
Bian sudah tiba dikantornya yang menjulang tinggi.Seperti biasanya kedatangannya selalu menjadi pusat perhatian untuk semua karyawannya.
Dengan wajah dingin dan angkuhnya,Pria berusia 25 itu berjalan dengan tegap dan begitu berwibawa menuju ruangannya.
Pandangan tajam yang lurus kedepan serta dengan satu tangan yang masuk kedalam saku celananya,Bian berjalan tanpa memperdulikan para karyawan yang menunduk hormat padanya.
Setelah sampai diruangan dan duduk dikursi kebesarannya,Bian segera melihat berkas yang sudah disiapkan Alex untuk pertemuannya nanti dengan Sang Rival.
"Pukul berapa pertemuan nya?"Tanya Bian pada Alex.
" Pukul 10 tuan Muda."jawab Alex cepat.
Bian mengangguk lalu menyuruh Alex keluar dari dalam ruangannya.
Waktu berputar Cepat,Pukul 09.45 Alek masuk kedalam ruangan Bian.
"Mereka sudah datang Tuan muda"
Bian terseyum tipis.
"Ok,,Kita mulai game nya."
Bian berdiri merapikan jasnya lalu berjalan keluar menuju ruang meeting dilantai 10 ikuti Alek.
Diruangan Meeting,Miko dan asistennya sudah duduk bersama beberapa direksi perusahaan menunggu kehadiran sang bos besar perusahaan itu.
"Mohon tunggu sebentar bapak Miko,CEO kami akan segera datang" ujar seorang staf pada Miko.
Benar saja tak lama Pintu besar itu terbuka.Alek yang masuk duluan diikuti Bian.
Semua berdiri dari tempatnya.
Pandangan Bian langsung tertuju pada Pria jahat yang sudah berani menantangnya.
Miko membulatkan matanya saat melihat Bian datang keruangan itu.
"Selamat Siang Pak Miko,Ini Tuan Bian Decha Tanawat,CeO T.N.W Group.Ujar alex mengenalkan Bian.
Deg....
__ADS_1
Miko sungguh terkejut kali ini,Sungguh ia tak menyangkan CEO dari perusahaan besar itu adalah pria yang masih sangat muda dan parahnya lagi itu pria yang menjadi saingannya sekarang untuk mendekati mantan istrinya.
Bian terseyum smrik,merasa senang melihat ekspresi keterkejutan Miko.
" Hallo Tuan Miko Akhirnya kita bertemu lagi,Selamat datang diperusahaan saya!"Sapa Bian dengan nada penuh percaya diri sambil mengulurkan tangannya.
Miko tersadar dari lamunannya dan seketika wajahnya memerah menahan amarah dan dengan tatapan dinginnya Miko membalas uluran tangan Bian.
"Hallo juga Tuan Bian,senang bisa berjumpa lagi denganmu.Sepertinya kau sudah merencanakan semuanya!"
Jawab Miko yang langsung paham dengan tujuan dibalik pertemuan mereka ini.
Lagi lagi Bian terseyum tipis.
"Ternyata kau cukup pintar Tuan Miko untuk memahami maksud dan tujuanku,Bagaimana bisa kita mulai metinggnya?"
"Tentu" Miko menyodorkan Berkas pada Bian yang langsung dilihat oleh alex.
Berkas yang berisi tentang persentasi dan inovasi yang akan diberikan Genta group untuk tender kerjasama yang baru dengan TNW group.
Setelah melihat dengan teliti,Alex pun mengangguk kecil memberi kode pada Bian bahwa isi berkas itu cukup menarik dan sesuai dengan standart seorang Bian.
Kali ini Miko yang terseyum licik.
" Aku sudah tau syaratnya Tuan Bian,Kau sungguh pintar memanfaatkan keadaan"
"Semua keputusan ada ditangan anda Tuan Miko,Aku bisa memberikan tander besar yang sangat menguntungkan ini pada Perusahaanmu yang baru stabil jika kau mau membatalkan gugatanmu dipengadilan dan jangan pernah mengganggu mereka lagi!
" Itu tidak.akan pernah aku lakukan Tuan Bian,Karena sampai kapanpun aku akan berusaha mendapatkan mereka berdua"jawab Miko dengan tatapan tak kalah dinginnya.
