Mencintai Saudara Tiri

Mencintai Saudara Tiri
Chapter 25


__ADS_3

Seharian Arkan berdiam diri di kantor dengan banyaknya masalah yang menghampirinya, ia sudah menyuruh bawahan nya untuk mencari tahu tentang cctv yang berada di apartemen Ana.


William hanya tersenyum melihat Arkan yang sedang dilanda masalah.


"Wil kenapa kau senyum senyum begitu, apa kau tak berfikir bagaimana caranya perusahaan tetap maju."


"Aku tersenyum karena aku senang melihat mu seperti ini hahaha."


"Sialan kau," Arkan mulai emosi dibuatnya.


"Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu." Kemudian William menghampiri Arkan lalu ia memberikan ponselnya pada Arkan, ia menunjukan video Ana dan mantannya. Arkan tak percaya melihatnya karena ia benar benar mendapatkan bukti yang kuat untuk mengembalikan namanya yang sedang di ujung tanduk.


"Kau dapat ini dari mana?"


"Sudah lama aku mendapatkannya, hanya saja aku belum memberitahu mu tentang ini."


"Sialan kau kenapa tak memberitahu ku, kau tahu perusahaan ku hampir jatuh karena ulah Ana."


"Tapi kau tenang dulu tuan, biarkan media nya beredar dulu baru setelah itu kau bisa menunjukkannya pada media agar Ana merasakan apa yang kau rasakan."


"Ah kau benar juga Wil, rupanya kau sangat cerdik dari ku dan aku sangat berterima kasih pada mu Wil."


Akhirnya Arkan sudah mendapatkan solusinya untuk mengatasi permasalahannya.


***


"Lepaskan aku bu ini sakit, tolong." Kanaya memohon ampun pada Atika ibunya yang sedang menjambak rambutnya.


"Anak gak tahu diri kamu, beraninya kamu menggoda Kakak tiri mu."

__ADS_1


"Ampun bu tolong ini sakit, biar Kanaya jelaskan dulu,"


Atika dan Louis kembali ke negaranya tanpa sepengetahuan Arkan dan juga Kanaya namun, setelah sampai rumah Atika langsung memberi kekerasan pada Kanaya sedangkan Louis tak bisa berbuat apa apa dengan perlakuan istrinya terhadap anaknya.


"Ma sudah ma,"


"Papa ini gimana sih anak yang sudah melakukan zina malah dibiarkan harusnya di hukum pecut biar tahu rasa dia." Ujar Atika dengan emosi yang menggebu gebu.


"Iya papa tau ma tapi jangan gini juga kan kasian Kanaya."


"Papa tuh terlalu lembek cara memperlakukan anak anak kita," Padahal Louis seorang Ayah yang keras pada anaknya namun pada anak tirinya ia tidak berani.


"Bu lepaskan kepala ku sakit," Dengan kasar Atika melepaskannya sampai Kanaya terjungkir.


"Ibu kecewa sama kamu Kanaya, kamu ini anak penurut sama ibu kenapa sekarang kamu berani melakukan dosa hah, kau tahu ayah mu sudah meninggal harusnya kau membuat dia bangga di alam sana bukan seperti ini." Kanaya pun menangis dibawah kaki Atika meminta ampun pada ibunya, ia memang sudah menjadi anak durhaka pada orang tuannya.


"Halah apapun alasannya ibu tak akan percaya pada mu."


Arkan yang baru saja sampai rumahnya ia mendengar keributan dari dalam, ia juga melihat mobil sang ayah yang terparkir di halamannya.


"Ada apa ini," Ujar Arkan yang baru saja masuk.


"Arkan!' Louis pun langsung menghampirinya dengan geram.


Plakkk satu tamparan lolos dari tangan Louis.


"Anak sialan kau," Arkan hanya bisa menerima tamparan itu karena ia memang bersalah.


"Mulai hari ini kau tak perlu bekerja lagi, jabatan mu akan ayah alihkan pada orang lain."

__ADS_1


"Tidak bisa seperti itu ayah, akulah yang sudah membuat perusahaan ayah sampai ke titik ini,"


"Ya ayah tahu tapi sekarang kau malah menghancurkannya, ini semua gara gara kau yang sudah memperkosa adik mu itu."


"Bukankah ayah akan memberiku waktu satu minggu."


"Sekarang Ayah berubah pikiran, mulai hari ini silahkan angkat kaki mu dari rumah ini."


Arkan memandang Kanaya yang sedang bersimpuh di kaki ibunya entah apa yang ia pikirkan sehingga memandangnya dengan lama.


"Ayah bukan aku yang memperkosanya, tapi Kanaya lah yang sudah menggoda ku. Ia masuk ke dalam kamar ku dengan begitu saja." Kanaya yang mendengar penuturan Arkan membuatnya sakit hati, ia menggelengkan kepalanya bahwa apa yang di ucapkan Arkan tidak lah benar.


"Benarkah begitu?" Tanya Louis.


"Ya ayah dialah yang menggoda ku seperti apa yang di katakan Ana di media." Atika mulai geram lagi mendengar penuturan Arkan ia pun menendang Kanaya dengan keras pada perutnya sehingga Kanaya merasakan kram di perutnya.


Brukkk,,


"Auh perut ku sakit bu,"


"Jangan pura pura kesakitan anak durhaka, ini tak sebanding dengan perlakuan mu." Teriaknya Atika.


"Kanaya maafkan aku, aku harus menyelamatkan perusahaan ku. Aku tak ingin ayah memberi jabatan ku pada orang lain, maaf aku harus melakukan ini pada mu nanti suatu saat aku akan bertanggung jawab tapi tidak untuk saat ini." Arkan benar benar egois ia hanya mementingkan dirinya sendiri padahal semuanya kesalahan dia.


"Kanaya ada darah di kaki mu." Ujar Arkan terkejut melihat darah segar yang mengalir di kakinya.


Bersambung.


Jangan lupa like dan beri komentarnya readers

__ADS_1


__ADS_2