
Setelah sampai dikantornya,Bian segera menuju ruangannya dengan langkah angkuh dan tegasnya.Tanpa memperdulikan tatapan kekaguman dari para karyawannya.
Ting......
Pria bertubuh tinggi tegap serta berotot itu keluar dari lift setelah sampai kelantai 25.
Alex dengan setia sudah mengunggunya didepan pintu ruangannya.
Bian duduk dikursi kebesaranya.dengan menyilangkan satu kakinya dengan Sorot mata dingin.
"Bacakan informasi yang kau dapatkan!" ujarnya tegas pada Alex yang berdiri didepannya.
"Namanya Miko Garindra.saat ini dia menjabat sebagai direktur dari Perusahaan Genta grup.Perusahaan yang belum lama berdiri lagi setelah hampir bangkrut Tuan.Dia tinggal diBandung dan istrinya adalah putri dari pemilik perusahaan Exell.Tapi kabarnya pernikahan mereka sedang dalam masalah tuan." jelas Alex.
Bian menyunggingkan seyum sinisnya.Dan Alex sangat tau apa arti dari seyum tuannya itu.
"Jadi keadaan perusahaan itu baru stabil?"
"Benar Tuan" jawab Alex singkat.
"Buat kerja sama dengan perusahaan itu,buatlah perusahaan itu merasa terikat dan tergantung dengan perusahaan kita.Dan atur jadwal agar aku bisa bertemu langsung dengannya!" Perintah Bian tegas.
"Baik tuan"
Alek segera undur diri setelah dirasa tidak ada lagi yang perlu disampaikan pada atasannya itu.
"Sepertinya aku harus sedikit bermain main denganmu Miko!" Ucap Bian dengan seyum Smrik mengerikannya.
@@
Keesokan harinya.
Diruang kerjanya,Miko sedang berbicara dengan orang kepercaannya.
"Apa informasi yang kau dapatkan ?"
"Anak itu bernama Arjuna Kin Abrisam bos,Usianya 4 tahun dan sekarang Bersekolah di taman kanak kanak Wisnu pelita.Dan mantan istri anda belum menikah lagi dan memiliki sebuah Cofee Shop didaerah Denpasar yang didirikan bersama kakaknya." Jelas sang asisten.
Miko mengerutkan keningnya merasa heran.Dia lalu mencoba mengingat umur perceraiannya dengan Violin.
"4 tahun??
" Benar Bos"
"Kau bilang dia belum menikah lagi..Atau jangan jangan anak itu......" ucap Miko tergantung.
"Seperti yang bos duga,,tapi untuk menyakinkan lagi,Anda harus melakukan tes DNA bos."
Miko sedikit mengangkat sudut bibirnya hatinya seketika merasa senang.
"Pantas dia terlihat gugup saat melihatku dan mencoba menyembunyikan anak itu dariku."
"Anak tampan.....Papa akan merebutmu nak atau sekalian saja Papa nikahi lagi mamamu yang cantik itu" gumamnya lagi dalam hati.
Miko menatap Asisten nya dengan tatapan dingin.
"Jangan sampai istriku tau tentang hal ini!"
",Baik Tuan."
Siangnya saat waktunya Juna pulang sekolah.
Setelah Miko mendapat alamat sekolah Juna,Pria itu bergegas menjemput anak itu disekolah.
Miko terseyum saat melihat anak tampan itu berjalan keluar dari dalam sekolah.Anak itu seperti mencari cari seseorang yang akan menjemputnya.
Miko mendekat kearah Juna yang sedang duduk didekat pos securyty sekolah.
"Hay tampan...kau Juna kan?" Sapa Miko pelan.
Juna menoleh kearah miko dengan tatapan bingungnya.
"Iya Paman,Tapi paman siapa?"Anak itu berucap dengan mata bulat yang mengerjap pelan membuat Miko merasa gemas.
" Panggil paman Miko,aku adalah teman mamamu.Kita pernah bertemu diMall waktu itu.Ayo pulang bersama Paman?"ajak Miko.
__ADS_1
Belum sempat Juna menjawab terdengar panggilan untuk Juna.
