
Sore hari Violin terlihat bersiap siap untuk segera pulang bersama Juna setelah menyelesaikan tugasnya diCofeeshop.
Namun dirinya dikejutkan dengan kedatangan Miko yang langsung mendekati Juna yang sedang duduk disebuah kursi didalam diCofeeshop dengan membawa sebuah mainan.Meskipun sudah banyak bodyguard,Tapi pria itu tetap nekad datang.
"Hay Boy sedang apa kau?" Sapa Miko yang sudah duduk disamping Juna,Anak itu spontan menoleh dengan wajah herannya.
"Paman,Kenapa kesini?" tanya Polos Juna.
"Paman kesini untuk mencarimu Boy dan untuk memberimu ini!"
Miko memberikan mainan Juna berupa mobil remote control yang ckup besar.
Seyum mengembang seketika tertihat diwajah anak tampan itu.
"ini untukku paman,,wahhh kerennnn,Terima kasih!"
"Junaaaa" panggil Violin yang mendekat dengan tatapan sinisnya pada Miko.
"Ma,paman ini memberiku mainan keren,Juna suka ma" ucap polos Juna.
"Kembalikan Sayang,nanti mama belikan yang lebih besar" ujar dingin Violin.
"Olin....jangan membuatku marah,apa salahnya aku memberi Juna mainan.Dia kan putra........." Ucapan Miko terpotong saat Violin menarik paksa Juna.
"Juna sekarang masuk dulu ya,Mama ingin berbicara dulu sama Paman itu" perintah Violin lembut.
"Tapi Juna bawa mainan itu ya Ma?"
Mau tidak mau Violin kali ini menuruti permintaan Juna untuk menerima hadiah dari Miko.
Setelah Juna pergi,Violin duduk didepan Miko dengan wajah dinginnya.
"Untuk apa kau kesini?"
Miko terseyum miring kearah Violin.
"Tentu untuk ingin menemui putraku Olin,Jangan coba coba menjauhkan aku dari putraku atau melarangku untuk menemui putraku!"
"Cukuppp Miko..,Jangan mengganggu hidupku dan Juna lagi.Menghilanglah seperti 4 tahun ini."
"Olin Olin......Kenapa kau begitu egois,Sampai kapanpun Juna adalah putraku,Dan dia berhak tahu siapa ayah kandungnya"
Violin sudah merasa sangat kesal,ia berusaha menahan sekuat tenaga.
"Kau bisa memilki anak dengan istrimu itu bukan,kenapa harus mengganggu Juna!"
__ADS_1
"Istriku tidak bisa hamil,jadi penurusku satu satunya hanya Juna.Dan sampai kapanpun aku akan mencoba untuk mendapatkan Juna!"
Violin merasa terkejut dengan pernyataan Miko yang mengatakan bahwa istrinya tidak bisa hamil,Ternyata ini alasan Miko yang bersikeras merebut Juna dari dirinya.
''Jadi itu alasannya,Kau ingin merebut Juna dariku?
Miko terseyum lebar.
"Kau pintar Olin....Dan aku tadi sudah menghubungi pengacaraku untuk membawa masalah ini kepengadilan."
"Kau benar benar pria Breg...k.Miko,Aku tidak akan membiarkan Juna ikut denganmu!"Ucap Violin yang mulai emosi.
Miko semakin suka dengan ekspresi Violin.
" Aku bisa saja membatalkannya jika kau menerima tawaranku kemarin Olin,Lagi pula aku akan bercerai dengan istriku!"
Violin benar benat tak menyangka seorang Miko bisa sejahat itu.
",Aku tidak akan pernah sudi kembali padamu Miko!"
"Terserah kau Olin,,,Jika kau tidak mau,aku akan merebut Juna apapun caranya!" ucap Miko dengan seyum liciknya.
"Kau mengancamku?"Ujar Violin dengan nada tinggi.
