Mencintai Hot Momy

Mencintai Hot Momy
Bantuan Dan Balasan.


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Miko sampai didepan rumah mewahnya yang sementara ia tinggali bersama sang istri selama berada diBali.


Hubungan Miko dan sang Istri memang sudah renggang sejak lama semenjak istrinya divonis tidak bisa mengandung.


Namun alasan Miko masih bertahan bersama dengan istrinya hanya semata karena sang istri adalah putri dari pengusaha kaya pemilik perusahaan Exell dan istrinya itu memiliki saham yang besar dan pundi pundi kekayaan yang banyak dari sang ayah.


Miko langsung menuju keruang yoga tempat istrinya banyak meluangkan waktu.


"Kau pulang Sayang,Tumben jam segini sudah sampai rumah?" Ujar wanita cantik bertubuh tinggi langsing bernama Siska itu.


Siska memang sangat mencintai Miko dan masih berusaha untuk tetap bertahan disisi pria yang terkadang menyakiti hatinya itu.


Dulu sikap Miko begitu mesra dan hangat padanya,tetapi seiring jalannya waktu.Miko yang begitu menginginkan kehadiran seorang putra nampak berubah dan terlihat begitu kecewa setelah tahu kondisinya yang sebenarnya.


Sudah berbagai cara dan pengobatan dilakukan Siska namun hasilnya nihil diusia perkawinannya yang ke empat tahun ini seakan keretakan mulai terlihat dirumah tangganya.


Dengan wajah datarnya Miko menerima kecupan sang istri dipipinya lalu duduk disofa diikuti Siska disampingnya.


"Langsung saja,Kau ingin aku membatalkan perceraian kita bukan?" Ujar Miko serius.


Siska merasa ada angin segar untuk hubungan rumah tangganya


"Tentu Sayang!"


"Ada dua syarat yang harus kau lakukan.!"


Siska menyerngit heran.


"Apa syaratnya?"


"Pertama bantu aku merebut putraku dari Violin,Lakukan cara apapun.Kalau perlu merengeklah padanya agar ia kasihan padamu.Yang kedua pindah alihkan semua asetmu pada ku atau sahammu diperusahaan Exel karena perusahaanku sedang tidak stabil saat ini dan membutuhkan suntikan dana.Karena Violin memiliki pelindung yang cukup kuat dibelakangnya!" Ucap Miko tanpa ragu.


Seketika Siska merasa terkejut.


"Anak kau bilang?Anak siapa maksudmu?" Tanya Siska yang masih bingung.


.


"Tentu Anakku Siska,Usianya 4 tahun,seorang anak laki laki bernama Arjuna Kin Abrisam.Tanpa sepengetahuanku saat aku menceraikan Violin dulu ternyata tanpa dia sadari juga,ia tengah hamil 2 bulan."jelas Miko tanpa memperdulikan perasaan Siska.


Cetarrrrr....


Siska semakin terkejut,Ia tak menyangka sang suami memiliki putra dari mantan istrinya.Dan yang paling menyakitkan suaminya sendiri menyuruhnya untuk mengemis pada mantan istrinya untuk meminta anak itu.Sungguh ini begitu menyesakkan untuk Siska.Tapi Siska juga sadar akan kekurangannya.Ia juga sangat tahu,Suaminya begitu menginginkan seorang anak.


"Jika aku bisa mendapatkan Juna,Kita bisa hidup berbahagia bersama lagi Siska.Bagaimana kau mau kan melakukannya?"tanya Miko.


"Baik akan aku lakukan.Asal kita masih tetap bersama!" jawab Siska mantap.


Cintanya pada Miko sungguh besar sampai membutakan mata hatinya.


"Good,Kau memang istriku!" puji Miko lalu mencium kening Siska.


Mlam harinya Violin terlihat sedang menemani belajar Juna setelah mereka makan malam tanpa menunggu Bian yang sudah mengirim pesan bahwa dirinya akan pulang terlambat.


Ting tong.

__ADS_1


Wanita mungil itu segera membuka pintu rumahnya.


Nampak wajah lelah Bian yang masih bisa terseyum padanya."Hai...."sapanya.


Violin membalas seyuman manis itu.


Bian segera masuk lalu melepas jas dan dasinya.Melepas dua kancing teratas lalu menggulung kedua lengan kemejanya sampai siku.


"Kau belum tidur tampan?" Ujar Bian mendekati Juna lalu mencium pipi gembil anak tampan itu.


"Belum Om,Sebentar lagi."


"Kau ingin aku buatkan kopi atau teh hangat?" Tanya Violin.


"Kopi boleh!"jawab Bian.


Violin segera menuju dapur untuk membuat kopi.


"minumlah!"Violin memberi secangkir kopi hangat pada Bian yang duduk dikarpet bulu bersama Juna.


Violin lalu melihat Juna yang sudah menguap.Apa kau sudah mengantuk sayang?"


Juna menatap ibunya dengan kedua bola mata bulatnya."Iya Ma."


"Yasudah ayo mama temani kamu tidur" Violin segera merapikan peralatan bekajar Juna lalu menggendong tubuh mungil Juna.


"Kau bisa mandi dulu Bian,aku sudah menyiapkan handuk untukmu dikamar mandi" ucapnya sambil melihat kearah Bian lalu berjalan menuju kamar Juna.


Bian yang sudah merasa tubuhnya sangat lengket segera mandi membersihkan tubuhnya.


"Apa kau ingin makan?"


"Tadi aku sudah makan malam sayang bersama klien.Duduklah sini!" Bian menepuk sofa yang masih kosong di sebelahnya.


