
Kanaya sudah tidak berdaya lagi melihat mobil yang di kendarai Arkan kini hancur lebur, namun Kanaya mendengar seseorang yang memanggil namanya dari belakang.
"Kanaya."
Kanaya pun membalikkan badannya kebelakang dengan susah payah, ia sangat bahagia melihat pria yang pernah merusak masa depannya.
"Kak Arkan? Kau kah itu? apa aku hanya mimpi!"
"Ya ini aku, aku sudah mendengar semua ucapan mu, aku juga sudah mendengarkan semua isi hati mu."
"Jadi Kak Arkan membohongiku, lalu mobil siapa yang berada di bawah sana?"
Ya Arkan lah yang sudah merencanakan ini semua dengan William, ia sengaja merencanakannya karena ingin tahu bagaimana reaksi Kanaya namun tanpa di duga Kanaya benar benar sangat kehilangan Arkan membuat ia terharu dan tak tega melihat Kanaya yang menangisinya.
"Kak Arkan jahat, Kak Arkan sudah membohongiku." Kanaya melampiaskan rasa kesalnya dengan memukul tangannya pada dada bidang Arkan.
"Hentikan Kanaya, aku tahu kau mencintaiku tapi kenapa kau tak ingin jujur padaku?"
"Hiks hiks bukan begini caranya Kak jika kau ingin mengerjai ku, apa kau tahu aku sudah lemas menangisi mu."
"Ya memang benar aku sangat mencintai mu dan aku benar benar takut kehilangan mu Kak tapi jujur aku kecewa dengan ide mu yang seperti ini." Sambungnya.
__ADS_1
Arkan terharu mendengar ucapan Kanaya ia pun langsung memeluknya dengan erat.
"Maafkan aku, aku janji tak akan seperti ini lagi. Aku benar benar mencintaimu Kanaya."
Namun Kanaya dengan paksa melepaskan pelukannya, ia masih kecewa pada tindakkan Arkan yang hampir membuatnya gila.
"Aku benci kamu Kak, aku benci kau dan Kak William sama saja kalian berdua keterlaluan."
"Kanaya aku minta maaf, aku seperti ini juga demi kamu agar aku bisa segera menikahi mu, aku ingin menebus dosa ku pada mu Kanaya. Mari kita hidup dari awal lagi aku mohon."
Kanaya kembali memeluk Arkan dengan erat ia tak ingin egois lagi dengan perasaannya.
"Aku juga mencintai mu Kak." Ucapnya.
"Kanaya mau kah kau menikah dengan ku untuk hidup bersama ku sampai tua nanti "
Kanaya pun menganggukkan kepalanya tandanya ia menyetujui pertanyaan dari suaminya.
"Yeahhh terima kasih kanaya kau sudah menerima ku untuk menjadi calon suami mu," Dengan girang Arkan loncat loncat di depan Kanaya membuat Kanaya malu dilihat oleh William."
"Kak hentikan tolong jangan begini."
__ADS_1
"Hem baiklah kalau begitu mari kita pulang bersama."
***
Dua minggu setelah kejadian itu akhirnya mereka memutuskan untuk menikah, Kanaya tak menyangka pada akhirnya ia akan menjadi istri Kakak tirinya begitu juga Arkan ia tak menyangka bisa mencintai gadis yang masih kecil.
SAH
sah suara riuh dari tamu yang menyaksikan pernikahan mereka, lalu Kanaya mencium tangan suaminya begitu juga dengan Arkan mengecup keningnya.
"Siap siap nanti malam pertama." Bisiknya pada telinga Kanaya membuatnya melotot dengan ucapan Arkan.
"Kanaya akhirnya kamu sudah sah jadi istri Arkan, Ibu sangat bangga pada mu semoga kamu jadi istri yang baik ya, maafkan sikap Ibu yang dulu selalu kasar pada mu." Kanaya pun memeluk ibunya dengan erat ia sangat bahagia bisa mengembalikan kasih sayang ibunya yang telah hilang.
Semua yang berada disana menyaksikan kebahagiaan ibu dan anak.
"Sayang kita ke tidur yuk," Ajak Arkan menggoda Kanaya.
"Arkan kau ini masih siang sudah ngajak istri mu tidur, liat tuh tamu masih pada datang." Ujar Louis.
"Aduh ayah aku sudah gak kuat, apa ayah gak mengerti aku sudah menduda selama 3 bulan."
__ADS_1
Pletakkk Louis menyentil jarinya pada kening Arkan membuat mereka semua tertawa melihat kelakuan Ayah dan anaknya.
END