Mencintai Hot Momy

Mencintai Hot Momy
Tegas


__ADS_3

Diperusahaan TNW group Bian seharian terlihat sangat sibuk.Banyak tander besar yang sedang ia tangani sekarang dan itu membuat sang Ayah merasa senang akan sikap loyalitas dan kesungguhan putranya mengurus perusahaannya.


Saat malam hari,Setelah Bian pulang dari rumah Violin,Sang ayah nampak menunggu sang putra pulang.


Chaow Thanawat terlihat duduk diruang tengah sendirian sambil membaca sebuah buku.


Suara langkah kaki sang putra terdengar mendekat.


"Malam Pa,Papa belum tidur?'Sapa Bian sudah duduk disofa sambil meletakkan jasnya.


" Malam Nak,Papa menunggumu Bian!"ucap Chaow dengan suara tegasnya.


Kening Bian mengerut tidak biasanya Papanya menunggunya pulang sampai larut begini.",Apa ada sesuatu yang ingin Papa katakan?"


Chaow meletakkan buku yang ia pegang dimeja lalu menatap lekat putra semata wayangnya itu.


"Kau dari rumah wanita itu kan Bian?" tanya langsung Chaow dengan wajah datarnya.


Diam diam Chaow selalu memantau kegiatan putranya sehari hari.Banyak mata mata yang ia kerahkan untuk mendapatkan informasi.


Bian menyenderkan bahunya kesofa.


"Kalau Papa sudah tau jawabannya kenapa Papa bertanya lagi?" jawab Bian santai.


"Papa Sangat bangga dan puas dengan cara mu memimpin perusahaan Bian,Tapi mengenai wanita pilihanmu apa kau yakin?Papa akui dia cantik dan wanita yang baik tali statusnya adalah janda beranak satu Bian,Sedangkan diluar sana banyak wanita yang lebih cantik,pintar dan tentunya masih single yang tentu tertarik padamu" Jelas Chaow dengan wajah tenangnya.


Bian menghembuskan nafasnya pelan sebelum menjawab perkataan sang Papa.


"Jadi Papa sudah mencari tahu tentang Violin rupanya,Bian tegaskan sekali lagi pada Papa,Bian hanya mencintai Violin wanita baik dan lembut itu yang sudah mengubah hidup Bian,Meskipun diluar sana banyak wanita yang lebih dari pada Violin,Bian sama sekali tidak tertarik Pa.Bian tidak perduli statusnya.Bian juga sangat menyanyangi Juna putranya." Ujar Bian lugas.


"Tapi Papa hanya ingin yang terbaik untukmu Bian,Kau putra papa satu satunya"


"Pa,Apa perlu Bian ingatkan janji Papa 10 tahun yang lalu.Sekarang Bian sudah dewasa dan sudah mampu memimpin perusahaan jadi Papa tidak boleh mencampuri urusan pribadi Bian.Apalagi sampai mengganggu hubungan Bian dengannya!"


Chaow terdiam memikirkab janjinya pada sang putra dulu.Memang benar saatnya dia menepati janjinya.Tapi dilain sisi masih ada keraguan dihatinya.


"Papa ingat Janji Papa Bian.Baiklah Jika itu sudah menjadi keputusanmu."


"Bian harap Papa menghormati keputusan dan pilihan hati Bian.Dan aku mohon pada Papa jangan pernah ganggu hidup Violin Pa,Karena dia sudah cukup menderita.Jika papa melanggar Janji Papa,Bian Bisa nekad.Bian bisa saja menikahi Violin secepatnya!"


"Kau mulai mengancam Papa Son?" Ujar Chaow dengan seyum miringnya.


"Hanya mengingatkan Papa agar tak ingkar janji."


"Secepatnya bawa dia menemui Papa,Papa ingin tahu apakah dia pantas bersanding dengan kamu Bian"pinta Chaow.


" Nanti Pa jika waktunya sudah tepat.Sampai sekarang pun Violin belum tahu siapa Bian sebenarnya.Yang ia tahu hanyalah Bian yang seorang eksekutif muda saja bukan CEO."


"Apa kau ingin mengetesnya Son?"


"Tidak Pa,Bian hanya tidak ingin Violin menjauh dari Bian karena status dan materi Bian,Karena Violin wanita sederhana."

__ADS_1


"Sepertinya kau sangat mencintainya"


"Sangat Pa,Bukti selama 10 tahun apa kurang menurut Papa?Yasudah Bian kekamat dulu Pa,Mau mandi.Papa cepat istirahat ya?''


