
Setelah bertemu ayahnya,Bian kembali menuju rumah mewahnya bersama Alex asisten pribadinya.
Didalam perjalanan Bian melihat pemandangan luar kota Denpasar yang sudah lama ia tingkalkan.Kota dimana banyak kenangan masa kecilnya.
Tak butuh waktu lama mobil sedan hitam mewah itu sampai dihalaman luas sebuah rumah mewah.
Alex segera membukakan pintu untuk tuannya.Para pelayan dan penjaga berdiri berjajar didepan pintu masuk menyambut kedatangan tuan muda mereka.
Dengan tegap Bian berjalan masuk kedalam rumahnya,Rumah mewah dengan luas hampir seperti mansion dengan gaya dan arsitektur barat.rumah berlantai tiga dengan warna cat putih yang mendominasi.
Masuk kerumahnya,Bian langsung teringat mendiang ibunya yang sudah meninggal saat usiannya 10 tahun.kenangan bersama ibunya yang begitu banyak dirumah itu membuat hati pria itu terasa getir.
"Aku akan istirahat sebentar alex dan aku ingin secepatnya menemuinya" ucap Bian yang berdiri dihadapan Alex sebelum masuk kekamarnya.
"Baik Tuan,anda bisa menemuinya nanti sore..!"
"Nanti sore??"
"Benar tuan,setiap sore pukul 5,Nona selalu mengajak putranya kesebuah taman dekat rumahnya." ujar Alex
"Baik kalau begitu nanti sore antarkan aku kesana..!" perintah Bian yang lalu berbalik dan masuk kedalam kamar pribadinya.
"Baik tuan."
Sementara DiCofee Shop,Violin masih sibuk dengan melayani pelanggannya bersama kakaknya dan Doni satu karyawan yang sudah lama bekerja dengannya.
Hingga seorang wanita cantik datang dan menghampiri Violin yang sedang meracik kopi.
"Ehemmm" suara deheman membuat Violin menoleh.
"Lisa........" ucap wanita cantik itu yang langsung memeluk sahabatnya itu.
Lisa adalah sahabat Violin sejak diuniversitas dulu.Lisa juga belum menikah karena kesibukannya mengurus butiknya.
"aku kangen sama kamu Lin,,udah hampir tiga bulan kita gak ktemu?"ucap Lisa setelah mereka duduk bersama.
" Aku juga Lis,gimana kabar kamu dan butikmu?udah punya gebetan belum?"ucap Violin terkekeh.
"Kabarku baik Lin,Butikku juga lumayan rame.apaan sich Lin,gak usah ngomongin gebetan,oh ya dimana kak Veru dan sitampan Juna,,aku kangen sama dia....!!
Ucap Lisa sambil melihat kearah meja kasir.
''Hayo kamu pasti kangen kan sama kakakku...ngaku deh...Tuh dia lagi dikamar belakang ngeliat Juna,soalnya Juna lagi bobo."
Lisa menatap tajam kearah Violin yang selalu meledeknya.memang tidak dapat dipungkiri seorang Veru sudah lama dihati Lisa,tapi wanita cantik itu hanya bisa menahan dan menutupinya.
"Kamu sendiri gimana,udah ada yang sreg belum,kan banyak yang deketin kamu Lin?"
"Aku belum kepikiran soal itu Lis...masih pengen fokus sama Juna dan Cofee shop ini."
"Lin kamu jangan terus larut dalam trauma masa lalu kamu,kamu harus bisa mencari tambatan hati apalagi Juna juga butuh sosok seorang ayah."
__ADS_1
Perkataan Lisa memang ada benarnya,selama ini Violin masih merasa takut jika harus menjalin hubungan yang serius lagi.Violin juga sebenarnya merasa kasihan pada Juna yang terkadang menanyakan keberadaan ayahnya.
Untuk beberapa saat mereka berbincang,hingga akhinya Lisa pamit untuk pulang,ia tak bisa lama lama karena kesibukannya.
Sore Hari menjelang.
Bian sudah selesai mandi dan mengenakan baju casual.
Dengan Kaos putih polos dan Blazer jas warna biru muda disertai celana panjang jins hitam dan sepatu warna senada.tidak lupa kaca mata hitannya semakin membuat penampilan Bian terlihat cool dan keren.
Bian segera masuk mobil untuk menemui wanita yang sudah sekian lama dihatinya.Saat ini adalah waktu yang sudah lama pria itu nantikan.
Disisi lain Violin yang sudah berada dirumahnya sudah selesai mandi dan memandikan putranya.
Dengan dres warna pink motif bunga sepanjang lutut dengan ramput panjang berponi terurai,tak lupa sebuah tas kecil bergantung dibahu kanannya. Violin mengandeng tangan Juna untuk berjalan menuju taman.
Seperti biasa setelah sampai ditaman Violin duduk dikursi dibawah pohon rindang yang menyejukkan bersama putranya.
Tanpa mereka sadari ada sebuah mobil sedan mewah yang sudah terparkir lebih dulu didepan taman.Seorang pria tampan bersandar dikap depan mobilnya mengamati dari jauh wanita yang ia cintai.
"Mama,Juna pngen Es Crem itu..." ucap Juna merengek sambil menunjuk kearah penjual Es Crem yang berhenti disamping taman.
