
Veru menarik tangan Bian menuju sebuah kursi panjang disamping bahu jalan yang tak jauh dari Coffee Shop nya.
Mereka berdua pun duduk bersama.
Veru memang tak akan bersikap basa basi lagi jika menyangkut adik kesayangannya.
"Jauhi adikku jika kau hanya ingin mempermainkannya!!" ucap tegas Veru sambil menatap tajam kearah Bian.
Bian mengambil nafas dalam sebelum menjawab pertanyaan Veru.seketika tubuhnya panas hingga dia harus membuka jasnya.Bian sudah mengira ini akan terjadi karena Bian tahu Veru adalah seorang kakak yang lumayan protektif terhadap adiknya.
"Apa aku terlihat seperti main main kak?bahkan aku sudah mengetahui semua tentang adikmu.!" ucap Bian dengan nada serius.
"Apa kau sadar dengan ucapanmu...kau ini tampan,tegap,mapan dan usiamu lebih muda dari adikku,mana mungkin kau bisa menyukai adikku,apalagi status adikku itu single parent.pasti banyak gadis diluaran sana yang lebih dari adikku yang mau sama kamu...!"
"Kalau aku cuma mau Violin bagaimana kak??memang kenapa kalau aku lebih muda darinya??apa kakak tidak yakin denganku??"ucap Bian dengan penuh penekanan.
" bukan begitu,aku rasa perbedaan usia kalian dan status adikku akan menjadi masalah...''
"Mengenai status violin aku tidak perduli kak.Dan soal usiaku meskipun usiku baru 25 tahun tapi aku bisa lebih dewasa dari ya.!"
"Kuharap kau bersungguh sungguh dengan perkataanmu,aku hanya tidak ingin adikku terluka lagi,traumanya tentang rumah tangganya dulu masih sangat mengganggunya.kuharap kau mengerti..!!"
__ADS_1
"Aku paham kak,aku akan berusaha menghilangkan trauma itu pada diri Violin.Aku juga akan berusaha membahagiankannya.aku tidak main main,kau bisa buktikan itu!!"
Veru memandang lekat pria yang usianya 8 tahun lebih muda darinya itu.Seakan masih belum puas dan belum yakin dengan jawabannya.
"Katakan padaku apa alasanmu menyukai adikku,padahal adikku bilang kalian baru bertemu selama dua minggu.!!" tanya Veru yang sangat penasaran.
Bian terseyum tipis kearah Veru.
"Bagaimana jika aku sudah mencintai adikmu sejak sepuluh tahun yang lalu,apa kau percaya kak??"
Veru menyerngitkan keningnya.
"Kau becanda ya??''
"Apa maksudmu dan siapa sebenarnya kau ini??" ucap Veru yang semakin bingung.
"Nanti kakak juga tahu apa alasanku sangat mencintai adikmu.Dan untuk saat ini kakak tidak perlu tau dulu alasan dan siapa aku!!yang jelas aku tidak ada sedikitpun niat buruk pada adikmu.bahkan aku ingin segera menikahinya.!!Dukung dan ijinkan aku membahagiakan adikmu kak!!" Ucap bian dengan lugas dan jelas pada Veru yang seakan tak percaya dengan ucapannya.
Veru tertegun,dirinya bimbang dan ragu tapi dia juga ingin adiknya bahagia.
"Baik,aku akan tunggu dan lihat kesungguhanmu.tapi jika kau berani menyakiti adikku.kau akan terima akibatnya!!!" ucap tegas Veru dengan sorot matanya yang tajam.
__ADS_1
Veru pun langsung berdiri meninggalkan Bian yang terdiam sesaat.
Bian pun menyusul veru masuk lagi keKedai kopi itu.
"Kalian sudah selesai bicara kak?" tanya Violin pada kakaknya yang baru saja masuk.
Veru hanya mengangguk kearah adiknya.
"Aku pamit dulu,aku harus kembali kekantor,sampaikan salamku untuk Juna." ucap Bian pada Violin.
"Baik dan terima kasih" jawab singkat Violin yang sudah melihat pria itu berlalu pergi.
Setelah kepergian Bian,Violin memandang kakaknya yang nampak diam,dia merada aneh dengan sikap diam kakaknya itu.
"Apa yang kakak bicarakan dengan nya??"" tanya pelan Violin.
"Hanya obrolan antar pria dewasa.Kakak juga sudah memperingatkannya untuk tidak mendekatimu..!" ucap Veru menjelaskan.
"Lalu apa jawapannya kak?" tanya Violin yang merasa penasaran.
"Sepertinya dia cukup keras kepala...!!ucap Veru sambil menaikkan kedua bahunya.
__ADS_1
Violin menghembuskan nafasnya kasar setelah mendengar jawapan dari kakaknya.
" Spertinya aku harua berusaha keras menghidarinya.....!!!!"ucap Violin dengan pelan sambil berlalu keruang belakang melihat anaknya yang sudah tertidur pulas.