Mencintai Hot Momy

Mencintai Hot Momy
Rasa Aman


__ADS_3

Violin masih mematung ditempatnya.Pikirannya terasa kacau saat ini.Dan itu sangat terlihat jelas oleh Bian yang sedari tadi menemaninya.


Vero yang melihat itu mendekat.


"Sebaiknya kau pulang Lin,tenangkan dulu dirimu dirumah.Biar Bian yang mengantarmu!" perintah vero.


Violin hanya menatap vero dan Bian tanpa berbicara.


Bian mengangguk dan segera mengajak Violin untuk pulang.Wanita itu hanya menurut.


Bian lalu menggendong Juna untuk masuk mobil diikuti Violin.


Setelah sampai dirumah,Bian segera meletakkan Juna yang sudah tertidur diranjangnya dengan pelan.


Keluar dari kamar Juna,Bian melihat Violin termenung disofa ruang tamu.


Dengan pelan Bian duduk disamping Violin.


Mengusap lembut tangan wanita cantik itu hingga membuatnya menoleh kearahnya.


"Apa yang kau pikirkan hmm?"


Violin masih diam menatap kedua manik mata Bian.


"Apa kau takut pria itu mengambil Juna


darimu?"Tanya Bian lagi.


Bian mengubah posisi duduknya menghadap Violin.


" Maaf tidak seharusnya kau terlibat terlalu jauh,Ini masalahku!"ucap Violin yang merasa sungkan dengan Bian.


Bian terseyum sambil mengusap lembut tangan Violin.


"Sudah kukatakan semua masalah yang menyangkut dirimu dan Juna adalah tanggung jawabku.Aku tulus menyanyangi kalian.Dan kumohon percaya padaku semuanya akan baik baik saja.!"


"Tapi kau belum tau siapa Miko itu.Aku rasa dia akan semakin nekad menganggu hidupku dan Juna.!"


Air mata Violin sudah jatuh tak terbendung lagi,Pikiran dan hatinya saat ini sedang sangat kacau.Ada rasa ketakutan yang begitu besar yang ia rasakan.


Bian menghapus air mata dipipi Violin dengan lembut.


"Aku tahu ketakutanmu saat ini Violin,Tapi kumohon jangan siksa dirimu sendiri.Kau juga harus percaya padaku.Aku akan melindungi kalian sekuat dan semampuku.Aku sudah menyiapkan segala rencana untuk menghadapi pria itu jadi kau tenang saja,Ok!"......Cup.......


Satu kecupan dikening Olif,membuat wanita cantik itu tertegun.


Bian segera memeluk erat tubuh Violin,Memberi kehangatan sekaligus kenyamanan.


Entah kenapa wanita itu tak bisa menolak,Serasa pikiran dan tubuhnya tak bisa menjauh dari pria muda itu.


Bian meletakkan kepala Violin didada bidangnya lalu mengusap lembut punggung Violin dengan pelan.


" Tidurlah,Aku tau kau sangat lelah.....!"


Violin begitu merasa nyaman berada dipelukan tubuh kekar Bian,aroma tubuh pria itu begitu menenangkannya.hingga kelamaan matanya terpejam,Suara deru nafasnya mulai teratur.


Bian menunduk dan terseyum melihat wajah tenang wanitanya yang sudah tertidur.


Bian menggeser tubuhnya hingga mereka berdua sekarang berbaring disofa.Bian memeluk erat tubuh wanita yang selama ini ia cintai itu.


Bian merasa sangat bahagia berada didekat Violin,Ada kehangatan dan kenyamanan yang ia rasakan.

__ADS_1


Kelamaan Bian juga ikut tertidur.


Satu jam berlalu.


Violin merasakan ada kehangatan ditubuhnya serta merasa ada tangan kekar yang melilit diperutnya perlahan membuka matanya.


Matanya membulat saat menyadari posisinya.Dada yang begitu bidang dan kekar ada dihadapanya.Ia lalu mendongak melihat Bian yang masih tertidur nyenyak.


"Tampan....kenapa kau begitu baik padaku!" gumamnya dalam hati.ia mulai menyadari ketampanan wajah Bian.


Perlahan Wanita itu menggeser tangan kekar Bian dari perutnya tapi begitu sulit.Bian yang menyadari ada pergerakan terbangun.


"Kau sudah bangun Sayang?"ucapan Bian mengejutkan Violin yang masih berada dipelukannya.


"Lepaskan aku Bian dan jangan panggil aku dengan sebutan itu.!"


Bian terseyum sambil mengeratkan pelukannya."Sebentar lagi,Ok!"


