Mencintai Saudara Tiri

Mencintai Saudara Tiri
Chapter 19


__ADS_3

Setelah sampai dirumah, Kanaya pun berterima kasih pada William yang sudah mengantarnya.


"Apa Kak Wil mau mampir dulu."


"Hem tidak aku tak berani mampir kalau Kakak mu belum mengizinkan ku."


"Em begitu yah, tapi kenapa Kak Wil mau bekerja sama Kak Arkan bukannya Ayah Kak Wil punya perusahaan juga," William tersenyum menanggapi pertanyaan Kanaya.


"Aku hanya ingin punya pekerjaan saja, ayah ku menyuruhku untuk menjadi Ceo di perusahaannya tapi aku tidak tertarik."


"Lah kenapa bukannya Kak Wil juga disini bekerja sebagai asisten?"


"Aku juga tak tahu aku lebih senang bekerja dengan orang lain."


"Oh begitu,"


"Ya sudah aku permisi dulu mau pulang."


"Iya Kak hati hati dijalan ya." Ujarnya.


"Oh iya ini kartu namaku dan disana ada nomor telpon ku, kalau suatu saat kau membutuhkan ku kau bisa menghubungi nomor ini."


"Baik Kak terima kasih," Kemudian William pergi meninggalkan Kanaya yang masih berdiri di depan gerbang.


Setelah kepergian William ia pun langsung masuk kedalam dengan perasaan bahagia karena ada William yang menjadi temannya.


"Nona sudah pulang, tapi kenapa pulang sendirian?" Tanya bi Atum.

__ADS_1


"Ya bi aku di antar Kak William, soalnya Kak Arkan pergi ke villa sama Kak Ana."


"Oh begitu, kalau gitu nona pasti kecapean apa nona mau dibuatkan sesuatu."


"Boleh, aku ingin Air jahe buatan bi Atum."


"Baik nona akan bibi buatkan."


Arkan dan Ana sedang menikmati villa yang berada di puncak, Ana memperlakukan Arkan dengan lemah lembut ia menginginkan sikap Arkan yang seperti dulu lagi jadi ia berusaha sebaik mungkin di depan Arkan.


"Mas kalau aku hamil apa kau akan bahagia?"


"Tentu saja sayang."


"Mas sebenarnya waktu kemarin aku menandatangani kontrak lagi dengan bos ku, aku mengambil kontrak 3 tahun lagi untuk menjalankan karir ku."


"Aku terserah kamu saja Ana, percuma aku melarang keinginanmu."


"Aku belum selesai bicara mas, sebenarnya aku melihat sikap mu yang seperti ini membuatku semakin takut kehilangan mu mas. Besok aku akan pergi ke Amerika selama 2 hari dan aku akan memutuskan kontrak ku,"


"Kenapa?"


"Aku sudah tak ingin mengejar karir ku, sekarang aku ingin fokus dengan rumah tangga kita dan aku ingin segera memiliki anak."


Setelah mendengar kejujuran Ana tapi Arkan merasa dalam dirinya biasa saja, padahal dulu ia sangat bahagia jika Ana tidak terlalu mementingkan karirnya lagi, sekarang Ana ingin melepaskan karirnya sebagai model tapi Arkan tak menanggapinya, dipikirannya hanya ada Kanaya.


"Mas kenapa akhir akhir ini sikap mu berubah, apa kamu tak senang dengan keputusan ku?"

__ADS_1


"Aku senang, terima kasih sudah memilihku dari pada karirmu semoga saja kamu tak membohongi ku lagi."


"Aku janji mas, lihat saja setelah 2 hari pulang dari Amerika aku akan seutuhnya jadi istri mu dan aku akan selalu melayani mu bukan Kanaya lagi yang akan menyiapkan semua kebutuhan mu."


"Terima kasih Ana,"


Kemudian Ana memeluk Arkan lalu ia menciumnya dengan penuh nafsu dan pada malam ini ia melakukan hubungan suami istri yang sudah sangat Arkan rindukan akan tetapi rasanya sangat berbeda, ia sudah tidak terlalu bergairah lagi pada Ana namun ia tidak menunjukkan nya agar Ana tidak curiga.


"Terima kasih mas punya mu selalu membuat ku kewalahan." Sedangkan Arkan tak merasa kenikmatan seperti dulu.


***


Kanaya sudah 2 kali mengeluarkan isi perutnya, ia tak bisa memakan makanan yang ada di meja makan membuat bi Atum bingung harus memasak apa lagi untuk Kanaya.


"Nona sebenarnya anda ini kenapa?"


"Aku tak apa apa bi mungkin penyakit ku belum sembuh, aku ingin dibuatkan air jahe lagi," Lalu bi Atum pun membuatnya.


"Ini nona air jahenya,"


"Terima kasih bi aku mau kembali ke kamar ku."


Kanaya pun membawa segelas air jahe yang dibuatkan bi Atum, air jahe memang terbukti efektif untuk mengurangi mual pada ibu hamil.


"Sayang kenapa kamu rewel sekali, besok mama akan membawa mu ke dokter kandungan ya biar kamu dikasih vitamin sama dokter, mama sangat menyayangi mu." Ucapnya dengan mengelus perut yang masih rata dan tak terasa air mata Kanaya menetes begitu saja.


"Kamu rindu sama ayah yah nak, maafkan mama tak bisa mengabulkan permintaan mu."

__ADS_1


Benar benar malang nasib Kanaya saat ini, ia harus mengandung di usia yang masih muda tanpa pernikahan resmi.


__ADS_2