
"Cepat habiskan makanmu..!!"
Mendengar ucapan itu Violin menoleh kesampinng.Kedua matanya melebar melihat Pria muda itu sudah duduk disampingnya.
"Kau....disini??" ucap Violin yang masih sangat terkejut.
"Iya kenapa kau terkejut?" ucap Bian dengan seyum simpulnya.
''Kenapa kau bisa tahu aku ada disini?"tanya Violin yang masih menatap lekat Bian.
"Mudah bagiku untuk menemukanmu Sayang...!!" ucap Bian dengan santainya.
Sontak Lisa terkejut mendengar ucapan pria asing didepannya itu.mulutnya menganga seakan merasa salah dengar sama seperti Violin.
"Apa kau tak ingin mengenalkan aku dengan sahabatmu ini?"ucap Bian yang memandang Lisa sekilas.
Violin merasa gugup didepan Lisa.
" Lis kenalin ini Bian,,Bian ini Lisa...!ucap Violind.
Bian mengulurkan tangannya pada Lisa.
"Senang bertemu denganmu,Aku Bian...Calon suami Violin...!" ucap pria muda itu dengan entengnya.
Dua bola mata Lisa membulat penuh,Ia menjadi sangat bingung.
"Lis jangan dengerin perkataannya...!!"sangkal Violin dengan gugup.
Bian sangat senang membuat kedua wanita didekatnya merasa bingung.
" Kau Lisa kan sahabat Violin dari masa Kuliah?"ucap Bian Lagi.
Lisa semakin bengong.
"Kenapa kau bisa tahu??"
"Tentu aku tahu semuanya tentang wanitaku ini...,sudahlah kalian mengobrol saja,aku ingin mendekati Juna...!"Ucap Bian lalu berjalan menghampiri Juna yang asyik bermain diarena bermain anak anak.
" Lin Siapa dia?Jelasin sama aku apa maksudnya dengan Calon istri..!!"ucap Lisa yang memandang tajam kearah sahabatnya.
Violin menghembuskan nafasnya kasar sebelum berbicara.
"Maaf aku belum sempat cerita sama kamu Lis...Aku juga baru mengenalnya dua minggu yang lalu Lis,tiba tiba dia deket sama Juna gitu aja,,Aku juga bingung kenapa dia bisa suka sama aku,Secara dia itu tampan,body oke,mapan trus lebih muda dari aku Lis.Aku aja sampai pusing harus gimana ngadapin tuh orang..!!Dan ada yang membuatku penasaran Lis...." Jelas Violin pada Lisa sambil memandang kearah Bian yang bercanda dengan Juna.
"Hahhh,,Dua minggu Lin....!!Lalu apa yang membuatmu penasaran?"Tanya Lisa lagi.
" Dia bilang udah kenal aku dari 10 tahun yang lalu,Tapi aku benar benar gak inget siapa dia....!!!"jelas violin.
"Aneh.....Pria itu sepertinya misterius...!Tapi bener dia ganteng banget dan kelihatannya dia bukan orang biasa Lin..?''
__ADS_1
Violin menaikkan kedua bahunya sekilas.
" Entahlah Lis...aku semakin pusing,apalagi masalah pria jahat tadi.."ucap Violin sambil menunduk.
Tanpa mereka sadari Bian sudah berdiri dan hendak.duduk disamping Violin.
"Siapa pria jahat?" tanya Bian tiba tiba mengagetkan kedua wanita itu lagi.
"Bukan Urusanmu....sebaiknya kau pergi....!''ucap Violin dengan wajah murungnya.
" Itu akan jadi urusanku jika menyangkut dirimu,Kau paham??"
"Apa kau.mengusirku..?Kalau iya justru aku tidak akan pergi...Ayo pulang....!"Ucap Bian dengan nada mengintimidasi.
" Kenapa harus cepat cepat pulang,aku masih ingin disini dengan sahabatku!"ucap Violin yang berani melawan perkataan Bian.
Lisa yang melihat perdebatan keduanya merasa bingung.ia lama lama merasa tidak enak.
"Lin sebaiknya kau pulang saja,aku tak masalah pulang sendiri ...!" ucap Lisa yang melihat Violin dan Bian bergantian.
"Tapi Lis..."
Belum sempat Violin melanjutkan perkataannya,Bian sudah berdiri sambil menarik tangannya.
