Mencintai Hot Momy

Mencintai Hot Momy
Tidak menyangka.


__ADS_3

Siang ini Bian terlihat sedang berbicara dengan Veru dimeja bartender sementara Violin sedang sibuk menyuapi Juna yang sedang rewel.


Bian yang mengetahui itu mendekat.


"Kenapa Cemberut Tampan?"ujar Bian sambil mengusap lembut kepala Juna.


Juna mengerucutkan bibir mungilnya.


" Om lupa ya janji Om kemarin?"


Bian terseyum simpul.


"Tentu Om tidak lupa sayang.Besok kita liburan kepantai.Disana nanti ada wahana permainan air,Apa kau mau?"


Juna seketika terseyum lebar.


"Aku mau.Om tidak bohong kan?"


"Tentu tidak,Besok kan weekkend,kita menginap semalam diVilla."


"Apa kau yakin Bian?" kini Violin yang mencoba memastikan.


"Tentu Sayang.Kita akan mengajak Kak Veru dan Nona Lisa juga.Mungkin alex juga akan ikut."


"Horeeee......aku sudah tidak sabar Om" Pekik Juna.


Keesokan harinya.


Pukul 3 sore semua sudah bersiap untuk betangkat.Kali ini Bian mengajak mereka kesebuah pantai Didaerah Nusa dua.Disana Bian sudah menyiapkan sebuah Villa yang merupakan Villa miliknya.


Bian,Violin dan Juna dalam satu Mobil bersama satu driver sedangkan dimobil satunya ada Veru,Lisa dan Alex yang juga ikut.


Dikawal dengan dua mobil bodygusrd mereka pun mulai berangkat.


Diperjalanan Bian memangku Juna dan merengkuh bahu Violin agar bisa memeluk wanita itu dari samping.Sungguh pamandangan yang indah seperti keluarga kecil yang bahagia."Tidur lah Sayang,Perjalanannya ckup lama"Ucap Bian Lembut.


"Jangan memangku Juna,Nanti kau lelah" ujar Violin.


"Tidak bahkan jika aku memangkumu,aku masih kuat"ujar Bian sambil terseyum jahil.


"Jangan mulai Bian...."


Juna yang dari awal terlalu bersemangat justru tertidur pulas dipelukan Bian.


Dua jam lebih perjalanan mereka akhirnya sampai.Mobil mobil itu pun berhenti didepan sebuah Villa yang tidak terlalu besar tapi sangat mewah.Yang terletak dipinggir pantai.


Bian perlahan membangunkan Violin yang bersandar dibahunya.


"Sayang,Bangun.Kita sudah sampai"


Violin membuka matanya perlahan,melihat kesekeliling luar Mobil.


Juna yang sudah bangun langsung berlarian setelah keluar dari dalam mobil.


"Pasti mahal kan menyewa Villa semewah ini?" Tanya Violin setelah mengamati Villa didepannya.


Bian terseyum tipis lalu menggenggam tangan Violin masuk kedalam Villa.


"Ini Villa ku Sayang"


Violin hanya bisa tertegun,lagi lagi ia terkejut dengan properti yang dimiliki Bian.


Sedangkan Veru dan Lisa yang sudah mengetahui siapa Bian yang sebenarnya tidak terkejut lagi.Apalagi setelah mendengar penjelasan dari Alex dimobil tadi.


Bian,Violin dan Juna tidur Disatu kamar.Veru dan Alex juga satu kamar sementara Lisa hanya sendirian.

__ADS_1


"Kalian ingin langsung kepantai atau istirahat dulu?" Tanya Bian.


"Juna langsung ingin kepantai Om" Semangat Juna.


"Oke,Om temani" jawab Bian.


"Paman temani juga" ucap Veru.


Mau tidak mau Violin dan Lisa mengikuti mereka.sementara Alex mempersiapkan segala sesuatu untuk makan malam special nanti malam atas perintah Bian.


Bian menarik tangan Violin untuk ikut dengannya bermain air.Lisa dan Veru juga ikut bermain bersama mereka.


Seyum bahagia terukir diwajah Juna,Anak kecil itu merasa memilili keluarga yang utuh sekarang.


"Bian Apa yang kau lakukan Arkkkkkk?" Teriak Violin saat Bian mengendong Violin lalu menceburkannya keair.


Byurrrrrr.......


"Bian aku takut,aku tak pandai berenang" Protes Violin saat muncul dari dalam air sambil mengusap wajahnya.


"Aku ada bersamamu Sayang,Ayo kita kesana" Ajak Bian lalu menarik tangan Violin ketengah pantai yang lebih dalam.


Saat ombak datang,Reflek Violin memeluk erat tubuh kekar Bian karena ketakukan.


Bian terseyum penuh kemenangan.


"Apa kau ingin menggodaku sayang" Bisiknya.


"Biannnn aku benar benar takut"


Sekarang tinggi air sudah sepinggang bian dan itu membuat Violin benar benar takut.


Juna yang bermain air dengan Lisa dan Veru hanya bisa melihat dari jauh keromantisan keduanya.


"Yasudah kita ketepi,Bajumu yang basah sudah sangat menggodaku Sayang"


"Bukankah itu lebih romantis sayang" goda Bian.


