
Hari berlalu dengan cepatnya.
Disebuah Cofee Shop yang berada ditengah kota,Terlihat Violin sedang melayani tamu tamunya yang datang.dengan seyum yang selalu menghiasi wajah cantiknya.
Setelah beberapa bulan Violin melahirkan putranya Juna,Violin bersama kakaknya Veru membuka Cofee Shop.usaha yang dirintis dari nol dengan kerja keras itu sekarang sudah berkembang dan ramai pengunjung.
Meskipun Violin bergelar Sarjana komunikasi tapi dia lebih memilih membuka usaha bersama kakaknya.
Kakak yang menjadi pelindung,sandaran serta panutannya.Kakak yang begitu menyanyanginya dan putranya.
Disela sela kesibukannya.Veru mengingatkan adiknya.
"Lin ini udah siang,kamu kan harus jemput Juna disekolahnya..."
"Tapi lagi rame gini,emang kakak gak papa aku tinggal..." ucao Violin pada kakaknya.
"Gak papa,kan ada doni yang bantu kakak...buruan,kasihan Juna kalau udah nunggu kamu!" Perintah Veru pada adik cantiknya.
Violin pun segera melepas clemeknya dan mengambil tasnya.Violin lebih memilih menaiki motor dijalanan padat siang itu.
Wanita itu segera melajukan motornya kesekolah Putranya.
Juna bersekolah diTaman Kanak kanak yang tak jauh dari Coffee Shop miliknya.Violin sengaja menyekolahkan Juna disitu agar ia lebih mudah dan cepat mengantar serta menjemputnya.
Tiba diparkiran sekolah itu.Violin sudah melihat putranya berdiri bersama gurunya.
"Maaf bu saya terlambat memjemput Juna tadi Cofee Shop sedang ramai." ucap Violin setelah menunduk mendekati wanita paruh baya yang mengandeng tangan putranya,yang tak lain adalah bu Yola Wali kelas putranya.
"Tidak apa apa bu Violin,saya memakluminya." ucap bu Yola dengan seyum ramahnya.
"Kalau begitu terima kasih buYola,saya pamit dulu...ayo Juna kita pulang tapi salim dulu sama buguru...!!"
Juna pun mencium tangan gurunya lalu pulang naik motor bersama mamanya.
Tak lama mereka sampai dirumah mungil mereka.
Rumah dengan ukuran yang tidak terlalu besar dengan gaya minimalis dan interior yang ckup mewah.
Rumah yang hanya ditinggali Violin bersama putranya,karena kakaknya Veru lebih sering tidur diCofee Shop.
Rumah yang menjadi saksi bisu perjuangan Violin membesarkan Juna selama ini.Dengan sejuta kenangan yang membuat Violin merasa bahagia.
"Ayo sayang kamu makan dulu,setelah itu kita ke Cofee Shop.ibu harus membantu pamanmu.!"ujar Violin yang sudah mengganti baju putranya lalu bergegas mengambil nasi beserta lauknya.
__ADS_1
" Iya mah...aku juga senang berada DiCofee Shopp...banyak kakak kakak cantik yang datang hehehe"celoteh anak kecil itu.
"Dasar anak kecil udah genitttt ya.....!!ucap Violin sambil menggelitik tubuh mungil putranya.
Mereka pun tertawa bersama.
ini.visual Violin ya...
@@
Dibandara Ngurah Rai Bali.
Terlihat Seorang Pria tampan berbadan tegap dengan kulit putihnya berjalan keluar bandara.
Pria itu bernama Bian Decha Tanawat.
Pria berdarah thailand Bali itu datang setelah sekian lama mengejar gelar Masternya diLondon dan bekerja diperusahaan ayahnya Dibangkok Thailand setahun terakhir ini.
Pria tampan yang berusia 25 tahun itu sudah menantikan momen ini ckup lama.
Bian berjalan dengan tegap dan angkuhnya menuju loby bandara.dengan setelan jas serta kaca mata hitam yang bertengger dihidung mancungnya membuat pesona ketampanannya begitu kuat terpancar.
Segera mengantarkanya kesebuah Hotel bintang Lima dikota besar itu.
Saat Turun dari mobil banyak karyawan menyambutnya didepan pintu utama Hotel.
