Mencintai Saudara Tiri

Mencintai Saudara Tiri
Chapter 20


__ADS_3

Hari ini adalah hari keberangkatan Ana ke Amerika, Arkan mengantarnya sampai menuju bandara.


"Mas setelah 2 hari disana aku akan selalu bersama mu."


"Iya sayang hati hati disana jaga diri baik baik," Ana pun melambaikan tangannya begitu juga dengan Arkan.


Setelah mengantarkan Ana, Arkan langsung kembali ke rumahnya dengan hati tenang karena Ana sudah pergi ke Amerika.


"Bi Kanaya dimana?" Tanyanya pada bi Atum.


"Kanaya ada di kamarnya tuan," Arkan segera pergi menuju kamar Kanaya, ia membuka pintunya tanpa permisi.


Arkan melihat Kanaya yang sedang mengelus perutnya.


"Kanaya,," Panggilnya.


Kanaya terkejut dengan kedatangan Arkan yang secara tiba tiba.


"Kak Arkan ada apa?"


"Aku ingin bicara dengan mu."


"Tentang apa Kak?"


"Apakah benar kau sedang mengandung benihku."


"Kalau iya memangnya kenapa, buat apa Kak Arkan bertanya padaku lagian Kak Arkan tidak akan peduli padaku."


"Aku minta kau segera gugurkan anak yang ada di perutmu, aku tak mau Ana dan Ayah mengetahuinya."


"Kau jahat Kak, kau ingin membunuh anak ini apa kau tak takut dosa hah. Harusnya kau pikir yang menderita itu aku bukan kamu." Kanaya mulai emosi menghadapi sikap Arkan, ia kira Arkan akan berubah dengan pikirannya namun nyatanya masih sama.


"Kanaya kamu ini masih muda, jika anak itu gugur kau bisa melanjutkan kuliah mu."


"Apa Kak Arkan tak peduli dengan harga diriku hah, aku lebih baik kehilangan masa depan impianku dari pada aku harus membunuh bayi yang ada di perutku."


Kemudian Arkan berjalan mendekati Kanaya lalu ia menggenggam tangannya.


"Kanaya aku mohon ini demi kamu juga, aku tahu aku salah karena semuanya gara gara aku tapi tolong pikirkan masa depan mu dan juga aku." Arkan benar benar egois dengan sikapnya, ia tak pernah memikirkan darah dagingnya padahal dulu ia sangat mengharapkan seorang anak.


"Sampai kapan pun aku tak akan mengugurkan kandungan ku, aku tak peduli kau tak mengakuinya."


"Kanaya,,"


"Lepaskan tanganku dan jangan mendekatiku lagi," Tegasnya.


"Kanaya tolong pikirkan lah kehidupan jika kau menggugurkan bayi itu suatu saat kau bisa menikah dengan siapa saja yang menerima mu."


"Apa kau bodoh Kak, walaupun aku punya anak bukan berarti tak ada yang menikahi ku. Sekarang Kak Arkan tak perlu memikirkan ku, ini hidup ku dan akulah yang menjalaninya jadu terserah aku mau ku apakan bayi ini adalah hak ku, ingat itu."

__ADS_1


Arkan sudah tak bisa berkata kata lagi, ia tertampar dengan ucapan Kanaya yang begitu mempertahankan kandungannya dan Arkan berpikir jika Kanaya akan mempermalukannya sendiri.


"Baiklah Kanaya terserah kamu dan maaf aku tak bisa bertanggung jawab atas bayi yang kau kandung, kau tahu aku sudah menikah jadi maaf aku tak bisa menikahi mu."


"Aku sudah tahu jawaban mu Kak, jadi tolong pergi dari sini." Teriaknya.


Arkan pun mengalah ia tak ingin membuat Kanaya semakin emosi padanya lalu ia pun pergi dari kamarnya Kanaya.


Namun saat membuka pintu kamarnya ia terkejut dengan Ana yang sudah ada diluar pintu.


"Jadi selama ini kalian yang sudah mengkhianati ku."


"Ana tolong dengarkan aku dulu, aku akan menjelaskan semuanya." Kemudian Ana mendorong Arkan lalu ia masuk ke kamarnya Kanaya.


"Dasar wanita murahan beraninya kau merebut suamiku hah," Ana menjambak rambut Kanaya membuat Kanaya kesakitan.


"Tolong lepaskan Kak ini sakit."


"Ini tak seberapa sakit mu dengan hatiku, tega teganya kau berani melakukan hubungan dengan suamiku. Kau pelakor berkedok adik tiri aku akan membunuh mu." Teriaknya Ana mulai emosi ia semakin menjambaknya.


Arkan segera menghentikannya ia melepaskan tangan Ana dari rambut Kanaya.


"Ana tolong jangan begini, aku bisa jelaskan."


