Mencintai Hot Momy

Mencintai Hot Momy
Menemanimu


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat,Hari ini adalah hari dimana persidangan pertama perebutan hak asuh atas Arjuna Kin Abrisam antara Violin dan Miko.


Sesuai Janji Bian,Hari ini dia sengaja membatalkan semua janji temu dengan klien klien pentingnya dan tidak datang kekantornya.Semua urusan pekerjaan hari ini Bian serahkan pada Alex hanya demi menemani wanita yang sangat dia cintai untuk menghadiri persidangan pertama.


Sementara Juna akan dijaga oleh Veru dan Lisa.Awalnya Veru ingin ikut menemani Adiknya mengikuti sidang tp karena sudah diyakin kan oleh Bian,Akhirnya Veru lebih memilih menjaga Juna saja tentu dibantu para bodyguard suruhan Bian.


Bian dan Violin sudah berada disatu mobil,Sementara Dibelakang mobilnya ada dua mobil yang berisi para pengacara dan team kuasa hukumnya yang semuanya berjumlah 10 orang dipimpin oleh pak Hendra sebagai Advocad Senior.Juga jangan lupakan mobil mobil yang berisi para Boduguard Bian yang berada di depan dan belakang rombongan mereka.


Entah kenapa Violin merasa sangat tegang,apalagi setelah mengetahui banyaknya team kuasa hukumnya.Violin menatap kearah Wajah Bian yang terlihat fokus mengemudi.


Perhatian Violin kini tertuju pada Bian,Entah kenapa dia merasa sangat penasaran dengan siapa sebenarnya pria muda nan tampan yang ada disampingnya itu.Mengingat mobil mewahnya yang selalu berganti,Membayar Pengacara dengan tarif mahal dan sekarang ada banyak bodyguard yang menggiring mereka.


"Kenapa sayang,Dari tadi melihatku,Apa ada yang ingin kau tanyakan?" Tanya Bian sambil tetap fokus mengemudi mobil Sportnya.


Violin yang tanpa sadar sedari tadi memandangi Bian langsung tersadar dan mengalihkan pandangannya karena gugup.


"Tidak ada" Ujar Violin cepat.


Bian terseyum simpul lalu menggenggam tangan Violin erat dengan satu tangan besarnya."Tenanglah Sayang,Aku akan selalu disisimu?"


Bian mengira Violin gugup karena memikirkan kasus ini.


Tak lama rombongan.Bian dan yang lain sampai digedung Pengadilan Tinggi kota Bali.


Bian turun dengan wajah dinginnya lalu membukakan pintu untuk Violin.


Seorang Pria berjas rapi mendekati Bian dan memberikan hormat membuat Violin menjadi semakin penasaran dengan Bian.


"Selamat pagi Tuan Bian.Sidang nya akan dimulai sebentar lagi.Mari saya antar keruangan sidang" Ucap Seorang pria yang termasuk salah satu anak buah Bian.


Bian hanya mengangguk lalu berjalan sambil menggenggam kuat tangan Violin diikuti para team kuasa hukumnya dan para Bodyguard.


Kedatangan mereka saat memasuki gedung megah tersebut menjadi pusat perhatian orang orang yang berada ditempat itu dan


Violin nampak risi dengan itu.


Sampailah mereka diruangan sidang setelah melalui beberapa koridor.


Nampak Miko dan Siska sudah hadir bersama para pengacaranya.


Miko sedikit gentar saat melihat ada begitu banyak pengacara dari pihak Violin.

__ADS_1


Violin lalu duduk berseberangan dengan kubu Miko ditemani Bian yang masih menggengam tangannya.


Sementara Siska merasa tertegun dengan sosok Bian yang merupakan putra dari rekan bisnis papanya bisa terlihat begitu dekat dengan mantan istri suaminya.


Sidangpun dimulai semua wajah terlihat tegang.


Adu argumen pun dimulai oleh pengacara dari masing masing pihak dengan memberikan bukti yang menguatkan mereka.


Violin sesekali meremas bajunya dengan satu tangannya karena merasa emosi mendengar pernyataan Miko didepan Hakim yang tidak sesuai dengan kenyataan.Miko juga mengungkit bahwa seharusnya perceraian mereka tidak sah karena ternyata saat itu Violin tengah hamil.


Bian yang mengeri itu mengusap lembut punggung Violin memberikan ketenangan.