"Bisa dibilang seperti itu,,Ngomong ngomong apa kau menolakku karena pria muda itu??"
Miko tertawa reyah dihadapan Violin seakan akan ia sedang mengejek Violin.
"Ternyata seleramu sekarang daun muda Olin,Aku akui kau sekarang makin cantik dan sepertinya aku jatuh hati lagi padamu.Jadi pertimbangkanlah tawaranku tadi!
" Tutup mulutmu Miko...Dengan siapa aku sekarang bukan urusanmu!Sebaiknya kau cepat pergi dari sini!"Ucap Violin yang sudah sangat geram.
"Hahahahaha ,,Jika sedang marah kau semakin cantik Olin....aku semakin ingin memilikimu,Baiklah aku pergi dulu.Jaga Juna baik baik,Ok!" Tawa miko semakin pecah sambil beranjak dari duduknya lalu keluar dari Cofeeshoop.
Diluar Veru yang baru saja datang dari mengantar pesanan berpapasan dengan Miko.Wajah Veru seketika merah menahan amarah.
"Mau apa lagi kau Breg...k kesini?"
"Santai Bro....Aku cuma rindu pada putraku,Apa itu salah?"
"Kau tidak pantas menemui Juna!" ucap Veru dengan sorot mata tajamnya.
"Ayolah teman,jangan seperti itu.Sampai kapanpun Juna tetap putraku!"
"Kau bukan temanku lagi Miko,saat kau menyakiti adikku dengan penghianatanmu,saat itulah kau menjadi musuhku.Lebih baik kau pergi sekarang!"
__ADS_1
Miko hanya terseyum miring lalu melangkah pergi dari tempat itu.
Veru segera masuk mencari Adiknya,Violin nampak melamun dengan matanya yang sudah berkaca kaca.
Veru langsung memeluk violin dengan erat.
"Tenanglah,semua akan baik baik saja Lin!"
"Aku takut Kak,Miko mengancamku.Dia akan melakukan cara apapun untuk merebut Juna Kak,hiks hiks hiks" Tangis Violin sudah tak bisa dibendung lagi.
Dengan lembut Veru mengusap punggung Violin."Sudah sudah jangan menangis Lin nanti Juna lihat!"
Bersamaan dengan Bian yang datang.
"Ada apa ini Kak?kenapa Violin menangis?" Tanya Bian merasa heran.
Violin segera menghapus air matanya,Ia merasa malu ketahuan menangis lagi didepan Bian.
''Miko kesini lagi,saat aku keluar tadi.Dia mengancam Olin!"ujar Veru.
Seketika wajah Bian memerah dan kedua tangannya mengepal kuat.
"Sialan...Aku pastikan dia akan mendapatkan balasannya karena sudah berani mengancammu Violin!"
Violin segera berdiri lalu memegang erat tangan Bian yang terlihat sangat menakutkan.
"Sudah Bian,Jangan bertindak diluar batas.Aku baik baik saja Ok.!"
Violin takut Bian bisa bertindak diluar batas. Saat ini Bian terlihat sangat menakutkan.Violin hanya tidak ingin Bian terluka atau terkena masalah karena Miko.
Perlahan Bian mulai tenang.
"Lebih baik kita pulang sekarang!" ajak Bian.
Violin pun menurut dan segera memanggil Juna untuk pulang kerumah setelah berpamitan pada Veru.
Setelah sampai rumah,Violin segera memasak untuk makan malam dan Bian menemani Juna bermain.
Tanpa sepengetahuan Violin,Bian menghubungi Alex,asisten pribadinya.
",Alex,Majukan pertemuanku besok dengan Pemilik Genta group.!"
"Baik Tuan" jawab Alex diujung telepon.
Seyum Smirik Bian terlihat setelah menutup panggilan itu.
__ADS_1
"Sudah saat nya kau tahu siapa aku Miko''Gumannya dalam hati.