Violin mendengus kesal sambil menatap tajam kearah Bian yang terseyum jahil.


Saat Violin lengah.


Cuppppp........Satu kecupan dibibir Violin yang masih berada didekapan Bian.Violin mematung.


Kecupan itu berubah menjadi ciuman dalam dan panas dan Violin hanya bisa terdiam menikmati sentuhan itu.Bian menekan tengkuk Violin untuk memperdalam ciumannya.Sungguh begitu romantis mereka melakukannya dihamparan laut biru.


Mereka seakan tak sadar dengan ombak yang datang.Spontan Lisa menutup mata Juna agar tidak melihat adegan panas itu.


Violin yang tersadar memukul dada Bian keras hingga pagutan itu terlepas.


"Biannnnnnm..........hentikan mesummu itu"


Bian terkekeh"Ayo kita kembali keVilla"


Bian dan Violin menghampiri Lisa,Veru dan Juna.


"Wah Asyik nich yang habis Kiss Kiss san seakan dunia milik berdua" Ledek Lisa.


Violin yang sudah menahan malu hanya melotot kearah Lisa.


"Kalian juga bisa melakukannya" ujar spontan Bian.


"Kami akan melakukannya ditempat privet bukan seperti kalian tadi ditempat terbuka", Jawab Veru lugas dengan wajah datarnya.


Kini giliran Lisa yang merona karena malu.

__ADS_1


Mereka pun kembali keVilla untuk beristirahat sejenak.


Malam harinya,Bian sudah menyiapkan makan malam indah dibibir pantai dekat Villa.


Semua takjub dengan dekorasi bunga dan lilin disekitar tempat makan dan dimeja makan panjang yang sudah dipenuhi aneka hidangan.


Mereka ber enam segera menyantap hidangan itu.


Setelah selesai makan Bian menarik Violin untuk berdiri.


Violin menatap Bian dengan pandangan bingung.


Bian mengambil satu kotak kecil beludru berwarna navi dari saku jasnya lalu berlutut didepan Violin.


Perlahan Bian membuka kotak itu.


Violin sungguh terkejut,Satu cincin bertahta berlian kecil nampak begitu indah.


" Mau kah kau menikah denganku Violin latisya Roselia?"Tanya Bian dengan sorot mata lekat pada Violin.


Violin membulatkan matanya dan spontan menutup mulutnya yang terbuka karena merasa terkejut.Ia tak menyangka Bian akan melamarnya apalagi didepan orang orang yang ia sayangi.


"Ayo jawab Lin,Jangan ragu" Ucap Lisa yang awalnya juga ikut terkejut.


"Bi Bian.....ini terlalu cepat" Gugup Violin.


"Aku sudah pernah bilang kan,Jika kasus Juna selesai,aku akan segera menikahimu.Bagaimana kau mau menerima lamaran ini kan?Ucap Bian penuh harap.


" Ayo ma,Mama nikah aja sama Om Bian.Juna pengen punya papa"celoteh Juna.


Violin terdiam sesaat.


Lalu terseyum mengangguk pelan.


Semua bertepuk tangan merasa ikut bahagia.


Bian segera berdiri memasangkan cincin kejari manis tangan Violin lalu menciumnya.


"Terima kasih Violin,Aku menerima semua kekuranganmu dan aku akan selalu membahagiakanmu dan Juna.Itu janjiku padamu,I Love You Violin"Ujar Bian saat memeluk erat tubuh Violin.


Violin sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.Bian mengusap lembut air mata dipipi Violin.


Violin yang masih belum bisa mengungkapkan perasaannya pada Bian hanya bisa terdiam.Ia berjanji akan mengatakan hal itu secepatnya.


" Selamat ya Lin,Aku ikut bahagia.Bian memang pria baik yang pantas untuk kau dapatkan.Jaga cinta kalian Ok"Ucap Lisa lalu memeluk Sahabatnya itu.


"Kakak juga ikut bahagia Violin,meskipun Bian lebih muda darimu tapi Kakak yakin dia bisa menjaga,melindungi dan membahagiakan kalian." Kini giliran Veru yang memeluk Violin.


Alex juga mengucapkan selamat untuk bosnya itu,Alex sungguh terharu akan perjuangan bosnya itu selama sepuluh tahun ini akhirnya berbuah manis.


"Jadi kapan kalian akan menikah" Tanya Lisa yang sengaja menggoda keduanya.


"Bulan depan" jawab Spontan Bian.


Violin menoleh sambil mencubit pinggang Bian,"Jangan ngawur Bian"


",Auwwww sakit sayang,,Kalau kau tidak mau bagaimana kalau minggu depan" ujar Asal Bian lagi.


Violin semakin kesal dan semakin dalam mencubit Bian.


"Ampun sayang......." pekik Bian yang merasa kesakitan.


"Makanya kalau bicara jangan ngawur" ketus Violin yang sudah melepas cubitannya.


"Kakak rasa semakin cepat semakin baik" Timpal Veru yang membuat Violin melotot kearahnya.

__ADS_1


Sementara yang lain tertawa bersama.


__ADS_2