"Jelaskan apa maksud mu mas? jelas jelas kalian bermain di belakang ku."


"Ana kau salah paham bukan seperti itu yang kau tahu, aku tak sengaja melakukan hubungan pada Kanaya karena pada waktu itu kamu pergi ke Amerika selama dua minggu dan aku sangat frustasi dengan kepergian mu."


plak,, plak,,plak


Ana menampar Arkan sebanyak tiga kali, ia benar benar marah dan kecewa pada suaminya namun ia tetap membenci Kanaya yang sudah hadir di kehidupannya.


"Kamu jahat mas hiks hiks,"


"Tampar aku lagi Ana, aku memang salah ini bukan dari hati ku tapi aku terpaksa melakukannya."


"Sialan kau wanita murahan, beraninya kamu menghancurkan rumah tanggaku aaaaaaah." Ana terkulai lemas dilantai ia menangis sejadi jadinya.


Kemudian Arkan menggendong Ana dan membawanya ke kamar.


"Kak Ana maafkan aku, aku tak sengaja melakukannya dengan Kak Arkan jika aku bisa mengulang waktu, aku tak ingin ikut dengan ibu ku untuk tinggal disini hiks hiks." Lirihnya.


Para pelayan pun saling bergosip membicarakan tuan rumahnya, mereka semua menyaksikannya.


"Bisa bisanya Kanaya mengkhianati nona Ana, padahal nona Ana sudah sangat baik padanya," Ujar Yuri seorang pelayan dari rumah Arkan.


"Kamu dengar gak tadi tuan Arkan melakukannya karena pengaruh obat perangsang jadi ini bukan kesalahan Kanaya." Ujar bi Atum


"Halah,,, bi Atum malah membelanya yang namanya pelakor tetap pelakor bi ngapain dia merebut tuan Arkan dari ku." Ujar pelayan yang lain.

__ADS_1


"Kamu jahat mas kenapa kamu khianati aku,"


"Aku minta maaf Ana."


"Pokonya aku akan memberitahu Ayah biar Ayah mu tahu atas kelakuanmu dengan adik tiri mu itu."


"Kau mengancam ku hah, apa kau tak berpikir kau juga sering bersama dengan mantan mu itu yang bernama Jack." Ana tak menyangka Arkan mengetahui mantannya yang bernama Jack.


"Apa maksud mu mas jangan menuduhku."


Tiba tiba saja ponsel Arkan berdering ada pesan masuk dari William, baru saja ia berbicara soal Jack malah William lah yang mengirim video dan foto Ana dengan Jack.


Arkan mengepalkan tangannya dengan erat, ia tak menyangka Ana juga berbuat seperti itu di belakangnya.


"Mas kamu kenapa?"


"Diam jangan menyentuhku."


"Kenapa mas, apa aku ada salah? harusnya aku yang marah padamu." Kemudian Arkan memberikan video kiriman dari William pada Ana seketika Ana syok dengan video nya yang sedang bermain panas di atas ranjang.


"Em mas itu bukan aku, apa apaan ini siapa yang mengirim mu."


"Cih rupanya kau murahan juga Ana, pantas setiap kita berhubungan rasa mu sangat berbeda rupanya kau sering bermain dengan dia, kalau begitu kau tak perlu menyalahkan aku dengan Kanaya karena aku melakukan itu bukan keinginan ku tapi semua karena obat perangsang sedangkan kau melakukannya mau sama mau iya kan."


"JAWAB JUJUR," Bentaknya.


"Apa maksud mu mas, kau mudah percaya dengan video itu bisa saja o


itu sudah di edit sama orang yang tak bertanggungjawab."


"Aku juga tidak bodoh Ana, besok kita ke Amerika untuk membuktikan semuanya aku ingin melihat kegiatan mu di hotel."


Ana semakin tak percaya dengan tingkah Arkan yang mulai berani untuk mencari tahu.


"Aku tidak mau mas, aku tak ingin pergi kesana."


"Terserah kau saja, aku akan membuktikan sendiri disana."


Ana mulai ketar ketir dengan jawaban suaminya, ia tak tahu harus berbuat apa lagi dengan suaminya.


"Mas aku minta maaf."


"Diam kau, jangan menyentuhku aku sangat jijik dengan tangan kotor mu itu. Mulai malam ini aku tak ingin tidur bersama mu lagi."


"Mas aku mohon maafkan aku, Jack yang memaksaku untuk melakukan hubungan."


"Hahaha kau kira aku percaya, lihat saja ini video mu sangat menikmati mainan mantan kekasihmu itu."


Kemudian Arkan meninggalkan Ana dari kamarnya, sedangkan Ana mengacak acak semua barang yang ada di kamarnya.

__ADS_1


"Sialan argghhh, ini semua gara gara gadis sok polos itu."


__ADS_2