Bian sudah bisa menebaknya,pria dihadapannya ini cukup angkuh dan memiliki harga diri yang tinggi untuk bisa langsung menyerah begitu saja.
"Baik kalau begitu tunggu kejutan dariku,Aku bisa membuat perusahaanmu mu itu jatuh dalam hitungan menit atau bahkan mengakuisisi perusahaanmu dengan mudah" Ujar Bian Tegas.
Kini kedua tangan Miko mengepal kuat.
"Apa kau mengancamku?"
Bian memajukan tubuhnya untuk mendekatkan wajahnya kearah wajah Miko.
__ADS_1
"Aku bukan mengancam tapi memperingatkanmu!"
"Kalau begitu aku harus pergi dari tempat ini.Terima kasih untuk tawarannya.Aku tidak tertarik dan sampai bertemu dipersidangan." Ujar Miko dengan angkuhnya lalu segera berdiri dan keluar dari ruangan itu.
Bian hanya terseyum tipis melihat kepergian Miko.Ia merasa sedang berada diatas angin sekarang.Bian sangat puas bisa menunjukkan kekuatan dan kekuasaanya pada rivalnya itu.
Didalam mobilnya Miko meluapkan segala amarahnya dengan mengacak acak rambutnya dan merobek semua berkasnya.
",Sialan.....Tak kusangka Pria itu adalah CEO TNW group.Sepertinya aku harus meminta bantuan pada seseorang untuk melawannya" Umpat Miko keras.
Ia Tak menyangka,seorang Bian punya kekuasaan dan Kekuatan yang begitu besar dibanding dirinya.Ia juga semakin heran dan penasaran kenapa pria muda sehebat itu bisa sangat mencintai mantan istrinya.Sekarang Miko tak bisa mundur lagi karena dirinya dari awal sudah menantang Bian dan sekarang perusahaannya menjadi taruhannya.
"Apa anda puas Tuan Muda?" Tanya Alex pada Juna yang sudah duduk.dikursi kebesarannya.
"Cukup puas tapi aku belum lega sebelum dia benar benar menyerah.Cari cara agar secepatnya aku bisa mengambil alih perusahannya yang hampir bangrut itu!" Ucap Bian Tegas.
"Baik Tuan."
"Sepertinya ini akan semakin menarik.Aku akan lihat sejauh mana dia berusaha mempertahankan perusahaannya itu!" Guman Bian.
Sementara diCofee Shoop,Violin sedang bersama para pengacara yang sudah disiapkan Bian untuk menangani kasus Juna.Violin memberikan Akta cerainya,akta lahir Juna dan juga foto foto bukti perselingkuhan miko dulu yang memang masih ia simpan untuk berjaga jaga.
Mereka terlihat begitu serius membicarakan hal tentang Juna dan kehidupan Violin setelah Bercerai dengan Miko.
Tak lama pembicaraan serius itu pun berakhir.Sebelum para pengacara itu pergi Violin bertanya satu hal yang membuat pak Hendra dan Pak putut menyerngitkan alianya karena merasa heran.
"Maaf sebelumnya jika saya bertanya ini pada anda sekalian.Hmmm apa saya boleh tahu berapa biaya atau tarif anda sekalian untuk menangani kasus saya ini?"
Hendra dan Putut saling bertatapan,mereka sebenarnya ragu untuk mengatakannya.
"Saya hanya tidak ingin berhutang budi pada Bian.Tidak ada maksud dab tujuan lain" ucap Violin tenang.
"Kami dibayar oleh Tuan Bian,300 juta nona!" jawab Putut.
Seketika Violin merasa terkejut dan menutup mulutnya yang terbuka dengan kedua tangannya.
"Apa?..300juta....?OmG bahkan tabunganku saja tidak sebanyak itu.Sebenarnya apa pekerjaan Bian?" gumam Violin dalam benaknya.
Kedua pengacara itu pun pergi dengan seyum tipis mereka,Mereka merasa lucu melihat ekspresi polos Violin yang nampak terkejut.
__ADS_1
Sementara Violin terlihat masih termenung dengan pikirannya sendiri,Kini ia semakin bingung harus dengan apa ia membalas kebaikan Bian yang begitu besar padanya.