
Kehidupan dua insan yang sedang jatuh itu cinta nampak begitu bahagia Dan itu bisa dilihat jelas pada diri Violin dan Bian.
Violin yang sudah mengakui perasaannya sekarang lebih lega,leluasa dan terbuka.Apapun ia bicarakan dengan sang kekasih.
Sore ini Bian yang sengaja pulang cepat datang KeCofee shop dengan membawa sebuah paperbag.
"Sayang....." panggil Bian pada Violin yang sedang beres beres.
"Hmm"
"Ini untukmu!" Ujar Bian sambil menyodorkan sebuah papar bag yang ia bawa.
"Apa ini?"
"Gaun,Pakailah..Nanti malam temani aku keacara ulang tahun perusahaan relasiku"
Violin merasa bingung harus menjawab apa,pasalnya ia belum pernah datang keacara seperti itu.Ia merasa tidak pantas saja.
"Apa aku harus ikut?"
"Tentu,Kau kan calon istriku!"
"Pergilah Lin,Kau memang harus menemani Bian,Kau harus terbiasa dengan hal itu.Biar Juna,Kakak yang jaga" ucap Verru yang tiba tiba muncul.
Violin pun mengangguk pelan"Aku mau,Tapi jangan pernah tinggalkan aku selama disana"
"Iya Sayang"
Pukul 8 malam.
Bian sudah rapi.dengan jas hitamnya sementara Violin sudah terlihat cantik dan anggun dengan gaun yang dibelikan oleh Bian.
Dres berwarna biru navi yang melekat pas ditubuh mungil Violin dengan bahu yang sedikit terbuka dan panjang setumit dengan model dari pinggang kebawah menjuntai melebar.Violin sengaja menggulung rambunya kearas memperlihatkan leher putih mulusnya dengan poni didepan menutupi dahinya.Sepatu hig hils dan tas dompet kecil berwarna senada.
Sungguh tidak akan ada yang mengira jika Violin sudah memiliki outra berumur 5 tahun.
Dia sungguh terlihat imut,Cantik dan elegandt.
Bian segera menggenggam tangan Violin erat saat sudah sampai diloby sebuah hotel mewah berbintang 5 tempat acara itu diadakan.
"Jangan Gugup,Ok.Ada aku sayang" ucap Bian lalu perlahan menuntun Violin turun dari Mobil mewahnya.
Nampak diaula sudah sangat ramai oleh para tamu dari kalangan atas tentunya dengan penjagaan yang begitu ketat.
Violin semakin merasa gugup saat banyak pasang mata memperhatikan kedatangan mereka.
Bian yang mengerti itu semakin menguatkan genggaman tangannya pada Violin.
Seorang pria paruh baya bersama istrinya langsung mendekat kearah mereka saay baru saja tiba didalam.
"Selamat Datang Tuan Bian,Suatu kehormatan anda bisa datang diacara perusahaan saya" Sapa ramah pria yang bernama Pak Robet yang merukan tuan rumah acara tersebetut.
"Terima kasih untuk sambutannya Tuan Robet,Selamat ulang tahun untuk perusahaan anda,Semoga kerja sama kita terua berlanjut" Jawab Bian dengan wajah dan sikap yang penuh kewibawaan.
"Tentu Tuan Bian,Bekerja sama dengan TNW group adalah istri impian banyak perusahaan diluar sana.Oh ya apa ini kekasih anda?" Tanya Pak Robet sambil sekilas melihat Violin.
"Perkenalkan Dia Violin,Calon istri saya"
Violon hanya terseyum ramah sambil menundukkan sedikit kepalanya pada Pak robet dan sang istri.
"Ow,Ternyata Tuan Bian sudah memiliki Calon yang sangat cantik dan anggun.Saya rasa niat saya untuk mengenalkan putri saya pada anda akan saya urungkan" ujar Pak Robet yang hanya dibalas seyum simpul Bian.
Sementara Violin merasa nyalinya menjadi ciut,Ia kini semakin sadar siapa Bian yang sesungguhnya,Selain terlihat sangat berwibawa dan tegas,Bian sangat berkarisma hingga membuat siapa saja ingin menjadikannya menantu.
Bian melirik kearah Violin yang terseyum kecut.
__ADS_1
"Kami kesana dulu Pak Robert," pamit Bian.
"Oh silahkan..Nikmati jamuannya Tuan Bian." balas pak.Robet.
Bian mengajak Violin untuk duduk dikursi meja bundar yang sudah disiapkan.
"Hay Bian Sayang,lama kita tidak berjumpa.Aku merindukanmu"
Cup......satu kecupan dipipi Bian.
Violin nampak terkejut dengan kehadiran seorang wanita cantik dengan gaun seksi yang langsung mencium pipi Bian didepannya.
Sungguh Violin merasa sangat cemburu,Ingin rasanya Violin menarik lengan wanita yang sedang bergelayut manja dileher kekasihnya.
"Jesy Lepaskan tanganmu" ucap Bian yang merasa kesal.
"Kenapa?Bukankah dari dulu kita dekat?"
Jesy adalah putri dari relasi bisnis Bian yang juga teman Bian saat berkuliah diluar negri dulu.
