Mencintai Hot Momy

Mencintai Hot Momy
Mendekati


__ADS_3

Keesokan harinya.


Digedung perusahaan T.N.W Group.


Terlihat seorang pria tampan berjas dan berkaca mata hitam yang baru saja turun dari mobilnya berjalan dengan tegap dan tegas dengan diikuti asisten pribadi dibelakangnya.


Dengan raut wajah yang dingin dan datar, Aura ketampanan dan kepemimpinannya begitu kuat terasa.Semua karyawan langsung menunduk memberi hormat saat pria berkarisma itu melewati mereka.


Seakan terperangah dengan pesona pria itu.Para karyawan wanita langsung terbius dengan pesona CEO mereka.


Pria yang tak lain adalah Bian itu sama sekali tak menghiraukan pandangan para karyawan yang begitu mengaguminya.


Bian langsung menuju keruangannya dilantai 25.Ruangan yang sudah lama disiapkan oleh ayahnya.


"Berikan aku berkas jurnal keuangan perusahaan selama setahun ini" perintah tegas Bian pada Asisten pribadinya Alex.


"baik Tuan akan saya siapkan,apa tuan akan keluar kantor hari ini?" tanya Alex yang berdiri tepat didepan Bian.


"aku ingin pulang lebih awal nanti sore,aku ingin menemuinya diCofeeShopi itu..!ucap Bian dengan wajah datarnya.


Bian yang sudah mencari informasi tentang semua kehidupan Violin pun tahu wanita itu selalu berada dikedai Cofee shop miliknya.


" Baik Tuan ,,saya kembali keruangan saya dulu."ucap Alex lalu keluar dari ruangan bosnya itu.


Alek yang umurnya lebih muda setahun dari Bian sudah setia mengapdi pada keluarga Tanawat sejak usianya remaja.


Seharian Bian disibukkan dengan berkas berkas laporan perusaan yang satu persatu ia teliti dan amati.Hingga Bian melupakan makan siangnya.Pria itu memang terkenal dengan gila kerja saat diBangkok.


Sehingga dengan mudah dalam kurun waktu setahun Bian sudah membuat perusahaan yang hampir runtuh itu bangkit kembali.


Sampai tak terasa sudah pukul 4 sore.


Bian segera bergegas menuju Coofee shop milik Violin.


Violin yang sedang berdiri bersama kakaknya melayani para pengunjung tertegun dengan kedatangan Bian yang sudah berdiri didekatnya.


"Senang bisa berjumpa lagi denganmu Violin.." sapa Bian yang mengejutkan wanita itu.


"Tuan Bian??"ucap Violin dengan nada pelan.


Bian terseyum simpul.hatinya merasa bahagia bisa melihat ekspresi wajah Violin yang terlihat kaget.


" Jangan panggil aku tuan,Bian saja.karena usiaku lebih muda darimu..tolong berikan aku segelas kopi ezpreso.!!


Violin hanya mengangguk ragu lalu menyiapkan pesanan Bian.Setelah membayar Bian membawa segelas kopi dan duduk disalah satu meja yang kosong.

__ADS_1


Juna yang kebetulan keluar dari ruang belakang,melihat keberadaan Bian dan langsung berlari menghampirinya.


"Om Bian....." panggil Juna yang berlari kearah Bian.


"Hay tampan....kita bertemu lagi, bagaimana kabarmu hari ini?"ucap Bian yang mengusap lembut kepala anak kecil itu.


" kabarku baik om,aku senang bisa bertemu dengan om lagi."ucap spontan Juna yang membuat Bian senang.


Violin dan Vero yang melihat keakraban keduanya menjadi heran.


"Sepertinya Juna sangat akrab dengan pria muda itu Lin...siapa dia?" tanya Vero yang berdiri disamping adiknya.


"kemarin sore pria itu menolong Juna saat jatuh kak,kami bertemu ditaman dan namanya Bian."ujar Violin.


Tanpa ia sadari Bian terus memandanginya disela sela bercanda dengan Juna.


Vero hanya menganguk mendengar penjelasan adiknya.


Cukup lama Bian berada diCofee shop itu menikmati kopinya sambil sesekali memandangi wajah Violin dari jarak yang lumayan dekat.Hingga akhirnya Bian memutuskan untuk pulang dan berpamitan pada Violin.


Selama seminggu ini Bian selalu datang menemui Violin diCofeeShop atau ditaman sore hari.membuat wanita itu merasa sedikit aneh dan risi.


Untuk kesekian kalinya Bian datang lagi membuat Vero mulai merasa curiga dan bertanya pada adiknya.


" Lin sepertinya Pria itu aneh,Dia setiap hari datang dan berada disini cukup lama.kakak perhatikan kadang dia memandangimu terus,apa kau tak merasa risi?"ucap Vero pada adiknya sambil melirik kearah tempat duduk Bian yang lagi lagi bercanda dengan Juna.