"Junaaaa" panggil Bian yang baru saja turun dari mobilnya.Pria itu terlihat menawan dengan masih mengenakan setelan jasnya dan kaca mata hitam.
Bian merasa sangat geram melihat Miko berani menemui Juna disekolah.
Juna menoleh,matanya berbinar senang dan langsung berlari mendekati Bian.
"Om Bian......"
Bian segera memeluk erat tubuh mungil Juna.
Miko merasa heran dengan sosok Bian.lalu mendekat.
"Om,,Paman itu mau mengajak Juna pulang!" ujar Juna.
"Benarkah....apa kau mau?" tanya Bian sambil melirik sekilas kearah Miko yang sudah menatapnya dingin.
"Tidak Om,Aku ingin pulang bersama Om saja!"
Bian terseyum penuh kemenangan.
"Siapa kau?" Tanya Miko penasaran.
Bian terseyum tipis."Kau tidak perlu tau siapa aku!"
"Dia akan menjadi papa Juna,Paman" ucap Spontan Juna yang membuat Miko terkejut.
Miko seakan tak percaya dengan ucapan anak tampan itu.Mana mungkin pria yang terlihat masih muda dan terlihat mapan itu kekasih mantan istrinya.
Tanpa memperdulikan rasa keterkejutan Miko,Bian segera menggendong Juna dan memasukkannya kedalam mobil.
Miko yang merasa diacuhkan merasa geram dan mengukuti mobil Bian.
Violin yang sedang meracik kopi bersama Vero kakaknya terseyum saat melihat putranya muncul berlari kearahnya bersama Bian dibelakangnya.Sebelumnya tadi Bian memang sudah mengirim pesan padanya untuk menjemput putranya pulang sekolah.
Violin sebenarnya merasa tidak enak,Tapi mengingat putranya yang selalu menayakan Bian,ia tak bisa mencegah pria muda itu menjemput putranya.
"Kau sudah pulang Sayang....bagaimana sekolahmu hari ini?" Tanya Olif setepas melepas pelukannya pada sang putra.Violin melirik sekilas kearah Bian yang sedang berdiri.
"Begitu ya,,Sekarang kau ganti baju ya Sayang"
",Tapi ma,Tadi ada seorang paman yang mau mengantar aku pulang,Tapi aku lebih memilih pulang bersama Om Bian." ucap Polos Juna.
Violin menatap bingung kearah Vero lalu menatap Bian seakan meminta penjelasan.
"Paman??" gumamnya.
Bian yang hendak menjawab tertahan karena Miko muncul dihadapan mereka.
"Hallo Violin,kita berjumpa lagi" Sapa Miko dengan seyumnya.
Sontak Violin merasa sangat terkejut dan langsung menyembunyikan tubuh mungil Juna dibekangnya.Sementara Vero mengepalkan kedua tangannya rahangnya mengeras seketika dengan sorot mata tajam.
Vero segera mendekat dan langsung menarik kerah kemeja Miko.membuat mata para pengunjung Cofee Shop tertuju pada mereka.
"Mau apa kau kemari breng....k!" ucap Vero sinis.
"Hallo Vero....lama kita tidak berjumpa,kenapa kau begitu emosi melihatku.Aku kesini untuk menemui adikmu!" ujar santai Miko.
"Kak lepaskan ada Juna disini!Ujar Violin mengingatkan kakaknya agar tidak emosi.
Vero melepas cekalan tangannya dikrah baju Miko.
" Adikku tidak ada urusan lagi dengan mu jadi sebaiknya kau pergi dari sini atau aku akan menghajarmu!"ancam Vero tegas.
Violin yang melihat suasana menjadi tegang segera menyuruh putranya berganti baju kebelakang.
"Aku hanya ingin berbicara sebentar dengan mantan istriku,apa tidak boleh?"ucap Miko yang membuat Bian merasa kesal.
Violin yang tidak ingin membuat suasana me jadi lebih ribut mendekat.
"Biarkan aku berbicara dengannya sebentar kak,Aku tidak ingin ada keributan disini!"