Bian meninggalkan Papanya yang masih terdiam.


" Apa yang dilakukan dan dikatakan wanita itu Sepuluh tahun yang lalu hingga membuat putraku begitu mencintainya?"Guman lirih Chaow.


Keesokan Harinya.


Pagi pagi Violin mendapat surat panggilan dari pengadilan untuk sidang pertama dua hari lagi.


Violin merasa harus tetap kuat demi sang putra.Kasus ini mungkin menguras banyak pikiran,tenaga dan waktu.


"Surat apa itu Sayang?" Sapa Bian yang baru saja tiba untuk menjemput Juna.


Bian melihat Violin termenung berdiri didepan pintu sambil memandangi sebuah amplop coklat besar.


Violin terkejut dengan kehadiran Bian yang sudah ada didepannya.


"Surat panggilan sidang pertama dari pengadilan!"


"Oh,Kapan itu?"


"Dua hari lagi!"


"Oke,Aku akan menemanimu!"


"Itu bisa diatur Sayang,Aku tidak mau kau sendirian menghadapi kasus ini.Apa kau sudah memasak,Aku belum sarapan


Sayang!"


"Kebiasaan deh.....''cibir Violin karena kebiasaan Bian yang selalu ingin sarapan dirumahnya dan bersikap manja.


" Wajarlah jika aku ingin sarapan bersama calon istriku"ucap Bian sambil menarik tangan Violin masuk rumah.


"Pagi tampan"sapa Bian pada Juna.


"Pagi paman"Jawab Juna ceria.


Bian mulai makan makanan yang sudah disiapkan Violin dipiringnya.


" Nanti hubungi pengacara Sayang,bicarakan hal tadi pada mereka."Perintah Bian.


Violin hanya menganguk kecil.


"Om,Kapan Om kapan kita Jalan jalan?" Tanya Juna polos.


"Saat om libur kerja ya!"..


" Janji ya Om!"Ucap Juna lucu.

__ADS_1


"Iya tampan.Om janji..."


"Horeeee........" Pekik girang Juna.


"Jangan Terlalu memanjakannya Bian!"ucap Violin.


" Aku tidak memanjakannya,Dia butuh pergi liburan Sayang,Aku juga sama."


Bian dan Juna sudah selesai sarapan,Juna lebih dulu masuk kedalam Mobil mewah Bian.


"Lusa siapa yang akan menjaga Juna,Tidak mungkin dia ikut kesidang!" Ujar Bian.


"Biar Kak Veru saja,Aku juga akan meminta bantuan Lisa untuk membantu menjaga Juna.Kau tau ada kabar baik dari mereka!"


Bian menyerngit heran.


"Kabar baik apa?"


"Mereka sudah jadian."jawab Violin dengan seyum simpulnya.


",Woww aku ikut senang.Ternyata Kak Veru menyukai sahabatmu itu"


"Sudah lama mereka saling suka tapi baru sekarang mereka jujur pada perasaan mereka"


"Lalu kau kapan akan jujur pada perasaanmu?'Tanya Bian tiba tiba yang membuat Violin menegang.


"Maksudmu Apa?"


Bian mendekat dan meletakkan wajahnya disamping wajah Violin lalu berbisik.


"Kau belum menyatakan perasaanmu pada Ku Sayang,Aku menunggu itu!"


Blussssss....pipi Violin memerah karena malu.


"Ak....Aku....." ucap Violin yang langsung merasa gugup.


"Jangan dipaksakan untuk berucap jika kau belum mampu mengatakannya Sayang.Yasudah aku berangkat kekantor dulu"


Cupppp ......satu kecupan mesra dikening Violin penuh sayang.


"Aku sangat mencintaimu Violin" Ucap Lirih Bian sambil menatap dalam Violin sambil mengusap lembut pipi Wanitanya itu.


Violin seakan ingin lari saja jika Bian bersikap seromantis itu.


Bian.segera berbalik melangkah menuju Mobil.


"Hati hati Bian" Pekik Violin saat Bian hendak masuk kedalam mobil.


",Iya Sayang" Balas Pekik Bian dengan seyum manisnya.


Violin mengusap dadanya pelan saat melihat mobil Bian berlalu.Seakan detak jantung Violin terasa tak normal karena ucapan,sikap dan permintaan Bian yang masih sulit untuk Violin lakukan.",Aku aku sudah benar benar mencintainya?"gumannya.

__ADS_1


__ADS_2