Sebagian pegawai wanita terperangah dengan ketampanan Bian.
Namun Bian tak menghiraukan mereka,ia terus berjalan dengan kaca mata yang sudah ia lepas.
"Selamat datang kembali Tuan Bian ,,Tuan besar sudah menunggu anda diruangannya." ucap Seorang pria muda bernama Alex yang merupakan asisten pribadi Bian.
Alex juga selalu menemani Bian diLondon dan DiBangkok.kali ini dia pulang keIndonesia lebih dulu atas perintah tuannya.
Sampailah disebuah ruangan milik CeO Hotel bintang lima itu.Hotel yang merupakan salah satu aset dari properti dan usaha milik T.N.W Group.
"Ayah....." sapa Bian saat sudah masuk diruangan itu.menyapa pria paruh baya yang sudah menunggunya.
Pria paruh baya itu segera berdiri dan memeluk putranya.
__ADS_1
"Akhirnya kau pulang nak...,,Ayah sangat merindukanmu,Ayah juga bahagia,itu artinya kau sudah siap menggantikan ayah menjalankan semua usaha kita.!'ucap Pria yang bernama Chaow Tanawat itu.
Setelah melepas pelukan rindu pada putra semata wayangnya itu.Chaow menyuruh putranya duduk disofa panjang bersama dirinya.
" Ayah tidak lupa kan dengan janji ayah sepuluh tahun lalu,saat aku berusia 15 tahun??"
ucap Bian dengan wajah datarnya dengan sorot mata tajam.
Chaow terdiam sesaat mengingat janjinya waktu itu.Meskipun waktu sudah berlalu cukup lama,tapi putranya itu masih teguh dengan keinginan dan keyakinannya.
Flas back On.
Sepuluh tahun yang Lalu.
Seorang remaja yang habis kabur dari rumahnya kembali lagi kerumah mewahnya setelah bertemu dengan seorang wanita yang membuka hatinya dan menyadarkannya untuk pulang.
"Bian kau pulang....Maaf kan ayah karena terlalu keras padamu tapi semua itu demi kebaikanmu!" ucap Pria yang tak lain adalah Chaow.
"Aku akan menuruti semua keinginan ayah untuk giat belajar dan bersekolah hingga aku mendapat gelar masterku,tapi dengan satu syarat...!!" ucap remaja yang tak lain adalah Bian.
"Apa itu nak?katakan...."
"Setelah aku dewasa dan mendapat gelar Masterku.serta jika aku sudah siap menggantikan posisi ayah,ayah tidak boleh melarangku untuk mendekati seorang wanita yang kucintai,Wanita yang akan kujadikan pendamping hidupku....ayah setuju??"
Chaow begitu terkejut dengan syarat yang diberikan putranya.ia tak menyangka putranya yang masih berusia belia bisa berkata seperti itu.
Tapi dia tak bisa menolaknya yang terpenting sekarang baginya adalah putranya mau menuruti keinginannya.
"Baik ayah setuju asal dia wanita yang baik untukmu."
"aku pegang janji ayah ini...." ucap Bian lalu kembali kekamarnya.
FlascBack off.
Sesaat suasana menjadi hening.hingga seyum muncul diwajah Chaow.
"Iya putraku,ayah masih mengingatnya.Dan ayah akan menepatinya sekarang.Kau sudah mengabulkan keinginan ayah untuk mengejar gelarmu dan mengurus perusahaan ayah.sekarang ayah tidak akan ikut campur dalam urusan pribadimu.ayah yakin kau sudah cukup dewasa menentukan pilihan hidupmu. " ucap Chaow sambil menepuk bahu putranya.
"Terima kasih ayah,,aku akan mulai bekerja besok.sekarang aku ingin istirahat dulu ayah"
"Baik nak,Istirahatlah dulu...."
Selepas Bian keluar dari ruangan itu.Chaow terdiam.Ia sungguh tak menyangka putranya begitu kuat dan teguh pada pendiriannya.
__ADS_1
10 Tahun waktu yang tidak sebentar tapi putranya masih tetap pada tujuannya.
Chaow tiba tiba merasa penasaran dengan sosok wanita yang merebut hati putranya saat putranya itu masih berusia belia.