Mencintai Hot Momy

Mencintai Hot Momy
Papa


__ADS_3

Pagi menjelang.Juna yang sudah sehat terbangun dari tidurnya dan langsung turun dari ranjangnya untuk menemui mamanya yang berada dikamarnya.


"Mama....."ucap Juna yang sudah melihat mamanya yang baru selesai mandi.


" Sayang...kau sudah bangun...mama lega kau benar benar sudah sembuh."ucap Violin sambil memeluk putranya.


"Juna ingin masuk sekolah ma.."


"baik,karena kau sudah sembuh.ayo mama mandiin kamu!!


Tak lama keduanya sudah terlihat rapi.Violin langsung menyuruh Juna meminum susunya dan makan sadwich buatannya.


Ting tong.


suara bel terdengar,dengan cepat Violin membuka pintu.


Bian datang,dia terlihat rapi dan gagah dengan setelan jasnya.


" Kau...sepagi ini sudah kesini???",ucap Violin yang terkejut dengan kedatangan Bian sepagi itu.


Bian langsung masuk tanpa menghiraukan ucapan Violin.


"Pagi tampan....kau sudah mau berangkat kesekolahnya..!!" ucap Bian yang sudah berada didekat juna.


"Iya om,Juna udah sembuh."


" Biar Om yang mengantarmu okey!!"


"Horeee aku diantar Om.Bian.....!" teriak Juna yang merasa girang.


Violin hanya terdiam melihat keduanya.


"Mulai sekarang aku yang akan mengantar dan menjemput Juna...kau mengerti.....!!!"tegas Bian saat berdiri didepan Violin.


" Apa maksudmu....tidak kau tidak boleh mengantar dan menjemput Juna,nanti apa yang dikatakan orang orang tentangku"ucap Violin yang merasa gusar atas pemikiran orang orang yang selalu menganggapnya janda beranak satu.


"Aku tidak suka dibantah,kenapa juga kau menghiraukan ucapan mereka dibanding kebahagiaan putramu sendiri.!"


Violin tertegun dengan ucapan Pria muda didepannya itu.memang benar harusnya ia tak menghiraukan ucapan orang lain.


"Ayo Juna kita berangkat sekarang" ucap Bian yang sudah menarik tangan Juna.


"Mama aku berangkat dulu ya...!!" ucap Juna sambil mencium pipi violin yang sudah sedikit jungkok.


"Kau mau berangkat keCoffe shop jam berapa?" tanya Bian sebelum pergi.

__ADS_1


"Jam 9 kenapa?" ucap violin dengan cepat.


"Biar nanti supirku yang mengantarmu...!!''


" Eh tidak usah,aku bisa naik motorku sendiri..."tolak Violin sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Aku bilang aku tidak suka dibantah.!aku pergi dulu..!"


Bian pun pergi bersama Juna.


Sesampainya disekolah Juna,Bian mengantar sampai kedalam bertemu dengan Bu Yola.


"Selamat pagi Juna,,,!!" sapa Buguru Yolla.


Bu Yola pun memandang kearah Pria yang berada disamping Juna.


"Juna siapa om ini,apa dia Papamu??" tanya Spontan BuYola yang melihat kedekatan keduanya.


Bian terseyum simpul kearah wanita paruh baya itu.


"Benar bu guru saya Papa nya Juna,mulai sekarang saya yang akan mengantar dan menjemput Juna." ucap Bian lugas.


"ohhh. ,baik Pak....!Ayo juna kita masuk kelas...!"


Bu Yola pun merangkul bahu Juna untuk masuk kekelas.


Sesampainya dikantor Bian langsung memanggil Alex asisten pribadinya.


"Selamat pagi Tuan,ada yang bisa saya bantu?" ucap Alex yang sudah berdiri didepan Bian.


"Atur ulang jadwalku,mulai.sekarang setiap pukul 1 siang aku harus keluar kantor sebentar...!!"


