
Semua sibuk dengan kesibukan masing masing,Termasuk Bian dan Violin.
Hari ini nampak Lisa sedang berkunjung diCofee Shop Violin saat jam makan siang.
Veru yang mendapati kedatangan Lisa hanya bersikap datar meskipun sebenarnya dia merasa senang.
Violin menyuruh Lisa menemani Juna dulu diruang istirahat belakang karena Violin harus melanyani pengunjung dulu dijam ramai seperti ini.
"Kak Veru" Panggil Violin setelah tidak ada lagi pengunjung yang mengantri.
"Hmmm"
"Kakak kenapa selalu datar pada Lisa?" Tanya Violin tiba tiba yang membuat Veru tertegun.
"Maksud kamu apa Lin?" bingung Veru.
"Ck........sebenarnya kakak nie beneran gak tahu apa pura pura gak tahu sich.Jadi pria kok gak sensitif gitu!" Ucap Violin dengan nada gemas.
"Kamu mau ngomong apa sich Lin?"
"Kak,Apa selama ini Kakak gak ngarasa kalau Lisa tuh punya perasaan sama Kakak.Udah lama dia nunggu Kakak.Kakak.juga sudah dewasa,sampai kapan kakak akan melajang?"
Deg......Veru merasa tercekat dengan ucapan Adiknya,Meski sebenarnya ia juga sudah tahu lama jika Lisa menaruh hati padanya,Bisa dilihat dari pandangan dan gestur tubuhnya pada Veru.
"Lalu kakak harua bagaimana Lin?Kakak lebih memikirkan kamu dan Juna."
"Violin udah dewasa Kak,Violin bisa jaga diri dan Juna dengan baik.Mau sampai kapan Kakak begini.Kak,Apa boleh Violin meminta satu hal pada Kakak!" ujar Violin ragu.
Veru menatap dalam adiknya.
"Katakan"
"Buka Hati kakak mulai sekarang untuk Lisa,Jangan sakiti dia Kak,karena dia wanita yang baik dan setia.Violin mohon pada Kakak jangan terlalu tertutup padanya.Dan sekarang Violin minta Kakak kebelakang,temui dan Ajak dia ngobrol!"perintah Violin lembut pada Veru sang Kakak.
", Tapi......"
"Tapi apa Kak,Apa Kakak tidak memiliki perasaan sedikitpun pada Lisa?Jangan sampai setelah Lisa menikah dengan orang lain Kakak baru menyesal,karena yang kudengar Mama Lisa mencoba untuk menjodohkan Lisa dengan seseorang karena usia Lisa yang sudah ckup matang untuk menikah"
Veru sedikit terkejut dengan pernyataan Violin,Ia pun tanpa ragu berdiri.Mungkin ini saatnya ia memberi keputusan untuk kebahagiaan dirinya sendiri.
Veru berdiri dari kursinya.
"Kakak turuti permintaan Kamu."
"Nah gitu dong,Kalau kakak bahagia,Violin juga ikut bahagia.
Veru langsung menuju ruangan belakang yang khusus digunakan untuk beristrirahat.
Dilihatnya Lisa sedang memeluk Juna yang tertidur pulas diatas sofa.
",Apa juna sudah tertidur Lis?Tanya Veru tiba tiba yang mengejutkan Lisa.
Seketika Lisa menjadi gugup.
" Su sudah Kak"
"Sini biar Kakak letakkan diatas ranjang!"
Tanpa menunggu jawaban Lisa Veru langsung menganggkat tubuh mungil Juna kearas kecil diruangan itu.
Membuat Lisa tegang saat wajah Veru berada sangat dekat dengannya saat akan mengambil tubuh Juna.
Veru lalu duduk disamping Lisa,lagi lagi Lisa dibuat gugup.
"Gimana butik kamu Lis?"
__ADS_1
"Lancar Kak" Jawab Lisa tanpa mau menatap Veru.
