Mencintai Hot Momy

Mencintai Hot Momy
Milikku


__ADS_3

Terima kasih ya buat readers yang masih setia membaca....Maaf jika ada byak kekurangan atau typo.Tetap dukung dengan Like dan Comen ya.....


@@@


Beberapa hari ini kehidupan Violin dipenuhi dengan kebahagiaan semenjak lamaran Bian padanya tempo hari.Bian dan Violin juga semakin dekat dan saling terbuka.


Sore hari ini cuaca begitu cerah,Juna meminta pada Violin untuk pergi ketaman yang dulu sering mereka datangi dan Violin mengabulkannya setelah memberi kabar dulu pada Bian.


Violin duduk dikursi kayu taman sambil memandangi sang putra yang terlihat ceria sedang berlari kesana kemari.Violin begitu bersyukur sang putra tumbuh menjadi anak yang sangat tampan,cerdas dan sehat.


Violin lalu melamun sambil memandangi cincin yang melingkar dijari manisnya,Sungguh ia tak menyangka dirinya sekarang adalah calon istri seorang pria yang begitu tampan,mapan dan bahkan usianya lebih muda darinya 5 tahun.Ada rasa haru dan bahagia jika mengingat sosok Bian yang selama 3 bulan ini hadir dihidupnya.


Lamunan Violin buyar saat suara panggilan terdengar.


"Violin,Kamu violin kan?"sapa seorang pria dewasa bertubuh tinggi tegap.


Violin langsung menoleh dan mengingat siapa pria itu.


"Kak Agung......" Ujar Violin yang sudah mengingat siapa pria itu.


Agung Putu wijaya,34 thun.Teman satu kuliah Verru dan Miko dulu.Dulu Agung memiliki perasaan pada Violin,tapi karena Violin terlihat lebih menyukai Miko sahabatnya maka ia pun mengalah dan menikahi wanita lain.Agung berstatus duda dengan satu putri berusia 5 tahun.


"Kamu masih ingat aku rupanya, Boleh aku duduk disampungmu Olin?"


",Tentu Kak,Silahkan" ucap Violin ramah.


Keduanya duduk berdampingan.


"Bagaimana kabarmu dan Verru?Aku mencari kalian sudah lama dan sekarang kebetulan aku melihatmu disini" ujar Agung.


"Kabar ku dan Kak Veru baik.Iya kami pindah rumah Kak.Dan kami sekarang membuka sebuah Coofee Shop dijalan Kuta.Kalau Kakak sendiri?"


"Aku juga baik Lin,Aku dengar Kamu bercerai ya dengan Miko?Tanya Agung.


" Udah lama kak.Ngomong ngomong Kakak disini ngapain?"


"Aku disini menemani putriku,Itu yang pakai baju merah" Tunjuk Agung dengan jarinya.


"Sama Olin juga nemenin Putra aku Kak,Itu yang lagi lari lari" Ujar Violin sambil mengarahkan pandangannya kearah Juna.


"Putramu tampan Lin,Apa dia putramu dengan Miko?"


Violin mengangguk dengan seyum manisnya,Seyum yang dulu membuat Agung terpikat.


"Lalu istri Kakak dimana?" Tanya Violin yang memang tidak tahu karena mereka sudah lama putus komunikasi.


Raut wajah Agung berubah sendu"Dia sudah tiada dua tahun yang lalu karena sakit Lin"


Violin merasa terkejut,Ia sama sekali tidak mendengar kabar duka itu.


"Maaf Kak Violin gak tahu.Lalu apa sekarang Kakak sudah menikah lagi?"


Agung terseyum simpul."Aku belum menemukan wanita yang tulus menyanyangi putriku Lin.kau sendiri apa sudah menikah lagi?ucap Agung yang penasaran.


Dari jauh Bian yang sengaja pulang kantor lebih awal ternyata sedari tadi sudah mengamati keduanya.Dia mengepalkan kedua tangannya kuat,Ada rasa cemburu yang menyelimutinya.


Bian dengan langkah cepatnya mendekati keduanya.


"Ehemmmmm"

__ADS_1


Suara deheman Bian membuat Violin terkejut dan langsung berdiri.


Violin melihat wajah Bian yang terlihat menahan amarah.


"Biannn kau sudah pulang?" Ujar Violin Gugup.


Agung mengamati keduanya.Pria muda didepannya itu terlihat tidak menyukai kehadirannya.


"Siapa dia Olin?Adikmu atau saudaramu?"


tanya Agung yang melihat Bian yang terlihat tampan dan masih muda dengan pakaian formalnya.


Belum sempat Violin menjawab,Bian sudah mengukurkan tangannya pada Agung.


"Perkenalkan Saya Bian Calon suami Violin" ujar Bian tegas dengan wajah angkuhnya.


Agung nampak terkejut,ia tak percaya pria tampan dan terlihat lebih muda dari Violin itu calon suaminya.


"Apa benar dia calon suamimu Olin"


"Iya Kak", Jawab lirih Violin .


Untuk kedua kalinya Agung merasa kecewa,Violin ternyata sudah memiliki calon pendamping.


"Bian dia Kak Agung,Sahabat kak Veru dulu saat kuliah" Ucap Violin yang mengenalkan Agung agar Bian tidak salah paham.


Bian hanya menatap datar kearah Violin dan Agung.