Violin pun segera duduk disamping Bian.


"Apa kau bisa memijat bahu dan tengkukku?rasanya sangat pegall!" pinta Bian sambil memegang Bahunya.


Violin terseyum manis sambil menganngguk.


Bian segera duduk dikarpet memunggungi Violin,Agar wanita itu lebih mudah memijit bahu dan tengkuknya.


Perlahan jari jemari mungil Violin menyentuh dan memijit bahu kekar Bian.


Bian memejamkan matanya menikmati pijatan dari tangan wanita yang dicintainya.


"Kau tau Sayang,Aku begitu behagia!"


"Kenapa?" Tanya violin yang merasa bingung.


"Sudah lama aku tidak merasakan kehangatan ini.Kau mengurus keperluanku mengingatkanku pada almarhum mamaku yang dulu begiitu sayang mengurusku!"


Ucapan Bian membuat Violin merasakan kesedihan yang Bian rasakan.


"Kau pasti sangat merindukannya" ucap Violin.

__ADS_1


Bian terseyum simpul lalu menarik tangan mungil Violin dan mencium lembut tangan itu.


"Rinduku terobati karena dirimu sayang"


Jujur Hati Violin begitu bahagia mendengar ucapan Bian yang begitu menghargainya.


Bian lalu membalik tubuhnya menghadap Violin tanpa beranjak dari karpet lantai itu.


Pria itu lalu meletakkan kepalanya diperut Violin lalu memeluk pinggang wanita cantik itu dengan posesif.


Violin awalnya merasa terkejut dengan sikap manja Bian,Tapi Violin tahu saat ini yang dibutuhkan oleh Bian adakah ketenangan dan kehangatan sosok wanita.


Perlahan Violin mengusap lembut surai kepala Bian penuh kasih sayang dan Bian sangat menyukainya.Dihirupnya dalam aroma tubuh Violin yang menenangkannya seakan rasa lelah ditubuhnya tadi menghilang.


"Aku mencintaimu Violin,Sangat Mencintaimmu" Ucap Bian sambil mengeratkan pelukannya.Wajahnya masih berada diperut Violin.


Tanpa terasa Air mata Violin menetes,Ia merasa terharu dengan ketulusan hati seorang Bian yang sebenarnya juga rapuh dan sangat membutuhkannya.


Violin yang merasa belum mantap dengan perasaannya hanya bisa terdiam tanpa berucap.


Cepat cepat ia menghapus air matanya lalu kembali mengusap lembut kepala Bian.


Bian mendongakkan kepalanya menatap lekat Violin."Maaf aku seperti anak kecil didepanmu!"


Violin menggelengkan kepalanya pelan sambil terseyum."Aku tahu kau juga punya sisi yang rapuh dan aku akan berusaha menguatkanmu!"


",Terima kasih sayang" ujar Bian masih menatap lekat Violin.


Sungguh posisi mereka terlihat begitu romantis dan intens.


Violin yang mengingat sesuatu lalu mengambil buku kecil yang sudah ia selipkan ditaplak meja disampingnya.


"Aku hanya punya tabungan sebanyak ini Bian.Aku tahu biaya pengacara itu sangat mahal dan ini masih kurang banyak,aku tak ingin berhutang padamu dengan cara apa aku membalas kebaikanmu!" Ujar Violin lembut sambil memberikan buku tabungannya pada Bian.


Bian merasa terkejut dengan sikap.Violin hingga akhirnya ia terseyum dan meletakkan buku tabungan itu dimeja kembali.


Cup.......Satu kecupan dibibir mungil Violin yang kelamaan menjadi ciuman penuh kehangatan dan kasih sayang.Violin hanya bisa terdiam tanpa membalasnya.Tangan Bian mengusap lembut punggung Violin seakan memberi kenyamanan pada janda cantik itu.


Ini Ciuman bibir pertamanya bersama Bian,Pria muda tampan yang pesonanya sekarang menyihir Violin.Sungguh jantungnya berpacu lebih cepat dan gelayar dihatinya semakin kuat.Violin hanya bisa menikmati ciuman hangat itu sambil menutup mata.


"Cukup.....Aku pria normal Sayang.Aku tak ingin semakin jauh lagi.Aku memang menginginkanmu tapi sebelum ada ikatan resmi diantara kita aku akan menahannya!" Ujar Bian setelah melepas pagutannya sambil mengusap lembut bibir Violin yang basah karena ulahnya.


"Aku belum tau kenapa kau begitu mencintaiku Bian?" Ujar Violin yang msih heran dengan Bian yang begitu mencintainya yang merupakan Sigle parent.


"Belum saatnya Sayang,Kau tadi bilang ingin membalas kebaikanku kan?"


Violin mengangguk cepat."


"Maka teruslah bersamaku apapun yang terjadi.Aku begitu membutuhkanmu Dan aku sangat mencintaimu.", Ujar Bian sambil mengusap lembut pipi Violin.


Violin hanya terdiam menatap dua manik mata Bian yang terlihat tegas dan berkarisma.


Bian lalu meletakkan kepalanya lagi diperut rata Violin,menyembunyikan wajahnya lalu memeluk erat pinggang Violin." Biarkan seperti ini dulu Sayang"pintanya lirih.


Dengan berani Violin mencium pucuk kepala Bian membuat Pria itu terseyum dibalik wajah yang tersembunyi."Tidurlah aku tahu kau sangat lelah"ucap Violin lembut.

__ADS_1


Violin membiarkan posisinya seperti itu,Ia rela tidur dengan terduduk bersandar disofa dengan perut dan pinggang yang dipeluk erat oleh Bian.


__ADS_2