"Sebenarnya aku juga sedikit merasa aneh kak,tapi mana mungkin aku mengusirnya dari sini.apalagi Juna terlihat sangat menyukainya." ucap Violin pelan.


"Kakak jadi penasaran,apa jangan jangan dia menyukaimu Lin?"


Kedua bola mata Violin membulat mendengar ucapan kakaknya.


"Kakak ngawur mana mungkin pria muda,tampan dan terlihat seperti orang berada itu suka sama aku,janda anak satu hahaha"


Tanpa mereka sadari Bian berjalan kearah mereka dan mendengar percakapan keduanya.


"Kalau iya bagaimana?"" ucap Bian dengan nada tegas dan wajah datarnya yang menatap tajam kearah Violin.


Seketika Violin menoleh kearah Bian dengan tubuh dan wajahnya kaku.bibirnya sedikit terbuka karena terkejut dengan ucapan pria didepannya itu.


"Apa yang kau katakan,tolong jangan bercanda disini...!!" ucap Violin dengan ragu.


"Bisa kita bicara ditaman?" ucap Bian dengan santainya.


Violin terdiam tak bisa menjawab.

__ADS_1


"Pergilah ini kan juga sudah sore,kau bisa langsung pulang Lin." perintah Veru pada adiknya yang terlihat bingung.


Violin pun melepas celemeknya dan mengambis tasnya dan melihat Bian sudah menggandeng tangan Juna menuju mobilnya.


Dengan terpaksa dan perasaan ragu Violin ikut masuk kedalam mobil Bian menuju Taman.


Sesampainya ditaman Juna segera berlarian kesana kemari,sedangkan Bian dan Violin dudun dikursi panjang.


Suasana menjadi canggung.


Violin menatap lurus putranya yang sedang tertawa bahagia berlarian ditaman.


"Aku serius...Lin.....!!"


Seketika Violin menoleh dan memandang lekat Bian.


Tiba tiba seyum simpul muncul diwajah cantiknya.


"Apa kau sadar dengan ucapanmu Bian....kita saja baru sebentar kenal dan usia kita juga terpaut Lima tahun,aku mungkin lebih pantas menjadi kakakmu...Dan juga aku ini Single Parent lho....!!" ujar Violin yang sudah nampak tenang.


"Kalau aku bilang aku sudah tahu semua tentangmu bagaimana?" Ucap Bian yang membuat Violin semakin canggung.


"Apa maksudmu?"


"Kalau aku bilang aku sudah mengenalmu selama sepuluh tahun apa kau percaya??" ucap Bian lagi yang membuat Violin semakin bingung.


"Haaa...??sepuluh tahun..hahaha jangan becanda Bian,tidak lucu.... mana mungkin kau mengenalku sudah sepuluh tahun,,,!!ucap Violin dengan tawa canggungya.


" Ini bukan lelucon...apa aku terlihat berbohong......terserah kau percaya atau tidak...!!Yang jelas aku kembali untuk mendapatkanmu Violin......!!!"Ucap Bian dengan tegas dan sorot mata yang tajam pada Violin.


Seketika bibir Violin menjadi kelu,susah untuk menelan salivanya sendiri.Wanita itu tiba tiba merasa takut bercampur tegang mendengar ucapan dan melihat raut wajah Pria muda disampingnya itu.


Violin tiba tiba langsung berdiri sebelum dirinya bertambah salah tinggah didepan Bian.


"Maaf aku pulang dulu,tubuhku sangat Lelah..terima kasih untuk waktumu..." ucap Violin yang hendak melangkah.


Tapi seketika langkahnya terhenti saat tangan Bian menarik tangannya dan berdiri dekat dibekangnya.


"Jangan coba menghindar atau lari dari ku Violin Latisya Roselia....!!bisik Bian dibelakang telinga Violin.


Dengan cepat Violin menoleh kearah Bian dengan kedua mata yang membulat sempurna.Violin sungguh terkejut pria itu tau nama lengkapnya.


Bian terseyum menyeringai saat tatapan mereka beradu untuk beberapa saat.


Violin dengan kuat melepas genggaman tangan Bian dan langsung berjalan cepat menghampiri Juna.

__ADS_1


" Ayo sayang kita pulang,mama sudah sangat capek."ujar Violin yang langsung menarik tangan putranya dan berjalan cepat menuju rumahnya.Sementara Bian hanya berdiri mengamati Violin yang cepat cepat ingin pergi meninggalkannya.


**Siapa dia sebenarnya....??.**gumam Violin dalam hati saat masih berjalan dipinggir trotoar sambil menggandeng tangan putranya.


__ADS_2