"Juna mana?" Tanya Bian datar.


"Disana" jawab Violin sambil menunjuk kearah Juna.


"Sayang kita pulang sekarang,,Kami duluan tuan Agung" Pamit Bian pada Agung dengan wajah datarnya.


"Violin pulang dulu Kak,kapan kapan mampir saja keCoofee shop kami kak" ujar Violin.


"Iya Olin sampai jumpa lagi"


Agung melihat kepergian Olin dengan wajah sendunya."Apa aku sudah terlambat lagi Olin"Gumamnya.


Sampai rumah Bian masih diam dengan wajah datarnya.


Violin merasa tidak enak dengan sikap Bian padanya.Baru pertama kali ini Bian mendiamkannya seperti itu.


"Bian apa kau marah?" Tanya Violin yang sudah tidak tahan dengan sikap diam Bian.


"Ambilkan aku handuk,Aku mau mandi" Ucap Bian datar tanpa menjawab pertanyaan Violin.


Wanita itu segera mengambil handuk untuk Bian dan menyerahkannya.


Bian tanpa berkata apapun menerima handuk dari Violin.


Violin yang masih merasa bingung segera memandinkan Juna sedangkan Bian juga langsung mandi dikamar Violin.


Juna yang sudah terlihat rapi duduk dikursi tamu sambil melihat acara animasi.


Violin masuk kekamarnya bersamaan dengan Bian yang baru keluar dari kamar mandi.


Violin membulatkan matanya,Ini pertama kalinya Violin melihat tubuh sempurna Bian.

__ADS_1


Bian hanya melilitkan handuk dipinggangnya dengan rambut yang masih basah.Perut kotak kotak,Lengan berotot dan dada nya yang kekar membuat Bian terlihat sangat sexi.


Violin yang mau berbalik keluar dari kamar terhenti saat Bian memeluknya dari belakang.Aroma segar tubuh Bian langsung tercium oleh Violin.


"Bian lepaskan,Kau sudah tidak marah lagi kan." ucap Violin gugup.


Bukannya menjawab Bian langsung mengangkat tubuh Violin dan meletakkannya diranjang.Dengan Cepat Bian mengungkung tubuh sintal Violin dibawah tubuhnya.


Violin merasa sangat terkejut dan gugup.


"Bi bian.....apa yang kau lakukan.?"


"Kau sudah membuatku marah Sayang" ucap Bian yang sudah mendekatkan wajahnya kewajah Violin.


"Marah?" Tanya Violin bingung.


"Aku tidak suka melihatmu dekat dengan Pria lain''Ujar Bian.


"Bian aku hanya mengobrol saja"


"Apa kau tidak bisa merasa,Tatapannya adalah tatapan kagum.Dia menyukaimu Sayang,Aku peringatkan jangan pernah dekat dengannya lagi,Karena kau milikku."


"Bian kau terlalu posesif"


"Aku memang posesif.Ingat Violin semua yang ada pada dirimu.Ini....ini....ini....dan ini...sudah menjadi milikku walaupun kita belum menikah tapi aku sudah menganggapnya menjadi Milikku.kau paham Sayang?" ujar Bian tegas sambil menunjuk Mata,Pipi,Bibir dan dada Violin dengan telunjuknya.


Violin sungguh tercekat dengan sikap posesif Bian yang ternyata begitu besar padanya,Bahkan Bian sudah mengklaim tubuhnya sebagai miliknya.Sebegitu besar kah cinta Bian untuknya.


",Iya Aku paham,Semua milikmu" Ujar Violin yang merasa gugup.


"Good... itu baru calon istri Bian.Sekarang cium aku"titah Bian seenaknya.


" Bian jangan mulai...."


"Terserah,Kalau kau tidak mau aku akan terus memgungkung tubuhmu seperti ini."


"Bian cepat minggir nanti Juna melihat kita''


"Cium aku"


Terpaksa Violin menuruti keinginan Bian.


Violin perlahan memajukan wajahnya mencium bibir Bian lembut,Bian yang tidak menyiakan kesempatan itu.Dengan cepat dia menarik tengkuk leher Violin untuk memperdalam ciumannya.


Ciuman berubah menjadi semakin dalam dan panas.Violin yang seakan dibuat melambung oleh ciuman Bian tak menyadari Ciuman Bian sudah turun dileher dan dadanya.Memberikan tanda kepemilikan yang sangat jelas terlihat.


Violin tersadar dan segera mendorong dada Bian untuk menyingkir.


"Bian kita sudah kelewatan." ucap Violin yang langsung duduk sambil menstabilkan nafasnya.


"Aku jadi tidak sabar untuk cepat menikahimu Sayang"ujar Bian yang sudah duduk disamping Violin.


"Sudah ah,aku mau memasak dulu"Ucap Violin yang merasa malu dan segera keluar kamar menuju dapur.


Bian terseyum penuh kemenangan melihat Violin berlalu.


Sementara Violin segera berkaca diruang tengah,Ia merasa malu melihat Kissmark dileher dan didadanya karena ulah Bian barusan.


Entah kenapa setiap Bian mencumbu dirinya,Tubuhnya seakan tak bisa menolak.Ada rasa ingin dan ingin lagi meskipun sekuat tenaga Violin berusaha menutupinya.

__ADS_1


__ADS_2