"Syukurlah,Apa Kakak boleh bertanya sesuatu?"
Lisa menoleh kearah Veru tanpa berucap.
"Maaf jika ini terlalu pribadi,Kenapa sampai sekarang kamu belum menikah Lis,usiamu kan sudah 29 tahun.Sudah cukup matang untuk seorang wanita"
Lisa sangat terkejut dengan pertanyaan Veru.
Lisa seakan bingung harus menjawab apa,nyatanya dia sangat mencintai pria tampan didepannya ini dan setia menunggu cintanya terbalaskan
"Lisa......" Ucap Lisa menggantung.
"Maaf kalau selama ini Kakak sudah membuatmu menunggu."
Lisa tercekat dengan ucapan Veru.
"Kakak sudah tau perasaanmu Lis dari cara tatap kamu saja Kakak merasa beda.Kakak begitu egois tanpa memikirkan perasaanmu,Kau tau bukan Violin dan Juna adalah tanggung jawab Kakak.Tapi sekarang Kakak juga ingin memikirkan kebahagiaan Kakak"
"Maksud Kakak apa?" Tanya Lisa dengan Kening berkerut.
"Boleh Kakak meminta sesuatu padamu?"
Lisa mengangguk pelan dengan menatap dalam Veru.
"Apa bisa Kamu menjadi Kekasih Kakak?Kakak akan berusaha membuka diri Kakak untuk kamu Lis,Meskipun sebenarnya sudah ada nama kamu lama dihati Kakak.Kakak selama ini hanya merasa tidak yakin dengan perasaan Kakak."
Deg.......Lisa begitu terkejut.Sungguh ia tak menyangka kata kata itu keluar dari bibit Veru.Kata kata yang sangat membuatnya bahagia.
"Apa kamu bersedia Lis?Kita bukan anak ABG lagi,Jadi Kakak ingin serius menjalani hubungan ini.Apa kamu mau memberi kesempatan pada Kakak?" Tanya Veru lagi.
Kedua mata Lisa sudah mulau berkaca menatap Veru.
",Apa Kakak yakin dengan ucapan Kakak barusan?tanya Lisa Lirih.
Seyum tersirat dibibir tipis Lisa.
"Kenapa kakak. harus bertanya disaat Kakak sudah tahu jawabannya"
Veru terseyum lebar,Hatinya tak salah.Memang Lisa selama ini menunggunya.
"Terima kasih Lis" Ditariknya Bahu Lisa Mendekat padanya.
Cup.
Satu kecupan sayang dikening Lisa.
Kedua mata Lisa membulat sempurna.
Tubuh kekar itu lalu memeluk erat tubuh seksi Lisa.
Lisa merasa sangat bahagi,akhirnya penantian dan kesetiannya selama ini tak sia sia.Karena sudah10 tahun Lisa mencintai Veru.
"Terima kasih untuk kesetiaan mu selama ini Sayang!Aku menyanyangimu!"
Lisa memandang wajah Veru yang sudah memanggilnya Sayang.Sungguh betapa bahagianya dirinya sekarang.
"Sejak kapan Kakak tahu perasaanku?"Tanya Lisa penasaran.
"Hmmm saat kau dekat dengan Violin waktu kuliah dulu.Dan Kakak sebernarnya juga memiliki perasaan yang sama pada kamu bahkan saat pertama kali Kakak melihatmu!"
"Apa?Kakak serius?Lalu kenapa selama ini Kakak bersikap dingin padaku?"
"Itu untuk menyembunyikan perasaan Kakak,Sayang.Kakak merasa belum mapan untuk mendekati kamu"
__ADS_1
Lisa terseyum simpul sambil mengusap lembut pipi Veru.
"Lisa menerima Kakak tulus dan Apa adanya.Lisa akan terus disamping Kakak apapun yang terjadi"
"Terima kasih sayang" Ujar Veru sambil mengeratkan Pelukannya pada Lisa.