Alex merasa penasaran dengan ucapan atasannya itu.apa yang dilakukan atasannya itu setiap pukul satu siang.dia pun memberanikan diri bertanya.


"Kalau saya boleh tahu,Tuan mau kemana?apa perlu saya temani?" ucap Alex sedikit ragu.


"Aku akan menjemput Juna disekolahnya kau tidak perlu menemaniku.!" ucap Bian dengan tenang.


Alex sedikit melebarkan matanya,ia jelas tahu siapa Anak yang bernama Juna itu.ia tak menyangka bos besar,seorang CEO seperti atasannya itu mau repot repot menjemput seorang anak itu sendiri.tapi Alex langsung paham karena sudah sangat mengetahui kalau bosnya nya itu benar benar sangat mencintai ibu dari anak itu.


"Baik Tuan..." Alex pun keluar ruangan itu.


Sesuai perkataan Bian,sebuah mobil mewah dengan sopirnya sudah menunggu didepan rumah Violin tepat pukul 9.


"Silahkan nona...!" ucap sang supir setelah melihat Wanita itu keluar rumah.

__ADS_1


Violin sempat tertegun,ternyata pria itu serius dengan ucapannya.


Mau tidak mau Violin masuk kedalam mobil itu.


Sesampainya Dicoffe Shop Violin langsung mendapat pertanyaan dari Veru kakaknya.


"Lin siapa yang mengantarmu....?" ucap Veru yang tadi sempat melihat adiknya keluar dari mobil mewah.


Violin cemberut didepan kakaknya lalu duduk dikursi begitu saja.


"Itu supir suruhan Bian kak...Dia juga yang mengantar Juna kesekolah tadi pagi...Hufffff aku bingung Kak,Pria itu semakin nekad....!!


Veru sedikit terkejut mendengar penjelasan adiknya itu.


" Apa??...Kakak benar benar tak menyangka kalau dia serius dengan ucapannya.Yasudah cepat lakukan pekerjaanmu,biar kakak yang berbicara dengan Pria itu...!"


Violin pun menuruti perintah kakaknya dan mulai bekerja melayani para pelanggan yang mulai berdatangan.


Jam berlalu dengan cepat.saatnya Juna pulang sekolah.


Bian sudah melajukan mobilnya dengan cepat menuju sekolah Juna.setelah berpamitan dengan Bu Yola,Mereka langsung menuju Cofee Shop.


"Mama....." teriak Juna saat sudah masuk Cofee Shop dan menghampiri Violin yang sedang merapikan meja kasir.


"Juna kau sudah pulang...!!!"


"Siapa yang menjemputmu tampan?" tanya Veru yang mendekati keponakan tampannya itu.


"Itu Om Bian paman.....oh iya ma,,Om Bian bilang pada BuYolla kalau dia itu Papaku,,,apa benar itu ma???" ucap spontan Juna yang langsung membuat kedua mata Violin melebar sambil memandang kearah Veru kakaknya.


Veru juga sangat terkejut dengan ucapan keponakannya itu.


"Sebentar lagi Om juga akan menjadi Papamu Juna.." ucap Bian yang sudah berdiri didekat mereka bertiga.


Spontan Violin dan Veru langsung menoleh kearah datangnya suara.


"Apa maksudmu??kumohon jangan bicara sembarangan dengan Juna..."ucap lirih Violin.


"Siapa yang sembarangan,Aku serius...!!!"ucap Bian dengan santainya.


Seketika Veru berjalan mendekati Bian dan menarik tangan pria itu.


"Ikut aku,kita perlu bicara!!!"


Violin melihat kakaknya pergi bersama pria itu,entah kemana kakaknya membawa pria itu berbicara.

__ADS_1


Violin pun segera mengganti baju Juna dan menyuruh putranya istirahat dikamar belakang.Dia pun segera melanjutkan pekerjaannya sambil menunggu kakaknya kembali.


Pikiran Violin pun semakin bertambah kacau.dia merasa penasaran dengan apa yang akan dikatakan kakaknya pada pria nekad itu.


__ADS_2