"Terima kasih ya nona Lisa,Kami pulang dulu.Kau hati hati dijalan." Ucap Bian yang sudah mau berjalan.
"Heh kau ini apa apaan....Lepasin tanganku...!"ucap Violin yang coba berontak.
Violin seketika diam seakan terpaku dengan ucapan pria muda itu.
Bian dan Violin menghampiri Juna untuk mengajak anak itu pulang.
Mereka bertiga sudah berada didalam mobil mewah.
Beberapa Saat Yang Lalu,setelah Bian menerima laporan dari anak buahnya yang terus mengawasi Violin,Bian segera beranjak dari ruang kerja nya.Ia mengemudikan mobilnya sendiri menuju Mall besar itu.
Sekarang mereka sudah sampai dirumah Violin.
Bian mengangkat tubuh Juna yang tertidur dipelukan Violin menuju kamar.
Setelah melihat Juna sudah terbaring tidur dengan nyaman keduanya keluar dari kamar itu.
Bian tiba tiba menarik tangan Violin hingga mereka duduk bersama disofa.
Tatapan Bian begitu tajam membuat Violin susah menelan salivanya.
"Apa yang kau maksud pria jahat itu adalah mantan suamimu?" tanya langsung Bian.
"Bagaimana kau tahu....!" jawab Violin yang merasa heran dengan Bian yang selalu tahu tentang hidupnya.
__ADS_1
"Tentu aku tahu...Kenapa kau takut bertemu dia?"
"Bukan Urusanmu...!" ucap Datar Violin.
"Tentu itu jadi urusanku...Kau dengar aku akan melindungimu dan Juna dari pria itu.Tentu dengan satu cara...!" ucap Bian yang menatap manik mata Violin yang hitan pekat.
"Apa itu?"Tanya Violin dengan polosnya.
" Menikah denganku....!
Deg....Jantung Violin berdetak kencang.
"Apa Kau gila....!!.jangan mengambil kesempatan.....!!"
"Aku serius Lin....Aku tahu kau takut pria itu merebut Juna darimu kan....?Jika Juna sudah aku sahkan menjadi putraku maka tidak ada yang akan berani mengusiknya...!" jelas Bian.
Violin tertegun dengan ucapan Pria muda itu.
"Tidak aku tidak ingin menikah denganmu,,,pasti ada cara lain....!!"
"Kenapa kau tak mau menikah denganku?Apa karena kau baru mengenalku dua minggu?"
"Iya aku belum mengenalmu...!!!" ucap Violin lalu memalingkan wajahnya.
"Tapi aku sudah sangat mengenalmu Sayang....!" ucap Bian lalu seketika dia mencium pipi Violin cepat.
Dengan cepat Violin memegang pipinya.
"Apa yang kau lakukan,Kenapa kau semakin berani,Kenapa kau repot repot ikut campur dalam masalahku...!"
Bian terseyum menatap Violin.
"Karena Aku mencintaimu sejak lama Violin Latisya cecilya.....!Kuharap kau bisa melihat ketulusanku." Ucap Bian dengan sangat serius.Membuat Violin semakin bingung.
Bian mencium lembut kening Violin yang banyak diam memandanginya.
"Mulai sekarang jangan menyimpan bebanmu sendiri,ada aku disampingmu.Aku akan selalu melindungimu Sayang....!
Bian mengusap lembut pipi dan tangan Violin yang mulai dingin dan bergetar karena gugup.
" Yasudah aku kembali kekantor dulu,Jaga dirimu baik baik sayang.Besok aku kesini lagi...!''Ucap Bian lalu berdiri menuju pintu.
Violin hanya bisa diam tertegun melihat pria itu berlalu pergi.Violin meraba dadanya yang bergetar hebat.
"Apa ini...?Kenapa dia begitu lembut...Kenapa aku menerima perlakuan manisnya...harusnya aku marah padanya...!!" ucap Violin lirih.
Sementara Bian yang sudah duduk dikursi kemudi langsung menghubungi asistennya.
"Kau sudah mendapat informasi tentang pria itu?"ucap Bian saat panggilannya terhubung.
__ADS_1
"Bagus...Aku segera kembali kekantor..!!" ujar Bian lagi sambil menutup panggilannya.
Ia segera melajukan mobilnya kencang menuju kantornya.