Sementara diluar Violin dikejutkan dengan kedatangan seorang wanita yang bergaya glamour.
"Kau.....!"
"Hay Violin,Apa kabar" Sapa Siska yang menepati janjinya pada Miko untuk menemui Violin.
"Untuk apa kau Kesini?" tanya Violin dengan pandangan tidak suka.
"Aku hanya ingin berbicara sebentar padanu Olin,Apa bisa?" Ucap Siska yang masih terlihat ramah.jauh dari kata hatinya yang sangat malas bertemu mantan istri suaminya ini.
Violin pun mengajak duduk Siska disudut ruangan.
"Katakan apa yang ingin kau bicarakan,Aku tidak punya banyak waktu!" ucap Dingin Violin.
Tanpa sepengetahuan Miko,Siska mencari tahu semua tentang kehidupan Violin.
Yang membuat geram Siska adalah,Miko ternyata berniat membohinginya.Bukan hanya Juna yang ingin ia dapatkan tapi juga Violin yang merupakan mantan istrinya.
Kini Siska mencari cara agar Miko terjerat dan tak bisa meninggalkannya.
"Langsung saja Violin.Aku wanita yang tidak sempurna.Selama 4 tahun ini Miko begitu menantikan Kehadiran seorang anak.Tapi aku tak bisa memberikannya.
Aku tahu Soal Juna,Dia putra Miko kan?Aku mohon berikan kesempatan Miko untuk menjadi ayah yang baik.Kami akan merawat Juna sepenuh hati.Hanya itu yang bisa membuat kami merasa bahagia Lin.Ucap Siska dengan wajah sedihnya yang dibuat buat.
Violin merasa jengah dengan ucapan wanita licik didepannya.
" Sudah cukup kau merebut suamiku dulu Siska.Tidak untuk putraku.Juna adalah hidupku Tak akan aku biarkan kalian merebut Juna dariku."ucap tegas Violin.
"Aku mohon Lin.Aku juga ingin memiliki putra." ucap Siska dengan hati yang berselimut amarah.
"Aku tidak perduli.Sebaiknya kau pergi dari sini.Karena aku sibuk" usir Violin.
Lisa mencoba menahan emosinya.Jika bukan karena Cintanya pada Miko,Dia tak akan mau mengemis pada Violin.
Lisa berdiri lalu beranjak dari tempat duduknya dan saat itu Lisa dan Veru muncul.
Lisa geram melihat keberadaan Siska.
"Untuk apa lagi kau menemui Violin,wanita licik?"
Siska manatap tajam kearah Lisa.
"Bukan Urusanmu Lis,Sebaiknya kau tidak perlu ikut campur"
Lisa terseyum miring.
"Dulu kita bertiga bersahabat dan saling menyayangi Sis,Tapi sekarang aku begitu membencimu.Kau penghianat bagiku.Dan aku akan ikut campur jika kau mengusik hidup Violin lagi.!"
"Terserah...Kau memang dari dulu lebih membela Olin dari pada aku Lis!"
"Karena kau salah...."
"Sudahlah aku malas berdebat denganmu Lis" Siska pun meninggalkan tempat itu begitu saja tanpa menghiraukan tatapan tajam Lisa.
Veru mengusap lembut bahu Lisa yang sedang emosi.
"Tenanglah Sayang.Sebaiknya kau dekati Violin" perintah Veru sambil melirik Violin yang duduk termenung.
Lisa pun menuruti perintah kekasihnya.
__ADS_1
Violin,Lisa dan Siska dulu adalah sahabat dekat saat berkuliah.Tapi diam diam Siska ternyata menyukai Miko,Yang saat itu menjadi Senior mereka dan sudah menjadi kekasih Violin.Perasaan Siska tidak padam meskipun Miko menikahi Violin,Justru semakin besar.Dan Siska berniat menggoda Miko dengan materi yang ia miliki.