Mencintai Hot Momy

Mencintai Hot Momy
Tes DNA


__ADS_3

Setelah Miko pulang dari Cofee Shop Violin ia segera menghubungi anak buahnya untuk Menyuruh anak buahnya untuk mendapatkan rambut Juna bagaimana pun caranya.Dengan rambut itu,Miko bisa melakukan Tes DNA.


Saat ini Miko duduk dikursi kebesarannya bersama sang asiaten.


"Bos ada tawaran kerja sama dari perusahaan besar T.N.W group untuk sebuah tender besar" Ucap Sang asisten.


"Perusahaan besar itu mau mengajak kita bekerja sama?Sepertinya ini kesempatan bagus.!"jawab Miko tanpa ada rasa curiga.


" Mereka mengundang kita datang tiga hari lagi bos!"


"Hm,, okey Atur jadwalku!"


"Ada lagi Bos Saya sudah mendapatkan rambut anak itu!" Ujar Asisten Miko lagi.


"Bagus....bagaimana caranya?" Tanya Miko yang penasaran.


"Saya menyogok salah satu pegawai disekolah anak itu bos!"


Miko terseyum licik.


"Cerdik.......Lalu berapa hari hasilnya keluar.aku ingin kau mempercepatnya!"


"Dua hari Bos,Itu sudah paling cepat!"


"Okey aku tunggu.!"


Miko terseyum penuh arti sambil menatap kearah luar jendela ruanganya.


"Aku sudah tidak sabar membawa anak itu!" gumamnya.


@@


Dikantor T.N.W Group.


Bian sedang berbicara dengan Asitennya Alex.


"Kau sudah menempatkan pengawal untuk kakasiku dan putranya?" Tanya Bian serius.


"Sudah Tuan."


"Pastikan dia tidak tau kalau dia sedang dijaga."


"Baik Tuan"


"Lalu kapan aku bertemu pria breng...k itu?


" Saya sudah mengaturnya Tuan.Tiga hari lagi dikantor ini!"


"Baguus.......Aku ingin membuatnya terkejut!"


Dua hari kemudian.


DiCofee Shop Violin sedang berbincang dengan Lisa.


"Wah Gila jadi si Miko kesini?"


Lisa sangat terkejut mendengar cerita Sahabatnya itu soal mantan suaminya.


Lisa sangat mengenali bagaiman watak seorang miko karena dulu mereka akrab.


"Iya Sa,Aku takut banget dia ngrebut Juna.Kamu tau sendiri kan gimana Miko itu"


Lisa mengenggam tangan Violin.


"Iya aku tahu tapi kau kan sudah ada Bian.Pasti dia gak akan tinggal diam.Dia kelihatan serius sama kamu Lin.ngomong ngomong gimana gimana hubungan kalian?"


Violin nampak bingung harus menjawab apa.


"Entahlah Sa aku masih bingung"


"Ehmm jalani aja dulu Lin,Mungkin dengan berjalannya waktu kau bisa melihat seberapa besar ketulusan dan keseriusan Bian sama kamu.Cobalah untuk membuka hatimu Lin dan lupakan masa lalu." Nasehat Lisa yang terdengar sangat bijaksana.


Violin hanya mengangguk pelan sambil melirik kakaknya Veru yang terlihat cuek pada sahabatnya itu.


Sudah cukup lama Violin melihat ada cinta dimata sahabatnya untuk kakak tercintanya.Tapi Veru sang kakak terlihat dingin dan cuek saja.


"Kalau kamu gimana Lis sama kak Veru?''Tanya Spontan Violin.


" Apaan sich kamu Lin,Kok jadi ngomongin aku!"

__ADS_1


"Ck.....masih malu jujur sama aku?Gini aja nanti makan malem ya dirumah aku.Biar tambah rame.!"


Lisa nampak berfikir sesaat.


"Okey aku mau.Udah lama juga aku gak kerumah kamu!"


"Nah gitu dong,Pasti Juna seneng auntynya main."


Violin dan Lisa mengobrol hingga sore hari lalu memutuskan pulang kerumah bersama Juna.Sebelumnya Violin meminta Vero untuk datang saat jam makan malam.


Malamnya Violin memasak menyiapkan makan malam dibantu Lisa.


Veru datang dan ia langsung terkejut saat melihat masih ada Lisa dirumah.


"Kak Veru udah datang,Cofee shop rame gak kak?" Tanya Violin pada Veru yang sudah duduk bermain bersama Juna diruang tengah.


Lisa yang merasa sangat gugup berusaha bersikap tenang.


Sekilas Veru melihat kearah Lisa yang membantu Adiknya menata meja makan.


"Lumayan,Udah ada Doni dibantu Alif"


"Udah Lis,kamu duduk sana aja sama KakVeru." Ujar Violin yang membuat Lisa terkejut.


"Tapi Lin,Aku....."


"Udah,Kamu duduk aja sana,Gak usah malu gitu!" Ucap Violin memotong ucapan Sahabatnya.


Dengan ragu,Lisa mendekat dan duduk disofa bersama Veru yang sedang bercanda bersama Juna.


"Aunty duduk sini sama paman Veru.!" Celoteh Juna spontan.


Veru melirik kearah Lisa yang merasa sangat canggung.


",Sini Lis ,,Jangan sungkan sama aku!" Ujar Veru terlihat santai.


"Iya Kak." Lisa mendekat dan duduk dikarpet lantai bersama Veru dan Juna.Lisa berusaha mengatasi jantungnya yang semakin berdetak cepat berada didekat Veru.