"yaudah Mama beliin,tapi Juna duduk disini ya tunggu mama jangan lari lari okey...!" ucap Violin sambil mengusap lembut kepala putranya lalu berdiri bergegas membeli es creem kesukaan Juna.
Setelah melihat ibunya pergi Juna melihat ada banyak kupu kupu berterbangan,dengan reflek dia berlari kesana kemari mengejarnya hingga anak itupun tersandung dan jatuh.
Pemandangan itu tak luput dari pengawasan Bian,Pria itu segera berlari mendekati Juna yang menangis karena terjatuh.
Ada perasaan hangat saat Bian berada didekat anak kecil itu.sama seperti Bian,Juna juga langsung berhenti menangis saat betada didekat pria tampan itu.Juna merasa nyaman bersama pria asing yang baru dikenalnya itu.
"Siapa namamu tampan?"
"Juna om....." jawab Juna yang sudah duduk bersama Bian dikursi panjang itu.
"Ohhh...Juna bisa panggil om Bian okey...apa ada yang sakit?"
"Tidak om,,Om juga tampan...." celoteh Juna sambil terseyum manis.
Sampai sebuah langkah kaki mendekat.
"Juna....." panggil Violin yang sudah berdiri didekat Bian dan Juna yang sedang bercanda.
Deg.....
Hati Bian bergetar,jantungnya berdebar kencang saat menoleh kearah Viola.Tatapan matanya tertegun kearah Violin yang masih terlihat cantik dan menawan diumurnya yang sudah terbilang matang.masih sama seperti sepuluh tahun yang lalu saat Bian pertama bertemu dengannya.Sorot mata yang sudah mampu meluluhkan hatinya.
Wanita yang dari dulu sangat ia cintai meskipun selama ini Violin tak pernah tau.
Pandangan mereka beradu untuk beberapa saat.Violin merasa seperti pernah melihat tatapan mata itu.tapi dimana ia sudah lupa.
"Mama.....kenalin ini om Bian,tadi Juna jatuh dan om ini udah nolongin Juna ma...!" ucap Juna yang menghentikan tatapan keduanya.
__ADS_1
Entah kenapa Violin merasa sangat canggung dan salah tingkah didepan pria muda itu.
Violin lalu sedikit menunduk melihat putranya.
"ada yang sakit Juna?"
"Tidak ma." mendengar jawaban putranya,Violin merasa tenang.Lalu mendekat kearah Bian yang sudah berdiri,Wanita itu menunduk sebentar lalu manatap kearah Bian.
"Terima kasih Tuan sudah menolong putra saya.saya mamanya Juna.kalau begitu saya pulang dulu,baju Juna udah kotor saya harus menggantinya." ucap Violin yang merasa canggung didepan pria asing itu lalu berbalik menggandeng tangan Juna untuk segera pulang.
"Tunggu.....apa kita bisa berkenalan?" ucap Bian menghentikan langkah Violin.
Violin berbalik melihat Bian sudah mengulurkan tangannya.mau tidak mau Violin membalas uluran tangan itu.
"Violin.....Sampai jumpa lagi dan sekali lagi terima kasih tuan Bian."
"Apa aku bisa mengantarmu pulang?"ucap Bian dengan ragu.
Seyum terukir diwajah cantik Viola.
" Tidak usah Tuan,Rumah kami dekat kok,kami bisa jalan kaki."ucap Violin yang menolak secara halus.
"Kalau begitu aku temani jalan kaki,,,apa boleh?" Bian masih bersikeras.
"Bolehin aja ma,om tampan ini kan udah nolongin Juna..."ucap Juna yang sudah menari narik tangan ibunya.
Akhirnya Violin memperbolehkan Bian mengantar mereka.
Mereka pun berjalan bertiga menuju rumah Violin.Bian pun memberi kode pada Alex utuk mengendarai mobil mengikuti dirinya dari kejauhan.
Momen ini membuat Bian begitu bahagia.Bian bisa manatap wajah cantik violin dari samping sambil berjalan.
Setelah sampai didepan rumah,Bian pun pamit.
" Oke tampan sudah sampai dirumahmukan...om pulang dulu,besok kita ketemu lagi."ucap Bian yang merasa tidak ingin mampir dulu kerumah Violin takut wanita itu merasa curiga.
"Iya Om,sampai bertemu lagi."ucap Juna sambil melambaikan tangan pada Bian yang akan melangkah pergi.
Violin hanya menundukkan kepalanya melihat Bian berlalu pergi.
**Siapa dia?aku seperti pernah bertemu dengannya....ah sudahlah.....**gumam Violin dalam hatinya lalu segera masuk dalam rumahnya.
Sementara Bian yang sudah berada didalam mobilnya.seyum simpul muncul diwajah tampannya mengingat pertemuannya tadi.
**Ternyata Dia bertambah cantik setelah menjadin seorang ibu.**gumam Bian dalam hatinya.
" Aku tak ingin ada orang yang tau aku mendekatinya dan untuk sementara dia tidak boleh tau identitasku sampai waktunya tiba nanti."ucap lugas Bian pada Alex yang sedang mengemudi.
"Baik tuan..."
Mobil itupun melaju dengan cepat kembali kerumah mewah kediaman Tanawat.
__ADS_1