
Setelah putusan sidang kemarin,Tanpa diketahui Violin,Bian semakin mengetatkan penjagaan dirumahnya,Dicoffe shoop atau Disekolah Juna.Khusus disekitar sekolah Juna,Bian menempatkan mata mata untuk menjaga Juna dari kejauhan,Violin tidak menyadari kalau Bian sangat mengkhawatirkan keselematannya dan Juna mengingat ancaman Miko kemarin.
Dan sesuai janji Violin pada Bian untuk membalas kebaikan Bian padanya,Hari ini Wanita cantik itu akan mengantar bekal makan siang untuk pria tampan itu ditempat kerjanya.
Setelah Violin sudah memasak untuk Bian, segera ia bersiap untuk pergi ketempat kerja Bian.
Dia sedikit lega karena Juna akan pulang sekolah pukul satu.Jadi sebelum menjemput Juna,Ia bisa pergi ketempat Bian dulu.
Violin yang sudah siap langsung naik kedalam mobil yang sudah disiapkan Bian dengan seorang bodyguard sebagai drivernya.
"Jalan pak" Ujar Violin pada sang sopir.
Mobil mewah berwarna putih itu pun melaju dengan kecepatan sedang.
Tak lama Mobil itu sampai diloby gedung TNW Group.
Violin sempat tercengang dengan gedung yang terlihat mewah,besar dan menjulang tinggi itu.
"Apa tidak salah ini tempat kerja Bian Pak?"
Tanya Violin memastikan saat sang sopir sudah membukakan pintu untuknya.
"Benar nona,Ini tempat kerja tuan Bian.Silahkan masuk"Ujar sang driver.
Violin turun dari mobil lalu berjalan masuk kedalam gedung mewah itu.
Violin tak menyadari jika semua pandangan mata para karyawan ditempat itu tertuju padanya.Mereka terlihat kagum dan merasa penasaran dengan sosok Violin yang baru pertama kali datang kegedung itu.
Violin memang terlihat cantik,imut dan manis dengan mengenakan Dress selutut berwarna pastel dengan sepatu flat kream dan tas slempang kecil berwarna senada.Juga dengan make up flawess dan rambut panjang yang ia gerai begitu saja.
Langkah Violin terlihat anggun menuju Meja Resepsionis.
"Permisi saya ingin menemui Tuan Bian,Dimana ruangannya?" Tanya Violin lembut dengan seyum indahnya setelah berada didepan meja reseosionis.
Para perugas resepsionis yang berjumlah tiga orang itu seakan terkagum melihat kecantikan Violin dari dekat.
"Maaf siapa nama anda?" tanya salah satu petugas itu dengan seyum ramahnya.
"Saya Violin"
Seketika tiga orang petugas itu langsung terkejut dan langsung menjalankan pesan dari asisten Alex yang tadi sudah berpesan pada mereka.
"Anda sudah ditunggu PresDir Nona,Mari saya antar kelantai 30" Ujar Petugas bernama Lina itu.
"PresDirrr???" Violin merasa bingung.
Petugas itu pun mengantar Violin,Mereka berdua menaiki lift menuju lantai 30.
Ting......
Violin keluar dari lift bersama Lina.
Lina mengantar Violin sampai kehadapan Alex yang sudah berdiri didepan meja sekretaris Bian.
Sementara Violin yang masih merasa bingung melihat seorang pria tampan bertubuh tegap sudah terseyum padanya.
"Selamat datang diTNW group Nona Violin,Perkenalkan saya Alex,Asisten PresDir" Sapa ramah Alex.
__ADS_1
Violin semakin curiga dengan kata kata Presdir.
Ini adalah pertama kalinya Alek bisa bertemu langsung dengan wanita yang sangat dicintai bosnya itu.Walau sebenarnya yang selama 10 tahun ini yang menjaga Violin adalah dirinya tentu atas perintah Bian.
Violin terseyum manis kearah Alek."Senang bisa berjumpa dengan Anda tuan Alex"
"Silahkan masuk Nona,Tuan sudah menunggu anda" Ujar Alex yang akan membukakan pintu Ruangan Bian untuk Violin.
Violin melihat papan nama didaun pintu itu.
*Ruangan PresDir Muda*
Ceklekkk .....Pintu terbuka.
"Nona sudah datang Tuan" Ucap Alex yang melihat Bian fokus pada layar lap topnya.
Bian terseyum dan langsung berdiri dari kursinya.
Violin masuk perlahan dan Alex segera keluar.
Deg.......
Bian sudah terseyum manis padanya sambil berjalan kearahnya.
Violin merasa sangat terkejut setelah mengetahui siapa Bian sebenarnya.