"Tenanglah Sayang,Serahkan semua pada team kuasa hukum kita.Oke!" bisik Bian mendekatkan wajahnya pada Violin.


Miko yang sedari tadi mengamati keduanya seketika merasa cemburu dengan sorot nata tajamnya.Miko semakin membenci Bian.


Tiga Jam telah berlalu,berdebatan sengit antara para pengacara harus terhenti karena Hakim menunda Kasus ini dan melanjutkan sidang kembali seminggu lagi karena Hakim ingin mendalami,meneliti dan mempelajari kasus ini.juga dengan bukti buktinya.


Sidang pun Usai.Bian berdiri masih dengan mengenggam tangan Violin.


Saat ingin kaluar disaat itu pula Miko dan Siska juga ingin keluar.Tatapan tajam keduanya bertemu.


"Jangan lega dulu Violin,Seminggu lagi aku yang pasti akan mendapatkan hak asuh Juna"


Violin nampak hanya diam,Sementara Bian maju.


"Jangan terlalu percaya diri dulu tuan Miko.Aku yang akan pastikan jika kau akan kalah"


",Ayo sayang kita pergi dari sini,jangan dekat dekat dengan pria licik ini" Ucap Bian lalu berjalan meinggalkan Miko dan Siska diikuti para pengacaranya.


Miko terlihat geram dengan ucapan Bian sementara Siska merasa terkejut mendengar panggilan Sayang Bian pada Violin.


Setelah sampai diparkiran,Pak Hendra mendekat.


"Maaf kan kami Tuan Bian,Harusnya keputusannya bisa langsung keluar dengan satu kali sidang saja" ucap Pak Hendra penuh hormat.


''Aku memakluminya tapi aku tidak mau tahu,seminggu lagi disidang Kedua kita harus menang.Aku sudah membayar kalian begitu mahal jadi jangan membuatku kecewa."ucap Bian tegas dengan wajah dinginnya.


"Baik Tuan kami akan berkerja keras untuk kasus ini.Kalau begitu kami pamit dulu Tuan Bian".


Bian hanya mengangguk dan para pengacara itu berlalu pergi.

__ADS_1


Lagi lagi Violin dibuat kagum dengan sosok Bian yang begitu terlihat tegas dan berwibawa didepan orang lain.


Bian dan Violin sudah berada didalam mobil.


Tiba tiba Bian memeluk Violin erat membuat Violin tercekat mematung.


"Apa kau merasa kecewa Sayang?"


"Bian,lepaskan apa yang kau lakukan?" ucap Violin berusaha melepaskan pelukan Bian,Namun semakin Violin bergerak semakin erat Bian memeluknya,Hingga buah dada Violin yang besar terasa terhimpit oleh tubuh kekar Bian.Entah Bian merasakannya atau tidak yang jelas Rona pipi Violin sudah memerah karena merasa malu.


"Bian dadaku sesak" ucap Lirih Violin.


Sebenarnya Violin merasa senang dipeluk oleh Bian Ada rasa kehangatan dan kenyamanan berada dipelukan Bian.Tapi jika Bian menyentuh daerah sensitif Violin,Wanita itu merasa malu.


"Jangan bergerak Sayang,Apa kau tidak nyaman aku peluk?"


"Bian ayo jalan,nanti malu jika ada orang yang lihat"


Bian masih memeluk erat Violin.


"Empuk...." Ucapnya spontan.


"Apa kau bilang?" Ucap Violin yang tau akan maksud perkataan Bian dan sedikit kesal.


"Aku menyukainya Sayang,Rasanya sudah tidak sabar untuk memakanmu''


" Biannnnnm jangan mesommmm"pekik Violin.


Bian terkekeh lalu mencium tangkuk leher Violin membuat Wanita itu tegang.


Bian lalu melepas pelukannya.


"Bagaimana q tidak mesoom,Calon istriku ini sangat sexi,aku bahkan tak tertarik dengan wanita manapun selain dirimu Sayang.Meskipun mereka dengan suka rela ingin naik keranjangku tapi yang kuinginkan


hanya dirimu.mengerti??"


Violin masih terdiam mendengar ucapan Bian yang lebih terbuka padanya.


Cup.........satu kecupan kilat dibibir Violin.


"Kita pulang......"Bian segera menyalakan mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2