Mencintai Saudara Tiri

Mencintai Saudara Tiri
Chapter 28


__ADS_3

Kini Kanaya berada di ruang utama bersama keluarga karena Louis meminta Kanaya untuk menemuinya.


"Ada apa ayah memanggilku?"


"Tunggu sebentar kita tunggu Arkan dulu."


Tak lama kemudian Arkan pun turun menuju ruang utama, Arkan menatap Kanaya yang membuang muka padanya ia hanya bisa menarik nafas dengan sikap Kanaya yang sekarang.


"Arkan duduklah, ayah ingin bicara."


"Baik ayah,"


"Begini Arkan, Kanaya ayah ingin merencanakan untuk menikahi kalian, Ayah setuju jika kalian menikah karena kalian tidak punya ikatan darah jadi kalian bisa menikah. Ayah juga sudah mengetahui tentang perasaan Arkan bahwa ia sangat mencintaimu Kanaya."


"Apakah kamu mau menikah dengan Arkan, ibu mu juga sudah pasti sangat setuju." Ujarnya pada Kanaya.


"Iya Kanaya ibu sangat setuju dengan apa yang dikatakan Ayahmu."


"Maaf Ayah, tapi Kak Arkan itu bohong ia tak pernah mencintaiku, waktu itu terjadi karena kak Arkan mengonsumsi obat jadi ia tak sengaja melakukannya, bagaimana mungkin Kak Arkan langsung jatuh cinta padaku sedangkan itu terjadi 4 minggu kebelakang." Arkan menatapnya dengan serius ia bertanya tanya kenapa Kanaya berbicara seperti itu sedangkan ia merasa pria tampan dan kaya, seharusnya Kanaya senang jika ia diajak untuk menikah namun kenyataannya Kanaya bukan wanita yang seperti itu.


"Kanaya walaupun memang aku belum sepenuhnya mencintaimu tapi seiring berjalannya waktu kita akan saling mencintai."


"Maaf Kak aku tetap tidak bisa menikah dengan Kakak, jujur saja didalam hatiku tidak ada sedikit pun tempat untukmu, di hatiku hanya ada kebencian yang aku taruh untuk mu Kak." Arkan geram mendengar penuturan Kanaya ia merasa harga dirinya di injak padahal ia belum pernah di tolak oleh seorang wanita, Ana yang seperti bidadari pun tidak menolaknya.


"Kanaya tolong maafkan atas kejadian kemarin, itu semua juga salah ibu bukan salah Arkan harusnya kamu memaafkan dia dan jangan membencinya."

__ADS_1


"Aku tahu semua ini bukan gara gara Kak Arkan bu, aku akan berusaha untuk membuang rasa benci ini, tapi tidak untuk menikah dengan Kak Arkan. Aku tak mencintai pria yang gila harta seperti dia!" Belum selesai bicara namun Kanaya sudah pergi begitu saja tanpa permisi.


"Anak sialan beraninya dia." Ucap Arkan dalam hatinya.


"Ayah ibu aku akan menyusul Kanaya dulu." Arkan pun menyusul Kanaya kekamarnya lalu ia mendobrak pintunya dengan keras membuat Kanaya terkejut dengan kedatangan Arkan yang tiba tiba.


"Kak Arkan ngapain kesini!"


"Berani sekali kau menginjak harga diriku, sejak kapan kau punya sikap seperti ini hah."


Kanaya semakin takut dengan amarah Arkan, ia semakin mundur kebelakang karena Arkan terus berjalan ke arahnya.


"Stop Kak jangan mendekat." Tegasnya namun Arkan malah semakin mendekat membuat Kanaya semakin takut.


"Tidak Kak aku tidak mau, tolong jangan mendekat sebelum aku berteriak."


"Teriak saja sesuka hatimu, ayah tak akan mendengarnya."


Semakin dekat langkah Arkan membuat jantungnya semakin berdebar tak karuan, sudah tidak ada jarak di antara mereka membuat Kanaya gugup.


"Kak tolong jangan begini."


"Cih kau jangan jadi wanita sok mahal Kanaya, aku sudah mencicipi mu harusnya kau bersyukur dinikahi olehku tapi kau malah menolaknya. Dasar bodoh!"


"Harusnya Kak Arkan sadar bahwa Kak Arkan belum bercerai dengan Kak Ana, tapi Kak Arkan malah ngebet ingin menikahi ku, cih gak tahu diri."

__ADS_1


"Apa kau bilang hah," Arkan mencengkram dagunya dengan kuat membuat Kanaga kesakitan.


"Asal kau tahu aku dan Ana sudah tidak ada hubungan lagi, dan kau jangan terlalu bangga. Aku ingin menikahi mu itu karena Ayahku bukan dari hatiku. Apa yang dikatakan kamu itu memang benar Kanaya mana mungkin aku secepat ini jatuh cinta padamu? kau hanya seorang gadis kampung yang tak cantik seperti mantan istriku mana mungkin aku tertarik padamu cih." Tegasnya kemudian ia melepaskan cengkraman.


Setelah kepergian Arkan, Kanaya langsung mengunci pintunya kembali. Ia sangat sakit hati dengan ucapan Arkan yang menusuk hatinya, membuat air matanya luruh begitu saja.


"Arkan!" Panggil Louis.


"Ya ayah ada apa?"


"Apa Kanaya masih menolakmu?"


"Ya dia tak ingin menikah dengan ku, jadi ayah jangan memaksaku lagi. Aku tak ingin menikahi gadis kecil seperti dia."


"Ya ayah minta maaf sudah menyuruhmu untuk menikahi Kanaya karena Ayah sangat kasihan padanya."


"kalau begitu kapan kau akan memberitahu media tentang perbuatan Ana dengan mantan kekasihnya agar perusahaan ayah kembali maju lagi." Sambungnya lagi.


"Besok aku akan mengumumkannya Ayah, aku akan memberi kejutan pada Ana."


"Bagus Ayah sangat setuju dengan mu."


Setelah bicara dengan Ayahnya Arkan pun kembali kekamarnya masih dengan perasaan marah pada Kanaya, ia benar benar frustasi sudah di tolak oleh gadis kampung membuat emosinya semakin menggebu gebu.


"Sialan kau Kanaya, awas saja aku akan membuatmu jatuh cinta padaku." Gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2