"Astaga..Jadi dia CEO perusahaan sebesar ini??" Guman Violin dalam hati.
Violin masih mematung dengan kedua mata yang melebar hingga dia tak sadar Bian sudah berada tepat dihadapannya.
Bian langsung melilitkan kedua tangannya dipinggang Violin membuat wanita cantik.itu tersadar dari lamunannya.
Violin hanya menatap lekat kearah Bian membuat Bian merasa heran.
"Ayo kita duduk dulu Sayang"
Bian segera menarik tangan Violin untuk duduk disofa.
"Ada apa Hmmm?" Tanya Bian yang melihat Violin masih diam saja.
"Kenapa kau tidak jujur dari awal Bian kalau kau seorang CEO.?" Ujar Violin dengan tatapan lekatnya.
Bian terseyum lembut.
"Kenapa memang,Apa kau merasa aku membohongimmu?Aku hanya tidak ingin mau menjauhi ku karena statusku ini"
Wajah Violin berubah sendu.
"Mungkin aku akan melakukan itu mulai sekarang"
Deg.......
Bian tertegun dengan ucapan Violin meskipun ia sudah menduganya sejak awal.Jika Violin tahu statusnya pasti Wanita nya itu akan mencoba menjauhinya.
"Menjauhlah kalau kau bisa,,Tapi aku tidak akan melepaskanmu begitu saja.Kau itu calon istriku."Ucap Bian dengan wajah tegasnya membuat Violin merinding seketika.
Pandangan mereka beradu untuk beberapa saat.
__ADS_1
" Aku tahu kau akan terkejut setelah mengetahui ini,Tapi aku merasa ini waktu yang tepat untuk membuka identitas ku yang sebenarnya padamu Violin.Karena kita akab akan menjalani hubungan.yang lebih serius lagi.Jadi aku ingin jujur dan terbuka padamu"
"Aku semakin merasa tidak pantas untukmu Bian" Lirih Violin.
Bian mengusap lembut pipi Violin.
"Aku sangat mengerti keraguanmu Sayang.Tapi sudah kukatakan berulang kali,kalau aku hanya mencintaimu.Aku tidak pernah melihat statusmu.Aku tulus menyanyangimu dan Juna"
Tanpa sadar Kedua mata Violin mulai berair.
Bian yang mengerti hal itu langsung memeluk erat tubuh Violin yang sudah bergetar karena menangis.
"Kumohon percaya padaku Violin Dan jangan meragukan perasaanku"
"Sudah jangan menangis,,Ayo kita makan.Aku sudah lapar" ujar Bian yang sudah melepas pelukannya lalu mengusap lembut air mata dipipi Violin.
Violin terseyum simpul lalu membuka bekal makanan yang sudah ia bawa dari rumah.
Bian yang sengaja memanfaatkan keadaan meminta Violin untuk menyuapinya.
"Setelah makan kita jemput Juna bersama" ucap Bian.sambil menguyah makanan dimulutnya.
"Apa kau tidak sibuk?" tanya Violin heran.
"Tidak,lagi pula ada Alex yang akan mengurusnya.Oh ya dia itu sudah seperti saudara ku sendiri.Sudah lama ia menjadi asisten ku."
Violin mengangguk kecil mendengar ucapan Bian.
Bian yang sudah selesai makan mengusap sudut bibitnya dengan tisu.
Cuppp...satu kecupan dipipi Violin
"Terima kasih Sayang,,Masakanmu sungguh lezat."Lirih Bian.
" Biannnn jangan asal Cium.Ini dikantor"kesal Violin.
"Ini kan kantorku,Suka suka aku dong."
"Ckkk....sombong...."
Bian terkekeh.
"Ayo kita Jemput Juna sekarang"
Bian langsung menarik tangan Violin setelah memakai jasnya kembali keluar dari ruangannya.
Alek yang melihat itu hanya menggeleng kepalanya pelan.
Semua mata karyawan melihat kearah Bian dan Violin.Sungguh mereka sangat terkejut.
Mereka pun akhinya mengetahui siapa kekasih CEO mereka yang selama ini tersembunyi.
Kasak kusuk pun langsung menyebar dengan cepat.Mereka tak akan mengira jika Violin adalah Janda ber anak satu.Karena tubuh Violin masih terlihat seperti gadis sigle.
Sedangkan Violin merasa risi dan malu melihat pandangan mata para karyawan pada mereka.
"Bian aku malu,mereka memandangi kita"
__ADS_1
"Kenapa harus malu,Harusnya itu bagus karena mereka jadi tahu jika aku sudah memiliki kekasih" jawab ringan Bian.
Violin hanya menurut saja pada Bian hingga masuk kedalam mobil yang sudah menunggu diloby depan.