Mau tidak mau Vero mengijinkan itu.
__ADS_1
Violin mengajak Miko berbicara duduk disudut ruangan.
"Apa mau mu,Aku sudah tidak ada urusan lagi denganmu?" tanya Violin tanpa berbasa basi.
Miko terseyum sinis menatap Violin.
"Kau tidak berubah Olin,Apa kau yakin tidak ada urusan lagi denganku?"
"Apa maksudmu?"
"Siapa ayah kandung Juna?"
Deg........Violin sangat terkejut,Ia tak menyangka pria jahat didepannya itu menanyakan tentang putranya.
Wajah Violin menjadi gugup .
"Itu bukan Urusanmu Miko!Sebaiknya kau pergi dari sini!"
Miko yang merasa kesal mencengkeram tangan Violin.Pemandangan itu tak luput dari pandangan Bian dan Vero.
"Singkirkan tangan kotormu itu dari tangan Violin!" ucap Tegas Bian yang sudah berdiri didekat Violin dan Miko.
Miko melepas cengkraman tangannya lalu berdiri menatap tajam kearah Bian.
Bian yang sudah sangat geram mengepalkan kedua tangannya.
"Siapa kau,jangan ikut campur urusanku dan mantan istriku!"
Bian menarik pinggang Violin hingga mendekat ketubuhnya.
"Aku calon suami Violin dan Aku adalah ayah Juna!'Ujar Tegas Bian.
Violin membulatkan matanya menoleh kearah Bian Baginya ucapan pria muda itu sungguh berani.
Miko tertawa reyah.
" Apa kau bercanda ,Pria muda sepertimu adalah calon suami Olin dan Ayah Juna?Aku tidak percaya!"
"Apa benar Olin,Pria muda ini calon suamimu?" tanya Miko pada Violin.
Violin bingung dan gugup harus menjawab apa.Mau tidak mau Violin menjawabnya.Agar Miko tidak menganggunya lagi.
"Benar Miko dia calon suamiku!"
Miko menggeleng pelan.
"Jadi seleramu sekarang adalah pria muda ya Olin!" ucap Miko dengan nada mengejek.
"Tutup mulutmu..Dengan siapa Violin akan menikah itu bukan urusanmu!"ujar Bian dengan sorot mata tajam.
" Aku tidak ingin berdebat denganmu,Aku kesini ingin meminta kejelasan soal Juna.Dia putraku kandung kan Olin?"
"Bukan,dia bukan putramu!"Violin berusaha mengelak.
" Cepat pergi dari sini atau aku akan menghabisimu!"Ancam Bian.
Miko terseyum siniz lagi.
"Baik aku akan pergi sekarang,Tapi aku akan kembali lagi.Aku akan mencari tahu sendiri siapa ayah kandung Juna sebenarnya.Dan jika benar dia putraku maka aku akan merebutnya darimu Olin!" ancam Miko penuh percaya diri.
"Itu tidak akan terjadi,Kau akan ber urusan denganku dulu.Ingat jangan coba coba mengusik hidup Violin dan Juna.Atau aku akan membuatmu menyesal Tuan Miko!" ucap Bian dengan penuh penekanan.
"Kau mengancamku anak muda?Sayangnya aku tidak takut..Kita lihat saja nanti.Langkah apa yang akan aku ambil.!" jawab Miko tak ingin kalah.
"Lakukan apa yang kau mau,Tapi aku akan selalu melindungi Violin dan Juna darimu!"
"Sebegitukah cintanya kau dengan Olin?"
"Kau tidak perlu meragukan cintaku pada Violin.Pergi atau kita bertarung sekarang!" ucap Tegas Bian.
"Untuk sekarang kalian bisa bersenang senang dulu...Baik aku pergi dulu!" Ucap Miko lalu pergi dari tempat itu.
Violin terduduk lemas setekah Miko berlalu.
Matanya tertutup sambil menghembuskan nafasnya Pelan.Sungguh ini pukulan berat untuknya.Seakan hidupnya tidak akan merasa tenang lagi.
__ADS_1