Meskipun Lisa sering datang keCofee shop,Tapi ia jarang sekali berbincang dengan Veru.Meskipun ada rasa yang terpendam untuk pria tampan berusia 33 itu,tapi.Lisa hanya bisa diam memendamnya.


"Gimana butik kamu Lis?" Tanya Veru tiba tiba"


"Semua lancar kak.Udah lumayan pelanggannya"


"Syukur kalau begitu.Jaga badan kamu Lis, jangan sampai kurang istirahat dan sakit"


Lisa tertegun dengan ucapan Vero.Tak biasanya Pria datar itu memberinya perhatian."I..iya kak"Jawab Lisa canggung.


Tinng tong....bunyi Suara Bel.


"Biar Kakak yang buka" Ujar Veru lalu berjalan kearah pintu utama.


Ceklek....


Terlihat Bian yang masih mengenakan setelan jasnya datang.


Bian segera masuk bersama Veru.Ia melihat Violin sedang membawa minuman kemeja makan.


"Wah tumben rame nich,Ada nona Lisa juga"


Sapa Bian ramah setelah melihat Lisa bersama Juna.


"Hallo Tuan Bian,kita berjumpa lagi" balas Lisa.


"Panggil saja aku Bian"


"kalau begitu panggil aku Lisa saja!"


"Okey" jawab Bian singkat


Bian segera melepas jas dan dasinya lalu duduk disamping Juna.


"Hallo Tampan,Apa kau tidak merindukan Om?" Bian memberi kecupan dipipi Juna.


"Tentu Om,Juna rindu."


"Maaf ya tadi tidak bisa menjemputmu,Om ada meeting mendadak" jelas Bian.


"Kelihatannya kau sangat sibuk Bian!" Ujar Veru yang duduk disofa.

__ADS_1


"Hmm begitulah Kak"


Bian memang belum memberitahu Veru,Violin dan Lisa tentang identitas dan keluarganya.Ia merasa ini belum waktu yang tepat.


Bian lalu menggulung kedua lengan kemejanya sampai siku sehingga memperlihat otot ototnya yang besar.


Ia berdiri menghampiri Violin.


"Butuh bantuan Sayang?"


Violin menatap tajam kearah Bian menghentikan gerak tangannya.


"Jangan panggil aku dengan sebutan itu Bian,Apalagi ini ada Kak Veru!"


Bian terkekeh"Biarkan saja kakakmu itu tahu.Aku tidak takut!"


"Biaaan.......!"


"Violiiin.....!"Jawab Bian tak kalah sengit.


Violin merasa selalu kalah jika berdebat dengan Pria muda itu.


" Terserahlah...Aku tidak mau berdebat denganmu lagi"


Bian terseyum penuh kemenangan.


Mereka pun makan dalam suasana hangat.Sesekali sikap Bian yang romantis membuat Violin merasa tidak enak dengan kakaknya.


Sementara Lisa sesekali melirik kearah Veru yang terlihat makan dengan tenang.


Veru memang Pria yang tampan tapi terkenal dingin dan datar pada wanita.


Sebenarnya Veru merasa ia sedang diperhatikan tapi pria itu mencoba tenang.Meskipun ada getaran aneh saat berada didekat Lisa.


Setelah selesai makan,Bian membantu Violin membersihkan meja makan lalu mencuci piring.


Tak lama mereka duduk disofa berbincang bersama hingga suara bel menghentikan obrolan mereka.


Veru membuka pintunya.


Ia sangat terkejut melihat siapa yang datang.


Miko datang dengan penuh percaya diri.


"Breng......k mau apa kau datang kesini?"ujar Veru yang sudah emosi.


",Jangan emosi dulu Veru,Apa aku tidak boleh masuk.Ada hal yang ingin aku berikan pada Adikmu!"


Mau tidak mau Veru membiarkan Miko masuk.


Semua merasa terkejut dengan kedatangan Miko.Apalagi Violin yang langsung terasa sesak didadanya.


"Wah sepertinya sedang ada acara disini.ada banyak orang rupanya!" Sapa Miko dengan wajah menyebalkannya.


Violin segera menarik Juna mendekat pada Lisa yang masih tertegun dengan kedatangan Miko.


"Lis tolong bawa masuk Juna kekamarnya!"


Lisa mengangguk lalu menarik tangan Juna naik kelantai dua tempat kamar Juna berada.


Bian yang sudah tersulut emosinya mendekat kearah Miko dan langsung menarik krah baju Miko."Mau apa kau kesini haaaa???"


"He santai man,aku kemari hanya untuk memberi mantan istriku ini!" Miko mengeluarkan sebuah amplop besar putih kemudian megulurkannya pada Violin.


Violin dengan ragu maju mengambil amplop itu.Wajahnya sudah sangat terlihat takut dan gugup.


"Bukalah Lin..,..!"suruh Miko.


Violin perlahan membukanya amplop itu lalu membacanya.


Deg.......Matanya melebar,bibirnya kelu seketika dan tubuhnya langsung lemas.Violin mematung dalam posisinya.


Vero yang mengerti perubahan ekspresi adikknya langsung mengambil kertas ditangan Violin lalu membacanya.


Sama seperti adiknya,Veru seakan rasanya seperti disambar petir disiang hari.


" Apa isinya Kak?"Tanya Bian yang penasaran dan masih mencengkeram kuat baju Miko.


"ini hasil Tes DNA Juna?"jawab Veru lirih.

__ADS_1


Bian terkejut lalu menatap Miko tajam,Lisa yang baru saja turun juga ikut terkejut.Sungguh mereka tak menyangka Miko bisa melakukan itu.


__ADS_2