"Kau itu adalah calon istriku jadi wajar aku memanggilmu sayang"


"Terserah kau sajalah.Lepaskan aku Bian,Aku mau melihat Juna!


Dengan berat Bian melepas pelukannya.sebelum Violin bangun Bian berbisik tepat ditelinga wanita itu" Aku begitu merasa nyaman saat memeluk tubuhmu Sayang"


Violin sontak memukul keras lengan berotot Bian.


"Jangan genit Bian''ucap Violin sambil berdiri hendak kekamar Juna.


" Sayang aku lapar tolong buatkan aku makanan ya!"ucap Bian yang terlihat memelas.


Violin berdecak melihat sikap manja pria yang barusan memeluknya itu.Tapi ia juga merasa kasihan karena sedari tadi siang mereka memang belum makan.


"Aku ikut!" ucap semangat Bian.


Mereka kekamar Juna dilantai Dua.Ternyata tanpa mereka sadari,Juna sudah bangun sedari tadi dan sempat memfoto keduanya saat tidur berpekukan disofa.


Juna memang anak yang pintar dan terkadang usil.


"Kau sudah bangun Sayang?" Ucap Violin yang melihat putranya sedang berbaring sambil melihat film kartun di I- Pad nya.


Dengan seyum imutnya Juna menoleh.


"Sudah Ma....Mama Juna lapar...!"


"Kau sama denngan Om tampan.Om juga merasa lapar." ucap Bian yang sudah berada dikamar.


"Oke,mama masak dulu ya.kau disini bersama Om Bian dulu ya!"


"Okey Ma."


Violin segera turun menuju dapur,memulai untuk memasak.


Setelah beberapa saat Bian ingin keluar dari kamar Juna.


"Tampan,Om turun dulu sebentar ya bantuin mama cantik.kamu diam disini oke!"


"Iya Om."


Bian berniat menggoda Violin didapur.


Violin tersentak saat dua tangan kekar melilit dipinggangnya.

__ADS_1


"Sayang kau sedang masak apa?"tanya Bian tepat disamping telinga Violin.Seketika bulu kuduk Wanita itu meremang.


" Bian apa yang kau lakukan.tolong lepaskan pelukanmu!"perintah Violin.


Bian semakin memeluk erat wanita yang selisih tingginya cukup jauh darinya itu.


"Aku hanya ingin memelukmu saat kau memasak!"


"Bian.......jangan kurang ajar!" ucap Violin yang mulai kesal.


"Aku suka jika kau galak begini Sayang!"


"Bian aku belum selesai.Kasihan Juna sudah menunggu."


Cup....satu kecupan dipipi kanan Violin lalu ia melepas pelukannya.


"Biannnmm dasar mesommmm!" pekik Violin yang sudah melihat Bian berlari kearah tangga.


"Aku mesoom hanya denganmu Sayang....!" jawab Bian dengan suara kerasnya.


Tak lama masakan Violin matang dan sudah tertata rapi dimeja makan.


Bian turun dengan menggendong tubuh Juna.


Ketiganya makan dengan tenang.


"Entah kenapa masakanmu selalu mengingatkanku pada mendiang Mama" Ujar Bian disela kegiatan makannya.


"Benarkah."Violin menatap mata Bian lekat.Ada kesedihan dimata pria muda nan tampan itu.


" Kalau begitu aku akan sering memasak untukmu!"ujar Spontan Violin.


Bian terseyum lebar.


"Janji ya!"


Violin mengangguk dengan seyum manisnya.Entah kenapa dia merasa tidak rela jika Bian merasa sedih.


Tak terasa hati mulai gelap,Bian pun harus pulang.Bian mencium kening Juna lembut.


"Om pulang dulu ya tampan!"


Violin mengantar Bian sampai depan rumah.


"Terima kasih untuk hari ini"


"Sudah menjadi tugasku Sayang menjaga dan melindungimu!"


"Hati hati ya!"..


" pasti...Jangan khawatir lagi ya,Sebelum dia memiliki bukti kuat,Pria itu tidak akan berani macam macam.Dan ingat jika ada apa apa hubungi aku!"


Cup.....Bian mencium pipi Violin lagi dengan lembut.


"Aku pulang dulu.Kunci pintunya Sayang!".


Bian segera masuk kemobilnya lalu beranjak meninggakkan rumah Violin.


Violin melihat mobil Bian semakin menjauh,Dia mulai merasa berat jika berjauhan dengan pria muda itu.


" Aku mulai merasa nyaman dan aman jika didekatmu Bian....Tapi apa aku bisa membalas kebaikanmu ini!"

__ADS_1


__ADS_2