"Kita hanya berteman Jesy Tidak lebih!" Ucap Tegas Bian.
Jesi melirik kearah Violin yang duduk dengan tenang.
"Siapa wanita ini?" tanya Jesy.
"Perkenalkan Dia Violin.Calon istriku."
Jesy melebarkan kedua matanya.
"Calon istri?Apa kau serius?"
"Aku serius Jesy,Sebentar lagi kami akan menikah dan kuharap jaga sikap mu padaku" lugas Bian lagi.
Setelah Jesy berlalu Bian mencium pipi Violin cepat membuat Wanita itu terkejut.
"Bian........ini tempat umum"protes Violin.
"Jangan cemberut dong,Maaf kelakuan Jesy tadi.Dia teman kuliahku dulu"
"Hmmm" Blas Violin singkat.
Bian masih merasa Violin masih menahan kekesalannya.
"Kau tunggu disini,Aku ambilkan puding dulu untukmu"
Bian segera menuju ketempat dimana meja yang berisi banyak hidangan tersedia.
Bian yang sedang mengambil puding,Didekati oleh dua wanita cantik dan sexi yang seakan ingin menarik perhatian Bian.
Violin mengerutkan keningnya melihat pemandangan itu.Ia semakin merasa cemburu.Violin hanya bisa mendengus Kesal.
"Olin" Panggil seseorang yang membuat Violin langsung menoleh.
"Kak Agung,Kakak disini juga"
Agung yang juga seorang petinggi disebuah perusahaan juga diundang oleh pak Robert.
"Kau nampak sangat cantik Olin " Puji Agung.
Violin terseyum canggung.
"Terima kasih Kak,Kakak datang kesini dengan siapa?"
"Sendiri Lin,Aku kan belum memiliki kekasih.Ingin mengajakmu tapi kau sudah memiliki gandengan" ujar Spontan Agung.
__ADS_1
Violon semakin canggung didepan Agung.
"Sayang" Panggil Bian yang datang dengan wajan datarnya sambil membawa sepiring kecil puding.
"Oh ada Tuan Agung rupanya"
"Hallo Tuan Bian,Kita berjumpa lagi" Ujar Agung ramah yang hanya dibalas dengan wajah datar Bian.
Hingga suara sambutan dari Tuan Robert mengalihkan perhatian mereka.Tuan Robert juga mengucapkan rasa terima kasihnya pada Bian selaku CEO TNW group perusahaan besar yang berkenan hadir diacaranya.
Sontak Agung yang mendengar itu merasa terkejut,Ia baru tahu siapa sosok Bian.
Ia tak menyangka CEO perusahaan sebesar TNW group masih sangat muda.
Ia juga tak menyangka pria tampan,muda dan sekaya Bian bisa mencintai Violin.
"Kami permisi Dulu Tuan Agung" Pamit Bian sambil menggandeng tangan Violin setelah beberapa menit berlalu.
Bian tidak ingin berlama lama ditempat itu.
"Olin pulang dulu ya Kak" pamit Violin yang merasa tidak enak dengan sikap Bian yang dingin.
Dari jarak jauh ada sepasang mata yang memperhatikan keduanya berjalan keluar.
Kedua tangannya mengepal kuat melihat Bian.Siapa lagi kalau bukan Miko yang juga hadir diacara tersebut."Urusan kita belum selesai Bian"gumamnya.
Dalam perjalanan Keduanya nampak terdiam larut dalam pikiran masing masing.
"Kenapa Diam hmmm?" Tanya Bian yang sudah bisa menetralkan kekesalannya bertemu Agung tadi.
"Kau ini aneh,Aku tidak boleh dekat dengan pria manapun.Sedangkan Kau banyak didekati oleh wanita.Enak ya rasanya didekati wanita wanita yang seksi tadi?" Ujar Violin kesal.
Bian terseyum melihat sikap Violin yang terlihat lucu jika sedang cemburu.
Bian segera menepikan mobilnya.
"Aku senang jika kau cemburu begini Sayang,Sangat manis" goda Bian sambil mengusap lembut pipi Violin.
"Kau senang kan dekat mereka.Kalau tahu akan melihat itu,harusnya tadi aku tidak usah ikut denganmu" jawab sinis Violin.
Greppppp...
Bian memeluk erat Violin yang seakan berontak.
"Meskipun aku didekati seribu wanita yang cantik dan super sexi.Hatiku sudah menjadi milikmu Sayang"
"Jangan mencoba merayuku Bian"
"Aku tidak merayu,Yang kukatakan adalah kesungguhan apalagi setelah kemarin aku sudah merasakan......." ucap Bian terpotong oleh cubitan Violin.
"Biannnn jangan mesom...." Ujar kesal Violin yang sudah tahu arah pembicaraan Bian yang vulgar.
"Hehehe,Itu canduku Sayang.Boleh nanti aku.memintanya lagi,sebentar saja"
Violin semakin kesal.
"Biaaaannn,hentikan ucapanmu.Ayo kita pulang!"
Bian tertawa melihat ekspresi Violin yang sudah memerah.
Bian segera menyalakan mesin mobilnya kembali melajukan mobil itu menuju rumah Violin.
ini Violin yang terlihat imut dan manis.
__ADS_1