dahsyatnya juga berubah menjadi cakar serigala ganas raksasa dalam sekejap, dan mencabik ke arah Dimas Wu


Dimas Wu melihat itu semua dengan matanya, tetapi dia tidak bergerak dan tetap tenang seperti sebelumnya, seolah-olah dia sama sekali tidak peduli dengan serangan Maverick Tang itu.


Namun, meski Dimas Wu tidak bergerak, tetapi dua pedang surgawi warna-warni itu bergabung menjadi satu dalam sekejap, kemudian berubah menjadi pedang raksasa setinggi langit, dan dengan kekuatan yang mengerikan, pedang raksasa itu menebas ke arah dua Sirius Claw raksasa Maverick Tang.


Pedang laser warna-warni itu sangat merajarela dan tak terkalahkan.

__ADS_1


Serangan Sirius Claw raksasa Maverick Tang juga tak tertandingi dan sangat luar biasa.


Duar! Duar!


Pedang Dimas Wu yang mengerikan itu menebas dua cakar raksasa Maverick Tang berturut-turut dan menimbulkan suara ledakan yang sangat keras.


Dua Sirius Claw raksasa Maverick Tang pun langsung dikalahkan.


“Apa?” kata Maverick Tang.


Wajah Maverick Tang berubah, dan matanya pun menunjukkan ekspresi yang sangat terkejut. Dia tidak pernah menyangka bahwa Sirius Claw-nya akan dikalahkan begitu saja oleh jurus Dimas Wu.


Sementara itu, mata Dimas Wu saat ini memancarkan cahaya yang cemerlang, dan aura di sekujur tubuhnya pun meningkat dengan drastis.


Kemudian, pedang surgawi warna-warni itu seperti telah menerima suatu instruksi, dan langsung terbang menyerang ke arah Maverick Tang.


Maverick Tang terkejut dan sama sekali tidak berani lengah. Dia segera menghimpun kekuatan seluruh tubuhnya untuk menghadapi pedang surgawi yang datang menyerangnya.


Boom boom boom!


Tanpa memedulikan apapun, Maverick Tang mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melawan pedang laser itu. Setiap jurus dan gerakannya diselubungi dengan kekuatan penghancur yang cukup untuk menghancurkan gunung dan membalikkan laut.


Shiuu shiuu shiuu!


Pedang surgawi Dimas Wu yang berwarna-warni itu bahkan diselimuti dengan sinar matahari dan bulan serta aura langit dan bumi, dan kekuatan yang terkandung di dalamnya juga sangat luar biasa. Kecepatan dan serangannya hampir mencapai titik ekstrem, dan sekilas terlihat seperti ada sebuah cahaya yang menyinari tubuh Maverick Tang.


Pertarungan sengit antara Maverick Tang dan pedang surgawi mengakibatkan tempat yang sangat luas itu terguncang, awan-awan bergetar dan terpecah-belah, angin kencang menderu dari segala arah, dan guntur yang tak pernah berhenti.


Dimas Wu hanya berdiri diam di tempatnya. Tubuhnya sangat stabil, tatapannya setajam pisau, dan pupil matanya membesar dan menyusut seakan-akan dia sedang menggunakan pikirannya untuk mengendalikan pedang surgawi itu.


Hoek!


Setelah bertarung dengan sengit, Maverick Tang terkena tebasan pedang raksasa itu. Tenggorokkannya seketika terasa manis, lalu segumpal darah pun muncrat dari mulutnya, dan darah yang tersembur ke langit itu seperti hujan darah yang turun ke bumi. Tubuhnya terpental dan terbang terbalik sekali lagi, semakin lama semakin ke bawah dan hampir jatuh ke tanah.


Dia berada di tengah udara yang tidak jauh dari tanah sebelum menstabilkan tubuhnya, dan kemudian kembali terbang ke langit dengan cepat.


Tidak lama kemudian, Maverick Tang sekali lagi kembali ke hadapan Dimas Wu. Kali ini, dia masih belum kalah sepenuhnya, tetapi dia telah terluka parah. Organ dalamnya seperti telah bergeser, dan rasa sakitnya itu tidak tertahankan.


Setelah menahan sakit beberapa saat, Maverick Tang akhirnya berbicara. Dia menatap Dimas Wu dan berkata dengan suara yang muram, “Bagaimana bisa kamu menjadi begitu kuat dalam waktu sesingkat itu?”


Maverick Tang tahu bahwa kekuatan Dimas Wu meningkat setelah dia mati dan bangkit kembali, tetapi peningkatannya itu tidaklah sedikit melainkan sangat banyak, dan itu membuatnya jauh lebih kuat.


Ekspresi Dimas Wu sangat serius, dan dia pun berkata dengan tenang, “Apa kamu masih tidak mengerti? Ini adalah kehendak langit, dan Tuhan tidak ingin aku mati.”


Setelah mendengar itu, tatapan Maverick Tang

__ADS_1


menjadi redup. Dia perlahan mengulurkan tangannya dan mencabut pedang kuno yang ada di punggungnya. Saat menghunus pedangnya, dia dengan sinis berkata pada Dimas Wu, “Haha, kehendak langit? Kalau begitu, hari ini aku akan menentang kehendak langit!”


__ADS_2